;
Tags

Rupiah

( 288 )

Modal Asing Masuk USD 1,5 Miliar , Bikin Rupiah Menguat

Sajili 22 Sep 2021 Sinar Indonesia Baru

Bank Indonesia (BI) mencatat aliran masuk modal asing terus berlanjut dengan investasi portofolio yang mencatatkan net inflows sebesar 1,5 miliar dolar AS pada periode Juli hingga 17 September 2021. Itu sebagai salah satu faktor mengapa nilai tukar rupiah cenderung menguat belakangan ini.

Mata uang Garuda menguat di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang belum sepenuhnya mereda, seperti isu kegagalan bayar korporasi di pasar keuangan Tiongkok, rencana pengurangan stimulus atau tapering oleh Bank Sentral AS, The Fed, serta peningkatan kasus COVID-19.

Perry menyebutkan nilai tukar rupiah pada 20 September 2021 menguat 0,94 persen secara rerata dan 0,18 persen secara point to point dibandingkan dengan level Agustus 2021. Dengan perkembangan tersebut, ia menjelaskan rupiah sampai dengan 20 September 2021 masih mencatat depresiasi sebesar 1,35 persen secara tahunan (year to date/ytd) dibandingkan dengan level akhir 2020.


Pakailah Rupiah Meskipun Sedang Di Negeri Orang

HR1 30 Aug 2021 Kontan, 25 Agustus 2021

Perbankan berancang-ancang menangkap peluang bisnis anyar dari transaksi Quick Response Indonesia Standard (QRIS) lintas negara. Ini seiring berjalannya pilot project pembayaran berbasis kode QR antar negara antara Bank Indonesia (BI) dengan Bank of Thailand. Pembayaran berbasis kode QR antar negara ini dinilai lebih aman. Nasabah tidak perlu lagi membawa uang dalam jumlah banyak jika ke negeri orang. Di bawah payung Currency Settlement (LCS), nasabah menggunakan rupiah dengan sistem QR itu walau sedang di luar negeri.  

Rupiah Menguat ke 14.416/US$ Meski Masih Dibayangi Tapering Off Fed

HR1 23 Aug 2021 Katadata

Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,12% ke level Rp 14.435 per dolar AS pada perdagangan pasar spot hari ini. Rupiah dipengaruhi membaiknya sentimen pasar terhadap aset berisiko meski wacana tapering off masih terus membayang-bayangi. Mengutip Bloomberg, rupiah terus menguat ke level Rp 14.416 per dolar AS hingga pukul 09.30 WIB. Mayoritas mata uang Asia lainnya juga kompak menguat. Ringgit Malaysia menguat 0,22%, diikuti bath Thailand 0,22%, yuan Tiongkok 0,16%, peso Filipina 0,31%, won Korea Selatan 0,56%, dolar Hong Kong 0,03%, dolar Singapura 0,15% dan dolar Taiwan 0,18%. Sementara yen Jepang dan rupee India melemah masing-masing 0,05% dan 0,20%. Analis pasar uang Ariston Tjendra memperkirakan rupiah akan bergerak menguat di kisara Rp 14.380 per dolar AS, dengan potensi resisten di kisaran Rp 14.460. Hal ini didorong membaiknya sentimen pasar terhadap aset berisiko. Wacana tapering off alias pengetatan stimulus oleh bank sentral AS, The Federal Reserve (Fed) membayangi pergerakan rupiah yang melemah sepanjang pekan lalu. Pada penutupan hari Jumat (20/8), rupiah melemah 0,45% dari posisi pekan sebelumnya. Notulen rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) yang dirilis Rabu dini hari mendorong wacana Tapering off semakin kencang diperbincangkan.

Tapering Moneter The Fed Buat Rupiah Loyo ke Rp14.402

Sajili 19 Aug 2021 CNN Indonesia

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.402 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Kamis (19/8) sore. Posisi tersebut melemah 0,21 persen dibandingkan perdagangan Rabu (18/8) sore di level Rp14.372 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.414 per dolar AS, atau melemah dibandingkan posisi hari sebelumnya yakni Rp14.384 per dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah bersama mayoritas mata uang lain disebabkan rencana pengetatan (tapering) kebijakan moneter The Fed diperkirakan mulai tahun ini. Kondisi itu memicu penguatan dolar AS lantaran tapering berpotensi mengurangi likuiditasnya di pasar.

Dalam risalah pertemuan 27-28 Juli yang dirilis semalam, pejabat The Fed melihat potensi untuk mengurangi pembelian obligasi tahun ini jika ekonomi terus membaik seperti yang diharapkan. Ibrahim mengatakan pengurangan pembelian obligasi itu berdampak positif bagi dolar AS karena The Fed tidak membanjiri pasar dengan uang tunai.


Nilai Tukar Rupiah ke Dolar AS Menguat

Sajili 06 Jul 2021 Tribun Timur

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan menguat seiring meningkatnya data pengangguran di Amerika Serikat. Pada pukul 09.44 WIB, rupiah menguat 48 poin atau 0,33 persen ke posisi Rp 14.485 per dollar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.533 per dolar AS.

Pasar melihat dua komponen data tenaga kerja AS pada Juni yang di bawah ekspektasi, yaitu data tingkat pengangguran yang meningkat dan data rata-rata upah yang kenaikannya di bawah ekpektasi. Pasar menganggap hasil ini belum cukup untuk mengubah kebijakan pelonggaran moneter bank sentral AS meskipun data non-farm payrolls dirilis lebih bagus dari ekspektasi. Kendati demikian, tingkat pengangguran AS pada Juni naik menjadi 5,9 persen dari 5,8 persen pada bulan sebelumnya.


BI Masih Kaji Kebijakan Penerbitan Rupiah Digital

Ayutyas 29 Jun 2021 Investor Daily, 29 Juni 2021

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya sedang dalam tahap penyusunan kebijakan central bank digital currency (CBDC) atau rupiah digital. Dalam hal ini, BI bertugas sebagai pihak yang mencetak dan mengedarkan rupiah digital termasuk menentukan platform yang ikut menyalurkan.“Rancangan itu yang sedang kita siapkan, termasuk pusat data, keamanan, dan manajemen cyber. Tentu saja (BI) juga melihat pengalaman negara lain, sekarang belum ada negara yang menerbitkan mata uang digital. Di Tiongkok dan Swiss sedang uji coba.,” ucap Perry pada acara Focus Group Discussion (FGD) Bank Indonesia dengan para Pemimpin Redaksi Media Massa yang berlangsung secara virtual, Senin (28/6/2021).

Langkah berikutnya yaitu mempersiapkan distribusi untuk penyaluran mata uang digital. Distribusi akan dilakukan wholesaler. Sedangkan pihak yang bisa menjadi wholesaler yaitu pelaku pasar uang, digital banking maupun payment services. Wholesaler akan diberikan lisensi untuk mengedarkan secara ritel, bisa melalui Quick Response Indonesia Standard (QRIS).“Hal ini menjadi lebih efisien karena penyelesaian tidak lagi melalui rekening bank, tetapi pusat digital rupiah ada di BI sehingga kita benar-benar bisa melihat perkembangannya,” ucap Perry.Mengenai platform rupiah digital, Perry mengatakan pihaknya sedang berdiskusi dengan bank sentral lain. Apakah mau menggunakan blockchain atau platform lain. Diskusi dilakukan dengan bank sentral lain agar rupiah digital dapat berada di platform dengan teknologi yang kompatibel.“Setahu kami belum ada bank sentral yang boleh menggunakan uang digital mereka baru di tahap uji coba,” kata Perry.

(Oleh - HR1)

BI Optimistis Nilai Rupiah Tak Anjlok di 2022

Sajili 03 Jun 2021 Tribun Timur

Nilai tukar rupiah selalu mengalami naik turun. Namun di tahun 2022, diprediksi nilai tukar rupiah tak kan jauh berbeda dari sepanjang 2021. Bank Indonesia (BI) optimistis nilai tukar rupiah di tahun 2022 akan bergerak di kisaran Rp 14.100 hingga Rp 14.500 per dolar Amerika Serikat (AS). Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, perkiraan nilai tukar tersebut menguat tipis dari perkiraan pergerakan rupiah di akhir tahun 2021 yang sebesar Rp 14.200 hingga Rp 14.600 per dollar AS.

Meski optimistis menguat, Perry juga mengingatkan bahwa Indonesia tak boleh lengah. pasalnya, masih ada potensi ketidakpastian dan risiko yang bisa menekan nilai tukar rupiah. Seperti contohnya, kenaikan yield US TReasury yang bisa mendorong adanya arus modal asing keluar dari pasar keuangan global yang bisa melemahkan nilai tukar rupiah. Namun, BI pede bisa menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan bauran kebijakan dan komitmen yang sudah dipupuk bahkan dengan pemerintah.


