Obligasi Korporasi: Peluang Baru untuk Keuntungan
Di tengah pasar yang lesu, obligasi korporasi muncul sebagai alternatif menarik bagi investor. Ramdhan Ario Maruto, Associate Director Fixed Income di Anugerah Sekuritas, menilai obligasi korporasi menawarkan yield yang lebih tinggi dibandingkan Surat Utang Negara (SUN) acuan 10 tahun yang saat ini berada di kisaran 6,8%-6,9%. Ini membuat obligasi korporasi menjadi pilihan yang lebih menarik, terutama di pasar yang masih menunjukkan tren naik.
Suhindaro, Kepala Divisi Riset di Pefindo, juga mengungkapkan bahwa obligasi korporasi memiliki risiko yang terukur dan memberikan imbal hasil lebih tinggi dibandingkan surat utang pemerintah. Misalnya, selisih imbal hasil antara obligasi korporasi dengan rating AAA dan obligasi pemerintah dengan tenor satu tahun mencapai 28 bps. Dia menilai, meski pasar masih volatile, investasi di surat utang korporasi tetap menjadi pilihan yang menarik.
Selain itu, Alvaro Ihsan, Analis Fixed Income di Sucorinvest Asset Management, menambahkan bahwa meskipun Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di 6%, penerbitan obligasi korporasi diperkirakan tetap semarak hingga akhir tahun. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan modal kerja dan refinancing perusahaan, serta potensi penurunan biaya dana yang mendorong emiten untuk menerbitkan surat utang.
Penerbitan obligasi korporasi juga tercatat meningkat, dengan total emisi mencapai Rp 112,3 triliun hingga 11 November 2024, menunjukkan pasar obligasi korporasi yang masih bergairah meskipun kondisi pasar yang penuh ketidakpastian.
Postingan Terkait
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
28 Jun 2025
Perang Global Picu Lonjakan Utang
25 Jun 2025
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
23 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023