Pariwisata
( 747 )Perputaran Uang Gandrung Sewu Rp 7 Miliar
Perhelatan tari kolosal Festival Gandrung Sewu di Banyuwangi, Jatim, melanggengkan budaya khas setempat sekaligus memacu roda ekonomi masyarakat. Perputaran uang selama tiga hari rangkaian festival lebih dari Rp 7 miliar. Berbeda daritahun-tahun sebelumnya yang hanya satu hari, Festival Gandrung Sewu tahun ini berlangsung tiga hari. Kegiatan itu masuk kalender event nasional Kemenparekraf/Badan Parekraf, 14-16 September, di Pantai Marina Boom, Kampung Mandar, Banyuwangi. Pada puncak acara, Sabtu (16/9/2023), ribuan orang me madati lokasi acara. Menjelang pintu masuk, puluhan UMKM menjajakan aneka produk, mulai makanan hingga cendera mata. Hotel dan rumah inap juga ketiban rezeki. Hadirnya demo udara pesawat EMB-314 Super Tucano dan pesawat tempur T-50i Golden Eagle, serta penerjunan belasan personel TNI AU menambah semarak suasana festival yang bertema ”Omprog, The Glory of Art”.
Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi M Yanuar Bramuda, Selasa (19/9) mengatakan, pihaknya masih merekapitalusi nilai ekonomi yang berputar pada perhelatan yang melibatkan 1.200 penari itu. Penari merupakan siswa SD-SMA se-Banyuwangi yang terseleksi. ”Okupansi hotel dan homestay di Banyuwangi, weekend, selama tiga hari rata-rata penuh. Saya sempat telepon-telepon ke manajer hotel, kondisinya seperti itu. Sejumlah tamu dari Jakarta yang mencari penginapan juga kesulitan,” ujarnya. Menurut Bramuda hasil survei dengan pelaku UMKM ada yang beromzet mencapai Rp 30 juta selama tiga hari, bahkan ada yang tembus Rp 50 juta. Total 60 UMKM yang terlibat, belum termasuk puluhan warung makanan hasil laut dan menu lokal yang ada lebih dulu di sekitar Marina Boom. ”Jumlah uang yang beredar sekitar Rp 7 miliar selama tiga hari. Itu dari okupansi hotel, UMKM. Kita belum hitung perputaran uang di restoran, oleh-oleh, dan lainnya. Saat ini teman-teman masih merekap nilai totalnya,” kata Bramuda. (Yoga)
Festival Gandrung Sewu Sarana Promosi Budaya
Sebanyak 1.200 orang menari gandrung bersama dalam puncak Festival Gandrung Sewu di pantai Marina Boom, Kelurahan Kampung Mandar, Banyuwangi, Jatim, Sabtu (16/9). Kemeriahan event ini bertambah dengan hadirnya demo udara pesawat tempur dan penerjunan oleh prajurit TNI AU. Sebelum tari gandrung kolosal dimulai, empat pesawat tempur EMB-314 Super Tucano lebih dulu melintas rendah di atas arena tari (dan sekali lagi saat tari gandrung dipentaskan). Disusul tiga pesawat tempur T-50i Golden Eagle. Sebelum itu, sebanyak 15 prajurit TNI AU melakukan terjun dan mendarat di arena pergelaran tari. Setelah itu, ribuan penari gandrung mulai menari. Mereka menampilkan berbagai formasi secara bergantian, seperti bunga, putaran, dan kipas. Ribuan pasang mata penonton pun terus tertuju pada gerak rampak para penari yang merupakan siswa SD hingga SMA di Banyuwangi yang telah lolos seleksi ketat. Sebelum tampil dalam tarian kolosal tersebut, mereka berlatih selama dua hingga tiga bulan. Gandrung Sewu tahun 2023 yang mengambil tema ”Omprog the Glory of Art” ini, selain digelar lebih lama, yakni tiga hari, Pemkab Banyuwangi juga bekerja sama dengan TNI AU.
