;
Tags

Nasional

( 434 )

Mengapa Penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah Salah Sasaran

KT1 07 May 2024 Tempo
KARTU Indonesia Pintar (KIP) Kuliah merupakan program pemerintah berupa bantuan dana pendidikan bagi calon mahasiswa dari keluarga tidak mampu. Namun tidak jarang mereka yang berkecukupan ekonomi tetap mendaftar sebagai penerimanya. Pendataan bagi keluarga miskin yang sejatinya sebagai penerima bantuan tapi tak terintegrasi disebutkan menjadi penyebab KIP Kuliah kerap tidak tepat sasaran. 

Salah satu kondisi ini dialami Ikhsan. Impian Ikhsan untuk menjadi seorang guru pupus sudah. Mantan mahasiswa Program Studi Pendidikan Khusus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tahun 2023 ini memutuskan tidak melanjutkan kuliah pada tiga bulan pertama. Kondisi ekonomi memaksa Ikhsan mengambil keputusan itu. “Keputusan berat. Orang tua sudah tak sanggup membiayai,” ujar Ikhsan saat dihubungi pada Senin, 6 Mei 2024. Ikhsan bukan nama sebenarnya. Ia meminta Tempo menyamarkan namanya dengan alasan pribadi. Ikhsan berasal dari keluarga dengan ekonomi pas-pasan. Ayah Ikhsan bekerja sebagai buruh jahit yang biasa menerima pesanan dari pedagang pakaian di Pasar Tanah Abang. 

Semula upah yang diterima orang tua Ikhsan setiap bulan sekitar Rp 3,5 juta. Namun, sejak 2023, kondisi Pasar Tanah Abang mulai sepi pengunjung. Otomatis ini berdampak pada hasil dan pendapatan ayahnya. “Penghasilan ayah saya saat ini di bawah Rp 2 juta per bulan,” kata Ikhsan. Uang itu pun tidak cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari keluarga yang beranggotakan lima orang. "Ayah, ibu, saya, dan dua adik,” kata Ikhsan.(Yetede)

Kebangkitan Tim Putri di Piala Uber 2024

KT1 06 May 2024 Tempo

UANG tunggu pemain di Hi-Tech Zone Sports Centre, Chengdu, Cina, pada Ahad pagi, 5 Mei 2024, waktu Indonesia ibarat tempat kenduri. Menunggu panggilan masuk gelanggang untuk menerima medali Piala Uber, ke sepuluh pemain Indonesia tampak ceria. Ribka Sugiarto, misalnya, sibuk mengajak rekan-rekannya wefie. Pemain nomor ganda itu juga nimbrung saat tim Jepang berfoto bareng. Sedangkan rekannya, Siti Fadhia Silva Ramadhanti, asyik bercengkerama dengan rivalnya di tim Cina.

Tak seperti sejumlah pemain Korea Selatan yang wajahnya tertekuk, semua pemain Indonesia penuh tawa. Tak tampak sedikit pun wajah kecewa meski mereka baru dicukur gundul oleh tuan rumah di babak final 0-3. Gregoria Mariska Tunjung, atlet tunggal putri nomor satu Indonesia, keok di tangan juara Olimpiade, Chen Yu Fei, 21-7, 21-16. Lalu pasangan Fadia/Ribka tak berkutik di hadapan ganda putri nomor satu dunia, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan, 21-11, 21-8. Dalam pertandingan ketiga, Ester Nurumi Tri Wardoyo, 18 tahun, memberi perlawanan sengit terhadap pemain tunggal putri ranking 6 dunia, He Bing Jiao, sebelum takluk dengan skor 21-10, 15-21, 17-21.

Tim bulu tangkis putri Indonesia membawa bendera Merah Putih di Chengdu Hi Tech Zone Sports Center Gymnasium, Chengdu, China, 4 Mei 2024. ANTARA/Galih Pradipta Wajar saja bila Jorji—panggilan Gregoria—dan kawan-kawan tampak ceria di ruang tunggu di Chengdu. Indonesia datang sebagai urutan kelima, sama sekali bukan unggulan. Banyak penggemar pesimistis saat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia mematok target mencapai semifinal. Apalagi saat Indonesia dihadang Thailand di perempat final. Nyatanya, justru Indonesia yang menghabisi Thailand—yang diperkuat mantan juara dunia, Ratchanok Intanon—dengan tiga kemenangan tanpa balas.

