;

Pertumbuhan Ekonomi Diperkirakan di Bawah 4 Persen

Ekonomi Leo Putra 27 Mar 2020 Tempo, 26 Maret 2020
Pertumbuhan Ekonomi Diperkirakan di Bawah  4 Persen

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio Nugroho, menyatakan wabah corona akan memperlambat laju pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan kajian Indef, kata dia, wabah corona akan berdampak besar padalaju konsumsi rumah tangga dalam jangka pendek.

Menurut Andry, turunnya konsumsi membuat pertumbuhan PDB merosot menjadi 3,58 persen hingga 3,66 persen.Angka ini jauh di bawah asumsi APBN 2020 yang mencapai 5,3 persen. Dia juga mengatakan wabah corona akan menurunkan PDRB di semua provinsi. Penurunan PDRB didorong oleh lesunya produktivitas sektoral yang menyebabkan penyerapan tenaga kerja minim. Andry mengatakan ada dua sektor yang paling terkena dampak wabah corona, yaitu jasa pariwisata dan penerbangan. Saat ini, pendapatan hotel sudah turun menjadi hanya rata-rata 20-50 persen. Begitu juga dengan restoran. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan telah membuat skenario pasca-wabah corona meluas. Menurut dia, jika wabah ini berlangsung hingga lebih dari enam bulan, skenario paling buruk ialah pertumbuhan ekonomi hanya 2,5 persen atau bahkan sampai 0 persen. Menurut Sri, skenario ini terjadi jika protokol lockdown berlaku di Indonesia. Adapun dalam skenario paling moderat, kata Sri, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap bertahan di atas 4 persen. Direktur Riset Center of Reform on Economy Piter Abdullah mengatakan wabah corona juga bisa menyebabkan kenaikan angka kemiskinan. Berdasarkan data BPS, penduduk miskin di Indonesia mencapai 24,7 juta jiwa pada September 2019. Angka ini merepresentasikan 9,22 persen dari total penduduk di Indonesia.


Download Aplikasi Labirin :