Rupiah Menguat Walau Terlambat

Sajili 05 Jan 2021 Kontan

Tahun baru, level nilai tukar baru. Mengawali tahun 2021 ini, mata uang garuda mengepak kuat. Kemarin (4/1), kurs spot rupiah menguat 1,12% menjadi Rp 13.895 per dollar Amerika Serikat (AS). Ini level terkuat rupiah sejak 10 juni 2020.

Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf mengatakan, salah satu penyebab penguatan rupiah adalah tren bearish dollar AS. The greenback tertekan optimisme pelaku pasar terhadap pemulihan ekonomi global setelah berbagai negara mulai melakukan program vaksinasi Covid-19.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksikan dollar AS akan terus melemah. Kemarin, indeks dollar AS berada di level 89,95. Ini level terendah sejak April 2018.

Kepala Ekonom BCA David Sumual menilai penguatan rupiah kali ini karena overshoot dana asing yang masuk ke pasar saham dan obligasi Indonesia dengan nilai cukup besar. "Yang terpenting rupiah harus stabil dan punya daya saing dibanding mata uang emerging lain, " jelas dia.


Yang Untung Saat Rupiah Buntung

Ayutyas 14 Jun 2020 Kontan, 29 Mei 2020

Nilai tukar rupiah melemah cukup dalam di kuartal satu lalu. Di periode tersebut, kurs rupiah turun 17,63%. Meski begitu, sejumlah emiten mendulang untung berkat pelemahan ini. PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) mencetak laba selisih kurs Rp 605,06 triliun di sehingga laba bersih emiten ini naik menjadi Rp 931,39 miliar sebagaimana diterangkan Chris Apriliony, analis Jasa Utama Capital Sekuritas. PT Lonsum Indonesia Tbk (LSIP) juga mengalami hal serupa. Meilki Darmawan, analis NH Korindo Sekuritas, menjelaskan, performa tersebut tak lepas dari posisi LSIP yang memiliki net cash kuat.

Cuma memang, ada risiko negara importir CPO mengurangi konsumsi akibat pandemi Covid-19. Kondisi ini berpotensi menekan harga CPO. Berdasarkan perhitungan Meilki, setiap penurunan harga CPO sebesar 10%, pendapatan LSIP akan turun 7%. Sedangkan laba per saham akan mengalami penurunan 22%. Setali tiga uang, Chris mengatakan turunnya konsumsi dari negara importir produk menjadi risiko bagi MYOR. Tapi, pelonggaran lockdown yang sudah dimulai di beberapa negara tujuan ekspor menjadi angin segar.

Chris merekomendasikan buy saham MYOR dengan target harga Rp 2.700 per saham. Ini dengan asumsi kurs rupiah stabil di Rp 14.900 per dollar AS hingga akhir tahun. Meilki menilai, program B-30 menjadi sentimen positif untuk emiten perkebunan dalam negeri karena dinilai mampu menyerap permintaan CPO. Dia merekomendasikan buy LSIP dengan target harga Rp 900 per saham.

Rupiah dan IHSG Menguat

Ayutyas 09 May 2020 Republika, 06 May 2020

Melemahnya laju pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2020 tak memengaruhi nilai tukar rupiah dan indeks harga saham gabungan (IHSG). Kurs rupiah dan IHSG tetap menguat kendati ekonomi Tanah Air hanya tumbuh 2,97 persen.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, meski pertumbuhan ekonomi kuartal pertama lebih rendah dari perkiraan, masih dapat diterima oleh pasar.

Inflasi April yang rendah di 0,08 persen dan tingginya tingkat pengangguran, yaitu di atas dua juta jiwa, di perkirakan akan membuat pemerintah melonggarkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pelonggaran PSBB diharapkan akan membantu roda perekonomian kembali berjalan secara normal sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa menunjukkan rupiah melemah menjadi Rp 15.104 per dolar AS dibanding pada hari sebelumnya di posisi Rp 15.073 per dolar AS.

Analis Indopremier Sekuritas Mino mengatakan, IHSG ditopang oleh data PDB kuartal satu. Meskipun di bawah konsensus, masih positif, beda dengan negara besar lain, seperti Cina dan Amerika yang pertumbuhan ekonominya di kuartal satunya negatif.

Penutupan IHSG diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing sebesar Rp 429,94 miliar.