Bertabur Insentif, Bank Harus Memacu Kredit
Perbankan tak punya alasan lagi untuk tidak memacu penyaluran kredit. Apalagi, menjadikan kenaikan bunga acuan Bank Indonesia (BI) 25 bps sebagai kilah bahwa likuiditas mengetat. Walau bunga acuan naik, namun BI kembali membanjiri likuiditas perbankan dengan melonggarkan penyangga likuiditas makroprudensial (PLM). Untuk bank konvensional, PLM diturunkan dari 6% jadi 5% dengan fleksibilitas repo 5%. PLM bank syariah turun dari 4,5% jadi 3,5% dengan fleksibilitas repo 3,5%. PLM merupakan cadangan likuiditas minimum dalam rupiah yang wajib disimpan bank umum dalam bentuk surat berharga rupiah. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, insentif PLM berpotensi menambah likuiditas Rp 81 triliun. Pelonggaran PLM ini akan berlaku mulai 1 Desember 2023. “Tapi, janji, lo, para bankir, insentif ini untuk menyalurkan kredit, jangan ditaruh lagi di SBN,” ujar Perry, pekan lalu. Sementara insentif KLM baru dimanfaatkan bank umum sebesar Rp 28,79 triliun. Alhasil, kata Perry, masih ada Rp 20 triliun lagi yang bisa dimanfaatkan. Likuiditas perbankan memang tak selonggar tahun lalu, tapi masih di level cukup aman. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat loan to deposit ratio (LDR) per Agustus 83,38% dan rasio alat likuid terhadap DPK 26,49%. EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn optimistis insentif yang diberikan regulator berdampak positif bagi pertumbuhan kredit. “Kami akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait implementasi insentif ini,” ujarnya. Sementara itu, Direktur Bisnis Bank Jtrust Indonesia Widjaja Hendra menyebut, pengetatan likuiditas perbankan kemungkinan tak terelakkan meski ada insentif. Kenaikan bunga acuan menurutnya akan mendorong bank berlomba menaikkan bunga dana. LDR Bank Jtrust per Juni 2023 tercatat 74,22%. Direktur Treasury Bank CIMB Niaga John Simon berpandangan, likuiditas industri masih memadai, tapi tidak sama kondisinya di semua bank. Adapun likuiditas CIMB Niaga masih aman dengan rasio LDR sekitar 85%. Di sisi lain, perseroan juga punya surat utang pemerintah yang dapat direpokan.
Postingan Terkait
KB Bank Raih Fasilitas Pinjaman Rp 3 Triliun
28 Jun 2025
Geopolitik Memanas, Bisnis Bank Emas Mengkilap
26 Jun 2025
Perang Global Picu Lonjakan Utang
25 Jun 2025
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
23 Jun 2025
Bank Masih Dilema Menurunkan Bunga Kredit
20 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023