Larangan iPhone 16 Picu Hambatan Pasar Elektronik
Kinerja PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menghadapi tantangan signifikan setelah pelarangan penjualan iPhone 16 di Indonesia, yang diperkirakan dapat menekan penjualan pada kuartal terakhir 2024. Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Arinda Izzaty, menilai bahwa meskipun segmen ponsel ERAA kemungkinan terdampak, diversifikasi produk yang meliputi aksesoris, komputer, dan produk operator dapat membantu menjaga kinerja perusahaan. ERAA juga dapat mengandalkan segmen flagship Android yang lebih kompetitif dan program cicilan 0% untuk menjaga permintaan.
Selain itu, meskipun penjualan ponsel dan tablet mengalami penurunan, segmen aksesoris dan komputer menunjukkan pertumbuhan positif, memberikan dorongan bagi perusahaan. Namun, risiko suku bunga tinggi dan depresiasi rupiah tetap perlu diperhatikan, karena bisa mempengaruhi daya beli konsumen.
Alif Ihsanario, analis dari Ciptadana Sekuritas, memproyeksikan ERAA akan mencatatkan penjualan Rp 67,85 triliun dan laba bersih Rp 951 miliar pada 2024, meskipun dampak pelarangan iPhone 16 mungkin memperlambat penjualan di kuartal keempat. Jonathan Guyadi, analis Samuel Sekuritas, optimis bahwa daya beli masyarakat kelas menengah atas akan mendukung kinerja ERAA, dan valuasi saham yang murah memberikan peluang untuk membeli.
Meskipun tantangan terkait pelarangan iPhone 16 ada, ERAA masih memiliki peluang untuk mempertahankan kinerja yang solid berkat diversifikasi produk dan dukungan dari sektor lain.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023