;
Tags

Korporasi

( 1584 )

Inalum Terbitkan Global Bond

Ayutyas 15 May 2020 Republika, 13 May 2020

PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) atau Inalum menerbitkan obligasi dalam bentuk dolar AS atau global bond senilai 2,5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 37,5 triliun. Dana yang terkumpul dari surat utang global ini akan digunakan perusahaan untuk beberapa aksi korporasi dan refinancing utang. Proyek yang akan digarap Inalum, di antaranya pembangunan smelter grade aluminasi refinery di Mempawah berkapasitas satu juta ton per tahun, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang Sumatra Selatan 8, proyek pabrik gasifikasi batu bara menjadi DME di Tanjung Enim, dan lain sebagainya.

Sekretaris Perusahaan Inalum Rendi Witular menjelaskan, perusahaan akan mengalokasikan 1 miliar dolar AS untuk refinancing utang dan melakukan akuisisi saham beberapa perusahaan tambang dan keperluan membayar pinjaman anak usaha anggota holding.  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengapresiasi inovasi pendanaan yang dilakukan BUMN, seperti global bond. Menurut dia, dengan ini terbukti dunia usaha internasional masih memercayai perusahaan BUMN yang sekarang terus berbenah demi meningkatkan daya saingnya serta semakin transparan. 

Direktur Utama MIND ID (holding tambang) Orias Petrus Moedak mengatakan, total investasi yang dikeluarkan untuk 2020 mencapai sebesar Rp 24 triliun, antara lain membangun proyek PLTU Sumatra Selatan di Tanjung Enim, dan proyek smelter grade alumina refinery oleh PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam dengan kapasitas produksi 1.000.000 tpa di Mempawah, Kalimantan Barat.

Mandiri Tunggu Kebijakan Lanjutan Bank Jangkar

Ayutyas 15 May 2020 Republika,13 May 2020

Sebanyak 15 bank dengan aset terbesar ditetapkan sebagai bank peserta yang berfungsi menjadi penyangga dana likuiditas. Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Royke Tumilaar mengaku keberatan jika dana likuiditas disiapkan oleh perseroan. Hanya, kata Royke, Bank Mandiri bersedia menjadi bank penyangga jika likuiditas disiapkan pemerintah, mengingat bank jangkar berfungsi menyediakan dana penyangga likuiditas bagi bank pelaksana yang membutuhkan. 

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, bank jangkar hanya memiliki fungsi channeling, tidak akan memiliki tanggung jawab sama sekali. Bahkan, sebagai channeling, bank jangkar justru dinilai akan diuntungkan. Tanggung jawab kredit justru tetap melekat pada bank yang melakukan penggadaian. Apabila bank bersangkutan tidak bisa membayar pinjaman likuiditas, akan menimbulkan risiko pada pemerintah, ujar Wimboh.

Dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional, pemerintah bisa menempatkan dana di perbankan. Penempatan dana ditujukan untuk memberikan dukungan likuiditas pada perbankan yang melakukan restrukturisasi kredit atau pembiayaan dan atau memberikan tambahan kredit modal kerja.

Mandiri Terbitkan Global Bonds

Ayutyas 10 May 2020 Republika, 08 May 2020

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sukses menerbitkan instrumen obligasi dalam dolar Amerika Serikat (AS) atau global bonds. Besaran dana yang diperoleh dari penerbitan surat utang ini, yaitu 500 juta dolar AS. Dalam proses penawarannya, obligasi Bank Mandiri ini mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hampir lima kali. Adapun investor yang membeli global bonds Bank Mandiri ini dari Asia sebanyak 66 persen dan 34 persen dari Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Negeri Paman Sam.

Sementara, kupon yang ditawarkan oleh Bank Mandiri sebesar 4,75 persen, lebih tinggi dari global bonds yang ditawarkan pemerintah awal April 2020 yang menawarkan kupon 3,9 persen. Sedangkan, jangka waktu kontrak surat utang ini hingga 2025 atau memiliki tenor selama lima tahun.

Di tengah kondisi pasar global yang tidak pasti, banyaknya minat investor terhadap global bonds yang diterbitkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menjadi bukti bahwa Indonesia menjadi salah satu tujuan investasi menarik di dunia, kata Menteri BUMN Erick Thohir.

