Pandemi Menyulut Timbunan Kredit Bermasalah di Segmen Apartemen
Pandemi Covid-19 menimbulkan masalah aset busuk di perbankan. Salah satunya pada properti high rise atau apartemen.
Seperti rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) di Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang tinggi pada segmen ini. Walhasil bank BUMN itu harus menjual aset busuk tersebut untuk memperbaiki kualitas keseluruhan aset.
Kredit apartemen BTN masuk pada segmen kredit konstruksi. NPL segmen ini mencapai 23,11% per Juni 2022, naik dari 21,29% dari akhir tahun lalu. NPL di segmen ini mulai meningkat tinggi sejak 2018 menjadi 7,13%, lalu naik 18,71% pada 2019 dan 19,58% pada 2020. Sedangkan NPL kredit komersial mencapai 10,88% per Juni 2022, turun dari 15,26% pada akhir 2021.
Elisabeth Novie Riswanti, Direktur Remedial & Wholesale Risk Bank BTN pernah bilang, rasio tinggi NPL di kedua segmen tersebut didominasi pada segmen high rise.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023