;
Tags

Keuangan

( 1023 )

Taipan Menjaring Cuan Jumbo dari Perbankan

HR1 08 Nov 2023 Kontan (H)
Sinyal kenaikan suku bunga tidak berlanjut cukup kuat. Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (Fed)  pada bulan ini kembali mempertahankan suku bunga. Bank Indonesia juga diprediksikan ikut menahan suku bunga, setelah mengerek naik suku bunga ke 6%. Suku bunga yang stabil, kendati masih tinggi, akan berdampak positif bagi kinerja bank. Ini akan menguntungkan investor pemegang saham emiten bank, termasuk para konglomerat pemilik bank. Berdasarkan catatan KONTAN, dari 12 bank milik konglomerat yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), 11 di antaranya telah merilis laporan kinerja keuangan untuk periode yang berakhir 30 September 2023. Dari jumlah tersebut, sembilan bank di antaranya sukses mencetak kenaikan laba dua digit. Pertumbuhan laba Bank Ina sejalan dengan laju sahamnya. Pada penutupan pasar saham Selasa (7/11), saham BINA sudah bertengger di posisi Rp 4.150 per saham, naik 4,01% sejak awal tahun. Melesatnya harga saham BINA, tentu saja, bakal mengerek nilai kepemilikan Salim di bank ini. Anthony Salim menjadi pemegang saham pengendali Bank Ina melalui PT Indolife Pensiontama dengan jumlah kepemilikan 1,4 miliar saham, setara 22,83%. Grup Salim juga mengempit saham Bank Ina lewat PT Samudera Biru dan PT Gaya Hidup Masa Kini, dengan porsi masing-masing 18,16% dan 11,84%. Salim juga menguasai saham BINA lewat fund DBS Bank, sebesar 9,67%. Dus, total kepemilikan grup Salim di Bank Ina mencapai 62,50%. Konglomerat lain yang mengalap cuan dari pertumbuhan kinerja bank adalah Hartono bersaudara, yakni Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono. Duo Hartono ini menjadi pemegang saham pengendali di PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui entitas PT Dwimuria Investama Andaln dengan porsi 54,92%. Di bawah Hartono bersaudara, konglomerat Chairul Tanjung juga mencatat nilai kepemilikan besar di Bank Mega Tbk (MEGA). Di posisi berikutnya ada pengusaha Mu'min Ali Gunawan, pemegang pengendali Bank Panin Tbk. Senada, Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani juga merekomendasi beli BBCA dengan target harga Rp 9.400. "Pertumbuhan labanya konsisten. Valuasinya masih menarik. Jadi ada potensi kenaikan lebih lanjut," kata Arjun. Sisanya Arjun merekomendasikan jual, terutama saham bank digital yang mengalami downtrend.

Stabilitas keuangan Tetap Terjaga

KT1 04 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Stabilitas sistem keuangan  domestik tetap terjaga pada kuartal III-2023 ditengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan  global ini berkat harmonisasi kebijakan fiskal dan moneter yang dilakukan Komite Stabilitas Sistem keuangan (KSSK). KSSK yang terdiri atas Kementerian Keuangan (Kemekeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memperkuat sinergi  dalam mengantisipasi dampak gejolak perekonomian global terhadap perekonomian domestik. "KSSK juga meningkatnya kewaspadaan terhadap resiko global kedepan, termasuk pada rambatan  efek ekonomi global ke domestik," ujar Menteri Keuangan (Kemenkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers hasil rapat berkala  KSSK IV tahun 2023 di kantor.  Jika dilihat dari kondisi ekonomi global, Dana Moneter Internasional (International Monetery Fund/IMF) memperkirakan pertumbuhan  ekonomi global tahun 2023  mencapai 3%, sedangkan tahun 2024 melambat menjadi ke 2,9%. (Yetede)

Lima Evaluasi untuk Keuangan yang Sehat

KT3 28 Oct 2023 Kompas

Mengukur kesehatan keuangan rumah tangga menjadi sangat penting,terutama di masa penuh dinamika  seperti saat ini. Patut dipahami, hidup manusia terus berjalan terlepas seperti apa kondisi perekonomian. Tanpa harus melakukan perhitungan yang rumit ala perencana keuangan, sebenarnya setiap rumah tangga dapat menggunakan beberapa indikator untuk mengetahui seberapa sehat keuangannya. Ada lima indikator untuk tahu seberapa sehat keuangan rumah tangga kita. Pertama, evaluasi kondisi kehidupan. Kestabilan pemasukan sebagai sumber daya rumah tangga adalah salah satu factor penentu kesehatan keuangan. Kedua, evaluasi komitmen pembayaran pinjaman. Pinjaman yang sehat adalah bilamana jumlah seluruh cicilan pinjaman hanya maksimal 1/3 penghasilan bulanan.  

Ketiga, evaluasi pengeluaran bulanan. Secara umum, keuangan rumah tangga tergolong baik apabila dapat menyisihkan penghasilan di awal untuk dana darurat, tabungan, atau untuk investasi. Keempat, jumlah dana darurat. Pahami bahwa dana darurat berbeda dengan tabungan. Momen saat ada saudara  membutuhkan bantuan atau pun adanya musibah finansial yang harus ikut ditanggung oleh rumah tangga pribadi, maka dana darurat akan menjadi jalan keluarnya. Kelima, evaluasi jumlah aset. Menyisihkan penghasilan untuk ditabung dan diinvestasikan adalah hal penting untuk membentuk asset, untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup di masa depan yang nilainya akan meningkat karena adanya tingkat inflasi. Langkah berikutnya adalah tidak bergantung pada pinjaman untuk membiayai keperluan hidup sehari-hari dan menyisihkan sebagian penghasilan untuk dana darurat dan investasi masa depan. (Yoga)

OJK Dorong Perencanaan Keuangan sejak Dini

KT3 26 Oct 2023 Kompas
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi dalam kegiatan OJK Mengajar di Universitas Al Azhar, Jakarta, Selasa (24/10/2023), berpesan kepada para masiswa dan mahasiswi mengenai pentingnya merencanakan keuangan sejak dini untuk mempersiapkan masa depan yang lebih sejahtera. (Yoga)

Menangkal Gangguan Siber ke Sistem Keuangan

KT1 24 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Upaya antisipasi terhadap peningkatan risiko siber dalam sistem keuangan perlu dilakukan, seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat. Oleh karena itu, Bank Indonesia (BI) memperkuat pertahanan sistem keuangan dari sisi kebijakan bank sentral maupun dari sisi industri. Dalam Kajian Stabilitas Keuangan Nomor 41 September 2023 yang dipublikasikan BI ada Senin (23/10/2023), BI menilai ketahanan sistem  keuangan perlu mengantisipasi risiko yang berkembang dari sisi digital. Sejalan dengan perkembangan  digitalisasi dalam transaksi  keuangan, serangan siber menjadi resiko yang harus  diwaspadai oleh pelaku industri, baik bank maupun lembaga selain bank. Serangan siber didefinisikan sebagai segala kegiatan yang bersifat malicious yang ditujukan untuk mendapatkan, mengganggu, mendelegasikan dan/atau merusak sumber daya sistem informasi dan/atau informasi. (Yetede)

Menangkal Gangguan Siber ke Sistem Keuangan

KT1 24 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Upaya antisipasi terhadap peningkatan risiko siber dalam sistem keuangan perlu dilakukan, seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat. Oleh karena itu,  Bank Indonesia (BI) memperkuat ketahanan sistem keuangan dari sisi kebijakan bank sentral maupun dari sisi industri. Dalam kajian Stabilitas Keuangan Nomor 41 September 2023 yang dipublikasikan BI pada Senin (23/10/2023), BI menilai ketahanan sistem keuangan perlu risiko yang berkembang dari sisi digital. Sejalan dengan perkembangan digitalisasi dalam transaksi keuangan, serangan siber menjadi risiko yang harus diwaspadai oleh pelaku industri, baik bank maupun lembaga selain bank. Serangan siber didefinisikan sebagai segala kegiatan yang bersifat malicious yang ditujukan untuk mendapatkan, mengganggu, mendegadrasikan dan/atau merusak sumber daya sistem informasi dan/atau informasi. (Yetede)

