Pariwisata
( 747 )Memuliakan Kopi Gayo lewat Kebudayaan
Festival Panen Kopi Gayo yang keenam digelar di Desa Paya
Tumpi Baru, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, Aceh. Festival ini menjadi sarana
untuk memuliakan kopi melalui kebudayaan. Festival Kopi Gayo tahun ini digelar
pada 25-26 November 2023. Festival diisi berbagai acara pertunjukan kesenian, baik
tradisional maupun modern. Pertunjukan seni tradisional yang ditampilkan seperti
didong, canang, dan tari saman pegayon. Sementara untuk pertunjukan seni modern
ada Jazz Panen Kopi yang menampilkan sejumlah musisi dari Takengon, Medan, dan
Yogyakarta. ”Pada hari terakhir (Minggu) kami juga akan mengumumkan pemenang
kompetisi seni tradisional didong setelah para finalis tampil dulu sehari
sebelumnya. Juga ada penampilan seni tradisional campuran Jawa Deli, Ketoprak
Door Cipta Rukun Rahayu. Kelompok ini sudah ada sejak 20 tahun lalu dan
menggunakan bahasa daerah campuran Jawa dan Gayo,” ujar penggagas acara
festival, Hardiansyah Ay, Jumat (24/11).
Dalam rangkaian ketiga Festival Panen Kopi Gayo 2023,
peserta diajak mengikuti sejumlah aktivitas di perkebunan kopi, seperti
berkunjung ke kebun kopi, mengikuti ritual penanaman bibit kopi, Doa Ni Kupi,
dan pemaparan sekaligus demonstrasi pengolahan kopi. ”Jadi, di lokasi akan
dipertunjukkan kegiatan mulai dari memanen kopi, menyangrai, menggiling, sampai
mencicipi (cupping) kopi,” tambah Hardiansyah. Festival Panen Kopi Gayo mengambil
momen panen raya kopi di perkebunan-perkebunan rakyat di AcehTengah. Acara ini
diharapkan dapat menjadi ajang pemasaran kopi, seni, dan budaya. Kadis
Pariwisata Aceh Tengah Zulkarnain mengatakan, jika dirata-rata, kini dalam sehari
Aceh Tengah dikunjungi 3.000 orang. ”Umumnya wisatawan lokal, tetapi ada juga dari
luar Provinsi Aceh,” kata Zulkarnain. Pada 2022, Aceh Tengah dikunjungi 158.280
orang. ”Wisatawan mancanegara masih minim. Kami akan tingkatkan lagi
promosinya,” katanya. (Yoga)
INDUSTRI MUSIK : Bisnis Konser Prospektif
Gebukan drum, petikan gitar, lantunan vokal hingga aksi koreografi para boy group berpadu histeria penonton menjadi harmoni indah bagi para promotor. Bukan tanpa sebab, kondisi itu menunjukkan industri konser di dalam negeri yang kembali bergairah. Besarnya potensi industri konser di dalam negeri membuat banyak promotor bermunculan sehingga persaingan kian ketat. Sejumlah strategi perlu diterapkan, salah satunya adalah menjalin hubungan yang baik dengan manajemen artis. Bagi Rendra R. Saputra, CEO KIG Live, hubungan yang baik dengan manajemen artis menjadi salah satu strategi perusahaan dalam menghadapi ketatnya persaingan di industri konser musik. Hubungan yang baik membuatnya bisa memperoleh artis untuk tampil di konser yang akan diadakan tanpa melakukan penawaran terlebih dahulu. “Itu salah satu faktor yang membuat kami cukup mumpuni bersaing dengan promotor lain yang mungkin dapat artis dari agen lain,” katanya. Hubungan yang baik dengan manajemen itu membuat promotor lebih secure dan dapat harga artis yang benar atau harga normal. Bukan tanpa sebab, tidak jarang tarif artis untuk tampil dalam sebuah konser tidak masuk akal karena melalui sebuah agen dan terjadi bidding war. Di sisi lain, manajemen juga tidak melihat promotor lain sebagai saingan karena ingin membangun ekosistem industri konser musik di dalam negeri menjadi sehat. Jika promotor bisa lebih sehat dalam mengembangkan bisnis, penggemar akan diuntungkan. “Bukan bicara cuan saja. Ada value-value lain yang bisa di-deliver dan fans menginginkan itu,” tutur Rendra. Penggemar memiliki peran penting bagi industri konser di dalam negeri lantaran populasi fanbase di Indonesia yang sangat besar. Di antara fanbase yang ada, penggemar K-Pop menjadi yang paling potensial karena jumlahnya yang tidak kecil. Tidak hanya itu, fan K-Pop juga rela merogoh saku untuk menyaksikan idola mereka tampil di atas panggung. Terkait dengan keuntungan, konser sebagai bisnis tidak bisa dilihat dalam jangka pendek. Banyak promotor kerap mengalami kerugian daripada keuntungan. Tiket terjual habis dalam satu konser belum tentu sebuah promotor akan mengalami keuntungan pada akhir tahun. Pengamat bisnis Kafi Kurnia mengatakan bahwa bisnis konser sangat tergantung terhadap reputasi dan juga pertemanan antara promotor dengan sang artis. Tidak jarang sejumlah orang ternama di Indonesia rela mengeluarkan uang hingga miliaran rupiah untuk mengadakan konser dengan alasan pertemanan.
Diferensiasi Produk Wisata Mandalika Diperlukan
Indonesia Tourism Development Corp atau ITDC berupaya mengembangkan
kawasan Mandalika di Lombok, NTB, agar tak hanya dikenal karena sirkuit
balapnya. Skema besar telah dirancang untuk memopulerkan kawasan ini sehingga tak
hanya menarik investor, tetapi juga wisatawan. President Director ITDC atau PT
Pengembangan Pariwisata Indonesia Ari Respati menilai, kesan yang melekat pada
Mandalika adalah sirkuit atau balapan MotoGP. Padahal, proporsi sirkuit hanya 38
hektar dari total kawasan seluas 1.200 hektar. Sebagai upaya memperkenalkan
Mandalika dan sekitarnya untuk meyakinkan investor, ITDC telah mengajak
sejumlah investor ke beberapa lokasi di kawasan Mandalika.
Pembangunan sejumlah arena olahraga lain untuk memasarkan
wisata Mandalika sedang dilakukan ITDC. Salah satunya membangun pacuan kuda
bertaraf internasional. Rencananya, pacuan ini akan diluncurkan pada triwulan III-2024.
Arena ini murni digarap investor. ITDC, ujar Ari, telah menandatangani kesepakatan
dengan PT Indonesian Paradise Property Tbk. Perusahaan yang menaungi sejumlah
hotel berbintang, antara lain Grand Hyatt Jakarta dan Harris Hotel Tuban Bali,
ini berinvestasi membangun stadion paddle. ”Kami rasa akan jadi sebuah titik
balik bahwa daerah Mandalika itu memang cocok sebagai pusat sport tourism,”
ujar Ari di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (23/11). (Yoga)
PERHOTELAN BALI : CERUK PASAR MASIH BESAR
Ceruk pasar bisnis perhotelan di Bali diyakini masih terbuka. Pelaku usaha perhotelan pun membidik segmen konsumen dan wilayah tertentu untuk menggarap peluang tersebut.
PT Metropolitan Golden Management (MGM) misalnya membuka Hotel Horison Kuta di Kuta, Kabupaten Badung, sejak Juli 2023, untuk membidik wisatawan lokal dengan anggaran terbatas (low budget). General Manager Hotel Horison, Kukuh Mulianto menjelaskan pembukaan hotel bintang 3 itu untuk memberikan pilihan alternatif bagi wisatawan domestik. “Pangsa pasar kami memang wisatawan lokal,” jelas Mulianto, Kamis (23/11).Menurutnya, segmen hotel bintang 3 di Kuta terbilang potensial lantaran tingkat hunian atau okupansi berada di kisaran 50%. Mulianto optimistis okupansi hotel di Kuta akan meningkat pada 2024 seiring dengan pulihnya aktivitas masyarakat dan peningkatan kunjungan wisatawan domestik ke Bali.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Bali per September 2023 mencapai 59,25%. Realisasi itu naik 12,80% dari September 2022, tetapi turun 1,39% dari Agustus 2023.Pada periode itu, TPK hotel bintang 5 paling tinggi yakni 63,41%. Hotel bintang 1 dan 4 menyusul, masing-masing 63,05% dan 62,27%, sedangkan hotel bintang 3 dan 4 tercatat hanya 51,78% dan 44,14%.Tingginya okupansi hotel bintang 4 di Bali tampak dari kinerja Hotel Truntum Kuta. Hotel milik PT Hotel Indonesia Group (HIG) itu bahkan mencatatkan okupansi hingga 92% pada September 2023.
“Bali sebagai region dengan okupansi tertinggi pada triwulan ke III dengan rata-rata okupansi hotel jaringan HIG mencapai 80 persen,” ujar Plt VP Corporate Secretary HIG Adianta Apriadi dalam siaran pers beberapa waktu lalu.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem, I Wayan Kariasa sebelumnya menjelaskan okupansi hotel di wilayahnya didorong oleh peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara.
Desa yang Dirindukan
Keberlanjutan menjadi isu di berbagai sektor, termasuk pariwisata.
Konsepnya, pariwisata berkelanjutan dapat berdampak jangka panjang. Organisasi
Pariwisata Dunia PBB atau UNWTO merilis 54 desa terbaik di dunia pada 2023. Desa-desa
itu tersebar di berbagai belahan dunia, seperti Hakuda di Jepang, Lerici di
Italia, dan Slunj di Kroasia. Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali, ada
dalam daftar tersebut. Desa tradisional yang berkomitmen memelihara arsitektur
tradisional, adatistiadat, dan cara hidupnya itu berupaya menyeimbangkan
kedatangan pengunjung dengan penghormatan atas keunikan budaya desa. Pada 2021,
Desa Nglanggeran di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, memperoleh predikat
serupa. Desa yang memiliki keindahan lanskap natural dan keunikan gunung api
purba itu mengembangkan konsep wisata
berbasis komunitas. Di desa yang sebagian besar warganya bertani, bercocok
tanam, dan beternak itu, turis bisa tinggal di rumah inap (homestay) sambil
berinteraksi dengan penduduk desa.
Prakarsa desa terbaik dunia secara global merupakan bagian dari
Program Pariwisata untuk Pengembangan Perdesaan. Program UNWTO ini membantu
pengembangan dan inklusi wilayah perdesaan, memerangi depopulasi, meningkatkan inovasi
dan integrasi rantai nilai pariwisata, serta mendorong praktik-praktik
keberlanjutan. Desa-desa yang mengajukan aplikasi sebagai desa terbaik dievaluasi,
antara lain dalam hal tata kelola dan prioritas pariwisata serta keberlanjutan
ekonomi, sosial, dan lingkungan. Mengutip Proyeksi Ekonomi IMF, pariwisata
merupakan salah satu penggerak pemulihan dan pertumbuhan ekonomi. Hal ini
sejalan dengan data kunjungan wisatawan internasional global yang pada akhir
2023 diperkirakan 80-95 % dari kunjungan sebelum pandemi Covid-19. Berdasar
data BPS, pada Januari-September 2023 ada 8,513 juta kunjungan wisatawan mancanegara
ke Indonesia dan 626,09 juta perjalanan wisatawan nusantara di Indonesia. Aktivitas
wisatawan memicu pergerakan di berbagai lapangan usaha, di antaranya
transportasi serta akomodasi dan makan-minum. (Yoga)
BOROBUDUR MARATHON, Pelari Antusias, Pelaku UMKM Dulang Rezeki
Borobudur Marathon 2023 Powered by Bank Jateng bakal digelar
di kawasan Borobudur, Magelang, Minggu (19/11). Sejumlah pelaku UMKM bidang kuliner
pun turut mendulang rezeki dari ajang tersebut Jumlah peserta lomba lari 10.000
orang dan terbagi ke dalam tiga kategori, yakni 10 kilometer, separuh maraton,
dan maraton. Pada Jumat (17/11) dan Sabtu (18/11) digelar race pack collection
atau pengambilan perlengkapan lomba Borobudur Marathon di Hotel Artos,
Magelang. Dalam kesempatan yang sama, digelar acara race expo yang menawarkan
beragam produk, termasuk sejumlah kuliner khas Magelang. Sejumlah pelari yang
ditemui saat race pack collection mengaku antusias mengikuti Borobudur
Marathon. Bahkan, beberapa pelari yang sudah tergolong lanjut usia pun menyatakan
siap memeriahkan Borobudur Marathon. Triono (65), salah seorang peserta
Borobudur Marathon kategori separuh maraton, mengaku siap berkompetisi dalam lomba
tersebut. Tahun ini merupakan kali kedua dirinya mengikuti Borobudur Marathon.
Tahun lalu, dia mengikuti kategori separuh maraton. Oleh karena itu, dia
menargetkan bisa finis dengan catatan waktu lebih baik pada tahun ini.
Sejumlah pelari memanfaatkan kesempatan mengikuti Borobudur
Marathon untuk berwisata. Arrahmana (27), pelari asal Tangerang Selatan, menyebut,
dirinya sempat berjalan-jalan dan menyantap sop senerek yang merupakan kuliner
khas Magelang. Sejumlah pelaku UMKM kuliner asal Magelang pun turut mendulang
rezeki dari antusiasme pelari yang mengikuti Borobudur Marathon 2023. Selama
berjualan di acara race expo Borobudur Marathon 2023, mereka mengaku mendapat pemasukan
yang lumayan. Salah satu UMKM asal Magelang yang ikut berjualan dalam acara itu
adalah Kupat Tahu Yu Nah. Pemilik usaha Kupat TahuYu Nah, KevinRivera (30),
mengatakan, antusiasme para pelari untuk membeli kuliner khas Magelang sangat
tinggi. ”Sampai saya enggak bisa duduk istirahat. Yang beli ada dari Lampung,
Banten, dan Kalimantan,” ujarnya. Kevin menuturkan, pada Jumat ada 74 porsi
kupat tahu terjual, dengan harga Rp 15.000 per porsi. Sementara pada Sabtu, ada
94 porsi terjual hingga siang. (Yoga)
Borobudur Marathon Siap Tapaki Level Baru
Borobudur Marathon bersiap menapaki tingkatan baru di kancah
lomba lari jarak jauh. Kualitas lomba ditingkatkan disertai rencana untuk
membuat lomba itu diakui oleh dunia internasional. Borobudur Marathon bersiap
menapaki tingkatan baru dalam kancah perlombaan lari. Keseriusan itu ditunjukkan
melalui peningkatan kualitas lomba serta upaya untuk mendapatkan pengakuan
World Athletics agar masuk dalam klasifikasi World Athletics Label. Keberadaan ajang
itu sekaligus menebar manfaat karena ikut menggerakkan perekonomian masyarakat.
Tahun ini, ajang tersebut menghadirkan Delegasi Teknis Internasional dari World
Athletics, Richard Welsh. Ia akan menilai beberapa aspek penting sejak sebelum
lomba hingga hari pelaksanaan sebagaimana aturan lomba yang ditetapkan World
Athletics. Ada empat tingkatan dalam World Athletics Label, yakni Label yang
merupakan tingkatan paling rendah dalam klasifikasi perlombaan lari jalan raya
dari World Athletics, lalu Elite Label, Gold Label, dan Platinum Label.
”Kenapa itu penting? Kami ingin meningkatkan level Borobudur
Marathon pada level standar internasional,” kata WakilPemimpin Umum Harian Kompas
Budiman Tanuredjo, dalam jumpa pers Borobudur Marathon 2023 Powered By Bank
Jateng, Sabtu (18/11) di Grand Artos Hotel and Convention, Magelang, Jateng. Borobudur
Marathon 2023 akan diselenggarakan di seputar kompleks Candi Borobudur,
Magelang, Jateng, Minggu (19/11). Tahun ini, gelaran itu kembali menghadirkan
tiga nomor lomba, yakni 10 kilometer, separuh maraton, dan maraton. Total
sekitar 10.400 pelari akan terjun pada tiga nomor tersebut. Angka itu mendekati
jumlah pelari pada 2019, sekitar 10.900 orang. Budiman menambahkan, para pelari
asing kembali berpartisipasi pada gelaran tahun ini. Jumlahnya 78 orang, berasal
dari 24 negara. Keikutsertaan pelari asing berangkat dari konsistensi Borobudur
Marathon menjaga kualitas lombanya. (Yoga)
BOROBUDUR MARATHON, BERLARI SAMBIL MEMAJUKAN EKONOMI
Salah satu ajang wisata olahraga (sport tourism) yang
ditunggu masyarakat Indonesia ialah Borobudur Marathon 2023 Powered by Bank Jateng,
yang digelar di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jateng. Borobudur Marathon
tahun ini, yang bertajuk ”Voice of Unity”, dipastikan lebih semarak dengan
peserta yang semakin banyak. Pada tahun ini, Borobudur Marathon melombakan kategori
10 km, half marathon (21,0975 km), dan maraton (42,195 km). Dengan semakin
banyak kategori lomba yang dibuka, jumlah pesertanya pun kian bertambah.
Borobudur Marathon tahun 2023 ini diikuti lebih dari 10.000 pelari, dimana Borobudur
Marathon 2022, hanya menjaring 8.000 pelari. Jumlah pelari yang tembus 10.000
ini mirip dengan penyelenggaraan Borobudur Marathon tahun 2019 atau sebelum
pandemi Covid-19.
Tingginya animo pelari yang mengikuti Borobudur Marathon
2023 ini akan berdampak secara langsung bagi perekonomian daerah setempat. Banyaknya
peserta yang berasal dari daerah-daerah tentu akan berimbas pada belanja sektor
jasa di wilayah Magelang, terutama menjelang Borobudur Marathon 2023.
Setidaknya akan terjadi lonjakan jumlah pengunjung hotel atau penginapan,
konsumen rumah makan atau restoran akan meningkat, permintaan jasa transportasi
bertambah untuk mobilitas para peserta, dan obyek wisata kian ramai pengunjung.
Hal tersebut tentu akan berdampak bagi perekonomian di wilayah Magelang dan
sekitarnya. Apalagi, hampir semua peserta sudah mempersiapkan alokasi anggaran pribadinya
untuk mengikuti event lari di Magelang itu. Berdasarkan hasil survei Borobudur
Marathon tahun 2022, rata-rata uang yang dibelanjakan pelari berkisar Rp 4 juta
per peserta, untuk biaya pendaftaran peserta, biaya transportasi ke wilayah Magelang,
biaya rekreasi, biaya penginapan, konsumsi harian, transportasi selama di Magelang,
hingga belanja oleh-oleh. (Yoga)
Cuan Konser Musik Makin Memikat
Seiring normalnya aktivitas masyarakat paska pandemi Covid-19, keriuhan pertunjukan musik pun kembali hingar bingar. Bisa dibilang, 2023 menjadi tahun kembalinya festival musik dan konser setelah pandemi.
Sepanjang tahun ini tercatat tidak kurang dari 45 pertunjukan festival dan konser musik digelar di sejumlah daerah di Indonesia. Bukan saja musisi lokal, pentas musik itu juga banyak menghadirkan musisi papan atas dunia.
Terlebih banyak konser dan festival musik juga diwarnai dengan
line up
artis internasional. Terbaru, grup band ternama asal Inggris, Coldplay yang sukses menggebrak Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Rabu malam (15/11). Konser musik paling ditunggu ini berhasil menyedot 70.000 penonton.
Potensi perputaran uang dari pertunjukan band yang digawangi Chris Martin dan kawan-kawan ini disebut mencapai triliunan rupiah. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno menargetkan, keuntungan hingga US$ 75 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,16 triliun (asumsi kurs Rp 15.503/Dolar AS) dari konser Coldplay
Music of the Spheres World Tour
tersebut.
Legitnya bisnis pertunjukan musik ini tentunya turut dinikmati para promotor musik yang berperan sebagai penyelenggara pertunjukan. Kendati berada di belakang panggung, peran mereka sangat penting di balik megahnya penyelenggaraan konser musik.
Salah satunya PK Entertainment yang sukses mendatangkan Coldplay ke Jakarta. Ketua Umum Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI), Dino Hamid mengakui, persaingan bisnis promotor musik semakin ketat. "Tapi (tetap sehat) karena masing-masing punya
captive market,"
ujarnya kepada KONTAN, Jumat (17/11).
Ia mencontohkan, saat digelarnya pertunjukan festival musik Soundrenaline dan Synchronize Festival pada hari yang sama. Pertunjukan tetap berlangsung ramai karena memiliki segmen penonton yang berbeda. Yang pasti, bisnis ini terus bertumbuh seiring permintaan pasar yang terus meningkat paska pandemi. Sehingga, membuka peluang pemain baru untuk terus bertumbuh menjadi semakin besar. Kondisi ini diprediksi terus berlanjut hingga tahun depan.
Mirna Gozal,
Corporate Secretary
PT Dyandra Media International Tbk menambahkan, pendapatan dari konser musik menyumbang sekitar 20%-30% terhadap total pendapatan perusahaan di segmen penyelengaraan acara/pameran di kuartal III 2023.
Lima Pulau Jadi Wisata Minat Khusus
Pilihan Editor
-
Pusat Data Kecerdasan Buatan Diluncurkan
04 Jan 2022 -
Tantangan Perbankan 2022
03 Jan 2022









