Positif Bagi Bursa, Negatif Bagi Rupiah
BI memilih tetap mempertahankan BI 7-day-RR di level 3,5 % selama 18 bulan berturut-turut, saat banyak negara mengerek suku bunga untuk mengatasi inflasi. Diluar dugaan, pasar saham merespon positif kebijakan ini. Kepala Riset Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya mengatakan, respon positif ini tercermin dari koreksi IHSG yang tipis, Kamis (21/7) IHSG terkoreksi 0,15 % ke level 6.864,13. Investor asing juga masih mencatatkan net buy Rp 540 miliar.
Namun di pasar valuta, keputusan BI tersebut berdampak negatif bagi nilai tukar rupiah. Kepala Ekonom BCA David Sumual meyakini nilai tukar rupiah akan kembali melemah. Penyebabnya selisih suku bunga USD dan Rupiah semakin tipis. Analis Monex Investindo Faisyal juga melihat investor akan menjauhi Rupiah. “Bukan tidak mungkin Rupiah melemah ke Rp 15.200-Rp 15.500 per USD,” ujar Faisyal. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023