Korporasi
( 1557 )Garuda Indonesia Tambah Jalur Penerbangan Baru
PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA), di bawah kepemimpinan Direktur Utama Irfan Setiaputra, akan menerima empat pesawat baru jenis Boeing 737-800NG secara bertahap hingga akhir tahun 2024. Dengan penambahan ini, Garuda akan mengoperasikan setidaknya 76 pesawat hingga akhir tahun. Irfan juga mengungkapkan bahwa maskapai ini berencana menambah total 8 pesawat sepanjang 2024, termasuk 4 narrow body dan 4 wide body (2 Boeing 777-300ER dan 2 Airbus 330-300).
Berdasarkan laporan Kementerian BUMN, Garuda Indonesia menargetkan pengoperasian 98 armada pada akhir 2026, terdiri dari berbagai jenis pesawat, seperti Boeing 737-800 dan Airbus A330-300. Hingga akhir 2024, jumlah pesawat yang dioperasikan diproyeksikan mencapai 82 unit, dan bertambah menjadi 89 pada 2025.
Garuda juga berencana membuka rute baru, termasuk dari Bandara Halim Perdanakusuma ke Balikpapan, Bali, Singapura, dan menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Strategi ini diharapkan memperluas jaringan penerbangan domestik dan internasional serta mendukung pengembangan transportasi udara di kawasan IKN.
Barito Renewabless Berhasil Menjalankan Laba Bersih Sebesar US$ 86,05 juta
Emiten milik Taipan Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) berhasil menjalankan laba bersih sebesar US$ 86,05 juta (setara Rp 1,35 triliun) pada Januari-September 2024, naik 1,88% dibanding periode sama tahun lalu. Pertumbuhan laba ini mampu diraih perseroan ditengah adanya gangguan bisnis geothermal yang menyebabkan penurunan pendapatan. Segmen angin dari hasil akuisisi Sidrap I, mampu menjadi penyokong kinerja bottom line BREN selama sembilan bulan ini. "Terlepas penurunan pendapatan dan EBITDA, kami berhasil mempertahankan laba bersih yang diartibusikan kepada pemilik perusahaan, didukung oleh dampak positif dari akuisisi Sidrap 1, serta peningkatan kepemilikan di Salak-Darajat," kata Direktur Utama Barito Renewables Hendra Soetjipto Tan. Pada awal April 2024, Barito Renewables melalui anak usahanya yakni PT Abrito Renewables melalui anak usahanya yakni PT Barito Wind Energy telah menyelesaikan akuisisi 99,99% saham PT UPC Sidrap Bayu Energy (Sidrap) dari UPC Renewables Asia Pacific Holding Pte Ltd, ACEN Renewables International Plt Ltd, UPC Renewables Asia III Limited, Sidrap (HK) Limited, dan Sunedison Sidrap BV senilai US$ 102,2 juta. Sidrap merupakan salah satu pembangkit listrik tenaga angin yang pertama dan terbesar di Indonesia dengan kapasitas 75 MW. (Yetede)
BRI Mencetak Laba Bersih Rp 45,36 Triliun
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali mencatatkan kinerja positid di tengah dinamika ekonomi domestik yang masih penuh dengan tantangan. Dengan fokus memperkuat fundamental kinerja, hingga akhir Triwulan II 2024 BRI secara konsolidasian berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp45,36 triliun. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BRI Sunarso pada press conference Kinerja Keuangan BRI Triulan III 2024 di Jakarta (30/10). Dalam paparannya, Sunarso menyampaikan bahwa ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan adalah hasil dari fundamental bisnis yang kuat.
