TIMUR TENGAH, Semakin Sulit Cegah Perluasan Perang
Upaya mencegah perluasan perang di Timur Tengah semakin
sulit. Pada Selasa (9/1/2024), serangan udara di Ghandouriyeh, Lebanon selatan,
menewaskan tiga anggota Hezbollah. Nama dan jabatan mereka tidak diungkap.
Hezbollah malah mengumumkan serangan ke markas militer Israel di Safed, yang disebut
pembalasan atas pembunuhan komandan Hezbollah, Wisam Hassan al-Tawil, dan
petinggi Hamas, Saleh Mohammed al-Arouri. Arouri tewas akibat serangan pada 2
Januari 2024 di Beirut. Sementara Tawil tewas akibat serangan pada Senin di
Khirbet Silem, Lebanon selatan. Pembunuhan Tawil terjadi di tengah tur lawatan
Menlu AS Antony Blinken ke sejumlah negara Timur Tengah, yang menurut Deplu AS,
untuk mengurangi ketegangan kawasan akibat perang Hamas-Israel, juga mencegah
eskalasi perang ke Lebanon.
Menlu Israel, Israel Katz, mengonfirmasi Israel di balik pembunuhan
Tawil. ”Terkait serangan di Lebanon selatan,
kami bertanggung jawab atas pembunuhan Komandan Pasukan Radwan,” ujar
Katz kepada televisi Israel, Channel 14, seperti dikutip The Jerusalem Post.
Pembunuhan Tawil merupakan rangkaian lanjutan bibit-bibit eskalasi meluasnya perang
Hamas-Israel ke Lebanon. Selama beberapa pekan terakhir, pejabat Israel
mendesak agar Pasukan Radwan ditarik menjauh dari area perbatasan. Tujuannya,
Israel ingin me- ngembalikan lagi puluhan ribu warga Israel di sekitar perbatasan
yang diungsikan karena intensifnya pertempuran lintas perbatasan menyusul
perang Hamas-Israel di Gaza. Dalam kunjungan ke Israel, Desember 2023,
Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan menyatakan hasil negosiasi
merupakan cara terbaik guna memastikan kembalinya warga Israel utara di wilayah
perbatasan dengan Lebanon, yang tengah diungsikan, ke permukiman masing-masing.
Saran itu hanya indah diucapkan, tetapi sulit dijalankan, setidaknya saat ini.
Menlu Lebanon Abdallah Bou Habib, seperti dikutip harian
Israel, Haaretz, menyatakan siap mengimplementasikan Resolusi 1701 Dewan Keamanan
PBB, yang berisi pasukan Hezbollah tidak akan dikerahkan ke selatan Sungai
Litani. Di sisi lain, tentara Lebanon akan mengontrol seluruh wilayah negeri hingga
wilayah perbatasan dengan Israel. Namun, Israel ”harus mundur sepenuhnya dari
seluruh teritorial Lebanon dan tidak lagi melanggar wilayah darat, laut, dan
udara (Lebanon)”. Salah satu pelanggaran itu adalah serangan yang menewaskan
Arouri. Beirut mengadukan serangan itu ke DK PBB. Sementara Hezbollah menetapkan
syarat penghentian agresi Israel ke Gaza jika situasi keamanan di perbatasan
Lebanon-Israel akan dinegosiasikan. Hal ini ditegaskan Sheikh Ali Damoush,
Wakil Ketua Dewan Eksekutif Hezbollah, seperti dikutip Al Jazeera. (Yoga)
Postingan Terkait
Eskalasi Konflik Amerika Serikat – Iran
Amankan Pasokan BBM Dalam Negeri
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Ketegangan AS–Iran Tekan Sentimen Pasar Global
Pasar Dalam Tekanan
SBY Peringatkan Ancaman Perang Global
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023