Korporasi
( 1557 )Harga Amonia Cerahkan Prospek Bisnis ESSA
Obligasi Korporasi: Peluang Baru untuk Keuntungan
Larangan iPhone 16 Picu Hambatan Pasar Elektronik
Akuisisi dan Kerja Sama Chandra Asri dengan Berbagai Perusahaan Asing
Pelaku industri petrokimia terbesar di Indonesia, PT Chandra Asri Pacific Tbk, mengubah visi mereka menjadi perusahaan terintegrasi terkemuka di Asia Tenggara. Mereka gencar melakukan akuisisi dan kerja sama dengan berbagai perusahaan asing. Direktur Hukum, Hubungan Eksternal, dan Ekonomi Sirkular Chandra Asri, Edi Rivai, menyampaikan, pada tahun 2024, perseroan bertransformasi dengan menambah fokus bidang energi ke dalam strategi usaha mereka. Kemudian, mengupayakan Chandra Asri menjadi perusahaan terkemuka di Asia Tenggara. ”Kami sudah melangkah dari lokal, ke global, walaupun globalnya masih regional Asia Tenggara. Kemudian, dari solusi kimia dan infrastruktur, sekarang diperluas lagi menjadi solusi energi, karena ada minyak yang kita akan produksi dan juga baterai,” tuturnya dalam presentasi kepada media di Kota Cilegon, Banten, Senin (18/11).
Chandra Asri mengolah produk kilang minyak, nafta, yang sebagian besar menjadi produk polimer, seperti polietilena, polipropilen, butadiena, dan monomer stirena. Usaha di bawah bendera Barito Pacific Group tersebut masih pemimpin pasar sektor petrokimia dalam negeri hingga 50 %. Seiring cepatnya kenaikan permintaan, persentase pangsa pasar beberapa produk mereka cenderung turun dan diisi oleh produk industri asing. Mengutip data konsultan global bidang energi dan kimia, Nexant, total pertumbuhan permintaan empat produk polimer di Indonesia sepanjang 2023-2035 sebesar 4,4-5,8 %. Sementara sisa permintaan di seluruh dunia hanya 2,0-2,6 %. Permintaan domestik yang besar membuat peluang masuknya produk industri asing sangat besar.
Chandra Asri, yang memiliki kapasitas produksi 4,2 juta metrik ton per tahun, melihat ini tidak hanya sebagai tantangan persaingan, tetapi juga peluang untuk berekspansi, dengan mengakuisisi kilang minyak dan manufaktur petrokimia Shell Energy and Chemicals Park (SECP) di Singapura. SECP memiliki asset dengan kapasitas 1,1 juta metrik ton per tahun di Pulau Bukom dan aset kimia hulu di Pulau Jurong, Singapura. Produksi mereka dipasok ke wilayah Asia Tenggara. ”Tujuannya adalah ke depan SECP di Singapura bisa terintegrasi dengan plant petrokimia di Cilegon. Jadi, kita akan mengurangi ketergantungan impor, polietilen, polipropilen, mungkin juga naftah, kita ambil dari sana untuk dapat digunakan oleh Chandra Asri,” kata Edi. (Yoga)
Wamildan Tsani Menjadi Dirut Garuda Indonesia yang Baru
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk resmi mengubah susunan direksi dalam rapat umum pemegang saham luar biasa atau RUPSLB. Rapat tersebut dihadiri 74,97 % dari total keseluruhan pemegang saham Garuda Indonesia sehingga dapat menyepakati agenda perubahan susunan pengurus perseroan. Dalam RUPSLB tahun 2024 tersebut, Wamildan Tsani Panjaitan, yang sebelumnya menjabat Plt CEO Lion Air, didapuk sebagai Dirut Garuda Indonesia menggantikan Irfan Setiaputra yang menjabat sejak Januari 2020. ”Saya akan menjalankan amanah ini dengan melakukan financial and operational review secara menyeluruh, mengakselerasi kinerja perusahaan, melakukan ekspansi jaringan, dan peningkatan kualitas layanan,” kata Wamildan di Tangerang, Banten, Jumat (15/11).