"Capaian tersebut tidak terlepas dari fokus BRI yang secara konsistensi memperkuat fundamental kinerja, serta melakukan strategic response yang tepat dalam menghadapi seberbagai dinamika pasar," ungkap Sunarso. Dari sisi intermediasi, hingga akhir September 2024 BRI berhasil menyalurkan kredit senilai Rp 1.353,36 triliun atau tumbuh 8,21% secara yoy. Dari total penyaluran kredit tersebut, 81,70 diantaranya atau sekitar Rp1.105,70 triliun merupakan kredit kepada segmen UMKM. Penyaluran kredit yang tumbuh positif tersebut juga membuat aset BRI tercatat meningkat 5,94% yoy menjadi sebesar Rp1.961,92 triliun. (Yetede)
Tren Kenaikan Harga Komoditas Dorong Pertumbuhan
Kenaikan Beban Keuangan Menekan Laba TLKM
Kolaborasi GMFI dan AirAsia Group dalam Perawatan Pesawat
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMFI), yang merupakan bagian dari Garuda Indonesia Group, akan segera merealisasikan pembentukan perusahaan patungan (joint venture) dengan AirAsia Group untuk meningkatkan pendapatan di tahun 2025. Direktur Utama GMFI, Andi Fahrurrozi, menyatakan bahwa fokus utama pada tahun 2025 adalah perbaikan ekuitas serta peningkatan pendapatan melalui inisiatif bisnis komersial dan nonkomersial.
Joint venture ini, yang telah ditandatangani dengan AirAsia, akan berfokus pada penyediaan layanan di Lending Gearshop dan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan GMFI, terutama di luar bisnis airframe yang selama ini menjadi andalan. Selain itu, GMFI juga akan menangani proyek dari Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pertahanan, serta merencanakan penambahan kapasitas dan kapabilitas hanggar di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Dengan berbagai langkah strategis ini, GMFI berupaya untuk memperluas kapasitas layanan dan menangkap peluang dari pelanggan internasional.
Industri Tekstil: Misi Penyelamatan Sritex
Langkah pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk menyelamatkan PT Sritex yang mengalami kebangkrutan. Presiden telah memerintahkan beberapa kementerian, termasuk Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan, untuk mengkaji opsi bailout, termasuk kemungkinan pemberian dana talangan dan insentif untuk mendukung perusahaan dan industri tekstil secara keseluruhan. Tujuan utama dari intervensi ini adalah untuk melindungi karyawan Sritex dari pemutusan hubungan kerja (PHK).
Pemerintah, melalui Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, fokus pada penjaminan tenaga kerja dan mendorong ekspor tekstil. Utilitas produksi Sritex kini meningkat, sehingga diharapkan langkah-langkah penyelamatan dapat mencegah terulangnya kasus serupa di masa depan, yang dapat mengakibatkan hilangnya lapangan pekerjaan.
Sritex juga berencana membentuk tim untuk merancang strategi penyelamatan perusahaan, dengan menekankan kebutuhan insentif untuk industri tekstil yang saat ini terpuruk akibat regulasi yang merelaksasi impor. Hal ini berdampak signifikan pada operasional industri tekstil nasional. Meskipun ada tekanan untuk merevisi kebijakan impor, koordinasi antarkementerian diharapkan dapat memperbaiki situasi.
Secara keseluruhan, upaya bailout ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas sektor industri dan perlindungan lapangan kerja, serta pentingnya regulasi yang mendukung pertumbuhan industri di Indonesia. Jika berhasil, ini akan menjadi langkah penting dalam memperkuat industri tekstil nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.
Bergegas untuk Selamatkan Sritex
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan menyiapkan beberapa opsi penyelamatan terhadap PT Sri Rezeki Isman Tbk atau Sritex (SRIL) dari kondisi pailit seperti yang ditetapkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menerangkan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Sritex dan menyiapkan dua strategis guna menyelamatkan raksasa tekstil tersebut. Pemerintah berkomitman untuk menjaga keberlangsungan operasional Sritex serta memastikan tidak ada PHK. "Kami membahas dua kemungkinan: jika kasasi Sritex menang atau kalah.
