;
Tags

Internasional

( 1352 )

Dunia Serukan Israel-Palestina Menahan Diri

KT3 08 Oct 2023 Kompas (H)

Konflik Israel dan Palestina memanas setelah Hamas di Palestina menyerang Israel dengan sedikitnya 5.000 roket hanya dalam waktu 20 menit. Hamas yang saat ini menguasai Jalur Gaza juga mengirimkan gerilyawannya menyusup ke sejumlah kota di Israel, baik melalui darat, laut, maupun udara. Membalas serangan itu, Israel menyatakan perang terhadap Hamas dan akan membalas dengan mengerahkan segala kekuatan. Serangan dari arah Gaza terjadi sejak Sabtu (7/10) pagi. Hingga berita ini ditulis, dikabarkan baku tembak antara tentara Israel dan anggota Hamas masih terjadi. Sedikitnya 40 warga Israel dilaporkan tewas dan ratusan orang lainnya terluka. Selain itu, beberapa warga Israel ditangkap gerilyawan Palestina dan dibawa ke Gaza. Menyikapi eskalasi konflik tersebut, sejumlah negara, seperti Mesir, Turki, Arab Saudi, Oman, dan Rusia, meminta Israel dan Palestina menahan diri semaksimal mungkin agar situasi tidak memburuk dan mengancam hidup warga sipil.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta Israel dan Palestina menahan diri dari tindakan permusuhan yang bisa memperburuk situasi. Sementara Menlu Mesir Sameh Shukri telah menghubungi Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell untuk membicarakan perkembangan situasi di Israel dan Palestina. Kantor berita Rusia, Interfax, menyebutkan, Pemerintah Rusia juga buru-buru mengontak Israel, Palestina, dan negara-negara Arab terkait isu ini. Rusia meminta Israel dan Palestina segera melakukan gencatan senjata. ”Tentu saja kami selalu menyerukan mereka untuk menahan diri,” kata Wakil Menlu Rusia Mikhail Bogdanov. Washington juga meminta para pihak untuk menahan diri. Meskipun demikian, AS mengecam serangan Hamas. Sebaliknya, Presiden Palestina Mahmoud Abbas, dikutip kantor berita resmi Palestina, WAFA, menegaskan, rakyat Palestina memiliki hak untuk membela diri terhadap terror yang dilakukan Israel. (Yoga) 

Perdagangan Dunia Tumbuh 0,8 Persen

KT3 07 Oct 2023 Kompas

Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO memperkirakan volume perdagangan barang dunia pada 2023 hanya tumbuh 0,8 %. Untuk meredam dampak rembetan perlambatan perdagangan dunia itu, Kemendag menggulirkan sejumlah strategi. Pada 5 Oktober 2023, WTO merevisi turun pertumbuhan volume perdagangan barang dunia menjadi 0,8 % dari proyeksi April 2023 yang sebesar 1,7 %.  Perlambatan perdagangan dunia itu merupakan imbas dari rentetan berbagai persoalan.

Persoalan itu mulai dari inflasi tinggi dan kebijakan moneter yang ketat di AS dan Uni Eropa serta sejumlah negara lain, hingga masih berlanjutnya konflik Rusia-Ukraina. Faktor lainnya adalah terhambatnya pemulihan ekonomi China pascapandemi Covid-19 akibat tekanan pada pasar properti di negara tersebut. Kendati begitu, WTO melihat prospek perdagangan dunia pada 2024 relatif lebih positif. Volume perdagangan dunia tahun depan diperkirakan tumbuh 3,3 persen. Namun, prospek positif itu dapat terancam rantai pasok dunia yang mulai terfragmentasi akibat ketegangan geopolitik, termasuk konflik Rusia-Ukraina. (Yoga) 

Harga Tinggi, OPEC+ Tetap Pangkas Produksi

KT3 06 Oct 2023 Kompas
Panel menteri negara-negara OPEC+, Rabu (4/10/2023), memutuskan akan mempertahankan pemangkasan produksi minyak agar harga minyak global tetap berada pada level saat ini. Mereka pun bersiap menurunkan jumlah produksi guna menjaga harga tidak terkoreksi. Pekan lalu, harga minyak mentah sudah mendekati 100 dollar AS per barel. Kenaikan ini terjadi setelah Arab Saudi dan Rusia memangkas jutaan barel produksi mereka. (Yoga)

Dampak Fragmentasi Pasar Komoditas Dunia

KT3 05 Oct 2023 Kompas

Pasar komoditas dunia terfragmentasi pasca perang Rusia-Ukraina. Banyak negara yang membatasi perdagangan komoditas, terutama pangan dan mineral sehingga harganya melonjak tinggi. Jika tidak segera diatasi, ketahanan pangan dan transisi hijau bisa terancam. Ketahanan pangan bahkan semakin tertekan akibat dampak cuaca ekstrem. Hal itu mengemuka dalam laporan Dana Moneter Internasional (IMF) tentang Fragmentasi Geoekonomi Mengancam Ketahanan Pangan dan Transisi Energi Bersih. Laporan itu merupakan salah satu bagian dari Tinjauan Ekonomi Dunia IMF Oktober 2023 yang dirilis, Selasa (3/10) di Washington, AS, waktu setempat. IMF menyebutkan, pada 2022, kerugian ekonomi dunia akibat fragmentasi komoditas sebesar 0,3 % dari PDB global yang senilai 101,003 triliun USD.

Nilai kerugian itu masih relatif kecil karena ada efek penyeimbang di negara-negara produsen dan konsumen kendati beban terbesarnya ditanggung negara-negara berpenghasilan rendah dan rentan. Namun, negara-negara berpenghasilan rendah dan rentan dapat mengalami kerugian ekonomi jangka panjang rata-rata 1,2 % PDB. Bagi beberapa negara, kerugiannya bisa mencapai 2 % PDB. Faktor penyebab yang paling dominan adalah gangguan impor pangan karena negara-negara tersebut sangat bergantung pada pangan yang didatangkan dari negara lain. Fragmentasi pasar komoditas global menjadi dua blok geopolitik itu mencuat sejak perang Rusia-Ukraina. Hal itu dapat menyebabkan perbedaan harga yang besar antar blok pendukung Rusia, termasuk China, dan pendukung Ukraina, seperti AS dan Uni Eropa, khususnya komoditas pertanian dan mineral. (Yoga) 

Stok Berlimpah, India Pangkas Impor CPO

KT3 05 Oct 2023 Kompaa

Dengan stok yang masih berlimpah, pada September lalu India memangkas impor minyak nabati hingga 19 % dibandingkan impor pada Agustus. ”Persediaan minyak nabati telah mencapai tingkat tertinggi sepanjang masa karena rekor impor pada bulan Juli dan Agustus,” kata Rajesh Patel dari GGN Research, sebuah lembaga penelitian di bidang industri pertanian di India, Rabu (4/10). ”Itulah alasan mengapa importir minyak nabati melakukan jeda pembelian saat ini”.

Menurut Solvent Extractors’ Association of India (SEA), sebuah asosiasi perdagangan minyak nabati India, stok minyak nabati India saat ini mencapai lebih dari 3,7 juta ton. Pada September tahun lalu, stok minyak nabati India hanya 2,4 juta ton. Pemangkasan volume impor itu diduga bakal memengaruhi pasokan minyak nabati global dan berdampak pada harga komoditas tersebut. Yang patut diperhatikan adalah sebagian besar minyak nabati yang diimpor India merupakan CPO. Apabila dibandingkan dengan pembelian pada Agustus, impor minyak sawit India pada September pun terpangkas hingga 26 % menjadi 830.000 ton. Saat ini India mengimpor CPO asal Indonesia, Malaysia, dan Thailand. (Yoga) 

Beban Ganda Perdagangan Maritim Dunia

KT3 02 Oct 2023 Kompas

Industri perdagangan maritim global tengah menghadapi dua tantangan besar. Di satu sisi, pertumbuhannya masih lambat kendati berangsur pulih. Di sisi lain, sektor tersebut perlu mewujudkan pelayaran hijau bebas karbon. Kedua poin itu menjadi bahasan pokok Ulasan Perdagangan Maritim 2023 Konferensi Perdagangan dan Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNCTAD). Laporan bertajuk ”Menuju Transisi Hijau dan Adil” tersebut dirilis UNCTAD pada 27 September 2023, di Geneva, Swiss, waktu setempat. Pada 2022, volume perdagangan maritim terkontraksi atau tumbuh minus 0,4 %. Namun, tahun ini, perdagangan tersebut dapat tumbuh lebih baik meski masih lambat. UNCTAD memperkirakan pertumbuhan volume perdagangan maritim global pada 2023 sebesar 2,4 %. Untuk jangka menengah, 2024-2028, perdagangan maritim diperkirakan tumbuh lebih dari 3 %. Angka itu masih di bawah rata-rata pertumbuhan perdagangan maritim tiga dekade sebelumnya, di 7 %. Hal itu terjadi lantaran pasokan dan permintaan global belum seimbang. Perang Rusia dan Ukraina menjadi hambatan pelayaran barang. Sebagian alur perdagangan maritim berubah dan bertambah panjang.

