Digital Ekonomi umum
( 1150 )RI dan Inggris Jajaki Kerja Sama Digital
”Ekonomi Baru”, Cara RI Jadi Negara Kaya
Guna mencapai ambisi pertumbuhan ekonomi 6-7 % setiap tahun agar naik kelas ke negara kaya sebelum 2045, Indonesia tidak bisa hanya bergantung pada mesin pertumbuhan tradisionalnya. Indonesia harus segera masuk ke ekonomi baru. Salah satu prasyaratnya adalah akselerasi kualitas SDM. ”Kalau menginginkan pertumbuhan yang tinggi, kita mesti masuk new economy (ekonomi baru), misalnya melalui digitalisasi, sehingga transaction cost dalam ekonomi kita akan turun,” kata pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI, Muhamad Chatib Basri, pada seminar ekonomi bertema ”Menuju Indonesia Emas 2045” di Kolese Kanisius, Jakarta, Sabtu (11/5).
Dalam skenario Kemenko Bidang Perekonomian, pertumbuhan rata-rata 6 % per tahun akan membawa Indonesia naik kelas pada 2041. Jika pertumbuhan rata-rata 7 % per tahun, Indonesia akan naik kelas pada 2038. Selama sepuluh tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia 5 % per tahun, di luar pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19. Ekonomi baru yang dimaksud adalah model perekonomian sebagai respons terhadap tekanan dan peluang baru yang diciptakan oleh teknologi baru, persaingan global, dan inovasi di pasar keuangan dunia.
Berbeda dengan model klasik yang mengandalkan perekonomian berbasis manufaktur dan komoditas, ekonomi baru mengandalkan teknologi untuk menciptakan produk dan jasa baru dengan kecepatan yang tak bisa dilakukan oleh perekonomian klasik. Dalam orientasi ekonomi baru itu, Chatib mengatakan, Indonesia perlu menjadi basis produksi bagi pasar global agar bisa lebih kompetitif. Beberapa negara yang telah menerapkan strategi ini misalnya India, Vietnam, Thailand, dan China. Berfokus pada potensi pasar domestik yang besar sebagaimana berlangsung selama ini saja tidak cukup. Mengutip kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB UI (LPEM FEB UI), Indonesia saat ini masih kekurangan sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Pertumbuhan ekonomi nasional masih terlalu bergantung pada faktor-faktor musiman dan siklus bisnis dunia, misalnya kenaikan harga komoditas yang berfluktuasi tajam dan hanya terjadi sewaktu-waktu. Tidak hanya itu, ketergantungan yang masih tinggi pada impor membuat Indonesia sangat rentan terdampak oleh eskalasi geopolitik dan disrupsi rantai pasok. Chatib mengatakan, salah satu pilihan sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia adalah ekonomi digital. Berkaca dari India, negara yang dalam banyak hal mirip Indonesia itu mampu menorehkan pertumbuhan ekonomi 8,4 % pada triwulan IV-2023 dengan ditopang digitalisasi berbagai platform. Kini, India tergolong sebagai negara dengan transaksi keuangan terbesar di dunia. (Yoga)
Judi Online: Ditutup Satu Tumbuh Seribu
Perlindungan Tekfin Domestik
Ant Group, perusahaan pemilik layanan pembayaran digital Alipay,
mengumumkan akan memperluas layanan pembayaran lintas batas negara yang bernama
Alipay+ ke Indonesia. Ant Group sedang mengurus segala persyaratan sesuai
regulasi BI dan kebutuhan bekerja sama dengan mitra lokal supaya Alipay+ bisa
cepat digunakan di Indonesia. CEO Ant International Peng Yang menyampaikan,
pihaknya membutuhkan petunjuk dari BI untuk mengoperasikan Alipay+. Mereka
berharap seluruh proses bisa cepat sehingga dapat membawa banyak dompet elektronik
internasional ke Indonesia (Kompas, 20/4/2024). Di satu sisi terlihat ada
kebutuhan agar pelaku usaha di dalam negeri bisa melakukan pembayaran lintas
batas negara dengan mudah.
Dalam berbagai kesempatan, BI tetap mensyaratkan kerja sama
dengan bank BUKU IV dan transaksi terhubung dengan Gerbang Pembayaran Nasional.
BI tentu punya alasan kuat untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan
menyetujui kerja sama itu. Ada beberapa risiko yang mungkin menjadi pertimbangan,
seperti kemudahan pendanaan terorisme dan kemungkinan pencucian uang ketika
pengiriman uang lintas negara mudah terjadi. Juga soal transparansi data yang
mungkin belum jelas. Perlindungan terhadap pelaku teknologi finansial (tekfin) sistem
pembayaran dalam negeri sepertinya juga menjadi alasan BI. Ketika pelaku internasional
masuk dengan membawa teknologi yang lebih maju, pelaku dalam negeri kemungkinan
sulit bersaing. BI tentu ingin pelaku usaha layanan sistem pembayaran dalam
negeri bisa kuat. (Yoga)
Ant Group Berencana Perluas Alipay+ ke RI
Ant Group, perusahaan pemilik layanan pembayaran digital
Alipay, mengumumkan akan memperluas layanan pembayaran lintas batas negara yang
bernama Alipay+ ke Indonesia. Saat ini, Ant Group sedang mengurus segala
persyaratan sesuai regulasi BI dan kebutuhan bekerja sama dengan mitra lokal
supaya Alipay+ bisa cepat digunakan di Indonesia. CEO Ant International Peng
Yang menyampaikan hal tersebut seusai bertemu dengan Menkominfo Budi Arie
Setiadi, Jumat (19/4), di Jakarta. ”Kami membutuhkan petunjuk dari BI untuk
mengoperasikan Alipay+, solusi pembayaran lintas batas negara. Sejauh ini, diskusi
berjalan lancar. Kami harap prosesnya cepat sehingga kami bisa membawa banyak
dompet elektronik internasional, seperti dari China, Jepang, Korsel, dan negara
kawasan ASEAN lain, ke Indonesia,” ujarnya.
Beberapa tahun lalu, Alipay sudah marak di sejumlah destinasi
pariwisata di Indonesia, terutama Bali dan Manado. Pada tahun 2018, BI
menyatakan bahwa Alipay belum mendapatkan izin. Menurut BI, Alipay boleh
beroperasi, tetapi harus menjalin kemitraan dengan pemain lokal. Pada 2020,
Alipay memperkenalkan Alipay+ yang memungkinkan bisnis lokal, khsusnya UKM,
memproses metode pembayaran seluler, termasuk pembayaran lintas negara. Alipay+
telah menjadi mitra sejumlah perusahaan teknologi finansial berskala besar di
sejumlah negara. Di Asia, misalnya, Alipay+ bermitra dengan TouchNGo
(Malaysia), TrueMoney (Thailand), dan Kakao Pay (Korea Selatan). (Yoga)
Tangani Total Judi Daring
Kabar melegakan terdengar dari Istana Merdeka, Kamis (18/4)
saat Presiden Jokowi memimpin rapat membahas judi daring (online) yang menunjukkan
keseriusan pemerintah menangani judi daring, yang terbukti telah menjerumuskan
hidup jutaan warga Indonesia. Meluasnya peredaran judi daring terdeteksi dari
perputaran uangnya yang sangat besar, mencapai Rp 327 triliun sepanjang 2023.
Pada akhir 2023 hingga Maret 2024, sudah 5.000 rekening terkait judi daring
yang diblokir. Namun, judi daring tetap masif. Judi daring sulit diberantas
meski merugikan rakyat kecil karena kementerian dan lembaga bekerja
sendiri-sendiri.
