Digital Ekonomi umum
( 1180 )TAHUN PEMBUKTIAN SAHAM TEKNOLOGI
Momentum 2024 mulai berpihak kepada saham-saham sektor teknologi seiring dengan sentimen suku bunga tinggi mulai mereda. Ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga acuan The Fed dan BI rate diyakini dapat mendorong penguatan saham di sektor tersebut. Sejumlah emiten mampu membukukan kenaikan harga saham secara positif. PT M Cash Integrasi Tbk. (MCAS), misalnya, naik 12,18% sepanjang tahun berjalan (Year-to-Date/ytd) ke harga 4.850, GOTO (5,18%), PTSN (3,28%), MLPT (3,18%), dan NFCX (2,72%). Meski demikian, sebagian konstituen masih mengalami pelemahan. Hal ini membuat IDX Technology turun 0,17% ke level 4.336 pada Jumat (12/1). Sepanjang tahun berjalan, IDX Technology masih turun 2,23%. Posisinya masih lebih rendah dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turut melemah 0,44% secara ytd. Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira mengungkapkan prospek suku bunga acuan yang melandai dapat kembali menggairahkan investasi ke saham teknologi. "Suku bunga memang akan berdampak terhadap kepercayaan investor ke saham-saham teknologi," ujarnya, Jumat (12/1). Bhima menilai booming investasi teknologi terkait ritel sudah berakhir, dan kini, saatnya perusahaan teknologi membuktikan dirinya. Suku bunga yang melandai menjadi momentum memperkuat efisiensi. Selain itu, investor juga mulai memperhatikan kemampuan sektor teknologi mencatatkan kinerja positif. Seperti upaya PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) yang menguras kasnya hingga Rp1,6 triliun demi meningkatkan modal kerjanya.
Direktur Global Digital Niaga (BELI) Eric Winarta menjelaskan perubahan posisi kas dan setara kas tersebut terutama karena penggunaan kebutuhan operasional dalam rangka mendukung pertumbuhan usaha BELI selama periode 9 bulan 2023. Sementara itu, GOTO turut bersiasat agar bisa mencapai target Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) positif. Aksi korporasi yang signifikan ini di antaranya, melepas saham PT Tokopedia ke induk TikTok, ByteDance, setara 75% kepemilikan. Hal ini menjadi bagian dari upaya GOTO mengurangi beban promosi. Direktur Utama GOTO Patrick S. Walujo mengungkapkan bahwa mencapai laba positif tidak sulit, tetapi meraih dan mempertahankan bisnis agar tetap berkelanjutan adalah suatu hal yang menantang. “ Positif itu tidak terlalu sulit. Ekstremnya teman-teman ODS dan e-commerce hentikan promosi, lusa langsung profit,” tuturnya. Di sisi lain, aksi IPO perusahaan teknologi juga diperkirakan semakin ramai tahun ini. Alasannya, perusahaan ventura menghendaki investasinya menuai hasil. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat setidaknya ada 5 perusahaan teknologi sudah antre IPO. Adapun, Head of Research InvestasiKu atau Mega Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya mengingatkan beberapa risiko untuk sejumlah saham teknologi a.l. pelemahan daya beli, penurunan suku bunga yang tidak sebesar perkiraan sehingga beban bunga masih tinggi.
TRANSFORMASI BISNIS, Tanggap dan Jeli Merespons Perubahan
Jeli melihat perubahan zaman dan tren konsumsi masyarakat
menjadi salah satu kunci perusahaan agar bisa bertahan dan tumbuh
berkelanjutan. Menjawab kebutuhan masyarakat dan menggali potensi pasar juga
menjadi bagian integralnya. Demikian, pesan yang dibagikan Dirut PLN Icon Plus
Ari Rahmat Indra Cahyadi dan Wakil Presiden Direktur Asia Pulp Paper (APP) Suhendra
Wiriadinata pada acara CEO Talks Kompas100 CEO Forum 2023 Powered by PLN.
Masing-masing membagikan pengalamannya pada 1 Desember 2023 dan 17 November
2023. Ari menjelaskan, PT PLN Icon Plus adalah anak usaha PT PLN yang bergerak
di bidang penyedia jasa layanan teknologi informasi dan komunikasi digital bagi
pelanggan. ”Jadi, kami punya major concern jadi value leverage ke publik dari layanan
digitalisasi kelistrikan,” ujar Ari. PLN Icon Plus sudah memiliki 45 juta dari
85 juta pelanggan listrik yang telah mengunduh dan menggunakan aplikasi PLN
Mobile untuk menikmati layanan ini. Digitalisasi, menurut Ari, sudah menjadi
tren global.
