;
Tags

Keuangan

( 1012 )

Tarik Dollar AS, BI Terbitkan Instrumen Baru

KT3 29 Aug 2023 Kompas

BI menerbitkan instrumen moneter baru bernama Sekuritas Rupiah Bank Indonesia atau SRBI. Instrumen moneter ini diharapkan bisa mendorong pendalaman pasar uang dan menarik modal asing sehingga stabilitas nilai tukar rupiah terjaga. ”Situasi global diliputi ketidakpastian. Kami berpikir bagaimana agar ada instrumen operasi moneter yang bisa mendukung pendalaman pasar uang. Harapannya, bisa mendorong arus modal asing masuk sehingga nilai tukar rupiah bisa terjaga,” ujar Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI, Edi Susianto, Senin (28/8) di Jakarta.

Peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global menyebabkan nilai tukar rupiah sampai 23 Agustus 2023 melemah 1,41 % dibandingkan akhir Juli 2023. Mengutip kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Senin (28/8) berada di level Rp 15.294 per dollar AS. Tren menguatnya mata uang dollar AS belakangan ini mencuat karena adanya kemungkinan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), akan kembali menaikkan suku bunga acuannya pada September 2023. Hal inilah yang memicu arus modal keluar dari Indonesia sehingga mengurangi pasokan dollar AS pada sistem keuangan dalam negeri, yang akhirnya menggerus nilai tukar rupiah.

Menurut Edi, SRBI adalah surat berharga dalam mata uang rupiah sebagai pengakuan utang berjangka waktu pendek dengan menggunakan underlying asset berupa surat berharga negara (SBN) yang dipegang BI. Karakteristik SRBI diterbitkan tanpa warkat, diterbitkan dan diperdagangkan dengan sistem diskonto. Selain itu, dapat  dipindah tangankan dan dapat dimiliki oleh penduduk atau bukan penduduk (nonresident/asing) di pasar sekunder. SRBI akan diimplementasikan mulai 15 September 2023. (Yoga)


Penegakan Hukum Sektor Keuangan Diperkuat

KT3 28 Aug 2023 Kompas

Otoritas Jasa Keuangan menerbitkan POJK No 16/2023 tentang Penyidikan Tindak Pidana Sektor Jasa Keuangan. Dalam keterangannya, akhir pekan lalu, Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aman Santosa mengatakan, POJK tersebut menjelaskan secara lengkap soal cakupan tindak pidana sektor jasa keuangan. Ini bertujuan untuk memperkuat penegakan hukum di sektor keuangan. (Yoga)

Leasing Masih Andalkan Bank

HR1 28 Aug 2023 Kontan

Kebijakan Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan di level 5,75% untuk periode Agustus 2023, menjadi angin segar bagi industri multifinance Tanah Air. Maklum, saat ini sumber pendanaan multifinance mayoritas dari perbankan atau dari penerbitan obligasi. Ambil contoh PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF). Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan, dukungan terbesar pendanaan dari bank berasal dari induk usaha, yakni PT CIMB Niaga Tbk (BNGA), baik pembiayaan bersama ( joint financing ) dan executing loan. Selain dari induk usaha, saat ini sudah ada sekitar 20 bank yang telah bekerjasama dengan CNAF dalam memberikan pendanaan, baik konvensional maupun syariah. Berbeda, PT BNI Multifinance, yang mengaku seluruh sumber pendanaan berasal dari bank. Antara lain, dari induk usaha, yakni PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan sejumlah bank kreditur lainnya. "Bunganya berkisar 6% sampai 8% per bulan. Posisi pendanaan dari bank per Juni 2023 sebesar Rp 1,3 triliun," ujar Legendariah Rasuanto, Chief Financial Officer BNI Multifinance. Sementara itu, Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) menerapkan diversifikasi sumber pendanaan untuk meminimalisir risiko. Direktur Keuangan Adira Finance Sylvanus Gani Mendrofa bilang, hampir 50% pendanaan dari induk perusahaan, yakni Bank Danamon.

Leasing Masih Andalkan Bank

HR1 28 Aug 2023 Kontan

Kebijakan Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan di level 5,75% untuk periode Agustus 2023, menjadi angin segar bagi industri multifinance Tanah Air. Maklum, saat ini sumber pendanaan multifinance mayoritas dari perbankan atau dari penerbitan obligasi. Ambil contoh PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF). Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan, dukungan terbesar pendanaan dari bank berasal dari induk usaha, yakni PT CIMB Niaga Tbk (BNGA), baik pembiayaan bersama ( joint financing ) dan executing loan. Selain dari induk usaha, saat ini sudah ada sekitar 20 bank yang telah bekerjasama dengan CNAF dalam memberikan pendanaan, baik konvensional maupun syariah. Berbeda, PT BNI Multifinance, yang mengaku seluruh sumber pendanaan berasal dari bank. Antara lain, dari induk usaha, yakni PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan sejumlah bank kreditur lainnya. "Bunganya berkisar 6% sampai 8% per bulan. Posisi pendanaan dari bank per Juni 2023 sebesar Rp 1,3 triliun," ujar Legendariah Rasuanto, Chief Financial Officer BNI Multifinance. Sementara itu, Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) menerapkan diversifikasi sumber pendanaan untuk meminimalisir risiko. Direktur Keuangan Adira Finance Sylvanus Gani Mendrofa bilang, hampir 50% pendanaan dari induk perusahaan, yakni Bank Danamon.