Direktur Treasury, International Banking & Special Asset Management Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, mengatakan, Bank Mandiri berencana menerbitkan obligasi berdenominasi rupiah yang merupakan sebagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) II Tahap I 2020. Penerbitan obligasi ini merupakan inisiatif strategis untuk memperkuat struktur pendanaan perseroan dalam mendorong rencana ekspansi bisnis ke depan, ujarnya.

Bank Mandiri telah memperoleh pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), yaitu AAA dengan outlook stabil terkait obligasinya yang diharapkan akan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan diperdagangkan di pasar sekunder pada 13 Mei 2020.

PT Hutama Karya (Persero), BUMN sektor konstruksi juga menerbitkan global bond sebesar 600 juta dolar AS dengan kupon yang ditawarkan sebesar 3,75 persen.

Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo menyatakan, animo investor dari seluruh dunia ini terbilang cukup positif. Kita bisa lihat harga kupon Hutama Karya ini sangat kompetitif bahkan di tengah situasi cukup sulit ini, kata Bintang.


Korporasi Dibayangi Potensi Lonjakan Kerugian Kurs

Ayutyas 10 May 2020 Kontan, 4 Mei 2020

Pandemi Covid-19 menimbulkan ketidak pastian di pasar keuangan global. Akibatnya, nilai tukar mata uang negara emerging market, termasuk rupiah, melemah terhadap dollar AS sehingga berpotensi mempengaruhi kinerja keuangan emiten saham maupun korporasi di Tanah Air pada umumnya. Hal ini seperti dikatakan Wisnu Prambudi Wibowo, Head of Research Analyst FAC Sekuritas dimana emiten yang memiliki beban utang dalam dollar AS. dan menggantungkan bahan baku impor seperti sektor farmasi

Salah satu emiten yang terdampak dapat terlihat dari kinerja keuangan PT Suparma Tbk (SPMA) yang menanggung rugi periode berjalan sebesar Rp 24,55 miliar pada kuartal pertama 2020. Di periode yang sama tahun lalu, emiten ini masih mencatat laba periode berjalan Rp 39,86 miliar.

Sebagaimana di konfirmasi Sara K Loebis Sekretaris, Perusahaan PT United Tractors Tbk (UNTR) juga mengalami kondisi serupa dengan mencatatkan rugi neto nilai tukar dalam mata uang asing sebesar Rp 557,75 miliar, meningkat lebih dari empat kali lipat dari rugi nilai tukar di periode sama tahun lalu, sebesar Rp 107,77 miliar. Hal dini karenakan utang dalam mata uang asing yang cukup banyak.

Disisi lain, menurut Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony kinerja sejumlah emiten bisa kembali pulih di jangka panjang karena biasanya emiten sudah melakukan hedging guna menjaga keuntungan dari rugi kurs dan berpotensi membaik bila kurs rupiah kembali stabil. Hal ini juga menyebabkan harga sejumlah saham, seperti PGAS dan UNTR akan mengalami koreksi dalam, untuk investor ini menjadi peluang untuk masuk.

Stop Ekspansi, Korporasi Parkir Duit di Bank

Ayutyas 10 May 2020 Kontan, 5 Mei 2020

Ketika ketidakpastian pasar akibat pandemi korona meningkat, prinsip cash is the king tampaknya menjadi pilihan para nasabah tajir di Tanah Air hal ini seperti dicatat Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Menurut data yang ada, sepanjang kuartal I-2020 simpanan nasabah bernilai di atas Rp 5 miliar tumbuh paling tinggi sementara nilai di bawah Rp 100 mencatat perlambatan paling tinggi dan simpanan berkisar Rp 100 juta hingga di bawah Rp 1 miliar juga minus

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah mengatakan, yang menopang pertumbuhan simpanan di atas Rp 5 miliar adalah dana milik pemerintah dan juga dana milik korporasi. Ia menambahkan, hal ini salah satunya disebabkan oleh terhentinya ekspansi akibat wabah korona dan permintaan di pasar menurun. Tapi jika Covid-19 berlangsung berlarut-larut, kondisi tersebut juga tak akan bertahan lama karena harus membayar operasional, gaji, utang bank dan lainnya.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira melihat ada indikasi kelas di sini. Kelas atas cenderung menabung dan menahan belanja. Sementara kelas menengah bawah mengambil simpanan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, seiring dengan berkurangnya pendapatan dan kehilangan pekerjaan.

EVP Head of Wealth Management Bank Commonwealth, Ivan Jaya mengakui, ada pertumbuhan dana bernilai besar dari high net worth individuals (HNWI) alias nasabah-nasabah tajir. Terutama di bank-bank besar maupun bank asing. Para nasabah memilih menempatkan dana di instrumen cukup likuid seperti deposito.

Sementara Direktur Konsumer Bank CIMB Niaga, Lani Darmawan mengatakan hingga Februari 2020 DPK berhasil naik 5% ytd. "Dana murah masih tumbuh di atas 10%. Sedangkan deposito tercatat melambat," kata Lani.

Pelindo III Evaluasi Kelangsungan Proyek

Ayutyas 08 May 2020 Republika, 05 May 2020

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III (Persero) Doso Agung menyeleksi secara cermat dan ketat terkait kelangsungan proyek investasi yang tengah berlangsung, untuk mempertimbangkan mana proyek yang dihentikan dan yang tetap berjalan untuk menghindari pengangguran yang meluas. Doso mengatakan, Pelindo III juga memberikan perlindungan bagi para pekerja operasional agar tidak kehilangan pekerjaan dalam situasi sulit dan menjaga supaya ekonomi tetap bergerak di proyek yang dimungkinkan.

Meskipun begitu, Doso menegaskan, terdapat beberapa proyek investasi besar yang dimiliki Pelindo III tetap berjalan dan dikerjakan dengan protokol penanganan Covid-19 yang sangat ketat. Investasi dan proyek yang tetap berjalan, antara lain, peningkatan fasilitas pelabuhan, khususnya kapal pesiar. Langkah tersebut merupakan upaya Pelindo III dalam mendukung program pemerintah untuk mendongkrak jumlah pariwisata melalui jalur laut. Selain itu, proyek wisata maritim di Bali, yaitu Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) ditargetkan dapat menyediakan fasilitas dan infrastruktur terintegrasi di Pelabuhan Benoa sehingga makin memperkuat sektor pariwisata Bali secara keseluruhan.

Proyek lain yang tetap berjalan, yakni Terminal Gilimas di Pulau Lombok, NTB, yang merupakan terminal untuk sandar kapal pesiar yang dibangun untuk mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, dan pembangunan Terminal Multipurpose Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang merupakan pelabuhan khusus logistik pertama di wilayah Labuan Bajo.

PTBA Catat Kinerja Positif

Ayutyas 08 May 2020 Republika, 05 May 2020

PT Bukit Asam (Persero) Tbk mencatatkan penjualan batu bara emiten berkode saham PTBA di lantai bursa itu tumbuh 2,1 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019.

Pencapaian PTBA tak lepas dari strategi manajemen dalam melakukan efisiensi yang berkelanjutan di semua lini dan mengoptimalkan peluang pasar ekspor ke beberapa negara di tengah fluktuasi harga batu bara acuan (HBA). Strategi optimasi penjualan ekspor batu bara medium to high calorie ke pasar premium juga menyokong pencapaian ini. Pendapatan usaha tercapai sebesar Rp 5,1 triliun.

Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin mengatakan, pandemi korona tentu berdampak secara langsung, namun kata Arviyan, hal ini belum terlalu berdampak signifikan bagi kinerja perusahaan pada tiga bulan pertama 2020. Arviyan menyampaikan, penjualan batu bara pada triwulan I 2020 mencapai 6,7 juta ton dibanding triwulan I 2019. Hal ini ditopang dengan meningkatnya sarana angkutan yang mengalami kenaikan hingga 12 persen.

Menurut Arviyan, dari sisi produksi kendala terjadi dengan curah hujan sangat tinggi pada awal tahun yang mengganggu produksi. Arviyan menyebutkan, harga jual batu bara pada triwulan I 2020 juga relatif baik dengan harga jual rata-rata hanya mengalami penurunan empat persen.

PTBA juga berencana melakukan pembelian kembali atau buyback saham pada periode 17 Maret hingga 16 Juni 2020 ini. Perusahaan tersebut sudah menyiapkan modal untuk ini. PTBA menunjuk PT Danareksa Sekuritas untuk melakukan pembelian kembali saham perusahaan.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan agar perusahaan tambang pemegang izin usaha pertambangan (IUP) operasi produksi dan IUP khusus operasi produksi wajib melaksanakan eksplorasi lanjutan setiap tahun yang dibarengi dengan penyiapan dana ketahanan cadangan.