Seluruh upaya tersebut diharapkan memperkuat reputasi Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional yang makin sehat dan menjadi kebanggaan Indonesia. Langkah awal Wamildan sebagai dirut adalah meninjau kembali kondisi keuangan dan operasional Garuda Indonesia secara menyeluruh. Dengan cara itu, pihaknya dapat menentukan langkah-lang-kah taktis selanjutnya. ”Terkait dengan kondisi keuangan, kami akan tunggu proses pelaksanaan review atau evaluasi sampai selesai,” ujarnya. Kondisi Garuda Indonesia yang saat ini mengalami penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) tentu melonggarkan biaya operasional. Namun, langkah konkret dan cara menyelesaikannya butuh waktu hingga tinjauan terhadap kondisi keuangan dan operasional tuntas. Wamildan meyakinkan, Garuda Indonesia tetap harus untung. Pengalamannya dari maskapai penerbangan bertarif rendah (low cost carrier/LCC) akan menjadi modalnya membenahi Garuda Indonesia. (Yoga)
Manajemen Sritex harapkan putusan keberlanjutan usaha
Manajemen PT Sri Rejeki Isman Tbk atau PT Sritex berharap kurator dan hakim pengawas menyetujui usulan going concern atau asas keberlanjutan usaha. Perusahaan perlu beroperasi demi menjamin hajat hidup ribuan pekerja yang dibayangi PHK. Kasasi ke MA jadi tumpuan pencabutan putusan pailit. Harapan itu mengemuka di sela-sela kegiatan doa bersama ribuan pegawai PT Sritex di Lapangan Sandang Sejahtera PT Sritex, Kabupaten Sukoharjo, Jateng, Jumat (15/11). Usulan going concern diajukan para kreditor dan buruh Sritex dalam rapat kreditor di PN Semarang, Kota Semarang, Jateng, Kamis (14/11).
”Kalau dari hakim pengawas tidak mengizinkan keberlanjutan usaha, atau going concern itu, dalam tiga minggu ke depan kami kehabisan bahan baku. Dari 2.500 karyawan yang sudah kami rumahkan, jumlahnya akan bertambah seiring berjalannya waktu,” kata Dirut PT Sritex Iwan Kurniawan Lukminto seusai acara tersebut. Putusan pailit mengakibatkan PT Sritex kehilangan hak untuk mengelola dan menguasai hartanya. Kedua hak itu berpindah ke tangan kurator dan hakim pengawas yang ditunjuk pengadilan.
Dampaknya, perusahaan itu tidak lagi bisa membeli bahan baku atau menjual barang-barang yang sudah produksi. Sejauh ini, pekerja yang dirumahkan atau diliburkan se mentara berasal dari sektorspinning dan weaving. Hanya finishing dan garmen yang masih beroperasi. Iwan mengatakan, pihaknya tetap memenuhi hak pekerja selama libur sementara. Pihaknya menjamin pegawainya dipekerjakan lagi ketika kondisi perusahaan kembali normal. (Yoga)
Grup Sinar Mas Jual Sebagian Kepemilikannya di Saham Smartfren
Ekspansi TLKM untuk Dorong Pertumbuhan
Industri Migas Makin Agresif Sewa Kapal
Potensi Besar Minyak Jelantah untuk Avtur
Pilihan Editor
-
Kemkes-BSSN Klaim Data Pengguna eHAC Tak Bocor
03 Sep 2021 -
UU Keamanan Data Tiongkok Resmi Berlaku
02 Sep 2021 -
Kinerja Ekspor, Perikanan Jadi Energi Baru
29 Aug 2021 -
Grup Djarum Siapkan Rencana IPO Blibli
29 Aug 2021









