Internasional
( 1369 )Berkah Natal Jutaan Dollar Mariah Carey
Seperti halnya umat Kristiani yang menantikan Natal, begitu
juga dengan penyanyi pop Mariah Carey. Bukan hanya merayakan hari raya
keagamaan, Carey juga menikmati berkah dalam arti harfiah, yakni pundi-pundi
yang menebal dari royalty atas lagu-lagu tematis Natal-nya. Padahal, rekaman
itu dirilis hampir tiga dekade lalu. Inilah contoh pendapatan pasif yang selalu
menguntungkan setiap tahun. Saban menjelang dan sesudah Natal, suara Mariah
Carey mendadak meramaikan hampir setiap sudut pusat perbelanjaan, restoran, dan
tempat publik lainnya. Bukan hanya di Indonesia, melainkan juga di berbagai belahan
negara lain. Lagu-lagu seperti ”All I Want for Christmas is You” dan ”Christmas
(Baby Please Come Home)” yang dinyanyikan penyanyi asal AS itu rutin diputar di
mana-mana. Dua lagu itu adalah bagian dari 10 lagu yang tergabung dalam album
Mariah Carey, Merry Christmas, yang dirilis tahun 1994 lalu. Nyaris genap tiga dekade
berselang, lagu-lagu di album itu tetap relevan dan seakan menjadi soundtrack
Natal.
Sampai 24 Desember 2023, lagu ”All I Want for Christmas is
You” sudah diputar 1,72 miliar kali di aplikasi pemutar musik Spotify oleh
pendengar di ratusan negara. Lagu ini termasuk 200 lagu yang telah
menembus 1 miliar kali diputar. Padahal, ada jutaan lagu yang terunggah di
Spotify. Dikabarkan oleh situs Billboard, lagu ini telah dikonsumsi 2,18 miliar
kali di AS sajaa, dalam bentuk pengunduhan lagu, pemutaran audio di aplikasi
musik, dan pemutaran video di Youtube. Kombinasi dari aktivitas ekonomi ini
menciptakan nilai 1,8 juta dollar AS (Rp 27,84 miliar) di AS saja untuk Carey
dan perusahaan rekamannya, Sony Music. Pendapatan ini belum termasuk keuntungan
dari penggunaan lagu untuk acara televisi ataupun sebagai soundtrack dari
berbagai acara bertema Natal. Ini pun belum termasuk pendapatan dari hak cipta
saat ada penyanyi lain yang ingin membuat aransemen ulang lagu tersebut. Padahal,
ada 125 penyanyi yang telah membuat ulang lagi ini. Salah satunya duet Mariah
Carey dengan Justin Bieber saat menyanyikan ulang lagu ini pada 2011 lalu.
Mengutip The Economist, berkat berbagai prestasi tersebut,
Mariah Carey dikabarkan meraup 2,5 juta dollar AS atau sekitar Rp 34,46 miliar
setiap tahun. The New York Post bahkan memperkirakan Carey mendapatkan 3 juta
dollar AS atau sekitar Rp 46,4 miliar setiap tahun. Ia masih mendapatkan pendapatan
lain dari royalti album lain, honor menjadi bintang iklan, ataupun konser.
Semua ini membawa Carey yang pada 2023 dikabarkan memiliki total kekayaan 350 juta
dollar AS atau sekitar Rp 5,41 triliun. Keputusan membuat album tematis Natal
pada 1994 lalu itu adalah keputusan yang sangat tepat. Mengutip Pew Research pada
2020, jumlah penganut Kristiani di seluruh dunia 2,38 miliar orang atau 30 %
penduduk dunia yang lebih kurang 8 miliar orang. Dari perspektif ekonomi, kita
bisa belajar dari Carey bagaimana jeli melihat potensi pasar yang pasti
(captive market) dari hari Natal yang rutin dirayakan sepertiga penduduk bumi
setiap tahun. Mengolah potensi pasar itu menjadi pendapatan pasif setiap tahun.
