;

Dampak Fragmentasi Pasar Komoditas Dunia

Ekonomi Yoga 05 Oct 2023 Kompas
Dampak Fragmentasi
Pasar Komoditas Dunia

Pasar komoditas dunia terfragmentasi pasca perang Rusia-Ukraina. Banyak negara yang membatasi perdagangan komoditas, terutama pangan dan mineral sehingga harganya melonjak tinggi. Jika tidak segera diatasi, ketahanan pangan dan transisi hijau bisa terancam. Ketahanan pangan bahkan semakin tertekan akibat dampak cuaca ekstrem. Hal itu mengemuka dalam laporan Dana Moneter Internasional (IMF) tentang Fragmentasi Geoekonomi Mengancam Ketahanan Pangan dan Transisi Energi Bersih. Laporan itu merupakan salah satu bagian dari Tinjauan Ekonomi Dunia IMF Oktober 2023 yang dirilis, Selasa (3/10) di Washington, AS, waktu setempat. IMF menyebutkan, pada 2022, kerugian ekonomi dunia akibat fragmentasi komoditas sebesar 0,3 % dari PDB global yang senilai 101,003 triliun USD.

Nilai kerugian itu masih relatif kecil karena ada efek penyeimbang di negara-negara produsen dan konsumen kendati beban terbesarnya ditanggung negara-negara berpenghasilan rendah dan rentan. Namun, negara-negara berpenghasilan rendah dan rentan dapat mengalami kerugian ekonomi jangka panjang rata-rata 1,2 % PDB. Bagi beberapa negara, kerugiannya bisa mencapai 2 % PDB. Faktor penyebab yang paling dominan adalah gangguan impor pangan karena negara-negara tersebut sangat bergantung pada pangan yang didatangkan dari negara lain. Fragmentasi pasar komoditas global menjadi dua blok geopolitik itu mencuat sejak perang Rusia-Ukraina. Hal itu dapat menyebabkan perbedaan harga yang besar antar blok pendukung Rusia, termasuk China, dan pendukung Ukraina, seperti AS dan Uni Eropa, khususnya komoditas pertanian dan mineral. (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :