Strategi Anyar Usaha Jasa Pariwisata
JAKARTA – Para penyedia jasa pariwisata berbasis aplikasi berusaha menggenjot lini usaha baru di luar bisnis inti. Pengembangan layanan anyar itu disesuaikan dengan perubahan karakter konsumen setelah masa pandemi. Presiden Traveloka, Caesar Indra, memastikan entitasnya tetap berfokus menggarap dua bisnis utama pariwisata, yakni pemesanan penginapan dan transportasi multi-moda. Namun perusahaan unicorn—sebutan untuk bisnis teknologi yang valuasinya menembus US$ 1 miliar—tersebut tetap menggali potensi subsektor lain. “Kami melihat (potensi) wisata atraksi,” katanya saat bertemu dengan awak media di Jakarta, kemarin, 21 September 2023. Sudah diunduh hingga 114 juta kali, Traveloka termasuk online travel agent (OTA) asal Indonesia yang menjajal berbagai subsektor pariwisata. Pada 2019, setahun sebelum masa pandemi, perusahaan mengenalkan fitur Aktivitas dan Rekreasi, yang belakangan disulap menjadi produk turunan bernama Traveloka Xperience. Berbeda dengan bisnis inti manajemen di bidang akomodasi dan angkutan massal, Xperience dipakai untuk pencarian dan pemesanan hiburan gaya hidup, dari pertunjukan musik, film, dan seni; kunjungan ke taman bermain; karaoke; hingga kelas olahraga. Tawaran booking atau reservasi untuk penginapan yang dipadukan dengan tiket konser, sebagai contoh, diakui Caesar menjadi layanan yang ramai peminat. Layanan pertunjukan masuk lingkup produk Xperience yang pasarnya sedang dikembangkan oleh Traveloka. “Subsektor ini (atraksi musik) relevan dengan keinginan konsumen,” tutur dia. (Yetede)
Tags :
#PariwisataPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023