;
Tags

Keuangan

( 1012 )

Hindari 3 Kesalahan Keuangan di Masa Produktif

KT3 11 Nov 2023 Kompas

Kebebasan finansial adalah momen kehidupan yang ingin diraih oleh banyak pekerja. Selepas sekolah maupun kuliah, biasanya di usia 22 tahun seseorang mulai bekerja untuk mendapatkan penghasilan hingga tiba masa purnabakti yang di berbagai kantor dan lembaga bervariasi antara usia 55 tahun dan 60 tahun. Penelitian Columbia University Mailman School of Public Health tentang kaitan penghasilan dan kesehatan otak, menemukan bahwa jumlah penghasilan yang dikelola selama masa produktif akan berpengaruh terhadap percepatan hilang ingatan di masa tua. Maka perlu diketahui apa saja kesalahan keuangan yang mungkin dilakukan di masa produktif agar tidak berulang.

Pertama, tidak membuka diri untuk membuka keran penghasilan lain. Pengelolaan keuangan di masa produktif memiliki beberapa dimensi. Jumlah penghasilan tentu saja menjadi faktor penentu. Penerima upah rendah yang berkelanjutan mengalami penurunan memori yang jauh lebih cepat di usia yang lebih tua. Solusinya adalah fokus pada peningkatan kapasitas diri sepanjang hidup, terutama di awal masa bekerja. Kedua, memiliki gaya hidup yang berlebihan. Seseorang tidak akan memiliki masalah di masa produktifnya, tetapi sangat berbahaya saat menjelang pensiun kelak. Solusinya adalah melakukan pembagian alokasi penghasilan minimal untuk 3 hal, yaitu pos biaya hidup (living), pos tabungan (saving), dan pos gaya hidup (playing).

Ketiga, berinvestasi tanpa ilmu. Fenomena ingin mem eroleh imbal hasil investasi tinggi dalam waktu singkat semakin marak sejak munculnya opsi berinvestasi di aset kripto. Bahkan, tidak sedikit pekerja usia produktif yang terjebak dengan penawaran trading yang ternyata investasi bodong. Solusinya adalah literasi sebelum inklusi. Ragam asset investasi yang ditawarkan oleh lembaga jasa keuangan sebaiknya dipelajari dalam hal potensi keuntungan serta potensi risiko yang menyertainya. (Yoga)

Penyaluran KUR Bank Masih Jauh dari Target

HR1 10 Nov 2023 Kontan
Realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) masih jauh dari target. Menurut catatan Kementerian Koperasi dan UKM, per 7 November 2023, penyaluran KUR baru sebesar Rp 204,17 triliun, atau setara 68,74% dari target yang dipatok pemerintah, sebesar Rp 297 triliun. Artinya, target penyaluran KUR 2023 masih kurang Rp 92 triliun. Pemerintah pun terlihat pesimistis bank penyalur KUR bisa memenuhi target tersebut. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki bilang, selama ini bank belum berani memberikan kemudahan KUR bagi UMKM yang butuh dan bisnisnya masih prospektif. Kurang gregetnya bank menyalurkan KUR, boleh jadi, dipicu sejumlah faktor. Sebab, kata Teten, tidak ada sanksi jika bank tak bisa memenuhi kuota KUR yang diberikan pemerintah. Terlebih, saat ini masih ada beberapa bank penyalur KUR yang kemungkinan tak bakal menyentuh target karena ada beberapa revisi. Toh, sejumlah bank penyalur tetap optimistis bisa menambah realisasi KUR sampai akhir tahun ini. Direktur Retail Banking PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Ngatari bilang, penyaluran KUR BNI sudah mendekati kuota sebesar Rp 14 triliun. "Memang ada revisi, tapi tidak sampai Rp 1 triliun," ujar Ngatari. General Manager Divisi Bisnis Usaha Kecil PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Sunarna Eka Nugraha menimpali, kendala penyaluran KUR saat ini adalah kebijakan pemerintah dalam menyasar debitur baru. Terutama, di luar perkotaan dan di sektor pertanian. "Kondisi El Nino membuat perbankan lebih selektif menyalurkan KUR," ujarnya.

