;
Tags

Keuangan

( 1012 )

Menkeu dan Mentan G20 Bahas Kerawanan Pangan di JFAMM

KT3 12 Oct 2022 Investor daily

 Para Menkeu dan Mentan G20 secara perdana bertemu di Washington DC, AS, dalam ajang Joint Finance and Agriculture Ministers Meeting (JFAMM). JFAMM diselenggarakan bersamaan rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2022 pada 11 Oktober 2022. Empat fokus pembahasan JFAMM, di antaranya soal kerawanan pangan dan gizi. JFAMM merupakan kegiatan inisiatif kolaborasi negara - negara G20 Jalur Keuangan dan Jalur Sherpa yang ditujukan untuk membahas perkembangan terkini, mengidentifikasi solusi, dan arah ke depan dalam mengatasi kerawanan pangan global. Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri mengatakan, pada Minggu (09/10) Mentan RI Syahrul Yasin Limpo telah bertolak ke AS dan diagendakan untuk hadir pada pertemuan JFAMM. 

 Di ajang JFAMM, para Menkeu dan Mentan G20 bertemu dan membahas empat poin utama, yakni membangun upaya anggota G20 untuk mengatasi kerawanan pangan dan gizi, mendukung secara politis untuk pemetaan, penyusunan kerangka acuan, dan tindakan konkret yang akan diambil mengatasi permasalahan tersebut, menjajaki aksi konkret untuk mengatasi krisis ketersediaan pupuk dan kerawanan pangan yang mendesak. “Dan poin terakhir adalah mempertimbangkan koordinasi di bidang keuangan dan pertanian jangka panjang untuk mempercepat implementasi komitmen, membantu mengatasi kesenjangan yang teridentifikasi, serta memperkuat dan menghindari duplikasi dengan inisiatif yang telah berjalan,” papar Kuntoro dalam keterangan Kementan. Keempat poin itu diharapkan dapat menghadirkan komitmen bersama negara-negara G20 dan dapat menjadi solusi permasalahan pangan di dunia. (Yoga)

Dana Asing 7,2 Triliun Masuk Pasar Keuangan RI

KT3 10 Oct 2022 Investor Daily

 Dana asing Rp 7,28 triliun masuk pasar keuangan Indonesia sepanjang 3-6 Oktober 2022, seiring meredanya sentimen ketidakpastian global. Sebelumnya, dana asing keluar dari pasar keuangan domestic pada pekan keempat dan kelima September 2022 masing-masing Rp 3,5 triliun dan Rp 8,4 triliun. Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI Edi Susianto memerinci, asing mencetak beli bersih (net buy) di pasar SBN Rp 2,51 triliun dan pasar saham Rp 4,77 triliun. Selama Januari hingga 6 Oktober (year to date/ytd) 2022 aliran modal asing keluar (net outflow) dari pasar SBN mencapai Rp 167,81 triliun, sedangkan modal asing masuk (net inflow) di pasar saham Rp 69,71 triliun. "Dalam beberapa hari terakhir, ada net inflow asing di pasar SBN. Hal tersebut disebabkan sentimen negatif global yang sempat mereda. Sentimen global ini memang masih up and down dan sangat tergantung data ekonomi," ucap dia saat dihubungi Investor Daily, Sabtu (8/10). Berdasarkan data BI, tingkat imbal hasil (yield) SBN tenor 10 tahun mencapai 7,17%, sedangkan yield surat utang AS atau US Treasury (UST) 10 tahun di level 3,824%. Selanjutnya, pada Jumat (7/10), rupiah ditutup melemah 65 poin ke level Rp 15.251. "Dalam kondisi maraknya sentimen negatif global, dolar AS menguat terhadap hampir seluruh mata uang lain, "ucap dia. (Yoga)

Koperasi Sejahtera Bersama Dibobol Tim Pengawas

HR1 07 Oct 2022 Kontan (H)

Bertambah lagi kasus gagal bayar koperasi simpan pinjam ke anggota yang ditangani oleh polisi. Kali ini menimpa Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sejahtera Bersama. Penyidik Tipideksus Bareskrim Polri sudah menetapkan dua tersangka kasus dugaan penipuan dan pembobolan dana milik nasabah KSP Sejahtera Bersama senilai sekitar Rp 249 miliar. Dalam kasus ini yang ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi adalah Ketua Pengawas KSP Sejahtera Bersama Iwan Setiawan, dan Anggota Pengawas Dang Zeany. Sementara jumlah simpanan seluruh nasabah di koperasi tersebut lebih dari Rp 6 triliun. Waluyo lantas merujuk laporan pertanggungjawaban Pengurus-Pengawas tahun 2021. Berdasarkan data tersebut, nilai aset properti KSP Sejahtera Bersama yang sedang dalam proses penjualan sekitar Rp 220,6 miliar. Nilai ini jauh dari simpanan nasabah.

Pandemi Menyulut Timbunan Kredit Bermasalah di Segmen Apartemen

HR1 05 Oct 2022 Kontan

Pandemi Covid-19 menimbulkan masalah aset busuk di perbankan. Salah satunya pada properti high rise atau apartemen. Seperti rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) di Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang tinggi pada segmen ini. Walhasil bank BUMN itu harus menjual aset busuk tersebut untuk memperbaiki kualitas keseluruhan aset. Kredit apartemen BTN masuk pada segmen kredit konstruksi. NPL segmen ini mencapai 23,11% per Juni 2022, naik dari 21,29% dari akhir tahun lalu. NPL di segmen ini mulai meningkat tinggi sejak 2018 menjadi 7,13%, lalu naik 18,71% pada 2019 dan 19,58% pada 2020. Sedangkan NPL kredit komersial mencapai 10,88% per Juni 2022, turun dari 15,26% pada akhir 2021. Elisabeth Novie Riswanti, Direktur Remedial & Wholesale Risk Bank BTN pernah bilang, rasio tinggi NPL di kedua segmen tersebut didominasi pada segmen high rise.

Omnimbus Law Tambah Otot Pengawasan Non Bank

HR1 04 Oct 2022 Kontan (H)

Rancangan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) selangkah lagi masuk pembahasan parlemen. Saat ini, pembahasan yang dilakukan masuk tingkat masukan lembaga-lembaga yang masuk dalam RUU yang juga acap disebut omnibus law sektor keuangan. Yakni Bank Indonesia (BI), Kementerian Keuangan, hingga Otoritas Jasa Keuangan. Draft terbaru yang diterima KONTAN memuat poin-poin kalibrasi antar lembaga dan kementerian. Salah satu yang menarik: penguatan pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) yang masuk ranah pengawasan OJK. Pada pasal terkait OJK, kini ada dua fungsi kepala pengawas baru yang juga menjadi anggota Dewan Komisioner OJK. Pertama, fungsi Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian dan Dana Pensiun. Sebelumnya fungsi ini masuk ke Kepala Eksekutif Pengawasan IKNB. Dengan kata lain, pengawasan IKNB terbagi dua. Kedua, ada fungsi baru terkait Kepala Eksekutif Pengawas bidang Penegakan Hukum. Dua fungsi kepala pengawas baru ini menghilangkan dua fungsi kepala pengawas yang sebelumnya ada. Yakni anggota ex-officio dari Bank Indonesia (BI) yang merupakan anggota Dewan Gubernur BI dan anggota ex-officio dari Kementerian Keuangan yang merupakan pejabat setingkat eselon I.

Jaga Kesehatan Finansial

KT3 03 Oct 2022 Kompas

Setiap 5 Oktober, dunia memperingati Hari Perencanaan Keuangan Dunia. Tujuan penyelenggaraan peringatan ini adalah untuk mengedukasi publik mengenai pentingnya memahami masalah keuangan sejak dini sehingga keuangan keluarga dapat dikelola lebih baik. Pada kesempatan ini, keberadaan profesi perencana keuangan juga diharapkan dapat lebih dikenal masyarakat. Perencana keuangan belum menjadi profesi terkenal seperti profesi dokter, guru, atau pilot yang sering disebut anak-anak sebagai profesi impian. Padahal, keberadaan para perencana keuangan ini sangat membantu  keluarga atau pribadi yang ingin menata keuangannya. Perencana keuangan lebih banyak dimanfaatkan korporasi, seperti bank, untuk memberikan arahan kepada kliennya agar investasinya lebih terarah sesuai kebutuhan. Atau juga oleh perusahaan yang ingin memberikan bekal kepada karyawan untuk memasuki masa purnabakti.

Dunia keuangan sangat dinamis. Berbagai kejadian, seperti kenaikan suku bunga, perubahan aturan pajak, juga berbagai investasi produk baru selalu bermunculan. Seorang perencana keuangan dituntut tetap up to date atas segala perubahan yang terjadi di bidang keuangan. Hasil survei tentang literasi keuangan dari OJK 2019 menunjukkan, indeks literasi keuangan sebesar 38,03 % dan indeks inklusi mencapai 76,19 %. Artinya, secara umum masyarakat Indonesia sudah banyak terpapar dan membeli produk-produk keuangan. Akan tetapi, belum paham betul apa manfaat dan risikonya, seperti ditunjukkan oleh indeks literasi yang masih rendah. Tidak heran, jika investasi bodong dengan berbagai variannya tetap marak. Bertanya kepada para perencana keuangan dapat menghindarkan dari ketidaktahuan semacam itu. Perencana keuangan profesional dapat membantu penempatan investasi yang tepat sesuai tujuan dan situasi klien. Selain itu, perencana keuangan juga memberikan evaluasi sehingga tujuan investasi dan rencana dapat tetap sejalan. (Yoga)