Industri pelayaran global dituntut pula berkontribusi mengatasi perubahan iklim dengan mempercepat dekarbonisasi. Industri tersebut menyumbang 3 % dari total emisi global. UNCTAD mencatat, pada periode 2012-2022, kontribusi kapal-kapal angkutan barang milik 29 negara terhadap emisi karbon meningkat. ”Transportasi laut perlu mempercepat dekarbonisasi sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi. Langkah itu penting guna menyeimbangkan kelestarian lingkungan, kepatuhan terhadap peraturan, dan tuntutan ekonomi untuk masa depan transportasi laut yang adil dan berkelanjutan,” kata Sekjen UNCTAD Rebeca Grynspan. UNCTAD menyebutkan, dekarbonisasi sektor itu membutuhkan biaya besar karena banyak kapal yang terlalu tua untuk diperbaiki atau terlalu muda untuk dibongkar. Pada awal Januari 2023, rata-rata usia kapal-kapal tersebut 22,2 tahun dengan separuhnya berusia lebih dari 15 tahun. Sebanyak 98,8 % armada itu masih menggunakan bahan bakar fosil kendati bahan bakar alternatif sangat menjanjikan. UNCTAD mencatat, diperlukan tambahan 8-28 miliar USD per tahun untuk mendekarbonisasi kapal-kapal di dunia hingga 2050. (Yoga) 

Inflasi, Inggris Pangkas Rute Kereta Cepat

KT3 26 Sep 2023 Kompas
Pemerintah Inggris menyatakan kemungkinan memangkas proyek pembangunan kereta api cepat atau High Speed 2 akibat molor dan anggaran membengkak. Padahal, proyek itu digadang-gadang sebagai cara menarik lapangan  pekerjaan dan investasi ke wilayah utara Inggris. Media Inggris, BBC, Minggu (24/9) melaporkan, pekan ini diperkirakan pemerintah bakal mengumumkan bahwa jalur High Speed 2 (HS2) akan berakhir di Birmingham, 160 km dari ibu kota London. Semula rute HS2 akan berakhir lebih jauh di utara, yakni di Manchester. Namun, pemerintah menegaskan belum ada keputusan apa pun soal proyek HS2.

Menteri Pertahanan Inggris Grant Shapps mengatakan, mempertimbangkan ulang proyek HS2 adalah langkah yang ”tepat dan bertanggung jawab”. Ini mengingat biaya proyek membengkak akibat inflasi yang dipicu pandemi Covid-19 dan perang di Ukraina. Proyek HS2 diperkirakan membutuhkan anggaran 33 miliar poundsterling (Rp 620 triliun), tetapi membengkak menjadi lebih dari 100 miliar poundsterling. Nilai itu belum memperhitungkan lonjakan biaya bahan baku dan upah. ”Kita telah melihat inflasi global yang sangat tinggi dengan cara yang tidak bisa diprediksi pemerintahan mana pun. Tentu tidak bertanggung jawab jika kita mengeluarkan uang, terus berjalan, seolah-olah tidak ada hal yang berubah,” katanya kepada BBC. (Yoga)

MUSIK, Meretas Asa Menembus Pasar Global

KT3 24 Sep 2023 Kompas (H)

Kirill Kuzmin dengan mata berbinar menyimak penjelasan Ketua Sora, Yadi Mulyadi, soal angklung. Rentetan pertanyaan lantas meluncur deras. ”Asalnya dari budaya apa? Mungkin lagu- lagumu terhubung dengan puisi? Apakah kamu memainkan musik spiritual?” tanyanya, Sabtu (23/9). Koordinator Proyek Musik Bactria Cultural Centre, Tajikistan, itu bahkan meminta buku yang ditulis Yadi dan menanyakan latar belakang pendidikan personel-personel Sora. Kuzmin tengah mengurasi 13 peserta Indonesian Music Expo (Imex) 2023. Di sela kesejukan Ubud, Bali, empat delegasi terlihat antusias bertanya kepada para musisi, satu per satu. Pakar musik, produser, dan perwakilan asosiasi musik dunia tersebut didampingi penerjemah. Setelah 10 menit, setiap delegasi bertukar peserta untuk bertatap muka. Para peserta tersebut bertekad merebut kemungkinan diundang berkonser di mancanegara, menempuh pelatihan, atau digandeng produser untuk rekaman. Mereka juga berkesempatan unjuk kebolehan di hadapan tim delegasi sekaligus meramaikan Imex yang berlangsung pada 21-24 September 2023.

Setelah masing-masing peserta menuntaskan giliran berinteraksi dengan calon buyers atau pengguna karyanya, mereka dievaluasi. Ternyata belum satu pun kemitraan untuk menembus pasar global terealisasi, tetapi bukan tak mungkin kelak tawaran disorongkan. ”Belum terjadi deal (kesepakatan). Sebenarnya, Sora sudah beberapa kali ke luar negeri, tapi kami tetap senang soalnya menambah jaringan,” kata Yadi. Sora yang memainkan jaz progresif etnik sudah melanglang ke Korsel, Belanda, Singapura, Romania, Inggris, dan Selandia Baru. ”Kami mendiskusikan manajemen musik, termasuk finansial. Dukungan dari dalam negeri ikut dibahas,” ucap gitaris Sora, Whayan Christiana. Semua delegasi juga tertarik menelaah musikalitas kawanan asal Bandung, Jabar, itu, tetapi tetap mengacu kepada pertunjukan untuk menilai performanya. (Yoga) 

Perdagangan Intra-Asia Perluas Kesempatan Bisnis

KT3 24 Sep 2023 Kompas

Nilai perdagangan dunia  pada 2022 mencapai 32 triliun USD. Nilai perdagangan barang global, tak termasuk jasa, sebesar 25 triliun USD. Kontribusi Asia sebesar 39,4 % terhadap total ekspor barang global dan 35,8 % terhadap impor global. Dari sisi tujuan ekspor dan asal impor, perdagangan Asia mengarah ke sesama Asia. Faktor geopolitik turut meningkatkan pola perdagangan intra-Asia. Sebanyak 59 % ekspor-impor Asia tertuju ke Asia dibandingkan dengan total ekspor-impor Asia ke seluruh dunia berdasarkan data tahun 2021. Fenomena ini melanjutkan prospek abad Asia. Mesin pertumbuhan global juga berpusat di Asia. Kontribusi Asia terhadap pertumbuhan global sebesar 67,4 % pada 2023, dengan kontribusi China 34,9 %.

Kenaikan jumlah kelas menengah Asia akan menopang prospek Asia dari sisi permintaan. Seperti dilansir World Economic Forum, diperkirakan jumlah warga kelas menengah Asia menjadi 3,5 miliar jiwa pada 2030, naik dari 2 miliar jiwa pada 2020. Pertumbuhan Asia juga didorong reformasi yang dilakukan pemerintahan, kemajuan teknologi digital, serta kolaborasi ekonomi di kawasan dalam kerja sama ekonomi. Perdagangan intra-Asia akan melejit dari 6 triliun USD pada 2020 menjadi 13 triliun USD pada 2030, melebihi nilai perdagangan intrakawasan mana pun di dunia. Para pebisnis hingga perusahaan kaliber raksasa multinasional semakin menancapkan kuku bisnis di Asia. ”Perusahaan perkapalan dan logistik melihat perdagangan intra-Asia yang meningkat sebagai kesempatan besar,” tulis situs TAPA, forum perusahaan manufaktur, penyedia jasa logistik, jasa angkutan barang global, dan jasa terkait, pada 27 April 2023. (Yoga) 

Asean Sepakati Pedoman Pemberantasan Hoaks

KT1 23 Sep 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Asean sepakat menetapkan panduan atau pedoman bagi pemerintah untuk melawan serta memberantas berita palsu dan disinformasi atau hoaks, khususnya yang menyebar di media. Hal itu disepakati dalam  pertemuan tingkat mentari Asean yang bertanggung jawab di bidang informasi atau Asean Ministers Responsible for Information (AMRI) Meeting dan Asean Senior Offialis Meeting Responsible for Information (SOMRI) di Da Nang Vietnam, Jumat (22/09/2023). Sebanyak tujuh belas kesepakatan dihasilkan dalam pertemuan tersebut, termasuk kesepakatan memberantas hoaks. Kepala Pusat Kerja Sama Internasional (Puski) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Ichwan Makmur nasution menyampaikan, pedoman yang dicapai berisi delapan kunci prioritas  bagi pemerintah untuk memerangi hoaks. Salah satunya adalah deteksi dan diikuti langkah respons balik. (Yetede)