Kenaikan Beban Keuangan Menekan Laba TLKM
Laba bersih PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tertekan sepanjang periode Januari-September 2024 meski pendapatannya tumbuh sebesar 0,88% menjadi Rp 112,21 triliun. Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan terbesar berasal dari data, internet, dan jasa teknologi informasi senilai Rp 70,55 triliun. Namun, beban operasional yang meningkat, termasuk biaya pemeliharaan, penyusutan, dan beban karyawan, menekan profitabilitas TLKM. Laba usaha turun 7,24% menjadi Rp 32,45 triliun, dan laba bersih turun 9,35% menjadi Rp 17,67 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja TLKM ini disambut negatif oleh pasar, dengan sahamnya terkoreksi 1,35% dalam sepekan terakhir. Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst di Mirae Asset Sekuritas, menilai saham TLKM berada dalam tren bearish pada jangka pendek namun bergerak sideways dalam tren jangka panjang. Meskipun demikian, Nafan masih merekomendasikan akumulasi beli saham TLKM, dengan target harga jangka pendek di Rp 3.010, dan target jangka menengah hingga panjang masing-masing di Rp 3.420 dan Rp 3.700 per saham.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023