;
Tags

Korporasi

( 1557 )

Merger Jumbo XL Axiata, Smartfren, dan SmartTel Ditargetkan Tuntas Semester I-2025

KT3 12 Dec 2024 Kompas

Operator telekomunikasi PT XL Axiata Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk, dan PT Smart Telecom mengumumkan tercapainya kesepakatan definitif untuk merger. Nilai gabungan pra-sinergi mencapai lebih dari 6,5 miliar USD atau Rp 104 triliun. Penggabungan ini akan membentuk entitas telekomunikasi baru bernama PT XLSmart Telecom Sejahtera (XLSmart) yang diharapkan selesai semester I-2025. Penandatanganan kesepakatan definitif merger berlangsung Selasa (10/12) di Jakarta. Dalam merger ini, XL Axiata akan menjadi entitas yang bertahan, sedangkan Smartfren Telecom (Smartfren) dan Smart Telecom (SmartTel) akan menggabungkan diri menjadi bagian dari XLSmart. Axiata Group Berhard (selaku pemegang saham utama XL Axiata) dan Sinar Mas (selaku pemegang saham pengendali di Smartfren) tetap menjadi pemegang saham pengendali bersama di entitas XLSmart.

Masing-masing akan memegang 34,8 % saham XLSmart dengan pengaruh yang sama untuk arah dan keputusan strategis perusahaan. Sebagai bagian dari penggabungan, Sinar Mas akan menerima 21,7 % saham di XLSmart, sedangkan saham Axiata akan menjadi 47,9 %. Pada saat selesainya transaksi, Axiata akan menerima saham hingga senilai 475 juta USD. Setelah transaksi ditutup, Axiata akan menerima 400 juta USD beserta tambahan 75 juta USD pada akhir tahun pertama, bergantung pada pemenuhan syarat-syarat tertentu. Estimasi sinergi sebelum pajak tahunan mencapai 300 juta USD-400 juta USD setelah penyelesaian integrasi. Hingga triwulan III-2024, jumlah pelanggan XL Axiata mencapai lebih kurang 58,6 juta dan Smartfren 35,9 juta.

Estimasi total pelanggan setelah merger menjadi 94,5 juta. Pada periode yang sama, total pendapatan XL Axiata tercatat Rp 33,8 triliun dan Smartfren Rp 11,6 triliun. Proyeksi pendapatan setelah merger adalah Rp 45,4 triliun atau 2,8 miliar USD. Dalam sesi konferensi pers, Rabu (11/12), di Jakarta, Group CEO dan Managing Director Axiata Vivek Sood mengatakan, merger akan membawahi efisiensi operasional. Berkisar 20-30 % titik infrastruktur jaringan yang tumpang tindih bisa dikurangi. XLSmart juga bisa berinvestasi secara selektif di beberapa kota dengan fokus pada profitabilitas, bisa menyamakan harga buku untuk mendapatkan harga terbaik, optimalisasi biaya akuisisi pelanggan, dan menyediakan pengalaman digital yang superior di era 5G. (Yoga)  


Episode Baru XLSmart Telecom Mencapai Kesepakatan Menuju Merger

KT1 12 Dec 2024 Investor Daily (H)
PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), dan PT Smart Telcom (SmartTel) mencapai kesepakatan difinitif untuk melakukan merger menjadi entitas baru bernama PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart) dengan nilai gabungan pra-sinergi mencapai lebih dari Rp104 triliun. Perusahaan yang dikendalikan Axiata Group Berhad dan Sinar Mas ini, akan menjadi kekuatan baru di sektor telekomunikasi di Tanah Air, dengan potensi pendapatan  hingga Rp 45 triliun. "Merger ini adalah upaya penting yang kami lakukan untuk memberikan nilai tambah besar kepada seluruh pemangku kepentingan melalui layanan yang prima, konektivitas digital, dan inovasi, termasuk untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam mendorong  transformasi digital," kata Chairman Sinar Mas Telecommunication and Technology Franky Oesman Widjaja. Penggabungan menjadi entitas baru ini ditargetkan rampung pada semester I-2024. Di mana XLSmart akan menjadi perusahaan telekomunikasi papan atas dengan jumlah pelanggan seluler mencapai 94,51 juta pengguna, dan memiliki pangsa pasar 27%1. XLSmart akan menghasilkan pendapatan proforma sebesar Rp45,4 triliun (US$ 2,8 miliar) dan EBITDA senilai lebih dari Rp22,4 triliun (US$ 1,4 miliar). 

Merger EXCL dan Sinar Mas Membentuk Raksasa Baru

HR1 12 Dec 2024 Kontan
Merger antara PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), dan PT Smart Telecom telah resmi disepakati dengan nilai gabungan pra-sinergi mencapai Rp 104 triliun atau US$ 6,5 miliar. Entitas baru bernama PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart) ini akan efektif beroperasi pada 15 April 2025, dengan Axiata Group Berhad dan Sinar Mas sebagai pemegang saham pengendali bersama, masing-masing memegang 34,8% saham.

Vivek Sood, Grup CEO Axiata, menyatakan bahwa merger ini diharapkan menghasilkan sinergi biaya signifikan, dengan estimasi manfaat sebelum pajak sebesar US$ 300–400 juta. XLSmart diproyeksikan memiliki 94,51 juta pelanggan, pangsa pasar 27%, dan pendapatan proforma Rp 45,4 triliun dengan EBITDA lebih dari Rp 22,4 triliun.

Niko Margaronis, Research Analyst BRI Danareksa Sekuritas, menilai merger ini memberikan keuntungan seperti peningkatan kapasitas spektrum, optimalisasi titik menara, dan peluang ekspansi di luar Jawa. Namun, dalam jangka pendek, dampaknya terhadap harga saham EXCL dan FREN masih terbatas.

Jimmy Paulus, Deputi Head of Research Sucor Sekuritas, menilai merger ini akan mendukung pertumbuhan jangka panjang XL Axiata dengan skala ekonomi yang lebih besar dan efisiensi operasional. Sucor Sekuritas tetap optimistis terhadap prospek EXCL dan XLSmart. Meskipun dampak bagi pemegang saham minoritas EXCL masih terbatas dalam waktu dekat, merger ini diyakini akan meningkatkan profitabilitas di masa depan.

Persaingan Industri Telekomunikasi Makin Sengit

HR1 12 Dec 2024 Kontan (H)

Industri telekomunikasi Indonesia akan mengalami perubahan signifikan dengan merger antara PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), dan PT Smart Telecom (SmarTel) menjadi entitas baru bernama PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart). Merger ini akan mengurangi jumlah operator telekomunikasi utama menjadi tiga: XLSmart, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Indosat Tbk (ISAT).

Vivek Sood, Grup CEO & Managing Director Axiata, menyatakan merger ini akan memperkuat skala bisnis dan kekuatan komersial EXCL. XLSmart diproyeksikan memiliki sekitar 94,5 juta pelanggan, setara dengan 27% pangsa pasar. Langkah ini juga bertujuan mentransformasi sektor telekomunikasi Indonesia menjadi pasar dengan tiga pemain besar.

Menurut Niko Margaronis, Equity Research Analyst BRI Danareksa Sekuritas, merger ini dapat memberikan manfaat skala ekonomi, seperti efisiensi biaya operasional dan pengeluaran modal, serupa dengan hasil merger Indosat Ooredoo Hutchinson sebelumnya, yang meningkatkan margin EBITDA ISAT hingga 733 basis poin sejak kuartal IV-2021.

Paulus Jimmy, Deputi Head of Research Sucor Sekuritas, menilai konsolidasi ini akan memperbaiki iklim persaingan industri telekomunikasi, dengan XLSmart berfokus pada pertumbuhan yang menguntungkan. Namun, Sukarno Alatas, Head of Research Kiwoom Sekuritas, mencatat bahwa XLSmart masih belum mampu menyaingi TLKM dalam hal pendapatan, laba, jumlah menara, dan pelanggan, meskipun jumlah pelanggan XLSmart hampir mendekati ISAT.