Siap-Siap, Badai Ekonomi Global Menerjang

HR1 01 Oct 2022 Kontan (H)

Ekonomi Amerika Serikat (AS) menyusut dua kuartal berturut-turut tahun ini. Sekali lagi menandakan dimulainya resesi di AS. Bahkan para ekonom memprediksi perlambatan akan berlanjut pada kuartal-kuartal mendatang. Ini mendorong pencatatan resmi untuk menyatakan ekonomi AS telah memasuki resesi. Biro Analisis Ekonomi AS pada Kamis (29/9) mengumumkan, ekonomi AS menyusut 0,6% secara tahunan pada kuartal II 2022. Melanjutkan penurunan produk domestik bruto (PDB) 1,6% di kuartal I. Angka pembelian dan investasi properti yang lesu, juga pengeluaran pemerintah federal dan persediaan bisnis yang turun menjadi di antara faktor penyebab utama pelemahan ekonomi AS. Sementara Asia Pasifik diperkirakan akan terhindar dari kontraksi perekonomian. Namun terdapat tantangan dari kebijakan penguncian dan pembatasan akibat Zero Covid-19 dari China. Ini akan menjadi hambatan serius pada potensi pertumbuhan kawasan. Untuk mengatasi badai sempurna saat ini dari kenaikan suku bunga, inflasi tinggi dan pertumbuhan yang melambat membutuhkan pendekatan makro dan mikro ekonomi baru. Termasuk pengeluaran negara yang lebih hati-hati dan memiliki tujuan yang jelas untuk memutuskan menambah produksi.

Bunga Naik, Bank Waspadai Rasio NPL KPR

HR1 27 Sep 2022 Kontan

Perbankan harus mulai meningkatkan kewaspadaan pada kualitas kredit pemilikan rumah (KPR). Dalam dua tahun terakhir, pemerintah memberikan stimulus pada sektor properti mulai dari down payment (DP) 0% hingga insentif pajak. Ini membuat KPR perbankan laris manis dan tetap tumbuh meski pandemi Covid-19 menyengat perekonomian. Namun, tren kenaikan suku bunga akan membuat perbankan ikut mengerek bunga KPR sehingga potensi kenaikan kredit bermasalah bisa membengkak. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan, non performing loan (NPL) KPR perbankan berada di level 2,33% per Mei 2022. Turun dari Mei 2021 di level 2,59%, namun naik tipis dari awal tahun 2,32% di Januari 2022.

OJK Perketat Investasi Saham Afiliasi di Unitlink

HR1 22 Sep 2022 Kontan (H)

Perombakan cara main perusahaan asuransi untuk berinvestasi menjadi salah satu agenda utama dalam reformasi industri ini. Salah satu yang menjadi perhatian terkait penempatan pada saham milik emiten yang berafiliasi dengan pemilik produk unitlink tersebut. Saat ini, ada beberapa produk unitlink yang lebih banyak menempatkan portofolio sahamnya di emiten afiliasi. Misalnya, produk MNC Link Aktif milik MNC Life Assurance yang mampu memberi imbal hasil tertinggi pada Agustus 2022 sebesar 58,76%.. Dana kelolaan dari produk tersebut senilai Rp 45,2 miliar. Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2A OJK Ahmad Nasrullah menyadari saat ini pengaturan batasan investasi unitlink ke perusahaan grup atau afiliasi belum secara tegas diatur. Namun, ia mengisyaratkan ke depan investasi ini diperketat. Memastikan perusahaan lebih berhati-hati dalam menempatkan investasi.  Menurutnya, ini dilakukan demi menjaga kepentingan pemegang polis. “Kami berharap sebelum akhir tahun aturan ini keluar,” ujar Ahmad.

Bos Kresna Life Tersangka, Duit Nasabah Masih Gelap

HR1 21 Sep 2022 Kontan (H)

Tambah lagi urusan gagal bayar perusahaan asuransi jiwa yang harus berujung ke jalur hukum. Setelah Wanaartha Life, kini polisi menetapkan tersangka ke petinggi PT Asuransi Jiwa Kresna (Kresna Life). Bareskrim Polri menetapkan Direktur Utama Kresna Life Kurniadi Sastrawinata (KS) sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana penggelapan dana asuransi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) atas gagal bayar polis para nasabah. Kepala Bagian Penerangan Umum dan Humas Polri Kombes Pol Nurul Azizah menyatakan, penetapan tersangka ini merupakan tindak lanjut atas delapan laporan yang masuk polisi dari kurun waktu April hingga November 2020 dengan nomor LP/B/0657/XI/2020/Bareskrim tertanggal 18 November 2020.