Taipan Menjaring Cuan Jumbo dari Perbankan

HR1 08 Nov 2023 Kontan (H)
Sinyal kenaikan suku bunga tidak berlanjut cukup kuat. Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (Fed)  pada bulan ini kembali mempertahankan suku bunga. Bank Indonesia juga diprediksikan ikut menahan suku bunga, setelah mengerek naik suku bunga ke 6%. Suku bunga yang stabil, kendati masih tinggi, akan berdampak positif bagi kinerja bank. Ini akan menguntungkan investor pemegang saham emiten bank, termasuk para konglomerat pemilik bank. Berdasarkan catatan KONTAN, dari 12 bank milik konglomerat yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), 11 di antaranya telah merilis laporan kinerja keuangan untuk periode yang berakhir 30 September 2023. Dari jumlah tersebut, sembilan bank di antaranya sukses mencetak kenaikan laba dua digit. Pertumbuhan laba Bank Ina sejalan dengan laju sahamnya. Pada penutupan pasar saham Selasa (7/11), saham BINA sudah bertengger di posisi Rp 4.150 per saham, naik 4,01% sejak awal tahun. Melesatnya harga saham BINA, tentu saja, bakal mengerek nilai kepemilikan Salim di bank ini. Anthony Salim menjadi pemegang saham pengendali Bank Ina melalui PT Indolife Pensiontama dengan jumlah kepemilikan 1,4 miliar saham, setara 22,83%. Grup Salim juga mengempit saham Bank Ina lewat PT Samudera Biru dan PT Gaya Hidup Masa Kini, dengan porsi masing-masing 18,16% dan 11,84%. Salim juga menguasai saham BINA lewat fund DBS Bank, sebesar 9,67%. Dus, total kepemilikan grup Salim di Bank Ina mencapai 62,50%. Konglomerat lain yang mengalap cuan dari pertumbuhan kinerja bank adalah Hartono bersaudara, yakni Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono. Duo Hartono ini menjadi pemegang saham pengendali di PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui entitas PT Dwimuria Investama Andaln dengan porsi 54,92%. Di bawah Hartono bersaudara, konglomerat Chairul Tanjung juga mencatat nilai kepemilikan besar di Bank Mega Tbk (MEGA). Di posisi berikutnya ada pengusaha Mu'min Ali Gunawan, pemegang pengendali Bank Panin Tbk. Senada, Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani juga merekomendasi beli BBCA dengan target harga Rp 9.400. "Pertumbuhan labanya konsisten. Valuasinya masih menarik. Jadi ada potensi kenaikan lebih lanjut," kata Arjun. Sisanya Arjun merekomendasikan jual, terutama saham bank digital yang mengalami downtrend.

Stabilitas keuangan Tetap Terjaga

KT1 04 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Stabilitas sistem keuangan  domestik tetap terjaga pada kuartal III-2023 ditengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan  global ini berkat harmonisasi kebijakan fiskal dan moneter yang dilakukan Komite Stabilitas Sistem keuangan (KSSK). KSSK yang terdiri atas Kementerian Keuangan (Kemekeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memperkuat sinergi  dalam mengantisipasi dampak gejolak perekonomian global terhadap perekonomian domestik. "KSSK juga meningkatnya kewaspadaan terhadap resiko global kedepan, termasuk pada rambatan  efek ekonomi global ke domestik," ujar Menteri Keuangan (Kemenkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers hasil rapat berkala  KSSK IV tahun 2023 di kantor.  Jika dilihat dari kondisi ekonomi global, Dana Moneter Internasional (International Monetery Fund/IMF) memperkirakan pertumbuhan  ekonomi global tahun 2023  mencapai 3%, sedangkan tahun 2024 melambat menjadi ke 2,9%. (Yetede)

Lima Evaluasi untuk Keuangan yang Sehat

KT3 28 Oct 2023 Kompas

Mengukur kesehatan keuangan rumah tangga menjadi sangat penting,terutama di masa penuh dinamika  seperti saat ini. Patut dipahami, hidup manusia terus berjalan terlepas seperti apa kondisi perekonomian. Tanpa harus melakukan perhitungan yang rumit ala perencana keuangan, sebenarnya setiap rumah tangga dapat menggunakan beberapa indikator untuk mengetahui seberapa sehat keuangannya. Ada lima indikator untuk tahu seberapa sehat keuangan rumah tangga kita. Pertama, evaluasi kondisi kehidupan. Kestabilan pemasukan sebagai sumber daya rumah tangga adalah salah satu factor penentu kesehatan keuangan. Kedua, evaluasi komitmen pembayaran pinjaman. Pinjaman yang sehat adalah bilamana jumlah seluruh cicilan pinjaman hanya maksimal 1/3 penghasilan bulanan.  