Untuk mengatasi hal itu, pemerintah berencana memberantas judi
daring secara lebih holistik. Satgas lintas instansi direncanakan dibentuk
(Kompas.id, 19/4/2024). Sebenarnya, di berbagai belahan dunia, perjudian dibuat
resmi dan bisa diakses warga secara terbuka. Di beberapa negara, perjudian
dilokalisasi, seperti Las Vegas di AS, kompleks Venetian di Makau, China, dan
Genting Highland di Malaysia. Seiring dengan meluasnya era digital, judi model
ini juga merebak di berbagai kawasan dunia. Seiring legalisasi judi di sejumlah
negara, situs judi daring bahkan menjadi sponsor klub olahraga.
Yang kerap jadi masalah, pengaturan terhadap pengakses judi
daring, seperti halnya di Indonesia, tak jelas ujung pangkalnya. Tak heran,
warga kurang mampu pun bisa ikut bermain di judi daring karena nilai nominal
modal akses yang sedemikian murah. Problem menjadi makin kompleks karena ludesnya
uang untuk berjudi berarti sesatnya hidup warga kurang mampu. Publik
benar-benar menunggu perwujudan keseriusan pemerintah menangani judi daring.
Penanganan yang komprehensif dan solutif bakal menyelamatkan produktivitas masyarakat
kita dari dunia judi yang menjerumuskan. (Yoga)
Kebutuhan Ahli Keamanan Siber Terus Melonjak
Seiring perkembangan ekonomi digital Indonesia, kebutuhan
ahli keamanan siber juga meningkat. Tanpa pembangunan SDM, pasokan dan
kebutuhan yang saat ini sudah senjang akan semakin senjang. Situasi ini menjadi
tantangan menuju Indonesia maju sekaligus peluang lowongan kerja bagi generasi
muda Tanah Air. Sejumlah kolaborasi di antara pemangku kepentingan mulai
muncul. ”Keamanan siber dimulai dengan pengembangan kapasitas SDM. Jika tidak
memiliki ahli keamanan siber, akan sangat sulit menjalankan ekonomi digital
dalam skala besar,” kata CEO Mastercard, Michael Miebach, dalam wawancara
khusus dengan Kompas di Jakarta, Kamis (18/4).
Keamanan siber menjadi salah satu tema yang Michael bicarakan
dalam pertemuannya secara terpisah dengan empat menteri Kabinet Indonesia Maju,
17-18 April, yaitu Menteri BUMN ErickThohir, Menko Bidang Kemaritiman dan
Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Bidang Perekonomian Airlangga
Hartarto, serta Menkominfo Budi Arie Setiadi. Salah satu tujuan pertemuan
Michael dengan para menteri itu adalah menjajaki kemitraan strategis. Pengembangan
aspek keamanan siber adalah salah satunya. ”Sebagai bentuk keterlibatan dalam
sebuah pasar dan sebagai perusahaan global, kami harus memahami, mendatangi,
serta menemui pemerintah untuk mengetahui apa misinya.
Dari pertemuan dengan sejumlah kementerian, visi besar yang
hendak dicapai ialah 2045, Indonesia Emas,” katanya. Ia berpendapat, butuh sebuah pendekatan
keamanan siber kuat guna mendapatkan keuntungan dari perkembangan ekonomi
digital. ”Pendekatan kami di sini (dengan Indosat) terkait dengan pengembangan
kapasitas dan kemitraan dengan universitas, mulai dari membuat kurikulum,
pelatihan, hingga akhirnya diharapkan dapat menciptakan efek berganda,” ujar
Michael. Kebutuhan ahli keamanan siber dalam jumlah besar vital mengingat
ancaman keamanan siber di dunia terus meningkat.
