Momentum Harga Minyak Mentah
Merebaknya virus dari Wuhan secara masif merontokan rantai pasok energi di seluruh dunia. Harga minyak mentah terperosok hingga level 20-an dollar AS per barel. Awalnya negara pengara pengekspor minyak yang tergabung dalam OPEC berniat mengurangi produksi untuk mencegah keterpurukan harga lebih dalam. OPEC bernegosiasi dengan negara-negara mitra strategis yakni Rusia. Rusia enggan memotong produksi minyaknya. Sampai akhirnya harga minyak jenis Brent jatuh hingga ke level 22 dollar AS per barel beberapa waktu lalu.
Sebagai negara pengimpor bersih minyak seharusnya Indonesia dapat mengambil manfaat dari kejatuhan harga minyak ini. Sayangnya pada saat yang sama terdepresiasi hingga level Rp 16.600 per dollar AS. Salah satu manfaat yang didapat adalah penurunan harga BBM non subsidi. Tercatat sebanyak 2 kali PT Pertamina (persero) menurunkan harga jual BBM jenis pertamax (gasoline) dan pertadex (gasoil). Per 5 Januari harga pertamax turun dari Rp 9.850 per liter menjadi Rp 9.200 perliter lalu menjadi Rp 9.000 per liter per 1 Februari 2020.
Di masa lalu, dana Rp 200 triliun per tahun dikucukan untuk memberi subsidi BBM dan elpiji. Dengan kebijakan harga BBM yang logis tidak perlu anggaran subsidi sebanyak itu. Dana tersebut bisa dipakai untuk memperkuat infrastruktur atau pengembangan SDM.
Tags :
#Minyak MentahPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023