Paylater Jadi Saingan Bagi Kartu Kredit

HR1 27 Aug 2023 Kontan

Kemudahan buy now pay later (BNPL), biasa disebut paylater, bisa menggerus pamor kartu kredit. Sebab skema paylater sama seperti kartu kredit, tapi bisa diakses lebih mudah. PT Pefindo Biro Kredit atau IdScore mencatat outstanding amount paylater mencapai Rp 25,16 triliun per semester I-2023, melonjak 29,8% secara tahunan. Dari sisi pengguna, paylater menjangkau 13 juta debitur atau 2 kali lipat dari penguna kartu kredit yang hanya 6 juta debitur. Tapi, menurut Asosiasi Kredit Indonesia, penerbitan kartu kredit baru masih tinggi. Saat pandemi Covid-19 pada 2020, penerbitan kartu kredit baru cuma sejumlah 16,94 juta kartu. Tapi dalam empat bulan pertama tahun ini, penerbitan kartu kredit baru telah mencapai 17,41 juta kartu. Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia Efrinal Sinaga mengatakan, konsep paylater memang layaknya kartu kredit virtual. Apalagi saat ini terjadi perubahan gaya hidup, di mana transaksi online meningkat. Efrinal menyebut, kemudahan dan kecepatan proses membuat pertumbuhan transaksi paylater terus meningkat. Transaksi di Akulaku meningkat 28% per tahun. Ke depan, Efrinal menargetkan, Akulaku bisa meraih pertumbuhan kinerja rata-rata 25% per tahun.

Perencanaan Keuangan bagi Keluarga Muda

KT3 26 Aug 2023 Kompas

Perencanaan keuangan bagi keluarga muda sangat penting untuk dilakukan. Keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran bisa terjaga. Jika diperlukan, utang pun dapat dikelola dengan baik melalui perencanaan sehingga tidak menjadi beban keuangan keluarga. Tujuan keuangan setiap keluarga tentu berbeda-beda sesuai keadaan ekonomi, sosial, latar belakang budaya, rencana memiliki keturunan, umur, dan sebagainya. Perencanaan keuangan yang dilakukan tentu harus mempertimbangkan aspek-aspek di atas.

Tips yang dapat dilakukan untuk merencanakan keuangan keluarga muda, antara lain: 1) Sikap terbuka antara suami dan istri untuk menyusun perencanaan keuangan. Kondisi keuangan, termasuk pendapatan yang dimiliki, pola pengelolaan keuangan, tujuan keuangan yang ingin dicapai. 2) Alokasi pendapatan yang diperoleh setiap bulan harus dikomunikasikan sejak dini. Alokasi pendapatan bagi suami dan istri yang sama-sama bekerja berbeda dengan keluarga dengan suami bekerja dan istri fokus menjadi ibu rumah tangga atau sebaliknya.

Alokasi pendapatan membantu keluarga agar tidak terjadi over-spending atau belanja berlebihan. 3) Mempersiapkan dana darurat dan asuransi. Dana darurat ini akan berguna jika terjadi hal yang tidak diinginkan dan membutuhkan dana yang dapat dicairkan dengan cepat. Misalnya, terjadi PHK. 4) Menabung dan berinvestasi. 5) Mempersiapkan prioritas kebutuhan. 6) Kelola utang. (Yoga)


Pemanfaatan Dana Pandemi Diperluas

KT3 25 Aug 2023 Kompas

Berbagai sumber pendanaan kesehatan untuk pandemi di kawasan ASEAN perlu diintegrasikan secara efektif. Pemanfaatan dana tersebut perlu diperluas tidak hanya untuk menangani Covid-19. Dengan begitu, dana kesehatan yang tersedia bisa dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan dan respons terhadap risiko pandemi di masa depan. Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dana penanganan pandemi di kawasan ASEAN saat ini bersumber dari berbagai modalitas, baik dari sektor publik, swasta, maupun filantropi. Dana itu dinilai perlu diintegrasikan ke dalam satu dana kesehatan yang lebih terkoordinasikan.