Pemerintah memiliki komitmen yang sama dalam dua skenario, yaitu menyelamatkan tenaga kerja dan menjaga agar perusahaan tetap produksi tanpa ada PHK. Jika kasasi kalah, Sritex masih memiliki opsi hukum lanjutan berupa Peninjauan Kembali (PK)," ucap dia. Adapun langkah yang harus segera dilakukan yaitu memastikan perusahaan tekstil tersebut tetap dapat mengirimkan barangnya ke konsumen di luar negeri. "Merekakan tetap berproduksi, tapi barang tidak bisa keluar dari pabrik, tidak bisa keluar dari kawasan berikat. Itu bagaimana pemerintah bisa memastikan dalam hal ini. Bea Cukai bahwa barang-barang yang diproduksi oleh mereka itu bisa keluar, bisa diekspor" ujar Agus. (Yetede)
Harapan Pailit Sritex Tidak Picu Efek Sistemik
Keputusan pailit PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) memicu kekhawatiran akan potensi kredit macet di perbankan, mengingat total utang perusahaan tekstil ini mencapai US$ 828,09 juta (sekitar Rp 13 triliun), tersebar di 28 bank. Bank Central Asia Tbk (BCA) menjadi kreditur terbesar dengan piutang US$ 82,67 juta, namun memastikan kondisi kreditnya tetap sehat. EVP Corporate Communication BCA, Hera F Haryn, menegaskan rasio NPL BCA stabil di 2,1%.
Bank Permata juga memiliki piutang US$ 37,9 juta dari Sritex. Direktur Utama Permata Bank, Meliza M Rusli, menyatakan bahwa meski ada peningkatan utang, fundamental bank tetap kuat dengan pencadangan Rp 1,22 triliun. Bank Danamon, dengan piutang US$ 4,57 juta, mengklaim telah menjalankan prosedur yang memadai, menurut Risk Management Director Dadi Budiana.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menilai dampak pailit Sritex terhadap industri perbankan tidak signifikan karena pencadangan sudah memadai. Sementara itu, Direktur Celios, Bhima Yudhistira, mengingatkan pentingnya penyelamatan Sritex untuk mencegah dampak sistemik pada sektor keuangan dan industri tekstil.
AWS Perusahaan Penyedia Cloud Computing Global Luncurkan Inkubator Pendidikan Pertama di RI dan Asean
Amazon Web Services (AWS), perusahaan penyedia cloud computing global, mengumumkan peluncuran lab edukasi baru, yang berfungsi sebagai inkubator pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Karawang, Indonesia. Lab edukasi ini menjadi think bag space pertama di Indonesia dan Asia Tenggara (Asean). Lab edukasi ini menyediakan ruang khusus bagi siswa, pendidik, dan anggota komunitas untuk mengeksplorasi ide dan proyek terkait sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika (STEAM) melalui pendidikan teknis dan pelatihan cloud computing yang interaktif. "AWS Think Bag Space diharapkan memilik dampak positif bagi masyarakat dengan menyediakan lingkungan belajar yang menstimulasi bagi siswa dan pelajar untuk mengekplorasi teknologi futuristik seperti artificial intelegence (AI) dan robotika," kata Manajer, Operasi Pusat Data, AWS Indonesia Winu Adiarto dalam keterangan persnya. Winu menambahakan, AWS akan membantu mengembangkan pimpinan IT masa depan Indonesia melalui komitmennya untuk mengembangkan ketrampilan digital. AWS berkomitmen untuk memberdayakan ratusan ribu orang Indonesia dari semua latar belakang dengan kemahiran cloud pada tahun 2025 untuk mendukung inisiatif nasional Merdeka Belajar. (Yetede)
Pilihan Editor
-
KKP Dorong Pengusaha Ekspor Perikanan ke Timteng
02 Aug 2021 -
Indef: APBN Memiliki Masalah Berat
02 Aug 2021 -
Transaksi E-Commerce Diprediksi Rp 395 Triliun
30 Jul 2021









