;

Indonesia Harus Jadi ”Start up Nation”

Ekonomi Yoga 10 Nov 2022 Kompas
Indonesia Harus Jadi ”Start up Nation”

Di tengah ancaman resesi global, Indonesia masih menarik bagi investor usaha rintisan. Daya Tarik ini  harus menjadikan Indonesia sebagai ”Start up Nation”. Sesuai laporan studi e-Economy SEA 2022,  Indonesia masih menjadi negara yang menarik untuk berinvestasi ke usaha rintisan bidang teknologi atau start up walaupun kini terdapat hambatan ketidakpastian makroekonomi. Indonesia masih menarik 25 % dari total pendanaan swasta di kawasan Asia Tenggara. Adanya ketidakpastian makroekonomi itu menjadi perhatian utama para investor. Berdasarkan studi e-Economy SEA 2022, para investor memandang 2023 sebagai tahun yang menantang dan tahun 2024 mungkin baru mulai pulih. Kunci bertahan bagi para pengusaha rintisan adalah memiliki strategi pertumbuhan yang berkelanjutan (Kompas, 9/11).

Indonesia memang menjadi anomali. Di negara lain investor usaha rintisan mulai mengerem penyaluran dana ke usaha rintisan, tetapi di Indonesia kabar investasi terus saja mengalir ke sejumlah usaha rintisan. Investor global masih memandang Indonesia sebagai tempat yang menarik  untuk menanamkan uang. Pertumbuhan usaha rintisan yang terus terjadi, dan juga kondisi ekonomi makro yang membaik, menjadikan Indonesia tetap diincar investor. Mereka tetap melihat bahwa usaha rintisan yang memiliki visi menyelesaikan masalah akan langgeng. Di Indonesia berbagai masalah itu muncul sehingga menantang wirausaha untuk menyelesaikannya. Pasar Indonesia yang besar juga menjadi alasan investor untuk masuk ke negeri ini. Ada pembicaraan di kalangan investor, usaha rintisan boleh menyatakan sukses mengemangkan usahanya, tetapi kalau belum masuk ke Indonesia, boleh dibilang belum teruji. Indonesia menjadi batu ujian bagi usaha-usaha rintisan Indonesia berpeluang menjadi ”Start up Nation” karena memiliki jumlah usaha rintisan terbanyak nomor  empat di dunia. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :