;
Tags

Rupiah

( 289 )

Rupiah dan IHSG Menguat

Ayutyas 09 May 2020 Republika, 06 May 2020

Melemahnya laju pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2020 tak memengaruhi nilai tukar rupiah dan indeks harga saham gabungan (IHSG). Kurs rupiah dan IHSG tetap menguat kendati ekonomi Tanah Air hanya tumbuh 2,97 persen.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, meski pertumbuhan ekonomi kuartal pertama lebih rendah dari perkiraan, masih dapat diterima oleh pasar.

Inflasi April yang rendah di 0,08 persen dan tingginya tingkat pengangguran, yaitu di atas dua juta jiwa, di perkirakan akan membuat pemerintah melonggarkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pelonggaran PSBB diharapkan akan membantu roda perekonomian kembali berjalan secara normal sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa menunjukkan rupiah melemah menjadi Rp 15.104 per dolar AS dibanding pada hari sebelumnya di posisi Rp 15.073 per dolar AS.

Analis Indopremier Sekuritas Mino mengatakan, IHSG ditopang oleh data PDB kuartal satu. Meskipun di bawah konsensus, masih positif, beda dengan negara besar lain, seperti Cina dan Amerika yang pertumbuhan ekonominya di kuartal satunya negatif.

Penutupan IHSG diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing sebesar Rp 429,94 miliar.


BI Diyakini Mampu Menjaga Volatilitas Rupiah

Ayutyas 03 May 2020 Kontan, 29 April 2020

Upaya Bank Indonesia (BI) dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar rupiah nampaknya cukup berhasil. Volatilitas nilai tukar rupiah terjaga dengan baik jika dibanding negara lain meski dipengaruhi sentimen pandemi Covid-19. Berdasarkan data Bloomberg, indeks volatilitas rupiah memang meningkat pada periode 20 Maret-17 April 2020. Meski cenderung lebih rendah dibandingkan mata uang lira Turki, real Brasil, dan rand Afrika Selatan, namun dinilai lebih tinggi dari baht Thailand, peso Filipina, rupe India, dan ringgit Malaysia. Di sisi lain, ada beberapa negara mengalami pelemahan nilai tukar terbesar dengan volatilitas tertinggi di sepanjang paruh kedua tahun lalu, yaitu Turki, Brasil, dan Afrika Selatan dan di atas rerata volatilitas negara-negara berkembang. rand Afrika Selatan mencatat indeks volatilitas 18,1%, disusul real Brazil 17%, dan lira Turki 16%.

Ekonom Senior Institut Kajian Strategis (IKS) Universitas Kebangsaan Eric Sugandi melihat, intervensi BI cukup bisa menjaga volatilitas rupiah sampai akhir semester I-2020 karena cadangan devisa Indonesia masih cukup besar. Di samping itu faktor kejutan dari pandemi Covid-19 juga sudah jauh berkurang dibandingkan pada bulan Februari, Maret, hingga awal April lalu. Para pelaku pasar juga mulai tidak bereaksi berlebihan.

Pertamina-PLN Terbebani Utang Valas

Ayutyas 19 Apr 2020 Republika, 17 April 2020

Beban utang valas dua perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), berpotensi membuat kantong perusahaan jebol dikarenakan anjloknya nilai tukar rupiah atas dolar AS. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, saat ini penjualan BBM Pertamina turun sangat dalam hingga 34,6 persen secara nasional dan merupakan penurunan penjualan paling rendah dalam sejarah Pertamina. Nicke menjelaskan, ada dua skenario yang dibuat perusahaan sesuai arahan pemerintah. Pertama, skenario berat dengan asumsi Indonesia Crude Price (ICP) 38 dolar AS per barel dan yang kedua, skenario sangat berat ICP diasumsikan turun ke 31 dolar AS per barel.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengakui, mayoritas utang yang dimiliki oleh PLN saat ini berbentuk valas. Zulkifli menjelaskan, adanya kebutuhan dana untuk investasi yang tidak sedikit sementara ruang pinjaman yang di sediakan oleh perbankan nasional hanya maksimal Rp 140 triliun, membuat PLN harus meminjam dari bank di luar domestik. Zulkifli menyebutkan, setiap pelemahan senilai Rp 1.000 per dolar AS, biaya yang ditanggung PLN bisa meningkat Rp 9 triliun.

Rupiah ke Level 13.000, Pasar Saham Bullish

budi6271 01 Feb 2019 Kontan
Keputusan The Fed mempertahankan suku bunga acuan di level 2,25%-2,5% membuat lega pasar. Hal ini mendorong IHSG dan nilai tukar rupiah menguat. Analis menilai pernyataan The Fed menjadi sentimen positif bagi pasar modal. Konsekuensinya, investor akan lebih berani masuk ke Indonesia.
Pasar Indonesia memang dianggap menarik oleh investor asing. Berdasarkan data BEI, investor asing berkontribusi 35% pada transaksi perdagangan sepanjang tahun ini. Makanya, analis memprediksi pernyataan The Fed bisa mengerek IHSG ke level 7.000, bahkan bisa lebih tinggi lagi.

Neraca Mulai Membaik

Admin 16 Oct 2018 Republika
Kenaikan mata uang dolar AS membuat volume impor menurun. BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia pada September 2018 mengalami surplus mencapai 230 juta dolar AS. Pendapatan ini cukup baik dibandingkan dengan bulan lalu yang defisit hingga 1,02 miliar dolar AS.

Nilai Tukar, Pelaku Usaha Diharapkan Tukar Dolar AS

Admin 16 Oct 2018 Kompas
Pendiri Grup Mayapada, Dato' Sri Tahir menukarkan dolar AS ke rupiah senilai lebih kurang Rp 2 triliun. Langkah memperkuat mara uang rupiah itu diharapkan diikuti pelaku usaha atau eksportir lain di Indonesia. Peran pelaku usaha dan eksportir saat ini sangat penting untuk memperkuat rupiah.

Gerakan Tukar Rupiah Berlanjut

Admin 16 Oct 2018 Republika
Sejumlah taipan Indonesia telah bergerak untuk menahan penguatan dolar AS dengan menguras tabungan dolar mereka. Terbaru, bos Mayapada Group Dato Sri Tahir menjual dolar AS miliknya setara Rp12 triliun.

Penjualan Mobil Naik 7% di Kuartal III

Admin 15 Oct 2018 Kontan
Gejolak kurs dan suku bunga menahan pasar otomotif. Secara umum, pasar otomotif cenderung berjalan stagnan. Banyak hal yang menjadi tantangan, seperti pergerakan nilai tukar dan suku bunga.

Kepercayaan Investor Global Dukung Stabilitas Rupiah

Admin 15 Oct 2018 Investor Daily
Indonesia meraih kepercayaan investor maupun lembaga keuangan global dalam pertemuan tahunan IMF-WB 2018. Kesepakatan investasi langsung dan portofolio US$13,5 miliar, kerjasama keuangan LCS arrangements US$10 miliar dengan Singapura, serta perluasan jaringan ekspor dan pariwisata akan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah pengembangan pasar modal, sekaligus resiliensi ekono,i nasional dalam jangka panjang.

Awas, Kegiatan Bisnis Dalam Tren melambat

Admin 15 Oct 2018 Kontan
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS menekan perkembangan dunia usaha. Laju ekonomi biasanya bergerak lebih cepat pada semester kedua dibandingkan semester pertama. Namun pada tahun ini malah kebalikan, roda perekonomian nasional dalam tren melambat setelah mencapai puncaknya pada kuartal II 2018. Sektor yang mengalami perlambatan yaitu manufaktur dan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan.