Pariwisata
( 747 )Liburan Terjangkau dan Bebas Macet di Kepulauan Seribu
Kepulauan Seribu di DKI
Jakarta menjadi destinasi wisata para pengunjung saat libur Tahun Baru 2024. Selain
cuaca yang mendukung, pasir pantai juga mengundang mereka. Siang itu, Senin
(1/1/2024), ribuan warga hilir mudik di Dermaga Pulau Pari, Kepulauan Seribu,
DKI Jakarta, menikmati biru laut serta pasir pantai. Para wisatawan ini berangkat
dari Muara Angke, Jakut, menuju Pulau Pari menumpang kapal kayu dengan waktu
tempuh dua jam. Ada juga yang datang memakai kapal cepat dari Dermaga Marina
Ancol. Setelah sampai di Pulau Pari, pengunjung menuju Pantai Pasir Perawan
untuk mandi di air jernih nan tenang, bermain di pasir putih, hingga mendayung
kano. Ada pula yang bersantai menikmati angin sepoi-sepoi dengan pemandangan
pantai dan hutan bakau di bibir pantai. Tenda-tenda perkemahan juga berdiri di
sekitarnya.
Indah Tri Muktiana (20),
wisatawan asal Jakut, berkunjung ke Pulau Pari bersama 14 rekan kerjanya sejak
Minggu (31/12/2023) dan akan balik Senin ini. Selama di Pulau Pari, Indah dan
rekannya bermain di pantai, snorkeling, dan bakar-bakar ikan. ”Tempatnya bagus,
masih asri, dan sejuk. Biaya ke sini juga relatif terjangkau,” kata karyawan
toko ini. Ia dan rekannya membeli paket wisata Rp 390.000 per orang. Itu sudah
termasuk ongkos kapal, makan, sarapan, dan penginapan. Haris (43), wisatawan
lainnya, juga datang ke Pulau Pari bersama tujuh anggota keluarganya, seperti
istri, anak-anak, dan adiknya. Mereka sampai Senin siang dan akan kembali Selasa
(2/1/2024). ”Kami berwisata ke pulau karena menghindari macet. Kalau ke Puncak
(Bogor), misalnya, udah pasti macet saat libur panjang. Selain itu,
wisata ke pulau juga murah meriah. Kami beli paket wisata Rp 520.000 per
orang,” kata Haris. Kedatangan Haris, Indah, dan wisatawan lain saat libur tahunbaru
telahmemberikanmanfaat bagiwarga setempat. Ai Sumarni (34), meraup omzet lebih
banyak dari jualan telur gulung.
”Cuaca beberapa hari ini
bagus. Kalau tahun lalu, (wisatawan) sepi karena cuaca buruk. Ada angin kencang
dan ombak besar,” kata ibu satu anak ini. Ribuan pengunjung Kepulauan Seribu
memang menjadi salah satu destinasi unggulan wisatawan. Data Kantor
Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kepulauan Seribu
mencatat, jumlah penumpang kapal yang menuju enam pulau di daerah ini
meningkat. Antara lain, Pulau Pari, Kelapa, Pramuka, Untung Jawa, Tidung, dan
Pulau Lancang. Secara keseluruhan jumlah penumpang pada Natal dan Tahun Baru
(30-31 Desember 2023) mencapai 20.919 orang. Pada periode yang sama di 2022
hanya 5.528 orang. ”Jumlah wisatawan meningkat signifikan karena factor cuaca
yang sangat mendukung dibandingkan tahun lalu. Selain itu, ada juga informasi
dari pelaku wisata bahwa wisata Kepulauan Seribu sangat berkembang dan layak dikunjungi,”
kata Capt Mu’min, Kepala KSOP Kelas IV Kepulauan Seribu. (Yoga)
PENUNJANG PARIWISATA : ALARM MERAH DARI BALI SELATAN
Lumpuhnya tol Bali Mandara pada periode Natal dan Tahun Baru kali ini menjadi penanda revitalisasi moda transportasi di selatan Bali perlu diakselerasi. Langkah ini perlu diupayakan agar pesona Pulau Dewata tak memudar akibat punahnya kenyamanan bagi wisatawan.
Pada Jumat (29/12), jalan raya dari Bandara Internasional Ngurah Rai hingga tol Bali Mandara dan jalan Bandara ke arah Jimbaran Nusa Dua sempat mengalami lumpuh total. Bahkan di tol Bali Mandara para wisatawan sampai turun dari mobil lantaran selama berjamjam kendaraan tidak bergerak. Banyak wisatawan jalan kaki membawa barang mereka.Selain itu, banyak wisatawan yang sudah landingtidak bisa bergerak ke hotel mereka karena macetnya lalu lintas. General Manager Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai, Handy Heryudhitiawan mengungkapkan bahwa sejak Jumat (29/12) pukul 13.00 WITA mulai nampak kepadatan kendaraan di jalan akses dari dan menuju bandara.Untuk itu sebagai salah satu upaya penanganan, Angkasa Pura I (AP1) bersama Polres Bandara dan TNI AU berupaya menyesuaikan alur kendaraan sejak nampak potensi kepadatan.
Selain itu, koordinasi dengan pihak airlines juga sudah dilakukan guna menyesuaikan jadwal keberangkatan dengan pertimbangan situasi kepadatan di wilayah Bali. Memang pariwisata Bali mulai pulih. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sudah menembus angka 5,3 juta kunjungan, melampaui target 4,5 juta yang ditetapkan pemerintah.Akan tetapi, meningkatnya pariwisata Bali dibayangi dengan sejumlah masalah serius yang harus yang berakibat menurunnya kualitas pariwisata Bali.
Pengamat Pariwisata I Nengah Dasi Astawa menjelaskan bahwa pariwisata Bali justru memasuki masa anomali lantaran terjadi penurunan kualitas layanan karena dua masalah utama yakni kemacetan dan sampah yang belum tertangani dengan baik.
Menurutnya, kondisi Bali saat ini sangat berbeda dari 10 tahun lalu lantaran ada masalah–masalah lama yang tidak tertangani dengan baik seperti sampah dan kemacetan. “Bali membutuhkan upaya penanganan yang komprehensif demi menjaga keberlangsungan pariwisata.” Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Bali Putu Winastra menambahkan bahwa jika Bali hanya sebagai tempat transit atau menjadi hub wisman, maka Pulau Dewata tidak akan diuntungkan.
Kepala Dinas Pariwisata Bali Tjok Bagus Pemayun menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya mengatasi masalah yang berdampak negatif terhadap pariwisata Bali seperti masalah sampah. Pihaknya telah merancang dana pungutan pariwisata yang mulai diberlakukan pada Februari 2024 guna penanganan sampah di Bali.
LIBURAN DI BALI, YOGYAKARTA, DAN TOBA MASIH TERFAVORIT
Meski tahun baru kerap dirayakan dengan gemerlap yang kerap
diimbuhi modernitas, wisata kultural dan alam nyatanya tetap difavoritkan
wisatawan Indonesia. Yogyakarta dengan begitu banyak candi atau Bali yang
dibalut eksotisme misalnya, direncanakan meriah ditingkahi aksi musisi-musisi
kondang. Laporan tren perjalanan Oyo Travelopedia, Bali merupakan destinasi utama
merayakan Tahun Baru 2023. Platform global yang memberdayakan properti dan akomodasi
kecil itu mencatat wisata natural dan budaya menjaditujuan wisata paling
disukai turis. Sepadan dengan Airbnb yang menempatkannya di papan atas, Bali
termasuk primadona untuk menghabiskan liburan tahun baru kali ini. Tren menunjukkan
mereka ingin bermalam di kotakota ikonik yang dekat dengan obyek wisata dan
pantai indah.
Pantauan Kompas, Rabu (27/12) siang, akses masuk ke Jalan
Maliboro dari Jalan Abu Bakar Ali ditutup karena penuh. Selain di pusat kota,
wisatawan juga memadati destinasi di kawasan lereng Gunung Merapi di Kabupaten
Sleman, DIY. Bahkan, lonjakan pengunjung di daerah tersebut telah terjadi sejak
18 Desember lalu. Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Wilayah Barat
Dardiri menyebutkan, sejak 18 Desember,
wisatawan jip tur lava Merapi paling sedikit 16.000 orang per hari. Bulan-bulan
sebelumnya, kunjungan berkisar 10.000-11.000 wisatawan per hari. Tingginya kunjungan
diperkirakan sampai tanggal 2 Januari 2024.
Di Danau Toba, Sumatera Utara, dengan panorama alam yang
menawan, para pengelola hotel, taman bermain, dan restoran juga gencar berpromosi
untuk memikat tamu-tamu. ”Umumnya terpencar-pencar,” ujar Ketua Asosiasi Pelaku
Pariwisata Indonesia Kabupaten Samosir Ombang Siboro. Setiap hotel, contohnya,
mengadakan pertunjukan musik, gim, dan makan malam. Tak sedikit tamu yang
membawa kembang api untuk dinyalakan pada tengah malam. Di Simalungun, keramaianumumnya terkonsentrasi
di Parapat, demikian pula Toba dengan massa yang berhimpun di Balige. ”Kalau
hotel, bikinnya mandiri. Trip ke Danau Toba, sepanjang tepiannya yang cantic bisa
diamati. Air terjun di Samosir juga bagus,” tutur Ombang. (Yoga)
Kunjungan Wisman Mencapai 9,49 Juta
Wisata Rakyat Memikat, Fasilitas Menjadi Pengingat
Libur Natal yang berdekatan dengan akhir pekan menjadi momen
bagi masyarakat untuk berwisata di Jakarta hingga daerah. Mereka memilih
destinasi yang terjangkau secara ekonomi, tapi fasilitasnya memadai. Taman
Margasatwa Ragunan di Jaksel, misalnya, masih menjadi salah satu destinasi
favorit warga Jakarta dan sekitarnya. Dengan harga tiket masuk Rp 4.000 untuk
dewasa dan Rp 3.000 bagi anak-anak, tempat ini ramai dikunjungi. Mariam (45),
pengunjung asal Tanah Abang, memilih berwisata ke Ragunan karena murah dan
mudah dijangkau dengan transportasi publik. Bersama 10 anggota keluarga dan tetangganya,
ia menumpang bus Transjakarta seharga Rp 3.500 per orang. Meski telah berulang
kali ke Ragunan, Mariam tidak pernah bosan. ”Fasilitasnya sudah cukup memadai,
ada toilet, tempat ibadah, dan ruang terbuka hijau untuk bersantai,” katanya.
Kahumas Taman Margasatwa Ragunan Wahyudi Bambang mengatakan,
puncak kunjungan terjadi sejak Minggu (24/12), jumlah pengunjung Taman Margasatwa
Ragunan 93.275 orang hari itu dan pada Senin (25/12) petang 55.248. Jumlah
wisatawan dua hari terakhir ini melebihi kunjungan pada periode serupa tahun
lalu, 76.881 orang. Pihaknya memprediksi lonjakan wisatawan masih akan terjadi
selama masa libur panjang. ”Bisa jadi di Tahun Baru ataupun liburan sekolah
akan terjadi puncak (kunjungan) kembali,” kata Wahyudi. Ragunan juga tetap buka
pada Senin (1/1/2024) depan. Biasanya, kebun binatang ini libur setiap Senin.
Tempat ini baru diliburkan Selasa (2/1). Untuk menjaga kenyamanan pengunjung selama liburan, pengelola
meningkatkan fasilitas tempat parkir, toilet, dan ruang laktasi.
Lonjakan pengunjung juga terjadi di Kota Tua Jakarta. ”Di
hari biasa jumlah kunjungan 5.000 hingga 6.000 orang. Liburan ini jumlahnya dua
kali lipat,” kata Arini, staf informasi UPT Kota Tua. Tanpa tiket masuk,
pengunjung dapat menikmati bangunan tua Kantor Gubernur VOC atau Gouverneurs
Kantoor, juga berfoto dengan orang berkostum unik, seperti pejuang, pengantin,
dan lainnya. Zaenal (55), warga Rawa Buntu, Tangsel, memilih berwisata di Kota
Tua karena lebih merakyat. ” Di sini enak karena bisa foto-foto dan ongkosnya
tidak mahal,” katanya. Selain Ragunan dan Kota Tua, tempat wisata yang ramai
didatangi adalah Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Pada Senin siang, jumlah
wisatawan 20.000 orang. Pada Minggu, pengunjung 22.000 orang. ”Sampai 31
Desember, mungkin akan ada lagi puncak (kunjungan),” kata Koordinator Humas
TMII Novera Mayang Sari. Di TMII, wisatawan bisa piknik di taman, naik kereta
gantung, atau berkunjung ke museum dan anjungan daerah. Novembri (41), salah
seorang pengunjung, memilih TMII karena dekat dari rumah dan harganya masih
terjangkau. Tiket masuk per orang Rp 50.000. Adapun biaya sepeda motor Rp 15.000
dan mobil Rp 35.000.
Kawasan wisata Ancol Taman Impian di Jakarta Utara juga
dipadati pengunjung saat libur Natal. Corporate Communication PT Pembangunan
Jaya Ancol Tbk Ariyadi Eko Nugroho mengatakan,
hingga Senin petang, jumlah pengunjung Ancol mencapai 63.000 orang. Sebagian
besar wisatawan mengunjungi kawasan pantai. Adapun sekitar 13.000 orang lainnya
mendatangi Sea World. Eko. Fanny Dunggio (30), pengunjung Pantai Lagoon,
memilih berlibur ke Ancol karena tarif masuknya murah. Harga tiket per orang hanya
dipatok Rp 25.000. Wisatawan pun boleh membawa makanan untuk disantap. ”Kalau
libur, pokoknya pasti selalu ke Ancol. Kayak sudah tradisi gitu di keluarga.
Dekat dan hemat biaya. Kalau lapar, tinggal makan bekal. Mau kopi, tinggal
seduh. Makanya bawa kompor segala,” ucap Fanny yang datang bersama 10 anggota
keluarganya. (Yoga)
DERU EKONOMI NATARU
Libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 bisa menjadi oasis bagi dinamika perekonomian nasional yang tengah memasuki periode tahun politik. Geliat konsumsi yang terpantik oleh mobilitas masyarakat seiring dengan momentum liburan akhir tahun ini menunjukkan perkembangan signifikan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat mobilitas orang menggunakan transportasi umum selama awal periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023/2024 rerata meningkat 20%-30%. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan peningkatan pergerakan orang selama periode awal Nataru 2023/2024 relatif lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Pertumbuhannya dari 2022 semua kurang lebih 20%-30%. Jadi cukup baik,” katanya di Posko Pusat Angkutan Nataru 2023/2024, Senin (25/12). Besarnya volume kendaraan selama awal periode Nataru telah direkam PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Operator jalan tol itu mencatat sebanyak 1,27 juta unit kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek selama 18—24 Desember 2023. Volume kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabotabek itu meningkat 10,23% dibandingkan lalu lintas periode Natal 2022 yang hanya 1,1 juta unit kendaraan.
Tingginya mobilitas selama Nataru yang turut mendorong geliat di sektor perjalanan wisata juga diafirmasi oleh Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (Asita). Asosiasi ini memprediksi bisnis perjalanan wisata meningkat hingga 30% selama Nataru ini. Wakil Ketua Asita Budijanto Ardiansjah mengatakan peningkatan 30% tersebut merupakan permintaan perjalanan wisata domestik secara year-on-year (YoY). “Ini masih berjalan sampai akhir tahun,” kata Budijanto kepada Bisnis, Senin (25/12). Sementara itu, hasil survei Badan Kebijakan Transportasi Kemenhub menyebutkan pergerakan orang selama momen Nataru mencapai 107 juta orang atau melonjak 143,18% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 44 juta orang. Hal itu menandakan aktivitas perekonomian nasional menuju ke titik normal saat prapandemi Covid-19. Bila mengacu pada perhitungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga S. Uno, potensi ekonomi Nataru 2023/2024 mencapai Rp214 triliun, dengan asumsi setiap wisatawan Nusantara (wisnus) membelanjakan dana hingga Rp2 juta. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani menyatakan sejumlah bidang usaha berpeluang mengeruk keuntungan saat momen Nataru 2023/2024, di antaranya pariwisata, perhotelan, restoran, kafe, pusat hiburan dan perbelanjaan. “Ritel, jasa transportasi, informasi dan komunikasi hingga layanan jasa pengiriman barang juga akan turut terdongkrak mendulang pendapatan,” ujar Shinta.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah Redjalam meramalkan momen Nataru 2023/2024 mampu mengerek pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali berada di atas 5%, setelah kuartal III/2023 tumbuh 4,94% (YoY). Seperti halnya Idulfitri, mudik Natal yang dilakukan masyarakat bisa menaikkan aktivitas ekonomi dan belanja masyarakat. “Dengan adanya Nataru, pertumbuhan ekonomi diperkirakan kembali naik ke atas 5%, atau di kisaran 5,05%-5,1%,” kata Piter kepada Bisnis. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet melihat beberapa harga kebutuhan pangan strategis masih meningkat dan berpotensi menekan daya beli. Menurutnya, kelompok bawah cenderung masih punya pegangan dari bantuan sosial yang digulirkan pemerintah pada akhir tahun ini terutama bantuan sosial mitigasi El Nino.
1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek
PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat, sebanyak 1.272.434 kendaraan meninggalkan wilayah Jabodetabek pada H-7 sampai dengan H-1 Hari Raya Natal 2023 yang jatuh pada periode Senin-Minggu. "Angka tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat gerbang tol (GT) barrier/utama, yaitu GT Cikupa (menuju arah Merak), GT Ciawi (menuju arah Puncak), dan GT Cikampek Utama (menuju arah Trans Jawa) dan GT Kalihurip Utama (menuju arah Bandung)," ujar Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Oktaviani dalam keterangannya di Jakarta. Lisey mengatakan, total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabodetabek ini meningkat 27,68% jika dibandingkan lalin normal (996.555 kendaraan) pada periode yang sama. Jika dibandingkan dengan periode Natal 2022, total volume lalin ini meningkat 10,23% (1.154.391 kendaraan). Untuk ditribusi lalulintas meninggalkan Jabodetabek menuju ketiga arah Timur (Tran Jawa dan Bandung), 359.766 kendaraan (22,87%) menuju arah Barat (Merak) dan 291.059 kendaraan (22,87%) menuju arah Selatan (Puncak). (Yetede)
”Pesta Rasa” di Ujung Lidah Bersama RujakNatsepa dan Ikan Asar Pantai Maluku
Pantai Natsepa berada di kawasan Suli, Kabupaten Maluku
Tengah, terkenal sebagai tujuan wisata. Sepanjang jalan dekat pantai ini,
berdiri puluhan kios, menawarkan buah dan kudapan rujak Natsepa yang jadi
kudapan wajib dinikmati di pinggir pantai. Rujak natsepa berisi potongan nanas,
mangga, jambu diguyur saus kacang yang dicampur gula aren, tapi ada yang beda
dengan rujak ini. Pada Rabu (20/12) Ellen Sitanala (42), salah satu penjual,
mengatakan, pembeda utama rujak asal Maluku ini adalah buah tomi-tomi (Flacourtia
inermis) atau lobi-lobi. Rasa kecut dari tomi-tomi menambah kekayaaan rasa
rujak natsepa. Rasa manis mangga ditambah rasa asam tomi-tomi bikin mata ”merem
melek”. Rujak Natsepa juga menggunakan pala dan cengkeh di dalam sambal. Ivona
Tanlain (26), pengunjung Pantai Natsepa asal Langgur, Maluku Tenggara,
menjelaskan, rujak natsepa menjadi salah satu kesukaanya karena berbeda dengan
rujak lain yang hanya mengandalkan manis dan pedas saja. Harganya terjangkau di
kisaran Rp 20.000-Rp 30.000 per porsi. Ke Pantai Natsepa, pelancong bisa
menggunakan transportasi umum atau daring, dari Bandara Internasional Pattimura
dapat ditempuh dalam 20-30 menit.
Selain mencicipi kudapan, Ikan asar jadi favorit di Ambon.
Makanan berbahan dasar ikan cakalang atau tuna ini merupakan ikan yang diasap hingga
kering di atas kayu bakar selama 2-3 jam. Lamanya proses pengasapan untuk
menurunkan kadar air sehingga tekstur ikan menjadi kering tetapi tetap empuk di
bagian dalam. Penjual ikan asar, Stela Sopacua (45), menyebut, kadar air yang
hilang dari ikan membuat makanan ini bisa bertahan 3-4 hari atau bisa lebih
lama apabila disimpan di lemari pendingin. Makanan ini lezat disantap langsung.
Pengunjung juga bisa hanya membeli sambal atau bumbu lainnya. ”Dimakan langsung
sudah enak, tanpa bahan pengawet,” ucap Stela yang berjualan di kawasan Pusat
Oleh-oleh Galala, Ambon, Maluku. Harga ikan asar bervariasi sesuai ukuran dan harga
beli ikan di pasar. Jika ikan sedang murah, satu ikan Asar dijual mulai Rp 90.000
hingga Rp 100.000 per porsi, atau Rp 30.000 per potong. Wisatawan bisa membeli ikan
asar di Pusat Oleh-oleh Galala, Ambon, ataupun di kawasan Batu Meja, Ambon.
Jarak tempuh dari tengah Kota Ambon ke dua lokasi ini hanya 5-10 menit. Ikan
ini jadi oleh-oleh karena bisa bertahan beberapa hari. (Yoga)
Ketika Pringgasela Selatan Bangkit dari Tidur
Setelah puluhan tahun tertidur, Desa Pringgasela Selatan
bangkit. Lewat tangan-tangan anak mudanya, berbagai kekayaan yang dulu pernah
terkubur dibangunkan lagi untuk kembali ke identitas sejati warga sebagai
penjaga budaya. Pringgasela Selatan berada di kaki Gunung Rinjani yang subur.
Masyarakatnya mayoritas petani dengan hasil panen tiga kali setahun. Kekayaan
yang melimpah cukup bagi warga untuk hidup sejahtera. Kenyataannya, desa yang
berada di Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, NTB, ini lebih kaya dari itu.
Desa yang dihuni tiga trah besar, yakni Tanaq Gadang, Sumbawa atau Rempung, dan
Masbage, ini memiliki sejarah dan tradisi kuat. Nizar Azhari (39), pemuda asli
Pringgasela Selatan yang mengenyam pendidikan di Yogyakarta, menemukan kisah
ini saat menggali kembali kekayaan lokal desanya. Nizar adalah daya desa atau
pendamping kebudayaan desa. Ia dan kawan-kawannya dari daya warga dengan
dukungan Kemendikbudristek mencoba menggali kisah lalu Pringgasela Selatan.
Pringga berarti prajurit, Sela berarti batu atau bisa berasal dari kata
Selaparang, nama kerajaan di Lombok.
Leluhur desa ini, lanjut Nizar, dikenal sebagai penjaga,
tetapi bukan penjaga kerajaan, melainkan tanah tempat hidup mereka. Mereka
melawan berbagai invasi, termasuk penjajah yang hendak menguasai wilayah itu.
Kisah heroik mereka diabadikan di sebuah tugu penanda jalan desa. Kuda-kuda
pacu jadi warisan yang pernah ada di desa-desa tersebut. ”Dulu ada banyak kuda
di sini. Setelah kami pelajari sejarah desa, kuda-kuda itu ternyata bagian dari
pasukan kavaleri desa,” kata Nizar. Sayangnya, keberadaan kuda-kuda kavaleri
itu sudah hilang tergeser alat transportasi lain. Pringgasela Selatan juga memiliki
tradisi blanjakan atau bertarung di tengah sawah berlumpur seusai panen padi. Blanjakan
mengandalkan ketangkasan adu kaki, mirip olahraga muay thai. Dari
kepingan-kepingan sejarah itu, para pemuda desa mencoba untuk merekonstruksi
kekayaan lampau mereka. Mereka menemukan musik sejenis gamelan yang dikenal dengan
nama klenang nunggal.
Amak Maisur, sesepuh Pancur Kopong yang ahli bermusik dan sesepuh
lain merangkai melodi menjadi alunan gending dari 23 klenang yang berhasil ditemukan.
Tenun Pringgasela tetap terawetkan hingga kini. Masih ada 600-700 penenun di
Desa Pringgasela Selatan. Temuan-temuan lama dan berbagai kekayaan budaya itu
diangkat dalam Festival Dongdala atau pelangi yang digelar 19-21 Desember.
Festival ini membangkitkan kebanggaan warga Pringgasela Selatan akan kekayaan
budaya mereka. Puncak festival yang berupa pawai Nyiru Jaja Bejangkongan, Rabu
(20/12) mergambarkan semanga warga berpartisipasi dalam mengangkat kekayaan
budayanya. Ribuan orang tanpa diminta turut datang mengikuti pawai memakai baju
terbaiknya untuk tampil. Nizar dan rekan-rekannya masih punya banyak pekerjaan rumah.
Hingga kini, proses temu dan kenali kebudayaan Pringgasela Selatan masih
berjalan, begitu pula pengembangan dan pemanfaatannya. Mereka tak hanya
menggali, tetapi juga menjaga budaya desanya. Jika berhasil, Pringgasela Selatan
bisa menjadi desa yang mandiri dan berdaya. (Yoga)
NATAL BERSAMA KELUARGA, SEDERHANA DAN BERMAKNA
Pilihan aktivitas masyarakat untuk merayakan libur Natal dan
Tahun Baru terekam dalam hasil jajak pendapat Kompas 7-9 Desember. Hasilnya,
berkumpul bersama keluarga menjadi kegiatan favorit pengisi libur akhir tahun.
Pengumpulan pendapat dilakukan melalui telepon. Sebanyak 514 responden dari 34
provinsi berhasil diwawancara. Tim Litbang memilih responden secara acak sesuai
proporsi jumlah penduduk di tiap provinsi. Menggunakan metode ini, pada tingkat
kepercayaan 95 %, margin of error penelitian ± 4,35 % dalam kondisi penarikan
sampel acak sederhana. Sebagian besar responden (34,1 %) berencana menjalani
momen Natal ber sama keluarga. Salah satu agenda yang disiapkan ialah menonton
acara hiburan khusus.
Sebanyak 5,1 % responden berencana berlibur ke luar kota
atau ke tempat wisata di sekitar tempat tinggal mereka. Pilihan untuk merayakan
libur Natal dengan sederhana ini terjadi merata di masyarakat, baik yang
tinggal di perkotaan maupun di perdesaan. Kesederhanaan dalam merayakan Natal
juga tercermin dari biaya yang disiapkan oleh masyarakat. Sekitar 22 % responden
menyiapkan dana di bawah Rp 1 juta untuk merayakan Natal. Namun 12 % responden
menyiapkan biaya cukup besar hingga di atas Rp 3 juta. Pilihan publik merayakan
Natal dan akhir tahun bersama keluarga dalam momen kesederhanaan tidak lepas
dari tekanan situasi ekonomi. Kenaikan harga barang-barang, terutama bahan
kebutuhan pokok, membuat publik menghitung ulang dampak daya belinya. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Waspada Robot Trading Berbasis MLM dan Ponzi
31 Jan 2022 -
Awasi Distribusi Pupuk
31 Jan 2022 -
Bahaya Pencucian Uang dari NFT
30 Jan 2022 -
Ikhtiar Mengejar Pengemplang BLBI
29 Jan 2022









