Perdagangan Intra-Asia Perluas Kesempatan Bisnis
Nilai perdagangan dunia
pada 2022 mencapai 32 triliun USD. Nilai perdagangan barang global, tak
termasuk jasa, sebesar 25 triliun USD. Kontribusi Asia sebesar 39,4 % terhadap
total ekspor barang global dan 35,8 % terhadap impor global. Dari sisi tujuan
ekspor dan asal impor, perdagangan Asia mengarah ke sesama Asia. Faktor geopolitik
turut meningkatkan pola perdagangan intra-Asia. Sebanyak 59 % ekspor-impor Asia
tertuju ke Asia dibandingkan dengan total ekspor-impor Asia ke seluruh dunia
berdasarkan data tahun 2021. Fenomena ini melanjutkan prospek abad Asia. Mesin
pertumbuhan global juga berpusat di Asia. Kontribusi Asia terhadap pertumbuhan
global sebesar 67,4 % pada 2023, dengan kontribusi China 34,9 %.
Kenaikan jumlah kelas menengah Asia akan menopang prospek
Asia dari sisi permintaan. Seperti dilansir World Economic Forum, diperkirakan
jumlah warga kelas menengah Asia menjadi 3,5 miliar jiwa pada 2030, naik dari 2
miliar jiwa pada 2020. Pertumbuhan Asia juga didorong reformasi yang dilakukan
pemerintahan, kemajuan teknologi digital, serta kolaborasi ekonomi di kawasan dalam
kerja sama ekonomi. Perdagangan intra-Asia akan melejit dari 6 triliun USD pada
2020 menjadi 13 triliun USD pada 2030, melebihi nilai perdagangan intrakawasan
mana pun di dunia. Para pebisnis hingga perusahaan kaliber raksasa
multinasional semakin menancapkan kuku bisnis di Asia. ”Perusahaan perkapalan
dan logistik melihat perdagangan intra-Asia yang meningkat sebagai kesempatan
besar,” tulis situs TAPA, forum perusahaan manufaktur, penyedia jasa logistik,
jasa angkutan barang global, dan jasa terkait, pada 27 April 2023. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023