Direktur Jenderal Mineral Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono menyampaikan, ketentuan ini akan dituangkan dalam Revisi Undang-Undang Mineral dan Batu Bara (Minerba) yang tengah digodok bersama DPR RI. Pemerintah akan mengatur supaya perusahaan tambang menyisipkan investasi di dalam eksplorasi melalui dana ketahanan cadangan minerba

Tiga bulan pertama 2020 PTBA masih bisa mencapai kinerja yang baik dari sisi operasional maupun keuangan.

Bank BUMN Turunkan Bunga Kartu Kredit

Ayutyas 06 May 2020 Republika, 04 May 2020

Bank Indonesia (BI) telah mengumumkan penurunan suku bunga kartu kredit sebesar 0,25 persen menjadi 2 persen yang berlaku terhitung Jumat (1/5) lalu. SVP Credit Card Group Bank Mandiri Lila Noya berujar PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah menurunkan suku bunga maksimum kartu kredit sebesar 2 persen yang efektif berlaku per Jumat pekan lalu dan telah disosialisasikan kepada nasabah. Selain suku bunga kartu kredit menjadi 2 persen, BI juga menurunkan pembayaran minimum kartu kredit sebesar 5 persen dari total tagihan. Bank sentral juga menurunkan sementara besaran denda ke terlambatan pembayaran kartu kredit menjadi 1 persen atau maksimal Rp 100 ribu. 

Direktur Bisnis Konsumer PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Corina Ley la Karnelies mengatakan, pihaknya juga mengikuti arahan bank sentral. Namun, ia menegaskan, bunga 2,25 persen akan tetap diberlakukan untuk tagihan atas transaksi yang dilakukan hingga akhir April 2020. Bagi nasabah yang sempat terlambat membayar tagihan pun berlaku keringanan. BNI mencatat sebanyak 50 ribu debitur dengan total nilai Rp 39,4 triliun telah melakukan restrukturisasi kredit karena dampak penyebaran virus korona. 


Penjualan Tembaga Freeport Terkoreksi

Ayutyas 30 Apr 2020 Republika, 29 April 2020

Freeport McMoRan, salah satu pemegang saham PT Freeport Indonesia (PTFI), memproyeksikan target penjualan tembaga pada tahun ini terkoreksi. 

Executive Vice President and Chief Financial Officer Freeport McMoran Kathleen Quirk memaparkan bahwa telah mengurangi produksi tembaga (secara global) sebesar 400 juta pon sebagai upaya untuk mengurangi biaya dan modal belanja guna merespons kondisi pasar.

Berdasarkan data Freeport McMoRan, harga tembaga anjlok menjadi 2,32 dolar AS per pon pada April ini. Realisasi penjualan tembaga dan emas Freeport Indonesia sampai akhir kuartal pertama 2020 masih lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu.

Meski mengalami penurunan penjualan, President and Chief Executive Officer Freeport McMoRan, Richard Adkerson, menjelaskan, produksi bijih dari tambang bawah tanah di Papua sepanjang kuartal I 2020 melebihi target yang dicanangkan.

Mulai 2020, Freeport Indonesia telah mengalihkan seluruh kegiatan produksinya ke tambang bawah tanah. Hal itu setelah cadangan tembaga dan emas tambang terbuka terkuras habis.

Penjualan emas dan tembaga diproyeksikan baru mulai naik signifikan pada tahun depan, selanjutnya penjualan mulai mencapai puncak tertinggi pada 2023.

Pekerja Meninggal, Operasi PT EDS Dihentikan

Ayutyas 30 Apr 2020 Republika, 29 April 2020

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten, menghentikan sementara pengoperasian pabrik PT EDS Manufacturing Indonesia (PEMI) pasca meninggalnya dua pekerja yang diduga positif terjangkit Covid-19. Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, perintah penghentian pabrik itu berlaku selama 14 hari ke depan sejak Senin (27/4), sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus korona.

Ahmed mengatakan, penghentian pabrik itu sebagai bukti Pemkab Tangerang hadir untuk melindungi masyarakat. Meski begitu, pihaknya memberikan kebijakan kepada pekerja maksimal 10 orang bagian administrasi maupun akunting untuk tetap masuk kerja. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang Jarnaji mengatakan, pihaknya sudah memberikan kebebasan kepada manajemen perusahaan, namun, menurut Jarnaji, saat jam kerja berlangsung, perusahaan harus mematuhi aturan dan protokol Kesehatan. 

Salah seorang manajemen PT PEMI, Sugeng Harianto mengaku, pimpinan perusahaan sudah menginstruksikan aturan protokol kesehatan dipatuhi semua pekerja.

Pilihan Editor