Pariwisata
( 747 )Event Internasional Perolehan Pendanaan
QRIS LINTAS NEGARA, MENDUKUNG AKSELERASI WISATA INTERNASIONAL
Salah satu sektor yang telah memanfaatkan teknologi digital berkaitan
dengan perbedaan kurs mata uang adalah bidang jasa pariwisata. Para wisatawan
tidak perlu lagi antre panjang untuk mengurus pemesanan tiket transportasi hingga
akomodasi. Beragam platform digital telah menyediakan layanan pemesanan tersebut
secara inklusif. Bisa diakses dari mana pun, kapan pun, serta dapat diakses
dengan satuan mata uang yang berbeda. Bahkan, untuk tujuan wisata luar negeri
destinasi tertentu, wisatawan tak perlu lagi antre menukarkan mata uang local negara
tujuan. Pasalnya, Bank Indonesia bersama bank sentral dan otoritas moneter di
sejumlah negara ASEAN telah menyepakati kerja sama pembayaran lintas negara
berbasis QR code. Program kerja sama ini dikenal dengan sebutan QRIS
cross-border. QRIS sendiri merupakan standar QR code untuk pembayaran digital
melalui aplikasi uang elektronik.
Kolaborasi tersebut bermula dari kesepakatan Bank Indonesia
dan Bank of Thailand (BoT) yang meluncurkan QRIS cross-border pada Agustus
2022. Selanjutnya, penggunaan QRIS cross-border juga turut diadopsi bersama
Bank Negara Malaysia (BNM). Program ini terus meluas dan menjalin kerja sama dengan
Monetary Authority of Singapore (MAS) dan Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP).
Tak hanya di ASEAN, penjajakan kerja sama dengan Jepang tampaknya juga
membuahkan hasil dan akan diperluas hingga China dan Korsel. Dengan QRIS
cross-border, wisatawan Indonesia yang berkunjung ke sejumlah negara tersebut
tetap dapat membayar menggunakan rupiah. Caranya dengan memindai barcode
menggunakan platform pembayaran digital, seperti DANA, LinkAja, dan mobile
banking. Begitu pula sebaliknya dengan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke
Indonesia. Mereka tetap dapat bertransaksi
menggunakan mata uang negara asalnya.
Teknis transaksi dalam QRIS cross-border itu relatif
sederhana. Cukup menggunakan aplikasi yang direkomendasikan dalam program
tersebut sehingga konsumen tinggal melakukan pemindaian atau scanning. Setelah
proses pemindaian, secara otomatis platform pembayaran digital tersebut akan
mengonversikan nilai transaksi ke mata uang yang digunakan wisatawan. Dengan
demikian, wisatawan tidak perlu repot-repot membawa uang dalam bentuk fisik ke
mana pun mereka pergi. Penggunaan QRIS cross-border diharapkan juga mampu meningkatkan
geliat dunia wisata. Pasalnya, kemudahan yang ditawarkan berpotensi membuat wisatawan
semakin banyak berbelanja baik berupa barang maupun jasa sehingga secara tidak langsung
meningkatkan daya tarik suatu daerah. Obyek wisata, akomodasi, serta oleh-oleh khas
daerah tujuan turis itu semakin banyak dikenal dan dikabarkan secara luas.
Alhasil, kunjungan para turis semakin meningkat dan nilai ekonomi wisatanya
juga melonjak signifikan. (Yoga)
Perjalanan Mewah yang Jadi Tujuan Berwisata
Layanan bus sleeper seat dan kompartemen kereta mewah
membuat perjalanan dengan fasilitas premium kerap menjadi tujuan wisata itu
sendiri. Kurang sebulan menjelang liburan Natal dan Tahun Baru 2024, masyarakat
mulai mencari destinasi liburan dan akomodasi yang hendak dituju bersama teman
ataupun keluarga. Tidak hanya menentukan tujuan, memilih moda transportasi
untuk perjalanan wisata juga tak kalah penting. Pasangan suami-istri Ilham (28)
dan Ariesta (29) asal Bekasi, Jabar, selain akan menghabiskan malam tahun baru
di Bukittinggi, Sumbar, juga sudah membeli dua tiket bus antar kota antar provinsi
(AKAP) eksekutif PO Sembodo dengan fasilitas sleeper seat. Justru, prioritas
mereka dalam perjalanan wisata kali ini adalah menikmati sensasi menggunakan
sleeper seat bersama orang terkasih. ”Kami sudah merencanakan (perjalanan)
sejak pertengahan tahun ini. Saya dan istri pernah nonton konten review bus luxury
di Youtube. Terus kayaknya bakal seru dan romantis kalau kami berdua rebahan di
sleeper seat selama puluhan jam perjalanan,” ujar Ilham kepada Kompas, Rabu
(6/12).