Bertabur Insentif, Bank Harus Memacu Kredit

HR1 23 Oct 2023 Kontan
Perbankan tak punya alasan lagi untuk tidak memacu penyaluran kredit. Apalagi, menjadikan kenaikan bunga acuan Bank Indonesia (BI) 25 bps sebagai kilah bahwa likuiditas mengetat. Walau bunga acuan naik, namun BI kembali membanjiri likuiditas perbankan dengan melonggarkan penyangga likuiditas makroprudensial (PLM). Untuk bank konvensional, PLM diturunkan dari 6% jadi 5% dengan fleksibilitas repo 5%. PLM bank syariah turun dari 4,5% jadi 3,5% dengan fleksibilitas repo 3,5%. PLM merupakan cadangan likuiditas minimum dalam rupiah yang wajib disimpan bank umum dalam bentuk surat berharga rupiah. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, insentif PLM berpotensi menambah likuiditas Rp 81 triliun. Pelonggaran PLM ini akan berlaku mulai 1 Desember 2023. “Tapi, janji, lo, para bankir, insentif ini untuk menyalurkan kredit, jangan ditaruh lagi di SBN,” ujar Perry, pekan lalu. Sementara insentif KLM baru dimanfaatkan bank umum sebesar Rp 28,79 triliun. Alhasil, kata Perry, masih ada Rp 20 triliun lagi yang bisa dimanfaatkan. Likuiditas perbankan memang tak selonggar tahun lalu, tapi masih di level cukup aman. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat loan to deposit ratio (LDR) per Agustus 83,38% dan rasio alat likuid terhadap DPK 26,49%. EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn optimistis insentif yang diberikan regulator berdampak positif bagi pertumbuhan kredit. “Kami akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait implementasi insentif ini,” ujarnya. Sementara itu, Direktur Bisnis Bank Jtrust Indonesia Widjaja Hendra menyebut, pengetatan likuiditas perbankan kemungkinan tak terelakkan meski ada insentif. Kenaikan bunga acuan menurutnya akan mendorong bank berlomba menaikkan bunga dana. LDR Bank Jtrust per Juni 2023 tercatat 74,22%. Direktur Treasury Bank CIMB Niaga John Simon berpandangan, likuiditas industri masih memadai, tapi tidak sama kondisinya di semua bank. Adapun likuiditas CIMB Niaga masih aman dengan rasio LDR sekitar 85%. Di sisi lain, perseroan juga punya surat utang pemerintah yang dapat direpokan.

Peluang Bisnis Besar dari Ajang Olahraga

HR1 21 Oct 2023 Kontan
Maraknya penyelenggaraan acara olahraga jadi peluang bisnis besar bagi industri asuransi. Pasalnya, kegiatan olahraga berat rawan menyebabkan cedera. Sehingga, kebutuhan proteksi kesehatan penting bagi para peserta event tersebut. Dalam waktu dekat, sejumlah acara olahraga marathon akan digelar. Pekan ini akan diselenggarakan Jakarta Marathon. Lalu, di November akan ada perhelatan IFG Marathon, BTN Jakarta Run dan Astra Half Marathon. Sejumlah pelaku bisnis asuransi menilai ada peluang bisnis dari event olahraga. Asuransi Jiwa Generali Indonesia misalnya, aktif menjadi mitra asuransi resmi di ajang marathon, seperti Borobudur Marathon dan Runhub Surabaya. Chief Marketing Officer Generali Indonesia Vivin Arbianti Gautama mengatakan, sebagai official insurance partner, Generali memberikan proteksi jiwa dan kesehatan jika pelari mengalami kecelakaan saat berlari. "Untuk perlindungan ini diberikan secara gratis," ujarnya kepada KONTAN, Jumat (20/10). Sementara itu, Plt. Direktur Utama BNI Life Insurance Eben Eser Nainggolan mengungkapkan, kehadiran asuransi di ajang marathon bukan bisnis komersil, tetapi kerjasama mutual benefit dengan penyelenggara. "Bagi kami, ajang tersebut bentuk promosi melalui skema sponsorship guna meningkatkan brand awareness,"  jelasnya. Asuransi Jiwa IFG punya produk asuransi khusus untuk pegiat olahraga, yakni LifeSAVER. Produk ini memproteksi cedera dan kecelakaan olahraga. Penggunanya kini mencapai 8.000 dengan premi terkumpul Rp 500 juta.

Bunga Naik, Biaya Dana Bank Bisa Naik

HR1 21 Oct 2023 Kontan
Perbankan memandang kebijakan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) akan berdampak terhadap kinerja. Pengetatan kebijakan tersebut dinilai akan mendorong cost of fund atau biaya dana bank. Seperti diketahui, BI telah mengerek BI 7-day reverse repo rate (BI 7-day-RR) pada Kamis (19/10) sebesar 0,25% ke level 6%. Ini merupakan kenaikan pertama yang dilakukan sejak Februari. Kenaikan terakhir dilakukan pada Januari dari 5,5% jadi 5,75%. Bankir melihat kenaikan bunga acuan akan menimbulkan dampak cepat terhadap bunga dana pihak ketiga (DPK). Bunga dana kemunginan akan segera naik di tengah kondisi likuiditas yang tak selonggar tahun lalu, seiring dengan mulai bergeraknya aktivitas usaha. Sedangkan untuk dampak terhadap penyesuaian bunga kredit masih butuh waktu lama. Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Lani Darmawan mengamini kenaikan bunga acuan kemungkinan akan berdampak pada cost of fund. Namun, saat ini CIMB Niaga masih mencermati perkembangan bunga di pasar pasca kenaikan suku bunga BI. Sementara itu, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, kenaikan BI 7-day-RR akan berdampak cepat dalam mendorong biaya dana perbankan. Namun, untuk BCA, dampaknya tak akan signifikan karena rasio dana murah BCA cukup tinggi. Jahja mengatakan, pihaknya tidak akan langsung melakukan penyesuaian bunga deposito seiring kenaikan BI 7-day-RR. Ia bilang, penyesuaian baru akan dilakukan jika bank ini melihat ada kebutuhan dana yang besar dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) juga sudah menaikkan suku bunga penjaminan. Ia menambahkan, kenaikan bunga kredit sebenarnya lebih sensitif terhadap kredit konsumer saja. Sedangkan nasabah kredit investasi dan kredit modal kerja tidak serta merta melihat suku bunga. " Permintaan kredit investasi dan kredit modal kerja ini tergantung ekonomi makro dan perkembangan bisnis. Kalau bisnis menjanjikan, permintaan kredit tetap naik. Kalau ekonomi baik, penjualan mereka naik, maka profitabilitas mereka pasti lebih tinggi dari suku bunga," jelas Jahja. Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldy mengatakan, pihaknya masih melihat perkembangan setelah suku bunga naik. Ia melihat kenaikan BI 7-day-RR akan mendorong biaya dana di pasar. Sedangkan transmisi ke bunga kredit masih butuh waktu. "Dampaknya saya kira di margin bunga bersih," ujar dia.

Ekspansi Kredit Menyasar Perusahaan Negara Asal

HR1 20 Oct 2023 Kontan
Bank-bank yang dikendalikan investor asing di Indonesia mengandalkan perusahaan-perusahaan asal negara investor tersebut untuk menggenjot kinerja keuangan. Salah satunya dalam hal penyaluran kredit. Bank-bank di Indonesia yang dimiliki investor asing cukup banyak menyalurkan kredit ke perusahaan-perusahaan dari negara asal investor asing. Salah satu alasannya, bank-bank tersebut dianggap memahami kebutuhan pendanaan perusahaan tersebut. Kondisi ini berdampak positif dalam meningkatkan pertumbuhan kinerja bank-bank milik asing tersebut, seperti dialami Bank KB Bukopin Tbk dan Bank JTrust Tbk. Dua bank ini gencar membidik perusahaan asal negaranya. Bank KB Bukopin masih merugi saat ini. Tetapi kerugiannya sudah mulai berkurang. Bank ini memang sedang fokus melakukan bersih-bersih aset bermasalah dan mendorong penyaluran kredit baru ke perusahaan-perusahaan Korea Selatan yang beroperasi di Indonesia, khususnya mereka yang memiliki hubungan bisnis dengan KB Kookmin Bank di Korea Selatan. Strategi tersebut dijalankan lewat program Korean Link. Bukopin tak hanya menyalurkan kredit secara langsung ke perusahaan-perusahaan tersebut, tetapi juga menyasar rantai pasoknya. Misalnya, setahun ini Bukopin banyak melayani kredit ke diler Hyundai. Sementara itu, Direktur Bisnis Bank Jtrust Widjaja Hendra mengatakan, penyaluran kredit ke perusahaan Jepang masih cukup kecil, baru sekitar 400 miliar hingga Rp 500 miliar. Sedangkan total kreditnya Rp 22,99 triliun per Agustus. "Pinjaman kami lebih banyak dalam rupiah, ke lapis kedua dari perusahaan Jepang," ujarnya. Namun, ia yakin potensi masih besar. Berbeda, Direktur Danamon Dadi Budiana bilang, kredit ke perusahaan Jepang yang merupakan negara asal pemegang sahamnya bukan prioritas, sehingga nilai portofolionya kecil."Kredit langsung ke perusahaan Jepang tak sampai 5%,"  papar dia.