Ancaman keamanan siber diperkirakan dapat menyebabkan
kerugian hingga 14 triliun USD pada 2028. Sebuah survei global terbaru
menunjukkan, 72 % serangan siber di Asia disebabkan oleh kurangnya tenaga ahli
di bidang siber. Mastercard dan Indosat Ooredoo Hutchison telah menandatangani
nota kesepahaman sekaligus meresmikan kerja sama dalam bentuk Indosat-Mastercard
Cybersecurity Center of Excellence (CoE). Kerja sama ini juga melibatkan ITB. Fokus
Indosat-Mastercard CoE adalah edukasi, inovasi, serta kolaborasi dengan
industri guna meningkatkan kapasitas tenaga ahli bidang siber. (Yoga)
CEO Apple Tim Cook Dorong Pertumbuhan Komunitas Pengembang Digital
CEO Apple Tim Cook menghabiskan 48 jam di Indonesia pada
16 - 17 April 2024. Dalam unggahan terakhirnya di Indonesia di platform X, dia berada
di Apple Developer Academy BSD City, Tangsel, Banten. Cook menyebutkan dirinya
menantikan pembukaan akademi baru di Bali untuk mendukung lebih banyak
pengembang lokal. Cook meninggalkan Indonesia pada Kamis (18/4). ”Kami senang
sekali dengan berkembangnya komunitas pengembang di Indonesia dan kami berharap
dapat berinvestasi pada kesuksesan lebih banyak pengembang dengan akademi keempat
kami di negara ini,” ujar Cook dalam siaran pers di laman Apple Kamis. Akademi-akademi
Apple yang berada di Indonesia menerima peserta dari berbagai latar belakang
personal dan profesional. Hingga saat ini, peserta akademi ini berasal dari lebih
dari 90 kota di seluruh Indonesia dengan rentang usia antara 18 dan 50 tahun.
Cook berkunjung ke Apple Developer Academy yang berlokasi di
BSD City, Tangerang Selatan, pada Rabu (17/4) pukul 15.00. Di sana dia berkeliling
dan menyempatkan diri berbincang-bincang dengan pengembang lokal. Salah satunya
pengembang aplikasi PetaNetra, yakni Jessi Febria, Graciela Gabrielle Angeline,
dan Yafonia Hutabarat. Aplikasi bertajuk PetaNetra ini menggunakan jalur augmented
reality untuk menyarankan rute paling aman dan paling cepat dengan
mempertimbangkan hal-hal seperti dinding, pola lantai, dan obyek lainnya. Tim ini
telah menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga ternama, termasuk Perpustakaan Jakarta,
untuk memetakan ruangan dan meningkatkan fitur aplikasi ini.
Rabu (17/4), Cook berkunjung ke Istana Kepresidenan, Jakarta,
bertemu Presiden Jokowi. Dia didampingi Vice President Apple Inc Liza Jackson,
Head Global Apple Inc Nick Amman, Head Government Apple Inc Elizabeth Hernandez,
dan Government Affair South East Asia Apple Inc Mirza Natadisastra. Pertemuan
tersebut berfokus pada eksplorasi rencana strategis Apple, termasuk peluang ekspansi
Apple di Indonesia dan integrasi lebih dalam ke dalam rantai pasok global.
Apple berencana untuk menambah Apple Developer Academy ke empat sebagai
investasi di Indonesia. Saat ini telah ada tiga Apple Developer Academy yang tersebar
di Surabaya, Batam, dan Tangerang. ”Kami berbicara tentang keinginan Presiden melihat
ada manufaktur produk Apple di negara ini dan hal itu adalah sesuatu yang akan
kami pertimbangkan,” ujar Cook. (Yoga)
DJP : Penerimaan Sektor Ekonomi Digitalisasi Rp 23 Triliun
Telkom Buka Kelas Pemasaran Digital Gratis Bagi UMKM
Pilihan Editor
-
Perlu Titik Temu Soal JHT
11 Mar 2022 -
Wapres: Tindak Tegas Spekulan Pangan
12 Mar 2022 -
Kebijakan Edhy Jadi Pemicu Penyuapan
11 Mar 2022