Bagi investor, merger ini membuka peluang investasi menarik. Sukarno merekomendasikan saham TLKM dan EXCL untuk pembelian, dengan target harga masing-masing Rp 3.200 dan Rp 2.600. Sementara Jimmy memilih ISAT dan EXCL untuk potensi pertumbuhan jangka panjang, sedangkan TLKM direkomendasikan untuk mereka yang mencari dividen.

Pertamina Menorehkan Capaian-capaian Swasembada Energi

KT1 11 Dec 2024 Investor Daily (H)
Di usia ke-67 tahun PT Pertamina (Persero) terus menorehkan capaian-capaian dalam mendukung kemandirian bangsa melalui swasembada energi. Capaian ini selaras dengan  program prioritas Pemerintah, sebagaimana yang tertuang  dalam Visi dan Misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri dalam sambutannya pada Syukuran HUT ke 67 Pertamina memegang amanah untuk penyediaan energi untuk Indonesia. "Selama 67 tahun, Pertamina terus bertransformasi, beradaptasi dan menjadi pilar utama yang menggerakkan roda kehidupan masyarakat. Ini sejalan dengan target swasembada energi Pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Simon. Simon menegaskan bahwa bisnis Pertamina yang terintergrasi dari hulu ke hilir berfokus pada upaya memastikan ketersediaan energi nasional. Pertamina saat ini telah mampu berproduksi migas mencapai 1 juta barel setara dengan  barel setara minyak per hari (BOEPD). Angka tersebut mencatat kontribusi nasional minyak 69% dan gas 34%. (Yetede)

Strategi Layanan Terpadu untuk Semua Segmen

HR1 10 Dec 2024 Kontan

Rencana strategis PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) dalam lima tahun ke depan yang bertajuk Siloam Generasi Baru digadang-gadang menjadi katalis bagi peningkatan kinerja. Analis Buana Capital, James Stanley dalam riset 29 November 2024 mengatakan, SILO menekankan empat pola dasar baru yang masing-masing disesuaikan dengan kebutuhan segmen pasien tertentu. Yakni premium specialist yang menyasar layanan premium dengan ekspertis berpengalaman tinggi. Ada enam unit RS yang disiapkan untuk itu. Kemudian premium generalist menyasar layanan premium full suite dengan level umum di sembilan RS. Value seeker sebanyak 13 RS yang fokus menciptakan solusi kesehatan dengan biaya terjangkau dan community generalist yang menciptakan aksesibilitas, berfokus pada layanan berkualitas di 13 RS. Selain itu SILO juga membangun empat RS baru dan perluasan empat RS yang dijadwalkan selesai pada tahun anggaran 2025-2026. Proyek ini akan menambah total 1.074 tempat tidur dalam dua tahun ke depan. Erni Marsella, Analis Ciptadana Sekuritas menambahkan, program program Siloam Generasi Baru fokus\ dalam upaya memperkuat retensi dan perekrutan tenaga medis melalui pendekatan berbasis pilar people first. 

Selain itu, emiten rumah sakit in telah mengalami perubahan kepemilikan saham mayoritas. Dengan demikian harapannya SILO memiliki kemampuan meningkatkan leverage -nya yang rendah pada sembilan bulan tahun ini. Peningkatan ini juga menjadi bentuk upaya dan komitmen SILO untuk mengakuisisi rumah sakit dari First Reit. Adapun laba kuartal ketiga 2024 SILO turun 10% menjadi Rp 321 miliar yoy. Sementara pendapatannya naik tipis sekitar 5% yoy menjadi Rp 3,10 triliun. Secara kumulatif, hingga September 2023 SILO mencetak laba Rp 635 miliar atau turun 26,1% yoy. Sedangkan pendapatan naik 10,6% yoy menjadi Rp 9,12 triliun. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, rencana selama lima tahun ke depan tersebut membuktikan komitmen dan upaya perusahaan untuk berkembang.

