;
Tags

Pariwisata

( 747 )

INDUSTRI AVIASI : Maskapai Gesit Tangkap Peluang Pariwisata

HR1 21 Oct 2023 Bisnis Indonesia

Geliat positif pariwisata setelah Covid-19 menjadi berkah tersendiri bagi industri penerbangan. Sejumlah maskapai agresif melakukan ekspansi untuk menangkap peluang dari peningkatan pergerakan wisatawan.PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) mengaku akan meningkatkan frekuensi penerbangan sejumlah rute internasional pada periode November—Desember 2023. “Penambahan frekuensi pada sejumlah rute ini selaras dengan langkah berkelanjutan perseroan dalam merealisasikan peningkatan kapasitas produksi, serta memaksimalkan potensi kunjungan wisatawan asing menuju berbagai destinasi wisata unggulan di Indonesia,” kata Direktur Utama GIAA Irfan Setiaputra, Jumat (20/10). Di sisi lain, PT Surya Mataram Indonesia siap melayani sejumlah rute domestik setelah mendapatkan Sertifikat Standar Angkutan Niaga Berjadwal pada 9 Oktober 2023.Hanya saja, Kementerian Perhubungan meminta Surya Airways untuk segera memenuhi seluruh persyaratan agar bisa beroperasi.Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan M. Kristi Endah Murni mengatakan, Surya Airways masih dalam tahap izin usaha, dan belum dapat beroperasi karena masih harus memenuhi sejumlah proses persyaratan wajib.

Berharap Dana Pariwisata Terealisasi

KT1 12 Oct 2023 Tempo

JAKARTA – Para pelaku usaha jasa pariwisata berharap rencana pembentukan dana pariwisata atau tourism fund bisa segera terealisasi. Pasalnya, rancangan pembentukan pundi-pundi untuk membiayai operasi pariwisata domestik itu sudah lama bergulir. Rencana pembentukan dana pariwisata ini kembali mencuat dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, awal Oktober lalu. Dalam rapat itu, Presiden Joko Widodo menginstruksikan bawahannya mempercepat pembentukan tourism fund.

Mengulangi arahan Jokowi itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan dana tersebut bisa menyokong agenda pariwisata bertaraf internasional. Baik agenda kebudayaan; kegiatan meeting, incentive, convention, exhibition (MICE); maupun perhelatan olahraga yang ditargetkan untuk menarik turis. Menurut Sandiaga, konsep tersebut sudah dipakai lebih dulu oleh Singapura dan Arab Saudi. "Jadi, sumber pendanaannya ini nanti ditelaah sehingga governance (pengelolaannya) terjaga," ucapnya. "Tapi tidak akan membebani APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) terlalu besar, juga tak bakal membebani wisatawan." 

Sandiaga menyatakan pemerintah akan membentuk tim khusus untuk mengkaji sumber dana yang cocok untuk tourism fund. Selain berupa dana abadi, devisa pariwisata bisa menjadi alternatif sumber dana. Yang pasti, kata dia, nilai awal yang ditargetkan pemerintah dalam kantong dana itu mencapai Rp 1 triliun. (Yetede)

Bukan Sekadar Pelihara Reptil

KT1 08 Oct 2023 Tempo

Aneka satwa dan pemeliharanya berdatangan meramaikan acara Pet Euphoria di Paris van Java Mall atau PVJ Bandung pada akhir pekan ini, 6-8 Oktober 2023. Bertempat di area Sky Level yang luasnya sekitar 1.000 meter persegi, acara ini diikuti sejumlah kelompok pencinta hewan yang, antara lain, membawa kucing, anjing, serangga, dan musang. Komunitas Reptil Bandung, misalnya, menyiapkan 20 anggotanya sambil membawa hewan kesayangan mereka. Jenisnya, antara lain, ular pucuk, piton, sanca kembang, sanca dahan, dan ular kadut. Selain itu, ada iguana, gecko, biawak, dan kura-kura. 

Di komunitas yang dibentuk pada 20 April 2009 itu, para anggotanya kebanyakan memelihara ular. “Karena gampang memelihara ular dan makannya hanya seminggu sekali,” kata Reyhan Granadi, anggota Komunitas Reptil Bandung, Jumat, 6 Oktober lalu. Mahasiswa 25 tahun dari sebuah kampus swasta di Bandung itu kini memelihara gecko, yaitu sejenis tokek, dan dua ekor ular sanca titipan teman. Dia telah menghentikan pembiakan atau breeding ular piton sejak tahun lalu karena tidak bisa membagi waktunya dengan jadwal kuliah.