Ketiga, evaluasi pengeluaran bulanan. Secara umum, keuangan rumah tangga tergolong baik apabila dapat menyisihkan penghasilan di awal untuk dana darurat, tabungan, atau untuk investasi. Keempat, jumlah dana darurat. Pahami bahwa dana darurat berbeda dengan tabungan. Momen saat ada saudara  membutuhkan bantuan atau pun adanya musibah finansial yang harus ikut ditanggung oleh rumah tangga pribadi, maka dana darurat akan menjadi jalan keluarnya. Kelima, evaluasi jumlah aset. Menyisihkan penghasilan untuk ditabung dan diinvestasikan adalah hal penting untuk membentuk asset, untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup di masa depan yang nilainya akan meningkat karena adanya tingkat inflasi. Langkah berikutnya adalah tidak bergantung pada pinjaman untuk membiayai keperluan hidup sehari-hari dan menyisihkan sebagian penghasilan untuk dana darurat dan investasi masa depan. (Yoga)

OJK Dorong Perencanaan Keuangan sejak Dini

KT3 26 Oct 2023 Kompas
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi dalam kegiatan OJK Mengajar di Universitas Al Azhar, Jakarta, Selasa (24/10/2023), berpesan kepada para masiswa dan mahasiswi mengenai pentingnya merencanakan keuangan sejak dini untuk mempersiapkan masa depan yang lebih sejahtera. (Yoga)

Menangkal Gangguan Siber ke Sistem Keuangan

KT1 24 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Upaya antisipasi terhadap peningkatan risiko siber dalam sistem keuangan perlu dilakukan, seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat. Oleh karena itu, Bank Indonesia (BI) memperkuat pertahanan sistem keuangan dari sisi kebijakan bank sentral maupun dari sisi industri. Dalam Kajian Stabilitas Keuangan Nomor 41 September 2023 yang dipublikasikan BI ada Senin (23/10/2023), BI menilai ketahanan sistem  keuangan perlu mengantisipasi risiko yang berkembang dari sisi digital. Sejalan dengan perkembangan  digitalisasi dalam transaksi  keuangan, serangan siber menjadi resiko yang harus  diwaspadai oleh pelaku industri, baik bank maupun lembaga selain bank. Serangan siber didefinisikan sebagai segala kegiatan yang bersifat malicious yang ditujukan untuk mendapatkan, mengganggu, mendelegasikan dan/atau merusak sumber daya sistem informasi dan/atau informasi. (Yetede)

Menangkal Gangguan Siber ke Sistem Keuangan

KT1 24 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Upaya antisipasi terhadap peningkatan risiko siber dalam sistem keuangan perlu dilakukan, seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat. Oleh karena itu,  Bank Indonesia (BI) memperkuat ketahanan sistem keuangan dari sisi kebijakan bank sentral maupun dari sisi industri. Dalam kajian Stabilitas Keuangan Nomor 41 September 2023 yang dipublikasikan BI pada Senin (23/10/2023), BI menilai ketahanan sistem keuangan perlu risiko yang berkembang dari sisi digital. Sejalan dengan perkembangan digitalisasi dalam transaksi keuangan, serangan siber menjadi risiko yang harus diwaspadai oleh pelaku industri, baik bank maupun lembaga selain bank. Serangan siber didefinisikan sebagai segala kegiatan yang bersifat malicious yang ditujukan untuk mendapatkan, mengganggu, mendegadrasikan dan/atau merusak sumber daya sistem informasi dan/atau informasi. (Yetede)