Di semifinal, Indonesia dihadang lawan yang lebih kuat, Korea Selatan, sang juara bertahan. Gregoria cs harus tampil habis-habisan sebelum Komang Ayu Cahya Dewi memastikan kemenangan Indonesia 3-2 dalam laga kelima. "Mencapai final merupakan capaian terbaik mereka sejak dulu. Sebelumnya selalu kandas," kata Rosiana Tendean, eks spesialis ganda putri yang ikut membawa Indonesia menjuarai Piala Uber 1994, kepada Tempo, Ahad, 5 Mei 2024. (Yetede)

Stabilitas Sistem Keuangan Kuartal II 2024 Terjaga

HR1 04 May 2024 Kontan

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melaporkan, stabilitas sistem keuangan Indonesia selama kuartal pertama tahun ini masih terjaga di tengah tantangan dan dinamika pasar keuangan global. Laporan tersebut berdasarkan hasil rapat KSSK kedua 2024, yang terdiri dari Kementerian Keuangan (Kemkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). "Stabilitas sistem keuangan Indonesia pada triwulan I-2024 masih dalam kondisi yang terjaga, yang didukung oleh kondisi dari APBN, kebijakan fiskal, kebijakan moneter dari Bank Indonesia dan sektor keuangan yang stabil," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani, Jumat (3/5). Sri Mulyani memastikan, KSSK akan terus melakukan forward looking atas kinerja perekonomian dan sektor keuangan terkini, seiring dengan risiko ketidakpastian ekonomi global dan keuangan global yang meningkat serta gejolak geopolitik yang semakin eskalatif.

Kualitas SDM Perlu Ditingkatkan

KT1 04 May 2024 Investor Daily (H)

Pesiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan kunci dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Sektor pendidikan dan kesehatan menjadi kunci untuk mendapatkan SDM yang berkualitas. Pembangunan di sektor tersebut memang telah menunjukkan banyak kemajuan. Namun, secara keseluruhan kualitas SDM Indonesia masih relatif tertinggal dibanding negara lainnya, sehingga perlu ditingkatkan. Mengacu pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) seperti yang dirilis program Pembangunan  Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Development Programme (UNDP), Indonesia 2023-2024 mencapai angka 0.713 atau naik 0,008 poin dari IPM Indonesia di tahun sebelumnya. Dengan demikian, Indonesia naik peringkat dari urutan 114 ke 112. Kenaikan IPM tersebut menunjukkan Indonesia berada di jalur yang tepat dalam pemulihan yang stabil menuju pencapaian tingkat IPM tertinggi sebelum pandemi 2019 yaitu 0,718. Namun Indonesia disebut masih menghadapi tantangan dalam hal kesenjangan. (Yetede)

On Track Mencapai Visi 2045

KT1 03 May 2024 Investor Daily (H)

Indonesia saat ini masih berada di jalan  tepat atau on the track untuk mencapai Visi Indonesia Emas 2045. Sementara itu, pemerintah Indonesia mulai pertemuan bilateral dengan Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) untuk mempercepat proses keanggotaan Indonesia di organisasi tersebut. Adapun pemerintah memiliki empat pilar utama mencapai Visi Indonesia Emas 2045. Pertama, pembangunan manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedua pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Ketiga, pemerataan pembangunan. Keempat, pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan. "Indonesia adalah negara yang tangguh. Hal ini kita buktikan ditengah kondisi ekonomi global yang tidak menguntungkan dalam beberapa tahun terakhir karena pandemi Covid-19, meningkatkan ketegangan geopolitik, tekanan keuangan, fragmentasi perdagangan, dan perubahan iklim," jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Yetede)

Bagaimana Kabinet Prabowo Menampung Jatah Menteri Koalisi Partai

KT1 03 May 2024 Tempo

PASANGAN Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, setelah ditetapkan sebagai presiden dan wakil presiden terpilih, kini bersiap dengan transisi pemerintahan dan membentuk kabinet. Komposisi kabinet Prabowo masih terus dibahas bersama tim. Prabowo disebut berkeinginan untuk membentuk semacam klub presiden (presidential club) setelah ditetapkan sebagai presiden terpilih melalui rapat pleno terbuka Komisi Pemilihan Umum (KPU). Klub ini bertujuan menjadi tempat bagi para presiden dan mantan presiden untuk berdiskusi, terutama mengenai persoalan negara dan pemerintahan.

Juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan bahwa masukan para presiden terdahulu menjadi hal penting karena dinilai punya pengalaman panjang sebagai pemimpin negara. "Prabowo bersikap terbuka untuk menerima masukan dari presiden sebelumnya, khususnya dalam merumuskan kabinet pemerintahan," ujar Dahnil pada akhir April 2024.

Sebagai presiden terpilih, Dahnil melanjutkan, Prabowo tidak hanya berkomitmen melanjutkan pemerintahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi, tapi juga kepemimpinan presiden-presiden sebelumnya, baik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maupun Megawati Soekarnoputri. Karena itulah, kata dia, Prabowo membuka pintu berdiskusi dengan banyak pihak dalam menentukan kabinet ke depan, termasuk para pemimpin negara pendahulunya. (Yetede)

Cara Para Pengawas Mengantisipasi Kecurangan UTBK

KT1 01 May 2024 Tempo

SELEKSI masuk perguruan tinggi melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2024 mulai digelar di beragam kampus. Pengawasan ujian makin ketat, seperti terlihat saat UTBK di Kampus 2 Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta pada 30 April 2024. Arsya Arga berfokus pada soal-soal ujiannya. Peserta UTBK untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2024 itu mengatakan tidak merasa terganggu oleh pengawasan selama seleksi. "Pengawas awalnya dua orang, lalu di tengah-tengah pengerjaan ujian masuk tiga orang lagi. Total ada lima orang," ujar Arsya.

Arsya merupakan peserta ujian asal Pati, Jawa Tengah. Dia berencana mengambil Jurusan Teknik Perminyakan di UPN "Veteran". Para peserta mulai masuk ujian pukul 07.00 WIB dan baru keluar tiga jam kemudian. Menurut Arsya, banyaknya panitia pengawas selama ujian berlangsung merupakan hal yang wajar. Satu kelas berisi 25 peserta. Para pengawas terlihat tak hanya diam menunggu selama ujian. "Mereka berkeliling terus. Sulit rasanya kalau ada yang mau berbuat curang," ujarnya. "Toh, para peserta selama tiga jam ujian berlangsung sepertinya tetap enjoy. Kami tetap bisa minum kalau haus."

Hal serupa dituturkan Linggardanu, peserta asal Purworejo, Jawa Tengah. Menurut dia, pengawasan selama ujian di UPN itu nyaris tak memberi celah peserta untuk berbuat curang. "Dari mulai masuk ruangan, mengerjakan soal, sampai keluar ruangan, pengawasannya ketat. Di ruang saya ujian, para pengawas aktif," ujar Lingga yang mengambil Jurusan Teknik Pertambangan. Lingga pun tak yakin ada peserta yang bisa mencuri kesempatan berbuat curang dengan pengawasan seperti itu. "Ketika satu pengawas berkeliling, yang lain mengawasi sekitarnya," ujarnya. Rektor UPN "Veteran" Yogyakarta Mohamad Irhas Effendi mengatakan ujian di kampusnya pada tahun ini diikuti 2.890 calon mahasiswa yang mendaftar dan memenuhi persyaratan. Pihak kampus menyiapkan 11 ruang ujian dengan total 298 perangkat komputer untuk menunjang kelancaran ujian.

Selama ujian, kata dia, ada 121 pengawas yang mengawasi dan membantu kelancaran seleksi masuk kampus negeri. Pihak kampus mengantisipasi kecurangan dengan melakukan skrining ketat, baik pengecekan badan atau body checking secara manual maupun menggunakan detektor logam (metal detector). Ujian masuk perguruan tinggi negeri yang kini disebut UTBK-SNBT itu digelar secara serentak. Pelaksanan ujian terbagi dalam dua gelombang. Gelombang I dihelat pada 30 April dan 2-7 Mei 2024. Sedangkan gelombang II dilangsungkan pada 14-20 Mei 2024. (Yetede)


Pilkada dan Rekonfigurasi Kekuasaan

KT1 01 May 2024 Tempo

BELUM selesai ingar pemilihan umum pada 14 Februari lalu, Indonesia sudah bersiap menuju “pesta demokrasi” lain pada tahun yang sama, yakni pemilihan kepala daerah (pilkada). Gelaran ini akan dilaksanakan pada 27 November atau 38 hari pasca-pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober. Secara keseluruhan, pilkada akan dilaksanakan untuk memilih 37 gubernur, 93  wali kota, dan 415 bupati. Proses ini dikecualikan untuk Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dengan sistem penetapan sultan sebagai gubernur oleh DPRD provinsi dan Daerah Khusus Jakarta yang bupati/wali kotanya ditunjuk oleh gubernur.

Pilkada 2024 memiliki minimal dua keunikan dibanding pilkada sebelumnya. Pertama, pilkada akan dilaksanakan serentak pada hari yang sama. Keserentakan total ini akan menjadi yang pertama setelah keserentakan “sebagian” yang dimulai pada 2015. Asumsi dasar keserentakan ini secara umum berkenaan dengan efektivitas dan efisiensi. Meski begitu, saat ini hal tersebut bisa diperdebatkan melihat refleksi atas keserentakan pemilu legislatif dan presiden pada Februari lalu. Keunikan kedua dan menarik untuk didiskusikan adalah adanya potensi rekonfigurasi kekuasaan. Rekonfigurasi ini salah satunya dipicu oleh adanya konsekuensi kebijakan keserentakan, yakni penunjukan penjabat kepala daerah. (Yetede)

Cara Mahkamah Konstitusi Menangani Sengketa Pemilu Legislatif

KT1 30 Apr 2024 Tempo

MAHKAMAH Konstitusi mulai memeriksa permohonan sengketa pemilihan umum legislatif 2024 pada Senin, 29 April 2024. Majelis hakim konstitusi akan menangani 297 perkara perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) legislatif. Ratusan sengketa pemilu legislatif itu berasal dari sejumlah provinsi atau daerah pemilihan (dapil). Mahkamah Konstitusi membagi tiga majelis panel untuk memeriksa ratusan sengketa tersebut. Berdasarkan peraturan Mahkamah Konstitusi, penyelesaian sengketa hasil pemilihan legislatif itu seharusnya rampung dalam satu bulan. Putusan sengketa hasil pemilihan legislatif dijadwalkan dibacakan majelis hakim konstitusi pada 10 Juni 2024. Jika dibandingkan dengan data sengketa pada pemilu-pemilu sebelumnya, jumlah sengketa hasil pemilihan legislatif terus bertambah. Peningkatan jumlah pengajuan perkara ke Mahkamah Konstitusi sekaligus menunjukkan bagaimana kualitas pelaksanaan pemilu dan kemampuan penyelenggara pemilu dalam menyelesaikan persoalan di tingkat lokal (Yetede)

Jalan Politik Menyelesaikan Sengketa Politik

KT1 25 Apr 2024 Tempo
GAGASAN penggunaan hak angket untuk menyelidiki kecurangan pemilihan presiden 2024 seperti bunga yang layu sebelum berkembang. Bergairah setelah pemilu usai pada 14 Februari lalu, redup setelah Mahkamah Konstitusi menolak gugatan sengketa pilpres dari kubu calon presiden Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo pada 22 April lalu. Elite partai kedua kubu itu langsung menyatakan menerima putusan MK tersebut. Mereka terang-terangan menyatakan siap berkoalisi dengan kubu Prabowo Subianto yang kini sah menjadi presiden terpilih 2024-2029. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, yang paling aktif mengusung hak angket, menyerahkan penggunaan hak DPR menyelidiki kebijakan pemerintah itu kepada individu anggota fraksi.

Ini masa yang genting bagi partai-partai: menempuh jalan pragmatis berkompromi dengan kekuasaan ataukah beroposisi dengan pemerintahan baru. Menilik semangat mereka menyoalkan kemenangan Prabowo yang mereka anggap penuh pelanggaran etik dan hukum di MK, seharusnya partai-partai itu akan beroposisi dengan menolak masuk pemerintahan dan menjadi lawan tanding perumusan kebijakan pemerintah di DPR. Harapan yang ideal ini tipis melihat rekam jejak partai politik di Indonesia. Tak punya ideologi yang kuat, sejumlah elitenya menghela partai sekadar kendaraan untuk berkuasa. Oposisi acap diasosiasikan dengan kesengsaraan akibat tak kebagian kue proyek negara. Elite politik kita belum sampai pada pemahaman bahwa partai sebagai mesin utama demokrasi yang mesti mewujudkan keseimbangan kekuasaan. (Yetede)