;

Kuantitas dan Kualitas E-dagang

Ekonomi Yoga 16 Jun 2023 Kompas
Kuantitas dan Kualitas E-dagang

Perkembangan perdagangan secara elektronik mesti diiringi dengan kualitas serta hak dan kewajiban konsumen, termasuk perannya bagi perekonomian. Masyarakat Indonesia kian akrab dengan e-dagang. Pandemi Covid-19 turut mempercepat perkembangannya. Seiring pemerataan infrastruktur digital, e-dagang menyentuh kota-kota tier 2 dan tier 3. Meski demikian, ”masa bulan madu” penyedia layanan e-dagang atau lokapasar berangsur-angsur memudar. Hal ini ditandai dengan promosi, seperti ongkos kirim gratis, yang sebagian sudah tak ada serta pembeli dikenai biaya jasa aplikasi. Bahkan, ada lokapasar yang mengenakan biaya untuk pembayaran menggunakan transfer dana bank.

Dalam ”Laporan Perilaku Konsumen e-Commerce Indonesia 2023: Pemulihan Ekonomi dan Tren Belanja Pasca Pandemi 2023” oleh Kredivo dan Katadata Insight Center,  generasi yang lebih tua semakin adaptif terhadap internet dan menggunakan edagang. E-dagang yang sudah 10 tahun hadir di Indonesia mendorong perpindahan konsumen  ke kelompok umur yang lebih tua. Proporsi jumlah belanja kelompok usia 36-45 tahun dan 46-55 tahun membesar pada 2020-2022. Tapi jumlah belanja didominasi konsumen usia 26-35 tahun. Data e-Conomy SEA 2022 yang dirilis Google, Temasek, dan Bain & Company, ekonomi digital Indonesia bernilai 77 miliar USD pada 2022, yang dihitung berdasarkan gross merchandise value (GMV) atau nilai pembelian konsumen. Masa depan ekonomi digital Indonesia cerah. GMV diperkirakan 130 miliar USD pada 2025, dengan e-dagang sebagai pendorong utamanya. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :