;

Digitalisasi Warung Kian Menantang

Ekonomi Yoga 08 Apr 2023 Kompas
Digitalisasi
Warung Kian
Menantang

Bisnis layanan digitalisasi warung dan toko kelontong yang ditawarkan oleh perusahaan rintisan bidang teknologi atau start up tengah mengalami tekanan. Selain harus berhadapan langsung dengan kondisi start up yang dituntut semakin efisien, bisnis ini juga menemui tantangan biaya operasional yang relatif masih tinggi. Peneliti Center of Innovation and Digital Economy di Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda, mengatakan, dalam 2-3 tahun terakhir digitalisasi warung/toko kelontong memang gencar terjadi. Tidak heran jika sejumlah start up ramai-ramai terjun mengembangkan layanan digitalisasi warung dan toko kelontong.

”Akan tetapi, situasinya kini berbeda karena terjadi tekanan tinggi terhadap industri digital dan ketidakpastian ekonomi. Dari sisi start up, mereka dituntut (oleh investor) semakin efisien, yang  berarti harus menutup fitur layanan yang bukan inti bisnis mereka,” ujar Huda, Jumat (7/4) di Jakarta. Selain itu, persaingan dengan rantai distributor besar tidak terhindarkan. Di rantai pasok perdagangan sudah ada pemain lama yang memiliki jaringan distribusi yang luas sampai ke warung/toko kelontong. Mereka telah memiliki pangsa pasar sendiri. Sebelumnya, pada 10 Maret 2023, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) mengumumkan kembali melakukan PHK. Manajemen GoTo juga menyampaikan akan mengurangi skala ataupun menunda inisiatif bisnis yang bukan inti layanan, diantaranya. lini bisnis Mitra Tokopedia yang merupakan layanan yang diperuntukkan bagi pemilik toko dan warung agar mereka mudah berbelanja kebutuhan untuk stok toko ataupun warung mereka. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :