;
Tags

Rupiah

( 288 )

Pelemahan Rupiah Kikis Laba Pebisnis

HR1 02 Sep 2022 Kontan (H)

Rupiah yang lemah dan kenaikan harga komoditas, rupanya tak bersahabat bagi sejumlah korporasi di dalam negeri. Pelemahan kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan harga komoditas mengikis kinerja sejumlah emiten di dalam negeri. Lihat saja catatan kinerja sejumlah emiten saham sepanjang semester I-2022. Emiten saham yang bergantung pada bahan baku impor dan memiliki utang denominasi dollar AS terkena dampak rugi kurs paling signifikan. Emiten saham produsen mi instan merek Indomie, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), misalnya, mencatatkan kerugian kurs hingga senilai Rp 1,32 triliun di enam bulan pertama tahun ini. Rugi selisih kurs ini berasal dari obligasi dollar AS yang mencapai 95% dari total utang. Dus, manakala rupiah melemah, sementara harga gandum di pasar dunia melesat, kerugian selisih kurs yang dicatatkan emiten Grup Salim tersebut meningkat. Laba bersihnya pun turut tergerus.

BI Luncurkan Uang Kertas Desain Baru

KT3 19 Aug 2022 kompas

BI dan Kementerian Keuangan resmi meluncurkan tujuh pecahan uang rupiah kertas desain baru atau tahun emisi 2022. Pecahan uang kertas itu terdiri dari Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000. Uang kertas ini sudah resmi berlaku dan diedarkan di wilayah NKRI sebagai alat pembayaran yang sah. Adapun uang kertas yang sebelumnya telah diedarkan tetap berlaku sebagai alat pembayaran sepanjang belum dicabut dan ditarik peredarannya.

Peresmian uang kertas tahun emisi 2022 itu dilakukan bersama-sama oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dan Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (18/8). Perry menjelaskan, peluncuran uang rupiah ini merupakan wujud komitmen untuk menyediakan uang kertas terpercaya kepada masyarakat. Sri Mulyani menambahkan, rupiah tidak sekadar mata uang, tetapi juga instrumen yang menggambarkan perjalanan bangsa dan NKRI. Dalam setiap lembaran rupiah, lanjutnya, terdapat berbagai cerita dan narasi mengenai kebangsaan dan bangsa Indonesia. (Yoga)


BI Harus Menaikkan Suku Bunga untuk Menjaga Rupiah

HR1 26 Jul 2022 Kontan

Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga di 3,5% demi menjaga pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini sempat membuat rupiah melemah ke level Rp 15.000 per dollar Amerika Serikat (AS). Namun para analis yakin rupiah bisa kembali menguat. Analis Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian dalam riset 21 Juli menulis, BI membuat keputusan tersebut setelah mencermati ekspektasi inflasi inti akan terjaga di tengah risiko perlambatan ekonomi global. Namun, BI memangkas ekspektasi pertumbuhan global pada 2022 menjadi 2,9% dari sebelumnya sebesar 3,5%. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto juga sepakat jika keputusan mempertahankan suku bunga ini tepat dilakukan. Ke depan, keputusan suku bunga akan sangat bergantung pada data inflasi inti. "Di sisi lain, BI menormalisasi kebijakan moneter dengan menaikkan GWM rupiah," tutur Rully.

Positif Bagi Bursa, Negatif Bagi Rupiah

KT3 22 Jul 2022 Kontan (H)

BI memilih tetap mempertahankan BI 7-day-RR di level 3,5 % selama 18 bulan berturut-turut, saat banyak negara mengerek suku bunga untuk mengatasi inflasi. Diluar dugaan, pasar saham merespon positif kebijakan ini. Kepala Riset Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya mengatakan, respon positif ini tercermin dari koreksi IHSG yang tipis, Kamis (21/7) IHSG terkoreksi 0,15 % ke level 6.864,13. Investor asing juga masih mencatatkan net buy Rp 540 miliar.

Namun di pasar valuta, keputusan BI tersebut berdampak negatif bagi nilai tukar rupiah. Kepala Ekonom BCA David Sumual meyakini nilai tukar rupiah akan kembali melemah. Penyebabnya selisih suku bunga USD dan Rupiah semakin tipis. Analis Monex Investindo Faisyal juga melihat investor akan menjauhi Rupiah. “Bukan tidak mungkin Rupiah melemah ke Rp 15.200-Rp 15.500 per USD,” ujar Faisyal. (Yoga)


Rupiah Terus Melemah terhadap Dollar AS

KT3 06 Jul 2022 Kompas

Nilai tukar rupiah terhadap USD telah terdepresiasi 4,5 % dari awal tahun hingga Selasa (5/7), akibat penguatan nilai tukar USD terhadap berbagai mata uang di dunia yang dipicu kebijakan Bank Sentral AS menaikkan tingkat suku bunga acuan secara agresif. Mengutip Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), nilai tukar rupiah terhadap USD pada Selasa berada pada posisi Rp 14.990.

Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede menjelaskan, sejatinya fundamental perekonomian Indonesia dalam kondisi baik. Namun, kuatnya berbagai sentimen global mendorong penguatan USD terhadap berbagai mata uang dunia, termasuk rupiah. Sentimen itu dipicu kenaikan suku bungaThe Fed membuat arus modal keluar (capital outflow) dari Indonesia. Apalagi, Bank Sentral AS (The Fed) masih akan terus menaikkan tingkat suku bunga untuk meredam inflasi di dalam negerinya. (Yoga)


Mata Uang Garuda Kokoh di Tengah Banyak Tekanan

HR1 11 May 2022 Kontan (H)

Di tengah sentimen kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS), dalam lima hari terakhir, kurs rupiah menunjukkan performa cukup solid dibanding mata uang lain di Asia. Meski terkoreksi, pelemahan rupiah jauh lebih terbatas dibandingkan mata uang lainnya. Selasa (10/5), kurs spot rupiah menguat 0,12% dari hari sebelumnya ke Rp 14.555 per dollar AS. Dalam lima hari terakhir, rupiah hanya melemah 0,37% di hadapan The Greenback. Sementara mata uang lain seperti dollar Singapura, bath Thailand, dan ringgit Malaysia melemah lebih dalam. Bahkan, pelemahan yuan terhadap dollar AS mencapai 1,73%.

Risiko Investasi RI Naik, Rupiah Masih Melorot

HR1 21 Mar 2022 Kontan

Bank Indonesia (BI) mencatat perang Rusia dan Ukraina membuat risiko investasi di di negara-negara berkembang termasuk juga Indonesia, meningkat tajam. Kondisi persepsi risiko investasi Indonesia tersebut tercermin dari premi Credit Default Swap (CDS) yang sempat meningkat tajam. Menurut Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti, premi CDS tersebut naik di pasar keuangan negara-negara berkembang, termasuk juga di Indonesia. "Indonesia naik sekitar 40 basis poin (bps)," ujar Destry dalam pembacaan hasil Rapat Dewan Gubernur BI Maret 2022 pekan waktu lalu." Destry mengungkapkan, pada Maret 2022 terkhusus sejak konflik kedua negara tersebut memanas, arus modal asing yang sudah keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) sekitar Rp 30 triliun. Dari jumlah arus modal yang keluar tersebut ada sekitar Rp 4 triliun yang berasal dari pasar saham.

Kabar baiknya, Destry menilai kaburnya investor asing ini tidak terlalu memberi dampak yang signifikan karena porsi kepemilikan investor asing sudah menyusut. Apalagi dalam catatan BI, dalam dua bulan terakhir, perusahaan asuransi dan dana pensiun masuk ke pasar SBN. Faktor inilah yang membuat nilai tukar rupiah pada 16 Maret 2022, menguat 0,01% secara rerata dibandingkan dengan level akhir Februari 2022. Jika dibandingkan secara point to point, nilai tukar rupiah menguat 0,38%. Tapi nilai tukar rupiah saat ini jika dibandingkan level akhir 2021 mengalami depresiasi sekitar 0,42%. Namun, ini lebih rendah dari negara sebaya seperti Malaysia yang melemah 0,76% ytd, India 2,53% ytd, dan Filipina 2,56% ytd.


Tersokong Arus Dana Masuk

HR1 02 Mar 2022 Kontan

Arus masuk modal asing (capital inflow) mendukung nilai tukar rupiah kembali menguat. Adanya perundingan gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina juga memberi angin segar bagi rupiah. Di pasar spot, Selasa (1/3), kurs rupiah menguat 0,32% ke Rp 14.335 per dollar AS. Kompak, kurs JISDOR Bank Indonesia (BI) juga menguat 0,13% jadi Rp 14.350 per dollar AS. Reny Eka Putri Ekonom Bank Mandiri, memprediksi rupiah bisa kembali menguat hari ini (2/3). Research and Education Valbury Asia Futures Nanang memprediksi rentang rupiah hari ini di Rp 14.280-Rp 13.385. Sedangkan hitungan Reny kurs rupiah bergerak di rentang Rp 14.292-14.360 per dollar AS. 

Proyeksi BI, Rupiah akan Lebih Berbobot di 2022

HR1 19 Nov 2021 Kontan

Bank Indonesia (BI) optimistis ruang penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat terbuka di tengah rencana pengetatan stimulus bank sentral Amerika Serikat (The Fed). BI melihat fundamental ekonomi Indonesia kuat dan stabil. Seperti diketahui, The Fed awal November 2021 mengumumkan tapering off yang bakal dimulai akhir bulan ini. The Fed akan mengurangi pembelian aset sebesar US$ 15 miliar secara rutin, yakni sebesar US$ 10 miliar di US Treasury dan US$ 5 miliar di sekuritas beragun hipotek.


Rupiah Diproyeksi Terus Melemah

Sajili 25 Oct 2021 Tribun Timur

Analis Monex Investindo Futures menyebut, data indeks manufaktur yang akan dirilis akan menjadi data pelengkap untuk melihat kondisi ekonomi terbaru AS. Selain itu, pidato Powell terkait kebijakan tapering juga dinantikan oleh pelaku pasar.

Jika Powell memperkuat pandangan pasar soal tapering, rupiah berpotensi melemah. Namun, sejauh ini sikap Powell sudah cenderung hawkish seiring inflasi AS yang sudah cenderung meningkat. Sementara Kepala Ekonom Bank Central Asia David Sumual juga melihat sentimen yang akan mewarnai perdagangan besok adalah ekspektasi tapering serta kekhawatiran akan inflasi.

Menurutnya, hal ini akan membuat indeks dolar AS kembali menguat sekaligus menekan rupiah pada Senin.