Sebelum acara puncak, berturut-turut digelar musik dan seni Padhang Bulanan pada Kamis (14/9) malam serta Meras Gandrung dan Gandrung Terop pada Jumat (15/9) sore hingga malam hari. Pergelaran kesenian tradisi khas Banyuwangi ini menyedot perhatian masyarakat. Ribuan orang yang datang bukan hanya dari Banyuwangi, tetapi juga dari berbagai daerah lainnya. ”Tahun ini, kami didukung TNI AU untuk air show. Mudah-mudahan tahun depan Gandrung Sewu tetap dilakukan dengan tema berbeda, dengan mengangkat muatan lokal. Ini adalah wadah bagi kami untuk memberikan ruang kepada anak muda Banyuwangi untuk mencintai budayanya,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Pelaksanaan kegiatan yang telah masuk kalender event nasional Kemenparekraf ini dilaksanakan lebih lama guna memberikan keleluasaan kepada anak-anak untuk tampil. Selain itu, festival ini diharapkan bisa memacu perekonomian masyarakat, khususnya UMKM. Menparekraf Sandiaga Uno dalam sambutan secara virtual mengatakan, melalui Gandrung Sewu, ikon pariwisata Banyuwangi yang mengangkat budaya seni khas daerah, diharapkan dapat memperkuat promosi destinasi pariwisata setempat sekaligus meningkatkan kunjungan wisata ke daerah tersebut. (Yoga)
Sejumlah Penginapan Penuh Selama Gandrung Sewu
Kegiatan Gandrung Sewu di KabupatenBanyuwangi, Jatim, diharapkan bisa menarik banyak wisatawan ke wilayah paling timur Pulau Jawa itu. Acara yang sudah masuk kalender kegiatan nasional Kemenparekraf tersebut kini digelar selama tiga hari, yaitu 14-16 September. Pada tahun-tahun sebelumnya hanya sehari. ”Menurut informasi, beberapa hotel berbintang full booking,” ujar Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi MY Bramuda melalui Whatsapp, Jumat (15/9). Para pemesan itu dari wilayah Jatim dan juga dari provinsi lain. Mengambil tema ”Omprog, the Glory of Art”, puncak Gandrung Sewu dilaksanakan pada Sabtu (16/9) di Pantai Marina Boom, Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi. Sebelum itu, berturut-turut digelar musik dan seni Padhang Bulanan pada Kamis (14/9) malam serta Meras Gandrung dan Gandrung Terop pada Jumat sore-malam.
Senada dengan Bramuda, Ketua Perhimpunan Rumah Inap Banyuwangi Joko Subagyo mengatakan, sejumlah penginapan di Banyuwangi penuh pada akhir pekan ini. Total ada 650 penginapan yang tersebar di Banyuwangi, tetapi yang sudah terhimpun kurang dari 100 buah. Joko yang juga pemilik Didu’s Homestay di Dusun Krajan, Desa Rejosari, Kecamatan Glagah, mencontohkan, penginapan miliknya yang terdiri atas sembilan unit bungalo sudah penuh sejak beberapa hari lalu. Bahkan, pihaknya mesti menolak tamu yang baru datang lantaran tidak ada kamar. ”Tadi malam datang rombongan dari Jakarta, tetapi juga sudah tidak ada kamar. Mereka langsung ke sini, belum booking. Katanya di tempat lain juga penuh,” ucapnya. Menurut Joko, peningkatan tamu terjadi sejak tiga hari sebelum Gandrung Sewu. Wisatawan banyak yang memilih penginapan karena tahu fasilitas di tempat itu tidak kalah asyik dengan hotel. Di Banyuwangi, puncak kunjungan wisatawan terjadi pada bulan Juni sampai Agustus. Pada Juni lalu, penginapan Joko menjaring 345 tamu dan naik jadi 360 tamu lebih di Agustus. (Yoga)
