;

TIMUR TENGAH, Semakin Sulit Cegah Perluasan Perang

Ekonomi Yoga 10 Jan 2024 Kompas (H)
TIMUR TENGAH,
Semakin Sulit Cegah
Perluasan Perang

Upaya mencegah perluasan perang di Timur Tengah semakin sulit. Pada Selasa (9/1/2024), serangan udara di Ghandouriyeh, Lebanon selatan, menewaskan tiga anggota Hezbollah. Nama dan jabatan mereka tidak diungkap. Hezbollah malah mengumumkan serangan ke markas militer Israel di Safed, yang disebut pembalasan atas pembunuhan komandan Hezbollah, Wisam Hassan al-Tawil, dan petinggi Hamas, Saleh Mohammed al-Arouri. Arouri tewas akibat serangan pada 2 Januari 2024 di Beirut. Sementara Tawil tewas akibat serangan pada Senin di Khirbet Silem, Lebanon selatan. Pembunuhan Tawil terjadi di tengah tur lawatan Menlu AS Antony Blinken ke sejumlah negara Timur Tengah, yang menurut Deplu AS, untuk mengurangi ketegangan kawasan akibat perang Hamas-Israel, juga mencegah eskalasi perang ke Lebanon.

Menlu Israel, Israel Katz, mengonfirmasi Israel di balik pembunuhan Tawil. ”Terkait serangan di Lebanon selatan,  kami bertanggung jawab atas pembunuhan Komandan Pasukan Radwan,” ujar Katz kepada televisi Israel, Channel 14, seperti dikutip The Jerusalem Post. Pembunuhan Tawil merupakan rangkaian lanjutan bibit-bibit eskalasi meluasnya perang Hamas-Israel ke Lebanon. Selama beberapa pekan terakhir, pejabat Israel mendesak agar Pasukan Radwan ditarik menjauh dari area perbatasan. Tujuannya, Israel ingin me- ngembalikan lagi puluhan ribu warga Israel di sekitar perbatasan yang diungsikan karena intensifnya pertempuran lintas perbatasan menyusul perang Hamas-Israel di Gaza. Dalam kunjungan ke Israel, Desember 2023, Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan menyatakan hasil negosiasi merupakan cara terbaik guna memastikan kembalinya warga Israel utara di wilayah perbatasan dengan Lebanon, yang tengah diungsikan, ke permukiman masing-masing. Saran itu hanya indah diucapkan, tetapi sulit dijalankan, setidaknya saat ini.

Menlu Lebanon Abdallah Bou Habib, seperti dikutip harian Israel, Haaretz, menyatakan siap mengimplementasikan Resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB, yang berisi pasukan Hezbollah tidak akan dikerahkan ke selatan Sungai Litani. Di sisi lain, tentara Lebanon akan mengontrol seluruh wilayah negeri hingga wilayah perbatasan dengan Israel. Namun, Israel ”harus mundur sepenuhnya dari seluruh teritorial Lebanon dan tidak lagi melanggar wilayah darat, laut, dan udara (Lebanon)”. Salah satu pelanggaran itu adalah serangan yang menewaskan Arouri. Beirut mengadukan serangan itu ke DK PBB. Sementara Hezbollah menetapkan syarat penghentian agresi Israel ke Gaza jika situasi keamanan di perbatasan Lebanon-Israel akan dinegosiasikan. Hal ini ditegaskan Sheikh Ali Damoush, Wakil Ketua Dewan Eksekutif Hezbollah, seperti dikutip Al Jazeera. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :