;
Tags

Energi

( 489 )

Transisi Energi, Sejumlah PLTD Mulai Dikonversi

KT3 24 Mar 2022 Kompas

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) berencana mengonversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) berkapasitas 499 megawatt ke tenaga surya dengan sistem penyimpanan berbasis baterai, yang menghemat konsumsi BBM 67.000 kiloliter per tahun. Program konversi yang dimulai tahun ini diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon 0,3 juta ton dan meningkatkan porsi energi terbarukan hingga 15 %. Direktur Megaproyek dan Energi Terbarukan PLN Wiluyo Kusdwiharto menyampaikan hal itu di webinar ”Renewable Technology as Driver for Indonesia’s Dedieselization”, Rabu (23/3), di Yogyakarta. PLN memiliki 5.200 unit PLTD yang tersebar di 2.130 lokasi diseluruh Indonesia. Per 2020, konsumsi BBM PLTD itu mencapai 2,7 juta kiloliter dengan biaya BBM Rp 16 triliun.

Dirut PLN Darmawan Prasodjo menambahkan, perkembangan teknologi mampu mengurangi harga jual listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik energi terbarukan. Sebagai gambaran, pada tahun 2015, harga jual listrik PLTS dipatok 25 sen dollar AS per kilowatt jam (kWh). Saat ini, harga jualnya telah turun menjadi sekitar 4 sen dollar AS per kWh. Manajer Program Transformasi Energi Institute for Essential Services Reform (IESR) Deon Arinaldo mengatakan, pemakaian PLTS dan sistem penyimpanan energi berbasis baterai menghasilkan emisi karbon yang rendah, bahkan bisa nol emisi jika emisi daur hidupnya tidak dihitung. (Yoga)


Transisi Energi: Pertamina Optimalkan Geothermal

HR1 21 Mar 2022 Bisnis Indonesia

PT Pertamina (Persero) menyasar optimalisasi panas bumi atau geothermal untuk mendukung program transisi energi yang terus didorong pemerintah. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan bahwa perseroan memainkan peran penting dalam memimpin transisi industri energi Indonesia dengan menargetkan bauran energi dan pengurangan emisi melalui target penurunan emisi gas rumah kaca yang lebih komprehensif sebesar 30% sebelum 2030. Dia menjelaskan, Pertamina melakukan beberapa inisiatif strategis untuk mempercepat transisi energi, seperti meningkatkan kapasitas terpasang panas bumi, pengembangan kilang hijau, pengembangan bioenergi, komersialisasi hidrogen, gasifikasi, serta inisiasi ekosistem baterai dan penyimpanan energi terintegrasi.

Selain itu, kata dia, Pertamina juga mendukung Pemerintah Indonesia dalam Presidensi G20 yang telah memilih transisi energi sebagai salah satu prioritas utamanya. Sebagai bagian dari The Business 20 Task Force on Energy, Sustainability, and Climate, Pertamina memiliki prioritas yang sama dengan G20 Indonesia, yakni menjadi katalisator yang kuat untuk pemulihan hijau dan berjalan seiring dengan prinsip ketahanan energi, pemerataan energi, dan kelestarian lingkungan.

Biaya Energi Tinggi: Harga Gas Khusus Dinanti

HR1 18 Mar 2022 Bisnis Indonesia

Industriawan menunggu keputusan pemerintah terkait perluasan sektor yang akan mendapatkan harga gas khusus di tengah menghangatnya komoditas energi. Kalangan pelaku industri mengaku masih menunggu keputusan resmi pemerintah terkait sektor tambahan yang akan mendapatkan harga gas khusus. Saat ini, sudah ada tujuh bidang industri yang mendapatkan harga gas khusus sebesar US$6 per MMbtu di titik serah pengguna gas bumi atau plant gate berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 8/2020, yaitu pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet. Ketua Umum Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman mengatakan bahwa pihaknya hingga kini masih belum mendapat kepastian apakah sektor industrinya masuk ke dalam kelompok yang akan mendapatkan harga gas khusus.

Industri makanan dan minuman sendiri masuk ke dalam 13 sektor yang diusulkan oleh Kementerian Perindustrian untuk mendapatkan harga gas khusus bersama ban, pulp dan kertas, logam, permesinan, otomotif, karet remah, refraktori, elektronika, plastik fleksibel, farmasi, semen, serta asam amino. Dalam perkembangannya, industri semen, pulp dan kertas, serta otomotif dinilai tidak layak mendapat keringanan harga gas khusus karena dianggap mampu bersaing dan tidak memerlukan bantuan dari pemerintah. Selain itu, pelaksanaan harga gas khusus atau harga gas bumi tertentu tersebut (HGBT) juga menjadi perhatian bagi Kementerian Perindustrian atau Kemenperin. Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kemenperin Ignatius Warsito menyebut kendala pasokan dan alokasi HGBT di Jawa Timur telah menjadi bahan evaluasi dalam rapat koordinasi antar-kementerian dan lembaga.


Kinerja 2022 : Pertamina Retail Bidik Laba Rp350 Miliar

HR1 15 Mar 2022 Bisnis Indonesia

PT Pertamina Retail optimistis bisa meraup laba lebih dari Rp350 miliar pada tahun ini, lebih tinggi dibandingkan dengan raihan pada 2021 yang sebesar Rp335 miliar. Direktur Utama Pertamina Retail Iin Febrian mengatakan bahwa pihaknya optimistis bisa mencatatkan kinerja yang lebih baik pada tahun ini. Targetnya, perusahaan mampu meraih pendapatan lebih dari Rp16 triliun pada tahun ini. “Kami tetap menargetkan tumbuh dan berkembang. Dari sisi revenue, kami harapkan lebih dari Rp16 triliun dapat kami wujudkan di 2022. Dari sisi profit, kami harapkan profit kami meningkat lebih dari Rp350 miliar di tahun ini,” ujar Iin, dalam keterangannya (14/03). Pertamina Retail merupakan bagian dari Sub-Holding Commercial & Trading Pertamina, dengan lini usaha di bidang ritel, khususnya penyaluran bahan bakar di SPBU dan pengelolaan, pengembangan, serta pemasaran produk-produk bahan bakar hingga nonbahan bakar sesuai dengan bisnis yang terkait di dalamnya.


Pasar Energi Global Tetap Tertekan

KT3 11 Mar 2022 Kompas

Kebuntuan perundingan Rusia-Ukraina yang difasilitasi Turki, Kamis (10/3) membuat pasar energi tetap tertekan. Tekanan juga timbul dari ketidakjelasan perundingan AS dengan Iran dan Venezuela. Setelah sempat menyentuh level 130 USD per barel, harga minyak mentah jenis Brent pada Kamis malam, berdasar Bloomberg dan Trading Economics, di level 115 dollar AS per barel. Merespons tingginya harga minyak mentah, Badan Energi Internasional (IEA) mengumumkan akan melepaskan sebagian cadangan strategisnya untuk meringankan tekanan. Gairah pasar semakin meningkat karena UEA mengumumkan siap memacu produksi di atas kesepakatan OPEC, melebihi 800.000 barel per hari. Padahal, OPEC bersama Rusia sepakat, kenaikan tidak melebihi 400.000 barel per hari. ”Kami mendukung kenaikan produksi dan mendorong OPEC meningkatkan produksi,” kata Duta Besar UEA untuk AS Yousuf Al

Sekjen OPEC Mohammed Barkindo meragukan produsen lain bisa menggantikan pasokan dari Rusia. Ia  berkeras kenaikan harga saat ini dipicu masalah geopolitik, bukan masalah pasokan. Sanksi membuat transaksi apa pun dengan Rusia, termasuk untuk pembayaran komoditas energi, sulit dilakukan. Hal serupa sudah terjadi bertahun-tahun pada Venezuela dan Iran, pemilik cadangan minyak terbesar pertama dan ketiga di dunia. (Yoga)


Politeknik Siapkan SDM Energi Terbarukan

KT3 08 Mar 2022 Kompas

Pemerintah bekerja sama dengan The Swiss State Secretariat for Economic Affairs dalam program Renewable Energy Skills  Development (RESD). Melalui program ini, perguruan tinggi vokasi didorong untuk melakukan riset dan inovasi serta mencetak SDM yang dibutuhkan dalam sektor industri energi terbarukan. Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto, Senin (7/3) menjelaskan, program RESD dilakukan dengan membuka program D-4 konsentrasi energi terbarukan di lima politeknik negeri. (Yoga)

Kenaikan Biaya Energi : Laju Terbatas Emiten Industri Dasar

HR1 04 Mar 2022 Bisnis Indonesia

Kenaikan harga bahan baku sebagai imbas meningkatnya harga komoditas global yang tersengat memanasnya konflik Rusia-Ukraina diperkirakan menahan laju pertumbuhan emiten-emiten yang berada dalam rumpun indeks IDX Basic Material. IDX Basic Material yang menaungi emiten di sektor industri dasar, termasuk pupuk, kimia dan kertas, terpantau melemah 0,99% pada perdagangan Rabu (2/3), bahkan dalam sepekan terakhir juga turun 2,15%. Meski sepanjang tahun berjalan masih berada di zona hijau dengan penguatan 0,39%. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan terbatasnya pergerakan harga saham emiten dalam indeks industri dasar tidak lepas dari sejumlah sentimen dari luar negeri dan dalam negeri. Kenaikan harga bahan baku utama seperti komoditas energi dan barang kimia dasar telah menggerus margin.