Pemulihan Pariwisata Dorong Ekonomi Bali
Ekonomi Bali bertumbuh 5,6 persen secara tahunan pada triwulan II-2023. Pertumbuhan ekonomi itu banyak dipengaruhi pulihnya pariwisata pascapandemi Covid-19. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti dalam acara ”Suryaloka dan Tourism Talk” di Kantor Perwakilan BI di Bali, Kota Denpasar, Senin (11/9/2023), mengatakan, Bali masih menjadi one stop services andalan dalam industri pariwisata. (Yoga)
Pajak Wisman Bali Jangan Sampai Bebani Pariwisata
JAKARTA,ID-Pemerintah Provinsi Bali akan menarik pajak wisata alias retribusi kepada wisatawan mancanegara (wisman) sebesar Rp150 ribu pada Februari 2024. Diperkirakan pendapatan dari pajak ini mencapai lebih Rp750 miliar. Pajak Wisman Bali diharapkan tidak membebani pariwisata Bali. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraft) Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan, pajak wisman baru Bali yang mengajukan dan tentunya ini harus dipastikan jangan sampai membebani karena pariwisata belum terlalu pulih. "Jadi kita pastikan daya tarik dari wisata kita dari segi bagaimana tentunya memberikan nilai tambah kepada wisatawan," Ucap Sandiaga dalam acara Weekly Brief with Sandi Uno secara daring, Senin (11/9/2023). Sementara itu, Ketua Sub Koordinator Bidang Promosi Dinas Pariwisata Bali I Ketut Yadnya Winarta menerangkan, pajak wisman diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 6 Tahun 2023, tentang Pungutan bagi wisata asing untuk perlindungan bagi kebudayaan dan lingkungan alam Bali. Perihal mengenai target dari pemasukan pajak tersebut, dia mengaku pihaknya belum menargetkan jumlah kunjungan wisman pada 2024. (Yetede)
Kemenparekraf Dukung Bali Pungut 10 Dollar AS
Pemerintah Provinsi Bali bakal memungut Rp 150.000 atau sekitar 10 dollar AS per orang bagi wisatawan mancanegara yang berlibur ke Bali sebagai upaya perlindungan alam dan budaya Bali berkelanjutan. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatak hal itu dalam The Weekly Brief with Sandi Uno, secara daring, Senin (4/9/2023). Acara itu dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster dari Denpasar. (Yoga)
KTF 2023 Pameran Wisata Ampuh Gaet Wisatawan
Pameran pariwisata atau travel fair perlu dioptimalkan guna turut mendukung promosi daerah tujuan wisata lokal. Jika ini konsisten dijalankan, akan membantu mendatangkan lebih banyak kunjungan wisatawan mancanegara ataupun pergerakan wisatawan Nusantara. ”Setiap kunjungan wisata mampu menciptakan enam kali lipat lapangan kerja di dalam negeri. Untuk mendorong semakin banyak pergerakan wisatawan Nusantara, kami mengoptimalkan program Kharisma Event Nusantara atau kumpulan event berkualitas dari 34 provinsi. Kami juga dorong agar semakin banyak penyelenggaraan pertemuan, perjalanan bonus, dan pameran (MICE) tercipta serta promosi destinasi yang di antaranya lewat transportasi darat,” ujar Menparekraf Sandiaga S Uno, Minggu (3/9) di acara penutupan Kompas Travel Fair (KTF) 2023 di ICE BSD, Tangerang, Banten. Sandiaga menambahkan, desa wisata juga telah berubah menjadi pandemic winner atau destinasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan selama pandemi Covid-19.
Kendati demikian, kesadaran orang terhadap destinasi ini harus terus ditingkatkan. Pihak swasta perlu diajak bekerja sama untuk memopulerkan desa wisata. Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Ni Made Ayu Marthini menambahkan, tahun-tahun lalu, pameran pariwisata cenderung dikenal sebagai ajang untuk mencari kebutuhan berwisata ke luar negeri. Kini, warga semakin memahami bahwa berkunjung ke pameran pariwisata juga akan menemukan kebutuhan wisata domestik. ”Sekarang, sudah banyak event yang menjual destinasi Indonesia. Sebanyak 75 desa wisata meraih Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) dan mereka harus makin banyak dikenal di kalangan wisatawan. Pemilik biro perjalanan pariwisata PT Rafael Todowela Tours & Travel, Rafael, yang jadi peserta KTF 2023, menceritakan, selama tiga hari pameran, dirinya banyak menerima pengunjung yang antusias bertanya cara berkunjung ke Pulau Komodo dan sekitarnya. Ini berarti warga semakin sadar dan tertarik mengenai keindahan destinasi domestik. (Yoga)
Bolak-balik Berburu Diskon Tur
Eko Nugrianto (54) serius menyimak penjelasan petugas One Two Trip. Berkas tur silih berganti disorongkan pegawai biro perjalanan yang melayaninya dengan ramah dan cekatan. Hampir pukul 22.00, pameran menjelang tutup, namun, Eko masih berkutat dengan beberapa rekomendasi. Lebih dari satu jam terbenam dalam tawaran-tawaran kompetitif, barulah ia beranjak. Tak berarti pilihan sudah dia jatuhkan. Eko ternyata masih saja menimbang-nimbang rencananya liburan ke luar negeri. Ke Turki, Eropa, atau Jepang. ”Belum booking (pesan) soalnya mau putuskan tur terbaik,” ujar Eko pada ajang Kompas Travel Fair (KTF) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Jumat (1/9). Eko menyambut KTF dengan antusias karena membuka kesempatan untuk membandingkan beragam layanan.
Vice President Marketing & Communications Dwidayatour Yohannes Heraldo menyampaikan, para calon pelancong memperlihatkan tren ketertarikan pada produk tur dan cruise, terutama untuk destinasi Jepang, Korea, Hong Kong, Australia, Skandinavia, dan wisata domestik, seperti Labuan Bajo. Tren ini mengacu pada transaksi yang terjadi di cabang-cabang milik Dwidayatour sepanjang tahun ini. ”Kini paket wisata yang digemari para tamu kami adalah paket wisata 10 hari ke Jepang yang tamu bisa ikuti hanya dengan Rp 23 juta-an dan paket tur ke Korea selama delapan hari hanya dengan Rp 15 jutaan,” tutur Yohannes. Fenomena orang berduyun-duyun datang ke berbagai pameran wisata, termasuk KTF, dalam beberapa bulan terakhir ini menunjukkan bahwa tren perjalanan wisata ”balas dendam” (revenge tourism) seiring meredanya pandemi Covid-19 masih berlanjut. (Yoga)
MENENGOK GELIAT WISATA BAHARI DI GILI BALU
Pulau Sumbawa memiliki potensi wisata alam yang indah. Misalnya, Gili Balu di Poto Tano, Sumbawa Barat, yang punya delapan pulau kecil nan elok. Begitu kapal motor menyentuh bibir Pantai Kenawa, Senin (17/7) pukul 08.00 Wita, wisatawan yang sudah tak sabar melompat turun. Perjalanan 30 menit dari Dermaga Kenawa di Poto Tano tak membuat mereka kecapekan. Mereka langsung melanjutkan kepuncak Kenawa, bukit di ujung barat pulau seluas 13 hektar itu. Wisatawan yang datang pagi itu berkali-kali berhenti untuk mengeluarkan ponsel dan mengambil gambar. Latar belakangnya bisa padang rumput atau jalan tanah yang ujungnya di kaki bukit. ”Tumben ke sini. Seperti kepingan surga di dunia. Cantik sekali. Rasanya terbayar perjalanan darat ke Kayangan, lalu naik feri ke Pototano yang sempat digoyang ombak dan lanjut kapal ke Kenawa,” kata Imam Berlian (28), wisatawan asal Jakarta.
Dari puncak Kenawa, kita bisa melihat lalu lalang feri dari Pelabuhan Poto Tano menuju Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur ataupun sebaliknya. Jika menengok ke barat, GunungRinjani di Lombok tampak gagah. Jika sanggup menunggu hingga sore, puncak Kenawa menjadi salah satu lokasi untuk menikmati suasana matahari terbenam. Apalagi telah disediakan sunset point di sisi barat bukit. Jika tak sanggup menunggu, kembali ke pesisir untuk snorkling juga adalah pilihan yang tepat. Kenawa menjadi salah satu tempat snorkling terbaik karena karang yang terjaga sehingga berbagai jenis ikan berwarna-warni, termasuk ikan badut (nemo), bisa ditemui. Delapan pulau Kenawa adalah salah satu dari delapan pulau kecil di Kawasan Konservasi Taman Wisata Perairan Gili Balu.
Amiruddin (37), Ketua Kelompok Nelayan Pelita yang juga salah satu pelestari dan penjaga karang di Gili Balu, mengatakan, tersedia paket wisata yang mereka tawarkan kepada pengunjung. Paket wisata itu mulai dari kunjungan ke satu pulau, dua pulau, tiga pulau, juga perjalanan sehari ke tiga hingga empat pulau. Selain itu, ada paket perjalanan ke semua pulau selama satu sampai dua hari. Tarif kapal pun berbeda tergantung pulau yang dituju. Untuk ke Kenawa, wisatawan menyewa kapal Rp 260.000 untuk satu sampai empat orang. Untuk perjalanan sehari mulai Rp 850.000 dan perjalanan ke seluruh pulau mulai Rp 1,3 juta. Tiket sudah termasuk biaya retribusi Rp 10.000. Mereka juga menyewakan perlengkapan berkemah, seperti tenda, matras, kompor, sleeping bag, kacamata untuk snorkling, serta sepatu kaki katak. (Yoga)
Belanja ”Travel” Lamp
Animo masyarakat berlibur dan melakukan perjalanan wisata terus bertumbuh. Bahkan, belanja masyarakat untuk berwisata sudah lebih tinggi dibandingkan dengan masa sebelum pandemi Covid-19. Senior Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Yudita Wahyu Dewanti mengatakan, antusiasme masyarakat berekreasi sangat tinggi setelah pandemi, terbukti dari pertumbuhan nilai transaksi kartu kredit Bank Mandiri untuk liburan dan perjalanan wisata. Bank Mandiri mencatat nilai transaksi kartu kredit untuk kategori travel selama periode Januari-Agustus 2023 mencapai Rp 2,8 triliun, tumbuh 71,4 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hingga akhir tahun, pertumbuhannya diharapkan mencapai 80 %.
”Nilai transaksi tersebut sudah melampaui periode sama tahun 2019 atau sebelum pandemi. Jadi, luar biasa animo berwisata dan bepergian dari nasabah-nasabah kami,” kata Yudita saat membuka Kompas Travel Fair (KTF) 2023 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Jumat (1/9). KTF 2023 akan berlangsung hingga Minggu (3/9). Vice President Card Head Bank Mandiri Bery Agung Puspandika mengatakan, berdasarkan data transaksi, saat ini cenderung berimbang antara perjalanan ke luar negeri dan domestik. Hal ini efek program Kemenparekraf yang menggalakkan berwisata ke berbagai penjuru Nusantara. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Perkebunan Sawit Rakyat Tumbuh Berkelanjutan
31 Dec 2021 -
Mengembangkan EBT harus Utamakan Komponen Lokal
30 Dec 2021 -
Transformasi Sistem Pangan
31 Dec 2021 -
Core Petani Tak Menikmati Penetrasi Digital
30 Dec 2021









