Indonesia Tengah Dilanda Badai Kejahatan Digital
JAKARTA, ID-negara Indonesia saat ini disebut tengah 'memanen' dan dilanda berbagai kejahatan digital, termasuk disektor keuangan. Penyebabnya antara lain karena rendahnya kesadaran masyarakat di Tanah Air, termasuk institusi/BUMN/swasta, yang kurang perduli dengan keamanan digital dan menjaga data-data pribadi yang dimiliki/dikelolanya. Para penjahat pun banyak memanfaatkan data pribadi untuk memulai aksi kriminalnya, melalui kecanggihan di era yang sudah serta terdigitalisasi. Survei Penetrasi dan Perilaku Internet 2023 dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan, penetrasi internet tengah menjangkau 215,63 juta atau 78,18% terhadap total 275,77 juta populasi diseluruh wilayah Indonesia akhir 2022/awal 2023. Jumlah meningkat dibandingkan 210 juta atau 77,02% terhadap total populasi tahun sebelumnya. Namun, dari survei yang sama itu, sebanyak 74,59% responden juga mengaku tidak tahu terkait kerentanan keamanan digital/siber. Seiring dengan itu, 34,47% responden tidak tau apa yang mesti dilakukan untuk menjaga keamanan data pribadi. sebanyak 66,82% responden pun mengaku belum pernah mengganti kata kunci untuk menjaga data pribadinya. (Yetede)
Tags :
#Digital Ekonomi umumPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023