Namun, isu pemerataan akses internet masih belum dirasakan di
sejumlah daerah di Tanah Air. Berbekal infrastruktur kelistrikan dari PLN, PLN
Icon Plus hadir menyambung koneksi digital di daerah-daerah itu. ”Kami
menjangkau masyarakat suburban dan rural,” ujar Ari. Selain memperluas akses
internet ke daerah-daerah, pihaknya menggali potensi bisnis dengan
mengakomodasi perubahan tren konsumsi masyarakat akan internet yang tak sekadar
konten atau bermain gim, tetapi bagaimana masyarakat melihat seberapa jauh konsumsi
listrik dari solar panelnya atau CCTV-nya melalui jaringan internet. Pihaknya
juga bekerja sama dengan banyak perusahaan rintisan teknologi untuk menciptakan
permintaan akan layanan internet.
Suhendra menyatakan, perkembangan zaman, teknologi, dan tren
gaya hidup digital makin mengurangi penggunaan kertas. Ini adalah keniscayaan.
”Kita tidak bisa lari dari era digitalisasi, otomasi, dan sebagainya. Maka,
kami harus merespons segala perubahan itu,” ujar Suhendra. APP memanfaatkan
perkembangan teknologi dengan menggunakan otomasi mesin dari industri hulu
hingga hilir. Ini meningkatkan efisiensi dan daya saing produksi. Digitalisasi
menciptakan peluang baru yang dimanfaatkan perusahaan. Misalnya, seiring
maraknya perdagangan digital, meningkat pula kebutuhan kertas kemasan untuk membungkus
barang e-dagang. Pihaknya juga terus berinovasi menciptakan produk yang
dibutuhkan masyarakat, misalnya, tisu untuk lap tangan, yang juga untuk tisu dapur
dengan spesifikasi ramah lingkungan. (Yoga)
Hilirisasi Digital Hasilkan Generasi Emas
Kemenkominfo Diminta Hapus Aplikasi Binance
JAKARTA,ID-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) didesak segera menghapus aplikasi di website Binance agar tidak bisa diakses lagi di Indonesia. Langkah penghapusan perlu dilakukan agar potensi tambahan kerugian konsumsi/nasabah Binance di Tanah Air yang bisa ditekankan karena sudah merupakan aplikasi yang ilegal. Saat ini, Binance sudah diblokir oleh Kemenkominfo. Namun, aplikasinya masih tersedia di Google Playstore dan App Store, serta bisa dibisa menggunakan private network (VPN). Kemenkominfo pun bisa meminta Google Indonesia untuk menghapus aplikasi tersebut untuk melindungi masyarakat Indonesia. Binance bisa didakwa melakukan kejahatan dan CEO-nya, Changpeng Zhao, juga mengaku bersalah atas dakwaan pemerintah federal Amerika Serikat. Binance, bursa kripto terbesar di dunia, sudah mengakui terlibat dalam kejahatan pencucian uang, melakukan pengiriman uang tanpa izin, dan juga pelanggaran keuangan lainnya. (Yetede)
UMKM Terus Didorong Berjejaring di Platform Digital
Kontribusi Ekonomi Digital Meningkat, Pendapatan Per Kapita Melesat Tinggi
Kesenjangan Talenta Digital Jadi Tantangan Nasional
Kontribusi sektor ekonomi digital terhadap perekonomian
Indonesia tidak akan maksimal selama masih ada kesenjangan antara jumlah
kebutuhan talenta digital dengan ketersediaan di pasar tenaga kerja. Padahal,
jika tergarap maksimal, potensi pasar ekonomi digital bisa menopang melesatnya
pertumbuhan ekonomi nasional. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital,
Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Bidang Perekonomian Rudy Salahuddin
mengatakan, 77 % dari populasi 277 juta jiwa penduduk Indonesia telah terpapar
internet atau teknologi digital. Dengan potensi itu, pada 2030, PDB Indonesia
diprediksi mencapai Rp 24.000 triliun dengan 18 % di antaranya atau Rp 4.500
triliun disumbang oleh ekonomi digital. Sebagai catatan, PDB Indonesia pada
2022 sebesar Rp 19.588,4 triliun. Untuk mencapai lompatan PDB dengan penopang
ekonomi digital pada 2030, Indonesia memerlukan tambahan 9 juta talenta digital
terhitung sejak 2015 hingga 2030.
”Kalau dihitung secara kasar, setiap tahun Indonesia
memerlukan tambahan sekitar 600.000 talenta digital baru,” kata Rudy dalam pemaparan media bertema ”Peluncuran Buku
Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital” di Jakarta, Senin (4/12).
Rudy memaparkan, dari kebutuhan 600.000 talenta digital baru per tahun
tersebut, saat ini kebutuhan SDM ditargetkan untuk yang ahli dalam bidang
digital, seperti pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI)
dan komputasi awan. Sayangnya, berdasarkan catatan Kemenkominfo, kemampuan
Indonesia menghasilkan talenta digital baru saat ini jauh dari kondisi ideal,
yakni 100.000 hingga 200.000 talenta digital per tahun. Menurut Rudy,
diperlukan perubahan kurikulum yang lebih menekankan pada aspek analitik;
kuantitatif; dan sains, teknologi, teknik, matematika (science, technology,
engineering, math/STEM) guna mengejar cepatnya perkembangan teknologi. (Yoga)
Persaingan Kian Ketat, Potensi Laba Masih Lebat
Minat investor mencuil peruntungan bisnis dari perbankan digital di Tanah Air masih besar. Terbaru, Grup Astra bersama mitranya dari Hong Kong, Weelab, bakal punya bank digital sendiri, yang diberi nama Bank Saqu.
Bank digital ini akan diluncurkan hari ini (20/11). Bank Saqu merupakan konversi dari Bank Jasa Jakarta, yang dicaplok Astra dan Weelab akhir tahun lalu.
Astra tampaknya melihat prospek industri bank digital masih menjanjikan. Alhasil, perusahaan konglomerasi ini
comeback
ke bisnis perbankan setelah beberapa tahun silam keluar dengan melepas kepemilikan di Bank Permata.
Kehadiran Bank Saqu tentu akan membuat persaingan bank digital makin sengit. Pemainnya sudah tak bisa dibilang sedikit. Saat ini sudah ada 10 bank digital yang eksis di Indonesia. Sebagian besar sudah mendulang untung.
Di sisi lain, transaksi aplikasi super bank besar juga tumbuh pesat sembilan bulan pertama tahun ini. Ambil contoh BCA Mobile, transaksinya sudah 15,5 miliar kali, melonjak 43,4% secara tahunan, dengan nilai transaksi Rp 4.987 triliun. Per September 2023, pengguna layanan digital BCA ini sudah 30,8 juta nasabah.
Super app
Bank Mandiri, Livin, mencatat prestasi serupa. Volume transaksi Livin dalam sembilan bulan pertama tahun ini tembus 2 miliar, meningkat 46% secara tahunan. Sementara pengguna Livin sudah mencapai 21 juta.
Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy melihat, model bisnis bank digital pada dasarnya relatif sama dengan bank konvensional, yakni mengandalkan margin bunga bersih. "Sedangkan
fee based income
masih jadi pendukung," terang dia, kemarin. Alhasil, bank digital berhadapan secara langsung dengan bank konvensional yang memulai digitalisasi.
Ekosistem bank digital yang eksklusif terbukti mampu membuat bank digital mencetak kinerja baik. Ambil contoh, Seabank Indonesia yang secara khusus melayani ekosistem e-commerce Shopee.
BCA Digital juga memanfaatkan ekosistem yang dimiliki Grup Djarum. Bank ini sukses membalik rugi jadi laba sebesar Rp 11,35 miliar. Direktur Utama BCA Digital Lanny Budiati menyebut, persaingan yang ketat akan membuat bank digital berlomba menyediakan produk dan layanan berkualitas.
QRIS Dorong Transaksi Digital di Jakarta
Operator Telekomunikasi Seluler Vs Raksasa Bisnis Digital
Keluhan akan penurunan pendapatan operator telekomunikasi
mengemuka. Wakil Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh
Indonesia Merza Fachys menyatakan, rata-rata peningkatan pendapatan industri
operator telekomunikasi seluler per tahun selama periode 2013-2022 adalah 5,69
%, jauh lebih kecil dibandingkan dengan tren peningkatan biaya hak penggunaan
frekuensi yang mencapai 12,1 % sehingga membebani keuangan operator. Sementara
pertumbuhan lalu lintas konsumsi data seluler sebesar 80,7 % pada periode
2013-2022 tidak berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan
operator. Ini karena harga lalu lintas data per gigabit telah mengalami
penurunan signifikan sebesar minus 32 %. Akibatnya, rerata belanja layanan
seluler saat ini masih sangat rendah, yaitu di kisaran Rp 38.000 per orang per
bulan.
”Operator telekomunikasi seluler jika tidak mau mati harus
mendigitalkan bisnis, jangan hanya berjualan
layanan infrastruktur telekomunikasi. Kalau semua operator seluler
beralih berbisnis digital, bisnis infrastruktur ditinggalkan, maka ini yang
bahaya,” ujar Merza di Jakarta, Senin (13/11). Menurut Staf Khusus Menteri
Komunikasi dan Informatika Sarwoto Atmosutarno, industri telekomunikasi seluler
berevolusi menghadapi pemain bisnis digital atau over-the-top (OTT). OTT yang
dia maksud adalah OTT raksasa dari luar negeri yang memiliki produk mirip
dengan layanan telekomunikasi seluler. Dan, inilah yang turut mendisrupsi
bisnis operator telekomunikasi seluler. Pendapatan layanan voice (telepon)
terus turun hingga kurang dari 50 % total bisnis. Adapun pendapatan operator
telekomunikasi seluler dari berjualan data seluler tidak sebanding dengan
kenaikan konsumsi data seluler. (Yoga)
Pilihan Editor
-
BI Masih Kaji Penerbitan Uang Digital
21 Feb 2022 -
Membabat Para Penentang
19 Feb 2022 -
Euforia Bank Digital Mendongkrak Kekayaan Taipan
21 Feb 2022









