Leasing Masih Andalkan Bank
Kebijakan Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan di level 5,75% untuk periode Agustus 2023, menjadi angin segar bagi industri
multifinance
Tanah Air. Maklum, saat ini sumber pendanaan
multifinance
mayoritas dari perbankan atau dari penerbitan obligasi.
Ambil contoh PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF). Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan, dukungan terbesar pendanaan dari bank berasal dari induk usaha, yakni PT CIMB Niaga Tbk (BNGA), baik pembiayaan bersama (
joint financing
) dan
executing loan.
Selain dari induk usaha, saat ini sudah ada sekitar 20 bank yang telah bekerjasama dengan CNAF dalam memberikan pendanaan, baik konvensional maupun syariah.
Berbeda, PT BNI Multifinance, yang mengaku seluruh sumber pendanaan berasal dari bank. Antara lain, dari induk usaha, yakni PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan sejumlah bank kreditur lainnya. "Bunganya berkisar 6% sampai 8% per bulan. Posisi pendanaan dari bank per Juni 2023 sebesar Rp 1,3 triliun," ujar Legendariah Rasuanto,
Chief Financial Officer
BNI Multifinance.
Sementara itu, Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) menerapkan diversifikasi sumber pendanaan untuk meminimalisir risiko. Direktur Keuangan Adira Finance Sylvanus Gani Mendrofa bilang, hampir 50% pendanaan dari induk perusahaan, yakni Bank Danamon.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023