Sebenarnya sejumlah sektor industri telah memperoleh harga khusus baik untuk komoditas batu bara maupun gas di tengah melonjaknya harga komoditas tersebut di pasar global. Hanya saja, tidak semua sektor memperoleh fasilitas itu. Sejumlah harga komoditas melambung tinggi, seperti batu bara yang menembus US$400 per ton dan minyak mentah yang menembus US$115 per barel, imbas dari invasi Rusia ke Ukraina. Hal ini bisa membawa keuntungan sementara bagi emiten terkait komoditas yang sedang naik harga. Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (3/3), harga batu bara di pasar Newcastle untuk kontrak Maret 2022 melambung 127% ke US$440 per ton. Untuk kontrak April 2022 naik 140% ke US$446 per ton. Adapun, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 4,98% ke US$116,11 per barel dan harga minyak Brent naik 5,57% ke US$119,22 per barel.

Kebutuhan Energi Nasional : Konsumsi Listrik Mulai Pulih

HR1 18 Feb 2022 Bisnis Indonesia

Konsumsi listrik sepanjang 2021 tercatat sebesar 255,1 terawatt hour (TWh), tumbuh 5,78% dibandingkan dengan konsumsi listrik 2020 sebesar 241,1 TWh. Konsumsi listrik 2021 pun telah mampu melampaui konsumsi pada masa prapandemi yang tercatat sebesar 243,1 TWh pada 2019. Direktur Energi Primer PT PLN (Persero) Hartanto Wibowo menuturkan pandemi Covid-19 telah menyebabkan penurunan permintaan listrik pada 2020. Namun, kondisi berangsur membaik pada 2021.“Artinya, konsumsi listrik di 2021 telah pulih dan melampaui 2019 sebelum terjadinya pandemi Covid-19,” katanya, Kamis (17/2).

Sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2021—2030, telah direncanakan pembangunan jaringan tenaga listrik di seluruh Indonesia dengan total panjang jaringan sebesar 494.631 kms. Hal itu sebagai upaya menyalurkan tenaga listrik dari pembangkit ke lokasi demand, menginterkoneksikan sistem ketenagalistrikan untuk sharing resources, dan meningkatkan keandalan sistem.

Komitmen Kuat Mewujudkan EBT

HR1 11 Feb 2022 Bisnis Indonesia

Komitmen pemerintah untuk segera mewujudkan transisi energi menuju pemanfaatan energi baru terbarukan guna mendorong tercapainya emisi netral karbon pada 2060 kian nyata. Gerak cepat dalam mengatur beragam skenario untuk masuk ke transisi energi dari bahan bakar dari fosil ke ramah lingkungan mulai diformulasikan dan digadang-gadang dapat segera diterapkan ke berbagai proyek energi nasional. Selama ini Indonesia dikenal memiliki potensi energi fosil yang cukup besar. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bahwa dari sektor hulu minyak dan gas bumi terdapat 128 cekungan. Dari total cekungan tersebut, baru 54 cekungan dieksplorasi. Selain itu terdapat cadangan batu bara saat ini yang mencapai 38,84 miliar ton.

Jargon transisi energi yang kian sering digaungkan ini tentu saja perlu diikuti dengan skenario yang tepat. Dalam beberapa waktu ini, Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero) mengawal ketat pelaksanaan commercial operation date (COD) dari sejumlah pembangkit EBT. Upaya mengawal COD ini menjadi penting untuk memastikan pemenuhan target bauran energi sebesar 23% pada 2025. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, hingga akhir 2021 bauran energi terbarukan mencapai 11,5% dari total energi nasional. Artinya, masih terdapat selisih 11,5% yang harus segera dicapai dalam 3 tahun ke depan.


Kenaikan Harga Minyak Mentah: Sentimen Positif Pengembangan EOR

HR1 09 Feb 2022 Bisnis Indonesia

Harga minyak mentah dunia yang kembali bergerak pada level tinggi dapat menjadi angin segar untuk pengembangan chemical enhanced oil recovery (EOR) sebagai salah satu upaya untuk mendongkrak capaian produksi minyak dan gas bumi (migas) di dalam negeri. Pengembangan chemical EOR di dalam negeri saat ini masih tersendat oleh masalah keekonomian proyek yang masih belum menarik. Pengembangan proyek itu disebut baru bisa dilakukan apabila harga chemical EOR ekonomis, dan juga harga minyak mentah dunia bergerak pada level yang baik. Adapun, proyek EOR akan difokuskan di Blok Rokan dengan implementasi proyeknya dimulai sejak tahun ini sampai dengan 2023 mendatang. Proyek tersebut akan dilakukan di Lapangan Minas yang ditargetkan rampung pada 2024.