Bertabur Insentif, Bank Harus Memacu Kredit

HR1 23 Oct 2023 Kontan
Perbankan tak punya alasan lagi untuk tidak memacu penyaluran kredit. Apalagi, menjadikan kenaikan bunga acuan Bank Indonesia (BI) 25 bps sebagai kilah bahwa likuiditas mengetat. Walau bunga acuan naik, namun BI kembali membanjiri likuiditas perbankan dengan melonggarkan penyangga likuiditas makroprudensial (PLM). Untuk bank konvensional, PLM diturunkan dari 6% jadi 5% dengan fleksibilitas repo 5%. PLM bank syariah turun dari 4,5% jadi 3,5% dengan fleksibilitas repo 3,5%. PLM merupakan cadangan likuiditas minimum dalam rupiah yang wajib disimpan bank umum dalam bentuk surat berharga rupiah. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, insentif PLM berpotensi menambah likuiditas Rp 81 triliun. Pelonggaran PLM ini akan berlaku mulai 1 Desember 2023. “Tapi, janji, lo, para bankir, insentif ini untuk menyalurkan kredit, jangan ditaruh lagi di SBN,” ujar Perry, pekan lalu. Sementara insentif KLM baru dimanfaatkan bank umum sebesar Rp 28,79 triliun. Alhasil, kata Perry, masih ada Rp 20 triliun lagi yang bisa dimanfaatkan. Likuiditas perbankan memang tak selonggar tahun lalu, tapi masih di level cukup aman. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat loan to deposit ratio (LDR) per Agustus 83,38% dan rasio alat likuid terhadap DPK 26,49%. EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn optimistis insentif yang diberikan regulator berdampak positif bagi pertumbuhan kredit. “Kami akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait implementasi insentif ini,” ujarnya. Sementara itu, Direktur Bisnis Bank Jtrust Indonesia Widjaja Hendra menyebut, pengetatan likuiditas perbankan kemungkinan tak terelakkan meski ada insentif. Kenaikan bunga acuan menurutnya akan mendorong bank berlomba menaikkan bunga dana. LDR Bank Jtrust per Juni 2023 tercatat 74,22%. Direktur Treasury Bank CIMB Niaga John Simon berpandangan, likuiditas industri masih memadai, tapi tidak sama kondisinya di semua bank. Adapun likuiditas CIMB Niaga masih aman dengan rasio LDR sekitar 85%. Di sisi lain, perseroan juga punya surat utang pemerintah yang dapat direpokan.

Peluang Bisnis Besar dari Ajang Olahraga

HR1 21 Oct 2023 Kontan
Maraknya penyelenggaraan acara olahraga jadi peluang bisnis besar bagi industri asuransi. Pasalnya, kegiatan olahraga berat rawan menyebabkan cedera. Sehingga, kebutuhan proteksi kesehatan penting bagi para peserta event tersebut. Dalam waktu dekat, sejumlah acara olahraga marathon akan digelar. Pekan ini akan diselenggarakan Jakarta Marathon. Lalu, di November akan ada perhelatan IFG Marathon, BTN Jakarta Run dan Astra Half Marathon. Sejumlah pelaku bisnis asuransi menilai ada peluang bisnis dari event olahraga. Asuransi Jiwa Generali Indonesia misalnya, aktif menjadi mitra asuransi resmi di ajang marathon, seperti Borobudur Marathon dan Runhub Surabaya. Chief Marketing Officer Generali Indonesia Vivin Arbianti Gautama mengatakan, sebagai official insurance partner, Generali memberikan proteksi jiwa dan kesehatan jika pelari mengalami kecelakaan saat berlari. "Untuk perlindungan ini diberikan secara gratis," ujarnya kepada KONTAN, Jumat (20/10). Sementara itu, Plt. Direktur Utama BNI Life Insurance Eben Eser Nainggolan mengungkapkan, kehadiran asuransi di ajang marathon bukan bisnis komersil, tetapi kerjasama mutual benefit dengan penyelenggara. "Bagi kami, ajang tersebut bentuk promosi melalui skema sponsorship guna meningkatkan brand awareness,"  jelasnya. Asuransi Jiwa IFG punya produk asuransi khusus untuk pegiat olahraga, yakni LifeSAVER. Produk ini memproteksi cedera dan kecelakaan olahraga. Penggunanya kini mencapai 8.000 dengan premi terkumpul Rp 500 juta.