(Yoga)
Karpet Merah bagi Pelancong Asing
Industri pariwisata berangsur pulih ke kondisi sebelum
pandemi Covid-19, berkat meningkatnya jumlah kedatangan wisatawan mancanegara
di seluruh dunia setelah sejumlah negara mencabut pembatasan dan membuka diri.
China yang terkenal dengan pembatasan superketat menjadi negara terakhir yang
membuka pintu kembali pada turis asing, Maret 2023. China sadar perekonomiannya
melemah karena pariwisata anjlok selama pandemi. China lantas menggenjot jumlah
pelancong asing dengan menawarkan berbagai kemudahan, antara lain, kemudahan pengurusan
visa, penurunan biaya visa, pemberlakuan visa elektronik (e-visa), digitalisasi
proses sebelum bepergian, dan pemberian bebas visa pada negara-negara tertentu.
Laporan Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO) pada November 2023 menyebutkan,
situasi pariwisata internasional akhir 2023 mendekati kondisi sebelum pandemi.
Data terbaru menunjukkan 975 juta wisatawan mancanegara (wisman) bepergian pada
Januari- September 2023, meningkat 38 % dibandingkan periode yang sama pada
2022. Berbagai destinasi wisata dunia rata-rata menerima 22 % wisman lebih
banyak pada triwulan III-2023 dibanding tahun sebelumnya.
Banyaknya wisman yang datang meningkatkan penerimaan
pariwisata internasional, mencapai 1,4 triliun USD pada akhir 2023. Pada 2019, penerimaannya
sekitar 1,5 triliun USD. Dari seluruh negara di dunia, negara-negara di Timur Tengah
tahun ini menjadi satu-satunya kawasan yang melampaui tingkat kedatangan wisman
2019. Kunci keberhasilannya adalah fasilitasi visa, pengembangan destinasi
baru, investasi pada proyek-proyek baru terkait pariwisata, dan penyelenggaraan
acara-acara besar. Eropa yang menjadi tujuan wisata terbesar di dunia (56 %
total wisman dunia) pulih berkat wisman yang kebanyakan dari AS. Begitu pula Afsel.
Hanya Asia dan Pasifik yang tertahan di 62 % dari tingkat sebelum pandemi,
karena lambat membuka diri kembali untuk perjalanan internasional. Salah satu
contohnya China. Thailand memberlakukan bebas visa, spesifik bagi wisman dari
China, Kazakhstan, India, dan Taiwan, yang berlaku sementara, pada 25 September
2023-29 Februari 2024. Mereka mendapat masa tinggal 30 hari. Alasan Thailand
memilihChina sebagai target utama karena lebih dari 10 tahun wisman China
mendominasi wisatawan ke Thailand. Jumlahnya hampir 11 juta pada 2019 dan
menyumbang 27,6 % seluruh kedatangan wisman sebelum pandemi. Thailand menyadari
industri pariwisata adalah satu-satunya mesin ekonomi yang tersisa untuk
menghasilkan pendapatan dengan cepat.
Memperpanjang masa tinggal juga dapat memacu pengeluaran
pariwisata. Malaysia, misalnya, memperpanjang masa tinggal bagi warga Hong Kong
menjadi 90 hari dari semula 30 hari. Sementara Vietnam merevisi masa tinggal bebas
visa menjadi 45 hari dari semula 15 hari untuk negara-negara tertentu. Korsel
juga menyederhanakan prosedur masuk dan memberi izin tinggal hingga 30 hari
untuk mendongkrak pariwisata dan belanja dalam negeri. Jepang mengambil langkah
”lebih berani” dengan rencana mengizinkan pengusaha asing tinggal di Jepang
selama 2 tahun meski belum ada tempat usaha atau belum menanamkan investasi apa
pun. Situs Nikkei, 30 Oktober 2023, menyebutkan, kebijakan ini untuk membantu
mereka memulai bisnisnya dengan meringankan persyaratan tempat tinggal. Langkah
ini sekaligus mendorong perekonomian Jepang dengan menyuntikkan talenta
internasional. (Yoga)
SKANDAL DANA KAMPANYE, PM Kishida Didesak Mundur
PM Jepang Fumio Kishida harus berjuang keras menjaga kursi
dan pemerintahannya. Skandal dana kampanye membuat diri dan pemerintahannya
disasar dari dalam dan luar partai. Dalam laporan pada Jumat (15/12) Asahi
Shimbun menyebut kursi Kishida di partai dan pemerintahan diincar dua rekan
separtainya, Shigeru Ishiba dan Seiko Noda. Ishiba pernah menjabat Sekjen
Partai Demokrat Liberal (LDP). Sementara Noda pernah menjadi menteri di kabinet
Kishida. Noda dilaporkan telah mengumpulkan lagi orang-orang yang pernah
mendukungnya menjadi Ketua Umum LDP. Pada 2021, walau gagal, ia mencalonkan
diri menjadi Ketum LDP. Kini, Kishida menjadi Ketum LDP dan karena itu sekaligus
menjabat PM Jepang. Sementara Ishida malah menyatakan Kishida sudah tidak
pantas memimpin. Ishida sudah empat kali coba menjadi Ketum LDP dan semuanya gagal.
Pernyataan kali ini diduga upaya terbarunya menjadi Ketum LDP.
Pernyataan itu dilontarkan Ishida seiring semakin luasnya pemberitaan
soal skandal dana kampanye LDP. Sebagian faksi di LDP, termasuk pimpinan Kishida,
diduga tidak melaporkan sebagian hasil pengumpulan dana kampanye. Kejaksaan Tokyo
tengah menyelidiki kasus itu. Faksi terbesar di LDP, Seiwaken, menjadi sasaran
utama penyelidikan. Sebab, faksi itu diduga sengaja mendorong anggotanya
menyembunyikan sebagian hasil pengumpulan dana kampanye. Faksi itu diduga tidak
melaporkan dana kampanye hingga 54 juta yen. Seiwaken dituding memberi tahu
cara menyembunyikan dana kampanye dari otoritas. Para petinggi Seiwaken
dituding menerima dan memakai dana kampanye tidak sah. Disebut tidak sah karena
dana itu tidak dilaporkan ke otoritas. Kasus itu membuat kepercayaan publik terhadap
pemerintahan Kishida terpangkas menjadi hanya 17 %. Belum pernah ada
pemerintahan dengan tingkat penerimaan seperti Kabinet Kishida sekarang. Tingkat
kepercayaan masyarakat pada pemerintahan Kishida terus terpangkas. Penyelidikan
kasus itu akan menentukan kelanjutan pemerintahan dan karier politik Kishida. (Yoga)
WNI Kendalikan Judi Daring dari Kamboja
Maraknya judi daring di Indonesia diduga kuat terkait dengan
industri perjudian di Kamboja yang memang legal di negara tersebut. Industri
perjudian di Kamboja terindikasi melibatkan warga negara Indonesia atau WNI,
baik sebagai pekerja maupun pemodal. Situs-situs judi beroperasi dari Kamboja
mengincar pasar di Indonesia dengan tarif minimum deposit di bawah Rp 100.000.
Tim Investigasi Kompas melacak pengoperasian situs-situs judi daring berbahasa
Indonesia ke tiga lokasi di Kota Sihanoukville, Kamboja, awal Desember 2023. Ibu
kota Provinsi Sihanoukville ini menjadi salah satu tujuan pekerja migran
Indonesia. WNI di tempat itu sebagian besar bekerja pada sektor jasa, di
antaranya di kawasan Kompong Dewa Resort, Holiday Palace, dan Trimulia Casino. Merujuk
situs Kemendag Pemerintah Kerajaan
Kamboja, Senin (4/12) Kompong Dewa (tertulis ”Kampong Dewa”) tercatat sebagai
perusahaan properti. Kompong Dewa juga bagian dari lini bisnis sebuah grup
perusahaan di Indonesia, seperti tercantum dalam situsnya, https://www.jhlgroup.co.id/db/kompong-dewa-cambodia,
yang diakses pada Sabtu (9/12).
Kompas menemukan adanya aktivitas operasional judi daring Kompong
Dewa pada Senin hingga Rabu (4-6/12). Dari Gedung Sadewa di Kompong Dewa, tim
melihat orang-orang hilir mudik masuk dan keluar gedung seharian. Sebagian besar mengenakan pakaian kasual, seperti kaus
dan celana pendek. Ketika malam, dari dinding kaca gedung lantai tiga,tim
melihat 30 orang bekerja di depan computer. Asep, bu- kan nama sebenarnya,
pegawai yang turun dari lantai atas, membenarkan aktivitas di gedung adalah
pengoperasian judi daring meskipun tidak menyebutkan nama situs judi yang dioperasikannya.
”Iya (situs judi). Macam-macam yang kerja, ada telemarketing, saya di customer
service,” ujarnya di KD Bar & Cafe, Rabu (6/12) dini hari. Sekitar pukul
02.30, sedikitnya lima orang berbahasa Indonesia minum di KD Bar & Café, mengenakan
kaus dan jaket bertuliskan LXGROUP, yaitu sebuah situs judi.
Dubes RI untuk Kerajaan Kamboja Santo Darmosumarto mengakui
ada investasi WNI di bisnis perjudian. Namun, investor WNI harus bermitra
dengan warga Kamboja. Sebab, orang asing tak bisa memiliki properti. Bisnis
judi milik WNI terpusat di Kota Sihanoukville, seperti di Holiday Palace dan Kompong
Dewa Resort. ”Peraturannya, baik (judi) darat maupun online haram untuk orang
Kamboja. Jadi, mereka menyediakan ini untuk (orang) asing, baik pekerja maupun
pelanggan. Investor juga sama, baik Indonesia maupun Tiongkok,” katanya, Selasa
(28/11). Catatan Kedubes RI Phnom Penh, perusahaan yang mempekerjakan WNI di
Kamboja ada 250 perusahaan. Sebagian besar terkait industri perjudian, baik sebagai
bisnis utama maupun pendukung. Merespons ini, Polri berusaha menindak berbagai
bentuk promosi judi daring di Indonesia. ”Selain penegakan hukum, kami juga melakukan
pendekatan lunak dengan memberikan literasi, pendidikan ke masyarakat terkait bahaya
judi online,” kata Kasubdit 2 Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri
Kombes Rizki Agung Prakoso, Selasa (21/11). (Yoga)
Inggris Fokus Basmi Kemiskinan
Komitmen Dana Terkumpul 792 Juta Dollar AS
Ancaman Perdagangan Global
Dalam satu tahun terakhir, WTO mencatat lonjakan angka restriksi perdagangan yang
dinilai bisa menghambat perdagangan dan pertumbuhan ekonomi global (Kompas, 9/12).
Proyeksi pertumbuhan perdagangan dunia 0,8 % pada 2023 lebih rendah daripada
prediksi sebelumnya, 1,7 %. WTO bahkan mengingatkan, perlambatan pertumbuhan
perdagangan dunia tahun ini dan tahun depan bisa lebih tajam jika restriksi
perdagangan dan proteksionisme berlanjut. Tren peningkatan proteksionisme sebenarnya
bukan baru terjadi sekarang. Kebijakan restriksi perdagangan dan investasi
lintas batas negara yang sifatnya unilateral, dalam catatan Dana Moneter
Internasional (IMF), melonjak tajam satu dekade terakhir. Lonjakan restriksi
perdagangan ini membalikkan tren liberalisasi yang terjadi selama abad ke-20. Tahun
lalu, jumlah restriksi baru dalam perdagangan barang, jasa, dan investasi
melonjak 14 % dibandingkan dengan 2021, mencapai 2.600 kasus atau enam kali
lipat tahun 2013. Lonjakan tajam terutama terjadi selama pandemi Covid-19 dalam
bentuk restriksi ekspor barang medis, seperti vaksin.
Peningkatan tajam restriksi ekspor/impor juga terjadi selama
perang Rusia-Ukraina dan perang dagang AS-China. Ada kekhawatiran, fragmentasi
geoekonomi yang terjadi sekarang akan menuntun pada terbelahnya dunia menjadi
dua blok perdagangan yang eksklusif. Kubu pertama merupakan kelompok negara
yang beraliansi dengan AS dan Uni Eropa. Kubu kedua terdiri atas negara-negara
yang beraliansi dengan China dan Rusia. Ketegangan geopolitik, terutama sebagai
efek perang dagang AS-China dan perang Rusia-Ukraina, juga memunculkan fenomena
friendshoring, near-shoring, reshoring, yakni banyak negara cenderung hanya mau
berdagang dengan negara yang dekat, dianggap sebagai teman, atau memiliki kesamaan
aliansi politik. Fragmentasi global ini, dalam perhitungan IMF, berpotensi mengakibatkan
hilangnya secara permanen 2,3 % PDB global. Indonesia dan negara berkembang
lain dirugikan akibat hilangnya akses ke pasar penting, baik ekspor maupun
impor. (Yoga)
Skandal Dana Kampanye Landa AS-Jepang
Partai-partai berkuasa di AS dan Jepang diguncang dugaan
pelanggaran aturan pendanaan kampanye. Sebagian penyumbang berusaha membeli
pengaruh politik lewat sumbangan kampanye dalam jumlah besar. AS-Jepang sejak
lama punya aturan pendanaan kampanye. Secara resmi, partai dan politisi bisa
mengumpulkan sumbangan kampanye. Syaratnya, sumbangan dan pemberi kategori
tertentu dlaporkan ke otoritas. Kelompok penggalangan dana kampanye juga
sekaligus berfungsi sebagai kelompok lobi. Hal itu, antara lain, terbukti pada
American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) dan sejumlah kelompok aksi
politik (PAC) di AS. Secara terbuka, AIPAC dan sejumlah PAC mendanai politisi
yang mau mendukung agenda politik mereka. Semua itu diizinkan dalam aturan AS.
Sejumlah politisi, staf kampanye, dan penyumbang telah didakwa atau divonis
soal pelanggaran dana kampanye. Mantan anggota DPR AS, George Santos, dan
mantan bendaharanya, Nancy Marks, dijerat dakwaan pelanggaran aturan pendanaan
kampanye. Departemen Kehakiman AS juga tengah menuntut Sam Bankman-Fried.
Mantan pendiri dan pemimpin FTX, bursa perdagangan kripto, itu didakwa
melanggar aturan dana kampanye dengan mengucurkan 100 juta dollar AS kepada
politisi Demokrat dan Republikan.
Di Jepang, dugaan pelanggaran aturan pendanaan kampanye
melanda Partai Demokrat Liberal (LDP). Dilaporkan kantor berita Kyodo pada
Jumat (8/12) politisi LDP sekaligus jubir kabinet, Hirokazu Matsuno, dituding
menerima 10 juta yen. Matsuno menyebut faksinya di LDP sedang menyelidiki
tudingan itu. Ia menegaskan tak akan mengundurkan diri dari kabinet. Kasus itu
mulai diselidiki Kejaksaan Tokyo. Sebagian
anggota parlemen dari LDP secara sukarela memberi keterangan ke kejaksaan.
Pemeriksaan besar-besaran direncanakan pekan depan saat masa reses parlemen
dimulai. Dosen pidana pada Kobe Gakuin University, Hiroshi Kamiwaki, telah
memeriksa isu itu. Karena itu, ia melaporkannya kepada aparat. Sejumlah akuntan
yang mengaudit keuangan LDP telah dilaporkan. Para akuntan itu dituding
terlibat pelanggaran UU Pengendalian Pendanaan Politik. Pelanggaran diduga
terjadi pada 2018-2021. Faksi terbesar di LDP, Seiwaken, mengaku menerima 660
juta yen dalam lima tahun terakhir. Dana itu, dibagi kepada 100 anggota faksi
tersebut. Sebagian, termasuk Matsuno, dituding menerima sedikitnya 10 juta yen.
Dana untuk Matsuno dan politisi lain dipersoalkan karena tak dilaporkan. (Yoga)
WTO: Restriksi Dagang Makin Meningkat
Jumlah restriksi atau pembatasan ekspor dan impor di
negara-negara anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) semakin meningkat.
Kondisi itu memperburuk perdagangan global tahun ini dan berpotensi menghambat
laju pertumbuhan sektor tersebut tahun depan. WTO, Kamis (7/12) waktu setempat,
melaporkan, dalam periode 16 Oktober 2022-15 Oktober 2023, terdapat 193
pembatasan perdagangan barang. Dari total tersebut, dua di antaranya berupa
restriksi ekspor sebanyak 99 pembatasan (51 %) dan impor 93 pembatasan (48 %).
Total nilai pembatasan barang ekspor dan impor itu 337,1 miliar USD, meningkat
dibandingkan medio Oktober 2021-medio Oktober 2022 yang mencapai 278 miliar USD.
Pembatasan ekspor dilakukan untuk mengamankan stok dan kebutuhan dalam negeri,
sedangkan pembatasan impor terutama guna melindungi produk dan industri
domestik. Restriksi ekspor pangan, pakan, dan pupuk juga masih banyak, yakni 75
pembatasan dari 122 tindakan serupa yang muncul sejak perang Rusia-Ukraina pada
Februari 2022.
Negara-negara yang membatasi ekspor komoditas-komoditas itu,
antara lain, Rusia dan Ukraina (pupuk dan gandum); India, Mesir, dan Kirgistan
(beras); serta Maroko (bawang, tomat, dan kentang). Sementara itu, dalam periode
yang sama, langkah-langkah fasilitasi perdagangan justru turun dari 406 upaya
menjadi 303 upaya. Total nilai barang yang diurai hambatan perdagangannya juga
turun dari 1.160,5 miliar USD menjadi 977,2 miliar USD. Dirjen WTO Ngozi
Okonjo-Iweala mengatakan, di tengah upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan
perdagangan global pascapandemi Covid-19, fasilitasi perdagangan sangat penting
dilakukan. Melalui fasilitasi dagang itu, semua negara dapat mengakses berbagai
jenis komoditas global, terutama pangan, pakan, dan pupuk. Fasilitasi
perdagangan juga dapat menekan biaya ekspor dan impor serta menjadi alat
berharga melawan tekanan inflasi. Oleh karena itu, restriksi ekspor
komoditas-komoditas penting, termasuk pangan, perlu dihapus. (Yoga)
RANTAI PASOK GLOBAL, Tren Proteksionisme Bakal Kian Intens
Mantan Mendag Mari Elka Pangestu dalam Annual International
Forum of Economic Development and Public Policy atau AIFED ke-12 mengatakan,
tren proteksionisme hijau oleh negara maju akan semakin intens. Tidak hanya
dilakukan oleh Uni Eropa dan AS, tetapi juga negara maju lainnya. ”Jangan harap
tensi perdagangan global akan mereda dalam waktu dekat. Selain fragmentasi
geoekonomi, kita juga menghadapi
restriksi karena komoditas kita dianggap menghasilkan karbon tinggi. Ke depan
akan lebih kompleks. Kita harus belajar hidup dengan situasi ini dan mencari
strategi baru untuk bertahan di rantai pasok,” katanya, Kamis (7/12), di Nusa
Dua, Bali.
Menurut dia, tren tersebut tidak bisa dihindari. Agar bisa kompetitif,
suatu negara harus jadi bagian dari rantai pasok yang berkelanjutan. Untuk itu,
Indonesia mesti konsisten dengan komitmennya melakukan dekarbonisasi. Saat ini
25 % ekonomi Indonesia masih menghasilkan karbon yang cukup tinggi, seperti
pertambangan (14,07 %), agrikultur (9,22 %), perikanan (2,58 %), dan kehutanan
(0,6 %). Namun, bukan berarti Indonesia hanya diam. Menurut Mari, lobi-lobi
perlu lebih digencarkan agar standar ”kehijauan” yang diterapkan negara maju
itu bisa diturunkan sesuai kapasitas negara berkembang. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Momentum Harga Minyak Mentah
30 Mar 2020 -
Mudik Picu Ledakan Kasus di Daerah
27 Mar 2020