”Dana yang ada di kawasan ASEAN sebaiknya menjadi satu dana kesehatan yang bisa menggabungkan, mengintegrasikan, sinkronisasikan tiap modalitas dan pendanaan. Dengan begitu, kita bisa membentuk skema pendanaan nasional, regional, dan global agar penyaluran dana lebih efektif dan efisien,” ujar Budi dalam konferensi pers terkait acara ”ASEAN Finance and Health Ministerial Meeting”, Kamis (24/8) di Jakarta. Sebelumnya, ASEAN membentuk dana darurat khusus untuk Covid-19, yang telah terkumpul 17,7 juta USD. Sebagian dana tersebut digunakan untuk pengadaan vaksin Covid-19. (Yoga)


Pertumbuhan Kredit Berpotensi Melejit Lagi

HR1 25 Aug 2023 Kontan

Pertumbuhan kredit perbankan nasional mulai bergairah. Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan, pertumbuhan kredit perbankan hingga Juli 2023 mencapai 8,54% secara tahunan. Pertumbuhan kredit tersebut memang masih di bawah target akhir tahun yang ditetapkan BI, yaitu 9%-11%. Tapi, BI sudah memasang target pertumbuhan kredit pada 2024 mencapai 10%-12%. Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan, pertumbuhan kredit pada Juli lalu terutama didorong oleh penyaluran kredit di sektor jasa sosial, pertambangan dan jasa dunia usaha. "Selain itu, permintaannya tinggi sejalan dengan pertumbuhan ekonomi," ujar Perry, Kamis (24/8). Deputi Gubernur BI Juda Agung menimpali, optimisme pertumbuhan kredit juga meningkat dari sisi pelaku perbankan. Ini terlihat dari revisi rencana bisnis bank (RBB). Dus, kata Juda, perbankan  masih optimistis memasang target pertumbuhan kredit di tahun ini "Likuiditas perbankan juga masih longgar, yang membuat bank lebih optimistis dan ada kemauan untuk menyalurkan kredit," ujarnya. Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) Lani Darmawan mengatakan, bank ini masih melihat prospek penyaluran kredit di sisa tahun ini.

Arsitektur Keuangan Regional untuk Antisipasi Pandemi

KT1 25 Aug 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Negara-negara anggota Asean menyepakati penguatan Asean Pandemic Fund sebagai arsitek keuangan nasional dan regional guna membangun kesiapsiagaan, pencegahan, dan respon (PPR) negara anggota Asean terhadap pandemi atau penyakit lainnnya di masa lalu. Sementara itu, negara anggota Asean sudah mengumpulkan dana sebesar US$ 17,7 juta untuk Asean Response Fund. Dana tersebut akan dipakai sebagai dana darurat saat menghadapi pandemi. "Kami menegaskan kembali komitmen kami untuk memperkuat arsitektur kesehatan  regional pencapaian ketahanan komunitas Asean," kata Menteri Keuangan  Sri Mulyani Indrawati dalam jumpa pers Asean Finance and Health Minister Meeting di Jakarta, Kamis (24/08/2023). Dengan adanya penguatan dana  ini akan dilihat kembali fungsinya untuk memungkinkan pengguna dana ini secara fleksibel, dengan juga memasukkan kesehatan masyarakat dan penyakit-penyakit baru lainnya. "Kesepuluh negara anggota  Asean termasuk Indonesia berkontribusi pada dana ini termasuk pendanaan yang disumbangkan oleh Asean Plus Three Fund, selain dana sementara dari Asean Development Fund," kata Sri Mulyani. (Yetede)

Dana Pensiun Menuju Keuangan Berkelanjutan

KT1 25 Aug 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Dana Pensiun (dapen) wajib menerapkan keuangan berkelanjutan atau sustainable finance per 1 Januari 2025. Dengan langkah tersebut, dapen diharapkan mencapai keseimbangan antara pertumbuhan investasi yang berkelanjutan, keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan sosial, dan kepentingan jangka panjang peserta pensiun. Melalui adopsi keruang berkelanjutan, dapen dituntut untuk tidak hanya memprioritaskan  tujuan keuangan jangka pendek. Namun juga mempertimbangkan dampak jangka panjang dari investasi mereka terhadap lingkungan, masyarakat, dan tata kelola perusahaan. Dalam praktiknya, keuangan berkelanjutan  bagi dapen mencakup penggunaan strategi investasi yang berkelanjutan, seperti investasi dalam sektor yang ramah lingkungan atau berkontribusi pada pembangunan sosial  positif. dapen juga dapat menerapkan kriteria tata kelola perusahaan (ESG) dalam pemilihan dan evaluasi investasi mereka, memastikan bahwa perusahaan yang investasi memenuhi standar lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik. (Yetede)