Menyukai reptil sejak lama, Reyhan dulu memelihara iguana dan biawak. Dia bergabung ke Komunitas Reptil Bandung pada 2016 karena anggotanya aktif berkegiatan, seperti berkumpul dan saling berbagi pengetahuan. “Mau enggak mau saya juga jadi belajar. Sebab, malu kalau ditanya orang, reptil apa, tapi enggak tahu,” ujarnya. Terutama soal satwa liar yang suka masuk rumah warga, seperti ular sawo kopi, ular pucuk, atau biawak. (Yetede)

Pariwisata Pulih, Jumlah Kunjungan Wisma Melesat Signifikan

KT1 03 Oct 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID_Sektor pariwisata terus menunjukkan pemulihan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari Senin hingga Agustus 2023 mencapai 7,44 juta kunjungan. Jumlah kunjungan wisman hingga Agustus 2023 tersebut meningat 166,12% dibandingkan total kunjungan  wisman pada periode yang sama pada 2022. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, peningkatan kunjungan tersebut utamanya tercatat pada pintu Bandara Ngurah Rai dan Seokarno Hatta, masing-masing meningkat sebesar 280,74% dan 158,64%. Jika dilihat lebih lanjut, total kunjungan wisman hingga Agustus 2023 tersebut sudah lebih tinggi dari total kunjungan wisman selama tahun 2022. "Meskipun sudah lebih tinggi dari total kunjungan wisman selama tahun 2022, total kunjungan wisman hingga Agustus 2023 masih lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama  tahun 2019 atau periode yang sama tahun 2019 atau periode sebelum pandemi Covid-19. Selama periode januari hingga Agustus 2019, jumlah kunjungan wisman mencapai 10,71 juta," ujar Amalia. (Yetede)

INDUSTRI PARIWISATA : Arus Wisman Belum Samai 2019

HR1 03 Oct 2023 Bisnis Indonesia
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara selama 8 bulan pertama 2023 tercatat belum bisa menyamai rekor arus kunjungan selama periode yang sama prapandemi Covid-19. Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Januari—Agustus 2023 mencapai 7,44 juta orang, atau baru 70,02% daripada pencapaian pada periode yang sama 2019. Namun, dia menegaskan arus kunjungan turis asing pada 8 bulan 2023 itu melonjak 126,39% dibandingkan total kunjungan wisman pada periode yang sama 2022. Khusus Agustus 2023, Amalia mengungkapkan arus kunjungan turis asing yang mencapai 1,13 juta kunjungan atau naik 68% secara tahunan dengan didominasi wisman asal Malaysia yang mencapai 174.000 kunjungan atau berkontribusi 15,4%. Jumlah kunjungan turis Malaysia ke Indonesia pada Agustus 2023 itu mengalami kenaikan 12,79% secara bulanan. Pada posisi kedua, turis asal Australia yang datang ke Indonesia pada Agustus 2023 yang mencapai 129.100 kunjungan dengan pangsa sebesar 11,4%. Namun, Amalia menegaskan jumlah kunjungan turis Australia pada Agustus 2023 justru menurun 9,79% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Posisi ketiga ditempati oleh wisman asal Singapura dengan jumlah mencapai 105.500 kunjungan, mencakup pangsa sebesar 9,3% dari total jumlah kunjungan turis asing pada Agustus 2023. 

Ancaman di Destinasi Wisata Prioritas

KT1 28 Sep 2023 Tempo
Kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru karena penggunaan flare saat pengambilan foto pre-wedding baru-baru ini tak hanya menimbulkan pertanyaan soal etika pengunjung di tempat wisata. Isu ini juga menunjukkan semakin maraknya fenomena gentrifikasi pariwisata di Indonesia, termasuk di kawasan konservasi. Gentrifikasi merupakan perubahan karakteristik wilayah akibat penetrasi kapital dan mobilitas masyarakat kelas menengah atas yang berpotensi menaikkan standar hidup wilayah tersebut di atas jangkauan masyarakat setempat. Gentrifikasi terjadi akibat komodifikasi ruang, yaitu ketika nilai guna ruang diuangkan demi mengejar keuntungan.

