;

Beban Ganda Perdagangan Maritim Dunia

Ekonomi Yoga 02 Oct 2023 Kompas
Beban Ganda
Perdagangan
Maritim Dunia

Industri perdagangan maritim global tengah menghadapi dua tantangan besar. Di satu sisi, pertumbuhannya masih lambat kendati berangsur pulih. Di sisi lain, sektor tersebut perlu mewujudkan pelayaran hijau bebas karbon. Kedua poin itu menjadi bahasan pokok Ulasan Perdagangan Maritim 2023 Konferensi Perdagangan dan Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNCTAD). Laporan bertajuk ”Menuju Transisi Hijau dan Adil” tersebut dirilis UNCTAD pada 27 September 2023, di Geneva, Swiss, waktu setempat. Pada 2022, volume perdagangan maritim terkontraksi atau tumbuh minus 0,4 %. Namun, tahun ini, perdagangan tersebut dapat tumbuh lebih baik meski masih lambat. UNCTAD memperkirakan pertumbuhan volume perdagangan maritim global pada 2023 sebesar 2,4 %. Untuk jangka menengah, 2024-2028, perdagangan maritim diperkirakan tumbuh lebih dari 3 %. Angka itu masih di bawah rata-rata pertumbuhan perdagangan maritim tiga dekade sebelumnya, di 7 %. Hal itu terjadi lantaran pasokan dan permintaan global belum seimbang. Perang Rusia dan Ukraina menjadi hambatan pelayaran barang. Sebagian alur perdagangan maritim berubah dan bertambah panjang.

Industri pelayaran global dituntut pula berkontribusi mengatasi perubahan iklim dengan mempercepat dekarbonisasi. Industri tersebut menyumbang 3 % dari total emisi global. UNCTAD mencatat, pada periode 2012-2022, kontribusi kapal-kapal angkutan barang milik 29 negara terhadap emisi karbon meningkat. ”Transportasi laut perlu mempercepat dekarbonisasi sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi. Langkah itu penting guna menyeimbangkan kelestarian lingkungan, kepatuhan terhadap peraturan, dan tuntutan ekonomi untuk masa depan transportasi laut yang adil dan berkelanjutan,” kata Sekjen UNCTAD Rebeca Grynspan. UNCTAD menyebutkan, dekarbonisasi sektor itu membutuhkan biaya besar karena banyak kapal yang terlalu tua untuk diperbaiki atau terlalu muda untuk dibongkar. Pada awal Januari 2023, rata-rata usia kapal-kapal tersebut 22,2 tahun dengan separuhnya berusia lebih dari 15 tahun. Sebanyak 98,8 % armada itu masih menggunakan bahan bakar fosil kendati bahan bakar alternatif sangat menjanjikan. UNCTAD mencatat, diperlukan tambahan 8-28 miliar USD per tahun untuk mendekarbonisasi kapal-kapal di dunia hingga 2050. (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :