;
Tags

Korporasi

( 1584 )

PT Integra Indocabinet Tbk Bareng Grup Ciputra Menandatangani Perjanjian Pengembangan Tanah

KT1 09 Dec 2024 Tempo
PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) resmi bermitra dengan PT Ciputra Cipta Cemerlang, cucu usaha dari PT Ciputra Development Tbk (CTRA). Keduanya menandatangi perjanjian mengembangkan tanah milik WOOD di Lingkar Timur, Wedoro Klurak, Sidoarjo, untuk menjadi kawasan perumahan. Direktur WOOD Wang Sutrisno mengatakan proyek ini merupakan salah satu kerja sama perusahaannya dengan Ciputra yang telah ditandatangani pada 6 Desember kemarin. Dia menyebut proyek ini akan berwujud perumahan hijau. “Ini akan menjadi salah satu proyek dengan konsep perumahan hijau dan modern yang strategis,” kata Sutrisno dalam keterbukaan informasi di situs Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 9 Desember 2024.  Sutrisno mengatakan proyek ini juga akan mengisi kekosongan pasar kelas menengah yang mencari konsep perumahan modern dengan rentang harga yang terjangkau.

“Perumahan modern dengan rentan harga yang relatif tidak mahal,” kata dia. Dari kerja sama ini, Sutrisno mengatakan perusahannya akan mendapat potensi pendapatan maupun laba dari penjualan perumahan.  Alasan Hashim Djojohadikusumo Minta Grup Ciputra dan Lainnya Tak Ikut dalam Proyek Rumah Desa di Era Prabowo. WOOD merupakan perusahaan manufaktur furnitur dan produk kayu yang didirikan pada 1989. WOOD juga memiliki beberapa kegiatan utama yang meliputi pembuatan furnitur kayu dan produk lainnya, konsesi perhutanan, ritel, dan distribusi furnitur. Produk-produk WOOD pun telah dijual secara domestik dan diekspor ke berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Kanada, dan negara-negara di Eropa. Saat ini, 85,5 persen produk WOOD diekspor, sementara hanya 14,5 persen yang dijual di pasar dalam negeri. (Yetede)

Anak Usaha Jadi Penopang Utama Kinerja Induk

HR1 06 Dec 2024 Kontan
Mayoritas anak usaha emiten tambang dan energi mencatatkan kinerja positif hingga kuartal III-2024, yang turut menopang performa induk usahanya. Misalnya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berhasil meningkatkan pendapatan sebesar 231,30% (yoy) menjadi US$ 108,47 juta, didukung kenaikan produksi dan harga jual emas. Menurut Agus Projosasmito, Direktur Utama BRMS, peningkatan kinerja ini juga membantu menjaga pendapatan konsolidasi induknya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), yang menghadapi penurunan penjualan batubara.

Sementara itu, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 1.044,26% (yoy) menjadi US$ 717,11 juta, dengan kontribusi signifikan terhadap induknya, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Laba bersih dari AMMN ke MEDC mencapai US$ 129 juta.

Menurut Miftahul Khaer dari Kiwoom Sekuritas, solidnya kinerja anak usaha didukung diversifikasi dan ekspansi induk usaha. Analis Arinda Izzaty Hafiya dari Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan bahwa kenaikan harga komoditas, terutama emas, juga menjadi katalis utama. Contohnya, PT Petrosea Tbk (PTRO), yang walaupun labanya menyusut, tetap agresif memperluas kontrak baru.

Dalam hal rekomendasi saham, Muhamad Heru Mustofa dari Phintraco Sekuritas merekomendasikan trading buy untuk AMMN dengan target Rp 9.950–Rp 10.200 dan buy on support untuk BRMS pada Rp 446–Rp 450. Selain itu, Rizal Nur Rafly dari Panin Sekuritas menjagokan ADMR dengan target harga Rp 1.800.

Kinerja gemilang anak usaha ini mencerminkan strategi diversifikasi dan optimalisasi segmen non-inti yang berhasil dilakukan emiten induk di tengah volatilitas industri tambang dan energi.

AP Integrasikan Bisnis Properti Bandara

HR1 03 Dec 2024 Kontan
Aksi merger entitas pelat merah kembali terjadi di sektor aviasi dan pariwisata Indonesia, kali ini melibatkan entitas usaha Angkasa Pura, yaitu PT Angkasa Pura Hotel (APH) dan PT Angkasa Pura Properti (APP), yang akan bergabung menjadi PT InJourney Aviation Service Properties (IASP). Langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan portofolio bisnis dan mengurangi tumpang tindih yang ada antara berbagai lini usaha dalam Grup Angkasa Pura.

Herry Gunawan, pengamat BUMN dari Datanesia Institute, menilai bahwa merger ini akan memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan dan mengurangi risiko tumpang tindih kegiatan usaha. Ia juga menyebutkan bahwa ini adalah bagian dari agenda konsolidasi yang lebih besar di tubuh Angkasa Pura untuk menciptakan efisiensi dalam menjalankan bisnis, yang mungkin akan diikuti dengan merger entitas lainnya dalam grup tersebut.

Akhir Tahun Jadi Momentum Emas Emiten Konsumer

HR1 02 Dec 2024 Kontan
Momentum akhir tahun, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, diprediksi akan memberikan dampak positif bagi emiten konsumer di Indonesia, dengan peningkatan konsumsi masyarakat, terutama di kalangan umat Kristiani yang memanfaatkan momen tersebut untuk berbelanja. Abdul Azis Setyo Wibowo, analis dari Kiwoom Sekuritas Indonesia, dan Patricia Gabriela, Senior Research Analyst dari BNI Sekuritas, sepakat bahwa konsumsi akan melonjak, memberi keuntungan bagi emiten di sektor ini.

Raden Bagus Bima, praktisi pasar modal, juga menilai bahwa sektor konsumer akan tetap prospektif hingga akhir tahun, didorong oleh tradisi peningkatan konsumsi menjelang libur akhir tahun, serta stimulus ekonomi yang meningkatkan daya beli masyarakat. Beberapa emiten, seperti INDF dan ICBP, sudah menunjukkan pertumbuhan laba yang positif.

Namun, Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, memperingatkan bahwa dampak dari momentum ini mungkin terbatas. Daya beli masyarakat yang masih lemah dan perubahan perilaku konsumen pasca-pandemi, di mana prioritas beralih ke kebutuhan dasar, bisa mengurangi dampak positif tersebut. Meskipun begitu, untuk jangka pendek, beberapa saham seperti ACES, ERAA, dan MYOR tetap direkomendasikan untuk dibeli.

Kisah Shell Menambang Minyak Bumi Sejak

KT1 30 Nov 2024 Tempo
Perusahaan minyak dan gas Shell Indonesia membantah bakal menutup seluruh unit stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia. "Shell Indonesia menginformasikan bahwa informasi yang beredar terkait rencana Shell untuk menutup seluruh SPBU di Indonesia adalah tidak benar," kata Vice President Corporate Relations Shell Indonesia Susi Hutapea, pada Minggu, 24 November 2024, seperti dikutip dari Antara. Sebelumnya berkembang isu soal Shell bakal menutup SPBU di Indonesia karena kondisi bisnis penyaluran retail bahan bakar minyak di Tanah Air. Ramai isu tersebut beredar sejak Sabtu pekan lalu, 23 November 2024. Lantas, bagaimana sejarah terbentuknya SPBU Shell di Indonesia?

Dikutip dari Antara, PT Shell Indonesia telah memiliki 209 SPBU per April 2023. SPBU tersebut tersebar di lima provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, dan Sumatera Utara. Kemudian terbagi di kota lapis kedua seperti Cirebon, Jawa Timur, Karawang, Bogor, Cilegon, Serang Barat, Blitar, Mojokerto, Pare (Kediri), dan Lamongan. Shell pertama kali memulai bisnis SPBU di Indonesia di Karawaci, Tangerang pada 2005. Sebelum itu, pemerintah membuka swasta non-Pertamina untuk bisnis BBM. Peluang ini disambut Shell, Petronas dan Total. Namun Petronas Malaysia tutup tujuh tahun kemudian. Sedangkan Total yang juga membuka gerainya pada 2005 bertahan sampai 2021.

Setelah Petronas dan total hengkang dari Indonesia, Vivo, BP-AKR, Mobil dan PERTAMINA membuka SPBU di kesempatan ini. Vivo sendiri membuka usaha BBM pada 2017, dan Mobil mulai buka pada 2019, sedangkan BP-AKR pada 2020. Perusahaan BBM swasta umumnya menjual bensin dengan oktan 2 ke atas, kecuali Vivo yang menjual bensin setara Pertalite namun tidak disubsidi pemerintah. Pada 2006, Shell memulai usaha bahan bakar komersial, kelautan, dan bitumen di Indonesia. Mereka menyediakan produk oli dan bantuan teknis terkait kepada sektor industri, transportasi, dan pertambangan. Shell kemudian mendirikan pabrik pencampuran oli pelumas terbesarnya atau Lubricants Oil Blending Plant (LOBP) Shell di Marunda, Bekasi pada 2015. (Yetede)


Usung Konsep Ekonomi Sirkular, Barito Pacific Raih Penghargaan

KT1 29 Nov 2024 Investor Daily (H)
PT Barito Pacific Tbk (Barito Pacific) berhasil meraih penghargaan Appreciated Environmental ESG Report dalam ajang Investor Daily ESG Appreciation Night yang digelar pada Senin (25/11/2024) di Hotel Westin, Jakarta Selatan. Penghargaan bergengsi ini, diberikan kepada perusahaan dengan skor environmental, social, and governance (ESG) tertinggi, berdasarkan penilaian menyeluruh terhadap 33 faktor  ESG yang dikembangkan oleh Bumi Global Karbon Foundation. Head of Corporate Communication PT Barito pacific Tbk Angelin Sumendap membeberkan, ada tiga langkah strategis yang pihaknya lakukan sebagai bentuk komitmen perinsip-prinsip ESG, terutama soal lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. "Untuk seluruh grup Barito Pacific, ESG merupakan aspek penting karena kami tahu jika kami melakukan dengan baik maka operasional dari masing-masing anak usaha pun akan tercapai," ungkapnya. Dkatakan Angelin, pertama, pihaknya melalui anak usaha  seperti Chandra Asri Pacifid dan juga Yayasan Bakti Bariito, memiliki program berbasis ekonomi sirkular yang bertujuan untuk meminimalkan limbah dan polusi, serta menjaga agar produk dapat digunakan kembali. Seperti daur ulang plastik menjadi aspal plastik. Hal itu pun diharapkan mampu berkontribusi mengurangi masalah polusi plastik. (Yetede)

Kilau Amman Mineral Menorehkan Kinerja Keuangan Mengesankan pada Januari-September 2024

KT1 29 Nov 2024 Investor Daily (H)

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menorehkan kinerja keuangan mengesankan pada Januari-September 2024 (9M24) dengan raihan laba bersih US$ 720 juta atau setara Rp11,46 triliun, melesat 958% dibanding periode sama tahun lalu (year on year/yoy). Capaian signifikan ini sejalan dengan prestasi emiten tambang emas tersebut yang mampu mencatatkan rekor produksi terbesar sejak diakuisisi pada tahun 2016. Hal itu turut menaikkan ekspektasi pembagian dividen bagi pemegang saham perseroan. "Sejak Amman mengambil alih operasi Batu Hijau pada November 2016, perusahaan secara konsisten meraih berbagai rekor produktivitas dan produksi.

Tahun ini, kami mencatat tonggak sejarah baru dengan mencapai rekor produktivitas  pertambangan dan produksi tertinggi untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2024," kata Direktur Utama Amman Mineral Internasional Alexander Ramlie. Alex mengungkapkan, produksi konsentrat perseroan meningkatkan signifikan sebesar 85% menjadi 637,1 ribu ton dibanding tahun lalu 344,24 ribu ton, dengan produksi tembaga naik 68% dari 199 juta pon menjadi 335 juta pon. Dan produksi emas meningkat tajam sehingga 173% dari 259,17 yang mengesankan ini didukung oleh produksi bijih berkadar tinggi dari Fase 7," kata dia. (Yetede)

Prospek Emiten Nikel di Tengah Ancaman Harga

HR1 29 Nov 2024 Kontan
Kinerja PT Vale Indonesia Tbk (INCO) diperkirakan tertekan tahun ini akibat penurunan harga nikel dunia yang mencapai US$ 15.883 per ton, turun 6,14% dari akhir 2023. Arinda Izzaty, Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, menyebut lemahnya permintaan global dari sektor baja tahan karat dan kendaraan listrik, serta kelebihan pasokan dari Indonesia, menjadi faktor utama tekanan harga nikel. Ia memproyeksikan support di level US$ 15.490 dan resistance di US$ 16.525 per ton.

Sementara itu, Miftahul Khaer dari Kiwoom Sekuritas Indonesia melihat potensi stabilisasi harga di kisaran US$ 14.000 - US$ 15.000 per ton jika produsen besar menyesuaikan produksi. Meski demikian, turunnya harga nikel memengaruhi margin keuntungan INCO, terutama karena nikel matte adalah sumber utama pendapatannya.

Namun, prospek jangka panjang INCO tetap positif. Hasan Barakwan dari Maybank Sekuritas Indonesia merevisi turun proyeksi laba bersih INCO untuk 2024 dan 2025, masing-masing menjadi US$ 56 juta dan US$ 73 juta. Ia tetap mempertahankan rekomendasi beli, mengapresiasi inisiatif INCO menjual bijih nikel sebagai strategi diversifikasi yang membantu mengurangi dampak melemahnya harga nikel.

Arinda juga optimistis bahwa kebijakan stimulus ekonomi China dan dukungan pemerintah Indonesia melalui insentif hilirisasi dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik akan mendorong permintaan nikel. Ia merekomendasikan beli saham INCO dengan target harga Rp 4.850. Miftahul menyarankan strategi buy on weakness dengan target Rp 3.850, sementara Maybank Sekuritas menargetkan Rp 4.600 per saham, meskipun telah direvisi turun dari Rp 5.100.

Diversifikasi produk dan peluang dari transisi energi bersih menjadi kunci daya saing dan ketahanan INCO di tengah tantangan pasar saat ini.

ITMG Fokus Pacu Penjualan Batu Bara

HR1 27 Nov 2024 Kontan
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menargetkan volume penjualan batubara sebesar 24,2 juta-24,5 juta ton pada tahun 2024, meningkat 17,22% dibandingkan capaian 20,9 juta ton pada tahun 2023. Hingga sembilan bulan pertama tahun ini, ITMG telah menjual 17,1 juta ton batubara, naik 11,76% dari periode yang sama tahun lalu.

Namun, Yulius Kurniawan Gozali, Direktur Komunikasi Korporat ITMG, menyebutkan bahwa pendapatan perusahaan menurun akibat penurunan harga rata-rata penjualan batubara (Average Selling Price/ASP) sebesar 19,32% secara tahunan (yoy), dari US$ 119 per ton menjadi US$ 96 per ton. Hal ini menyebabkan laba bersih perseroan pada kuartal III-2024 turun 32,72% yoy menjadi US$ 273 juta. Meskipun demikian, margin laba bersih pada kuartal III-2024 meningkat menjadi 24% dibandingkan 19% pada periode yang sama tahun lalu.

ITMG menargetkan laba bersih tahun 2024 sebesar US$ 354 juta, meski realisasinya masih bergantung pada berbagai faktor seperti volume penjualan, harga komoditas, dan efisiensi biaya. Untuk mencapai target, ITMG fokus pada optimalisasi produksi dan pengendalian biaya, terutama di tengah tren harga batubara yang fluktuatif.

ITMG saat ini memiliki cadangan batubara sebesar 1,3 miliar ton dan berencana memanfaatkan sumber daya ini secara maksimal sambil menjalankan efisiensi operasional. Penurunan harga batubara di pasar ekspor pada tahun 2023 menyebabkan laba bersih ITMG turun signifikan sebesar 58,30%, dari US$ 1,2 miliar pada 2022 menjadi US$ 500,33 juta pada 2023.

Menurut Yulius, dinamika pasar dan harga batubara yang tidak dapat diprediksi menuntut perusahaan untuk terus menerapkan manajemen kas yang hati-hati serta strategi efisiensi untuk menjaga keberlanjutan operasional.

PT Timah Tbk TINS Mengisyaratkan Siap untuk Menebarkan Dividen

KT1 23 Nov 2024 Investor Daily (H)

PT Timah Tbk (TINS) mengisyaratkan siap untuk menebarkan dividen pada tahun buku 2024, setelah berhasil mengukir sebesar Rp 908,78 miliar dibanding FY23 yang menderita rugi sebesar Rp 449,67 miliar. Dari sini, TINS memproyeksikan kinerja akhir 2024 akan melampaui target. Direktur Keuangan dan manajemen Risiko PT Timah Tbk Fina Erliani memastikan, pencapaian kinerja TINS pada kuartal akhir 2024 akan lebih tinggi ketimbang kuartal sebelumnya. Begitu juga dengan kinerja 2025 yang ditargetkan tumbuh baik dari sisi produksi maupun labanya. Hanya saja, untuk rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2025 masih dalam proses penyusunan.

“Yang jelas kami pastikan pencapaian akhir 2024 akan lebih tinggi daripada kuartal ketiga dan kemungkinan besar akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan target RKAB 2024,” ucap Fina. Mengacu pada RKAB 2024, PT Timah menargetkan produksi timah di kisaran 19.000-20.000 ton. Sebagai kabar baik, pada kuartal sama tahun sebelumnya. Kemudian dari sisi efisiensi, Fina mengungkapkan, TINS juga berhasil melakukan efisiensi dari hulu hingga hilir, termasuk mampu mengendalikan arus kas dengan selektif terhadap penggunaan belanja modal (capital ekspenditure/capex). “Hal-hal tersebut yang kami lakukan sehingga dari sisi bottom line, kami mampu membukukan laba di kisaran Rp 909 miliar dan harga jual yang kami terima pada tahun ini naik US$ 4.000 jika disbanding tahun sebelumnya,” ujar dia. (Yetede)