Dalam perkembangannya, isu gentrifikasi juga tidak terbatas pada fenomena yang terjadi di wilayah urban, tapi juga di perdesaan, ruang kosong, dan kawasan lindung. Isu gentrifikasi makin mendesak untuk dibahas mengingat makin besarnya perhatian dan dukungan pemerintah terhadap pariwisata sebagai sektor prioritas yang dianggap salah satu sumber pertumbuhan baru ekonomi Indonesia. Secara kasat mata, gentrifikasi pariwisata memang terlihat menyejahterakan. Destinasi wisata diubah menjadi lebih modern, indah, dan tertata rapi. Namun, seperti halnya industri lain, gentrifikasi pariwisata juga berisiko merusak alam dan menimbulkan kesenjangan. (Yetede)

Bebas Visa Berlaku, 300 Turis China Mendarat Di Thailand

KT1 26 Sep 2023 Investor Daily
BANGKOK,ID-Para pejabat tinggi Thailand termasuk Perdana Menteri (PM) Srettha Thavisin menyambut langssung sekitar 300 turis China di Bandara Internasional Suvarnabhumi, Bangkok, pada Senin (25/09/2023). Bersamaan dengan hari pertama program masuk bebas visa bagi turis asal Tiongkok, yang menurut para pejabat akan meningkatkan industri pariwisata negara dari keterpurukan akibat pandemi virus corona. Thavisin membagikan hadiah dan berfoto bersama Menteri Pariwisata dan tamu VIP lainnya saat menyambut sekitar 300 pelancong dari Shanghai. Para wisatawan yang  terkejut dihibur oleh penari dan penabuh genderang tradisional Thailand didalam area kedatangan Bandara Suvarnabhumi. "Kami yakin bahwa kebijakan ini akan sangat meningkatkan perekonomian," kata Sretta kepada Wartawan, seperti dikutip AP.  Dia menambahkan, pemerintah berencana mempromosikan kota-kota kecil di Thailand sebagai tujuan bagi wisatawan Tiongkok. (Yetede)

Pasar Santa, Eksis di Tengah Sepi

KT3 25 Sep 2023 Kompas

Bau harum aroma kopi menyapa pengunjung saat memasuki area lantai basemen Pasar Santa, yang diresmikan pada 1971. Sampai 2013, hanya 312 kios yang aktif dari total 1.151 kios. Tak dinyana, pasar di Jalan Cipaku I dan Jalan Cisanggiri II itu tiba-tiba booming. Puncak keramaian Pasar Santa terjadi pada September 2014 hingga pertengahan 2015. Tempat ini pernah menjadi ikon wisata Jaksel, terutama bagi pencinta seni, musik, dan kuliner. Kala itu, beberapa anak muda membuka kedai kekinian, seperti kedai kopi dan tempat makan, di pasar yang tengah kehilangan pelanggan ataupun penyewa. Upaya itu berhasil dan menarik penyewa baru dengan beragam usaha yang menjadikan Pasar Santa tempat nongkrong asyik, murah, meriah, dan berjiwa muda. Catatan Kompas, kabar baik itu tak berumur panjang. Kenaikan harga sewa dan harga jual kios menyurutkan perkembangan Pasar Santa.

Data akhir Mei 2016 menyebutkan, 546 kios atau separuh total kios di sana tutup karena tidak mampu membayar sewa kios. Pada Rabu (20/9) pukul 12.00, hanya ada lima pengunjung di lantai 3 Pasar Santa. Mereka menikmati hidangan maka siang. Selain itu, dua pengojek daring duduk dan bercengkerama di depan salah satu kedai, menunggu pesanan pelanggan. Beberapa pedagang lama masih setia berjualan di sana. Chandra Dewi, pemilik kedai Dimsum Santa Vegetarian itu masih berjualan karena sudah mengontrak kios selama 12 tahun. Dalam satu hari, ia hanya mendapatkan Rp 100.000 hingga Rp 200.000. Menurut Dewi, kebanyakan pengunjung yang datang adalah pegawai kantor sekitar pasar yang menjadi pelanggan tetapnya. Dewi menuturkan, beberapa pedagang masih ingin membuka kiosnya karena biaya sewa relatif murah. Pandemi membuat harga sewa kios kembali normal di kisaran Rp 7 juta-Rp 10 juta per tahun.

Hal senada diutarakan penjaga kedai kopi bernama Kopi Dari Akuh di lantai 3 Pasar Santa, Rizky (20). Saat sepi pembeli, ia hanya bisa menjual lima gelas kopi. Saat ramai, penjualan hanya 10 gelas kopi. Senin pekan lalu, ia tidak mendapatkan pelanggan sama sekali. Untuk menggaet banyak pengunjung, Rizky berharap pihak pengelola pasar dapat membuat kegiatan rutin setiap tahun, seperti mengadakan Santa Fest. Selain itu, kondisi kebersihan dan penerangan di lantai 3 juga menjadi perhatian para pedagang. Di tengah kondisi yang tak memuaskan itu, pada Juni 2023, Pasar Santa kembali viral. Video mengenai suasana pasar, kuliner lezat, serta barang-barang unik menyebar dengan cepat. Gelombang  baru pengunjung menyerbu. Akan tetapi, hanya beberapa pedagang yang merasakannya. Salah satu kios yang menjadi magnet baru di Pasar Santa ialah kedai kopi milik kakek berusia 75 tahun, yakni Augustinus Sollohin alias Solihin. Salah satu menu andalan di kedai Senior Coffee Stall itu ialah puding karamel seharga Rp 9.500 per porsi. (Yoga) 

Traveloka Sumbang NTB US$ 10 Milliar

KT1 22 Sep 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Berdasarkan hasil studi PricewaterhaouseCoopers (PwC) Indonseia Traveloka turut menciptakan nilai tambah bruto (NTB) di indonesia sekitar US$ 10 miliar pada tahan 2019-2022 atau setara lebih dari 360 ribu tenaga kerja di Indonesia setiap tahunnya. Dari nilai tersebut, US$ 4,5 miliar diantaranya  berasal dari industri pariwisata, atau setara dengan 2,70% Produk Domestik Bruto (PDB) dari sektor tersebut. Direktur PwC Indonesia Julian Smith menerangkan, studi ini mengungkapkan ripple effect yang diciptakan oleh Traveloka terhadap berbagai sektor di wilayah Indonesia dan Asia Tenggara. Hasil studi juga menggambarkan hubungan simbiosis antara Traveloka dan perekonomian, serta mendorong pertumbuhan dan inovasi dalam periode dimana ketahanan dan kemampuan beradaptasi menjadi hal yang sangat penting. (Yetede)

Strategi Anyar Usaha Jasa Pariwisata

KT1 22 Sep 2023 Tempo
JAKARTA – Para penyedia jasa pariwisata berbasis aplikasi berusaha menggenjot lini usaha baru di luar bisnis inti. Pengembangan layanan anyar itu disesuaikan dengan perubahan karakter konsumen setelah masa pandemi.  Presiden Traveloka, Caesar Indra, memastikan entitasnya tetap berfokus menggarap dua bisnis utama pariwisata, yakni pemesanan penginapan dan transportasi multi-moda. Namun perusahaan unicorn—sebutan untuk bisnis teknologi yang valuasinya menembus US$ 1 miliar—tersebut tetap menggali potensi subsektor lain. “Kami melihat (potensi) wisata atraksi,” katanya saat bertemu dengan awak media di Jakarta, kemarin, 21 September 2023. Sudah diunduh hingga 114 juta kali, Traveloka termasuk online travel agent (OTA) asal Indonesia yang menjajal berbagai subsektor pariwisata. Pada 2019, setahun sebelum masa pandemi, perusahaan mengenalkan fitur Aktivitas dan Rekreasi, yang belakangan disulap menjadi produk turunan bernama Traveloka Xperience. Berbeda dengan bisnis inti manajemen di bidang akomodasi dan angkutan massal, Xperience dipakai untuk pencarian dan pemesanan hiburan gaya hidup, dari pertunjukan musik, film, dan seni; kunjungan ke taman bermain; karaoke; hingga kelas olahraga. Tawaran booking atau reservasi untuk penginapan yang dipadukan dengan tiket konser, sebagai contoh, diakui Caesar menjadi layanan yang ramai peminat. Layanan pertunjukan masuk lingkup produk Xperience yang pasarnya sedang dikembangkan oleh Traveloka. “Subsektor ini (atraksi musik) relevan dengan keinginan konsumen,” tutur dia. (Yetede)