Mengapa Penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah Salah Sasaran
KARTU Indonesia Pintar (KIP) Kuliah merupakan program pemerintah berupa bantuan dana pendidikan bagi calon mahasiswa dari keluarga tidak mampu. Namun tidak jarang mereka yang berkecukupan ekonomi tetap mendaftar sebagai penerimanya. Pendataan bagi keluarga miskin yang sejatinya sebagai penerima bantuan tapi tak terintegrasi disebutkan menjadi penyebab KIP Kuliah kerap tidak tepat sasaran.
Salah satu kondisi ini dialami Ikhsan. Impian Ikhsan untuk menjadi seorang guru pupus sudah. Mantan mahasiswa Program Studi Pendidikan Khusus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tahun 2023 ini memutuskan tidak melanjutkan kuliah pada tiga bulan pertama. Kondisi ekonomi memaksa Ikhsan mengambil keputusan itu. “Keputusan berat. Orang tua sudah tak sanggup membiayai,” ujar Ikhsan saat dihubungi pada Senin, 6 Mei 2024. Ikhsan bukan nama sebenarnya. Ia meminta Tempo menyamarkan namanya dengan alasan pribadi. Ikhsan berasal dari keluarga dengan ekonomi pas-pasan. Ayah Ikhsan bekerja sebagai buruh jahit yang biasa menerima pesanan dari pedagang pakaian di Pasar Tanah Abang.
Semula upah yang diterima orang tua Ikhsan setiap bulan sekitar Rp 3,5 juta. Namun, sejak 2023, kondisi Pasar Tanah Abang mulai sepi pengunjung. Otomatis ini berdampak pada hasil dan pendapatan ayahnya. “Penghasilan ayah saya saat ini di bawah Rp 2 juta per bulan,” kata Ikhsan. Uang itu pun tidak cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari keluarga yang beranggotakan lima orang. "Ayah, ibu, saya, dan dua adik,” kata Ikhsan.(Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023