Siap-Siap, Badai Ekonomi Global Menerjang
Ekonomi Amerika Serikat (AS) menyusut dua kuartal berturut-turut tahun ini. Sekali lagi menandakan dimulainya resesi di AS. Bahkan para ekonom memprediksi perlambatan akan berlanjut pada kuartal-kuartal mendatang. Ini mendorong pencatatan resmi untuk menyatakan ekonomi AS telah memasuki resesi.
Biro Analisis Ekonomi AS pada Kamis (29/9) mengumumkan, ekonomi AS menyusut 0,6% secara tahunan pada kuartal II 2022. Melanjutkan penurunan produk domestik bruto (PDB) 1,6% di kuartal I. Angka pembelian dan investasi properti yang lesu, juga pengeluaran pemerintah federal dan persediaan bisnis yang turun menjadi di antara faktor penyebab utama pelemahan ekonomi AS.
Sementara Asia Pasifik diperkirakan akan terhindar dari kontraksi perekonomian. Namun terdapat tantangan dari kebijakan penguncian dan pembatasan akibat Zero Covid-19 dari China. Ini akan menjadi hambatan serius pada potensi pertumbuhan kawasan.
Untuk mengatasi badai sempurna saat ini dari kenaikan suku bunga, inflasi tinggi dan pertumbuhan yang melambat membutuhkan pendekatan makro dan mikro ekonomi baru. Termasuk pengeluaran negara yang lebih hati-hati dan memiliki tujuan yang jelas untuk memutuskan menambah produksi.
Tags :
#KeuanganPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023