Grup Djarum Masuk ke Bisnis Kuliner dan Minuman

HR1 10 Dec 2024 Kontan (H)

Grup Djarum terus melebarkan sayap bisnisnya di luar industri rokok. Kali in, konglomerasi milik Keluarga Hartono ini merambah bisnis food and beverage (F&B) melalui akuisisi restoran cepat saji Bakmi GM. Melansir Dealstreet Asia, Grup Djarum disebut telah resmi mengakuisisi 85% saham PT Griya Mie Sejati, perusahaan yang menjadi induk dari Bakmi GM. Nilai akuisisi tersebut berada di kisaran Rp 2 triliun sampai Rp 2,4 triliun. KONTAN mencoba mengkonfirmasi isu akuisisi tersebut kepada Corporate Communication Manager Grup Djarum Budi Darmawan. Dia tidak membantah isu itu, namun enggan berkomentar lebih lanjut. Sejatinya, Grup Djarum telah akrab dengan industri yang berkaitan dengan makanan dan minuman. Pada 2018, Grup Djarum mendirikan PT Sumber Kopi Prima memproduksi Kopi Tubruk Gadjah dan Delizio Caffino. Selain itu, Grup Djarum juga memiliki PT Savoria Kreasi Rasa yang memproduksi berbagai produk makanan dan minuman. Beberapa di antaranya permen merek Fox's dan Shot, serta minuman isotonikHydroPlus. Produk-produk ini dibuat di dua pabrik yang berada di Cikupa, Banten dan Bogor, Jawa Barat 

Di luar bisnis F&B, baru-baru ini juga Grup Djarum melalui PT Lingkarmulia Indah melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement senilai Rp 2,25 triliun di PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) sebagai pengelola e-commerce Blibli. Pengamat Pasar Modal sekaligus Direktur Avere Investama Teguh Hidayat menilai, Grup Djarum melihat potensi besar pada Bakmi GM. Industri F&B, khususnya restoran cepat saji, sebenarnya sedang tertekan. Faktor pemicunya lebih disebabkan aksi boikot masyarakat yang menyasar beberapa merek asing. Dia juga menyebut, Grup Djarum diuntungkan dengan keberadaan platform Blibli yang mampu mengintegrasikan berbagai produk dan layanan jasa dari berbagai entitas usaha konglomerasi tersebut. Bukan tidak mungkin Bakmi GM turut digabungkan dalam ekosistem bisnis lewat Blibli. Sebagaimana konglomerasi pada umumnya, Grup Djarum diperkirakan akan melanjutkan ekspansi bisnis di sektor F&B atau sejenisnya. Grup Djarum diyakini akan lebih cermat melakukan ekspansi di sektor tersebut, dan berpotensi mengambil segmentasi pasar yang berbeda dengan kompetitor lainnya.

PT Integra Indocabinet Tbk Bareng Grup Ciputra Menandatangani Perjanjian Pengembangan Tanah

KT1 09 Dec 2024 Tempo
PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) resmi bermitra dengan PT Ciputra Cipta Cemerlang, cucu usaha dari PT Ciputra Development Tbk (CTRA). Keduanya menandatangi perjanjian mengembangkan tanah milik WOOD di Lingkar Timur, Wedoro Klurak, Sidoarjo, untuk menjadi kawasan perumahan. Direktur WOOD Wang Sutrisno mengatakan proyek ini merupakan salah satu kerja sama perusahaannya dengan Ciputra yang telah ditandatangani pada 6 Desember kemarin. Dia menyebut proyek ini akan berwujud perumahan hijau. “Ini akan menjadi salah satu proyek dengan konsep perumahan hijau dan modern yang strategis,” kata Sutrisno dalam keterbukaan informasi di situs Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 9 Desember 2024.  Sutrisno mengatakan proyek ini juga akan mengisi kekosongan pasar kelas menengah yang mencari konsep perumahan modern dengan rentang harga yang terjangkau.

“Perumahan modern dengan rentan harga yang relatif tidak mahal,” kata dia. Dari kerja sama ini, Sutrisno mengatakan perusahannya akan mendapat potensi pendapatan maupun laba dari penjualan perumahan.  Alasan Hashim Djojohadikusumo Minta Grup Ciputra dan Lainnya Tak Ikut dalam Proyek Rumah Desa di Era Prabowo. WOOD merupakan perusahaan manufaktur furnitur dan produk kayu yang didirikan pada 1989. WOOD juga memiliki beberapa kegiatan utama yang meliputi pembuatan furnitur kayu dan produk lainnya, konsesi perhutanan, ritel, dan distribusi furnitur. Produk-produk WOOD pun telah dijual secara domestik dan diekspor ke berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Kanada, dan negara-negara di Eropa. Saat ini, 85,5 persen produk WOOD diekspor, sementara hanya 14,5 persen yang dijual di pasar dalam negeri. (Yetede)

Anak Usaha Jadi Penopang Utama Kinerja Induk

HR1 06 Dec 2024 Kontan
Mayoritas anak usaha emiten tambang dan energi mencatatkan kinerja positif hingga kuartal III-2024, yang turut menopang performa induk usahanya. Misalnya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berhasil meningkatkan pendapatan sebesar 231,30% (yoy) menjadi US$ 108,47 juta, didukung kenaikan produksi dan harga jual emas. Menurut Agus Projosasmito, Direktur Utama BRMS, peningkatan kinerja ini juga membantu menjaga pendapatan konsolidasi induknya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), yang menghadapi penurunan penjualan batubara.

Sementara itu, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 1.044,26% (yoy) menjadi US$ 717,11 juta, dengan kontribusi signifikan terhadap induknya, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Laba bersih dari AMMN ke MEDC mencapai US$ 129 juta.

Menurut Miftahul Khaer dari Kiwoom Sekuritas, solidnya kinerja anak usaha didukung diversifikasi dan ekspansi induk usaha. Analis Arinda Izzaty Hafiya dari Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan bahwa kenaikan harga komoditas, terutama emas, juga menjadi katalis utama. Contohnya, PT Petrosea Tbk (PTRO), yang walaupun labanya menyusut, tetap agresif memperluas kontrak baru.

Dalam hal rekomendasi saham, Muhamad Heru Mustofa dari Phintraco Sekuritas merekomendasikan trading buy untuk AMMN dengan target Rp 9.950–Rp 10.200 dan buy on support untuk BRMS pada Rp 446–Rp 450. Selain itu, Rizal Nur Rafly dari Panin Sekuritas menjagokan ADMR dengan target harga Rp 1.800.

Kinerja gemilang anak usaha ini mencerminkan strategi diversifikasi dan optimalisasi segmen non-inti yang berhasil dilakukan emiten induk di tengah volatilitas industri tambang dan energi.

AP Integrasikan Bisnis Properti Bandara

HR1 03 Dec 2024 Kontan
Aksi merger entitas pelat merah kembali terjadi di sektor aviasi dan pariwisata Indonesia, kali ini melibatkan entitas usaha Angkasa Pura, yaitu PT Angkasa Pura Hotel (APH) dan PT Angkasa Pura Properti (APP), yang akan bergabung menjadi PT InJourney Aviation Service Properties (IASP). Langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan portofolio bisnis dan mengurangi tumpang tindih yang ada antara berbagai lini usaha dalam Grup Angkasa Pura.

Herry Gunawan, pengamat BUMN dari Datanesia Institute, menilai bahwa merger ini akan memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan dan mengurangi risiko tumpang tindih kegiatan usaha. Ia juga menyebutkan bahwa ini adalah bagian dari agenda konsolidasi yang lebih besar di tubuh Angkasa Pura untuk menciptakan efisiensi dalam menjalankan bisnis, yang mungkin akan diikuti dengan merger entitas lainnya dalam grup tersebut.