Ini pertama kali mereka melakukan perjalanan darat dari
Jakarta menuju Bukittinggi, selama sedikitnya 33 jam dari Terminal Kampung Rambutan,
Jaktim, menuju Terminal Aur Kuning, Bukittinggi, dengan harga satu tiket
sleeper seat Rp 880.000. Sleeper bus di Indonesia mulai popular pada 2016. Saat
pertama kali muncul, bus ini mengoperasikan rute Jakarta-Purwokerto-Purbalingga
dengan harga tiket Rp 400.000-Rp 600.000. Semenjak itu, banyak PO yang
meluncurkan bus suite class dengan berbagai fasilitas dengan harga tiket yang ditawarkan
mencapai dua hingga tiga kali lipat dari tiket bus kelas biasa. Menjamurnya PO
yang menyediakan bus suite class dengan beragam rute perjalanan didorong oleh
bertumbuhnya permintaan masyarakat Indonesia terhadap layanan bus ini, sejalan dengan
data Bank Dunia pada 2020 yang mencatat dalam 15 tahun terakhir, persentase
masyarakat kelas menengah di Indonesia tumbuh dari 7 % menjadi 20 %, dengan
pengeluaran Rp 1,2 juta-Rp 6 juta per orang sebulan. Pada 2020, Bank Dunia mencatat
52 juta dari total 273 juta penduduk Indonesia merupakan masyarakat kelas menengah.
(Yoga)
Mengatur Keuangan Saat Liburan Akhir Tahun
Berbagai rencana tentunya sudah disusun untuk mengisi
liburan Natal dan Tahun Baru, mulai rencana mudik, beli kado natal dan tahun
baru untuk orang terkasih, hingga wisata bersama keluarga. Agar tidak boncos
setelah liburan Natal dan Tahun Baru, perlu dilakukan perencanaan keuangan yang
baik. Alokasi anggaran selama liburan pun memiliki sedikit perbedaan apabila dibandingkan
dengan alokasi anggaran bulanan. Ada tujuh tips perencanaan keuangan selama
masa liburan Natal dan Tahun Baru yang dapat diterapkan, yaitu : 1. Sebelum
melakukan penganggaran biaya liburan, pastikan pembayaran kewajiban bulanan
telah diselesaikan, misalnya utang cicilan, biaya sekolah anak,tagihan listrik
dan sebagainya. 2. Tetap melakukan investasi dengan pertimbangan matang. 3.
Jangan gunakan dana darurat untuk memenuhi keinginan dan kepuasan hati sesaat
ini. Dana darurat hanya boleh digunakan ketika kondisi darurat, seperti sakit
dan PHK.
4. Rencanakan pengeluaran selama liburan untuk meminimalkan
pengeluaran overbudgeting dan overspending pada saat liburan, merencanakan
aktivitas dan besaran anggaran yang akan digunakan. 5. Catat pengeluaran selama
liburan, untuk membantu melihat jumlah uang yang telah digunakan sehingga akan
meminimalkan pengeluaran di luar anggaran yang sudah disusun. 6. Manfaatkan
promo dan diskon dengan bijak, baik saat pembelian tiket transportasi, akomodasi,
maupun wahana permainan. 7. Jangan berutang untuk liburan. Berutang untuk berlibur
artinya berutang untuk kebutuhan konsumtif dan akan membebani keuangan di masa
depan. Jangan terjebak prinsip You Only Live Once (YOLO) dan Fear of Missing
Out (FOMO) saat berlibur. Kedua prinsip ini cenderung mendorong untuk
konsumtif. Berliburlah sesuai dengan kemampuan keuangan yang Anda miliki
sehingga tidak akan menghasilkan masalah baru setelah liburan selesai. (Yoga)
Pemerintah Siapkan Rp 2 Triliun untuk Dana Pariwisata
Lari Gembira Menggaungkan Asa Borobudur Marathon Berlanjut
Bertahun-tahun, masyarakat di kawasan Borobudur, Magelang,
Jateng, merasa mendapatkan banyak manfaat dari penyelenggaraan Borobudur
Marathon Powered by Bank Jateng. Mereka berharap, ajang lari tahunan yang mendatangkan
ribuan orang ke Borobudur itu terus berlanjut, bahkan naik kelas, supaya manfaat
yang dirasakan bisa turut berlanjut. Nur Kusumawati (49) Warga Desa Borobudur,
Kecamatan Borobudur, itu baru saja berlari sejauh 2,85 kilometer dalam acara Borobudur
Fun Run di Kompleks Candi Pawon, Kecamatan Borobudur, Minggu (3/12) pagi, yang
digelar sebagai bentuk ucapan terima kasih bagi warga Borobudur yang telah
membantu menyukseskan Borobudur Marathon 2023, lomba lari yang digelar atas kerja
sama Pemerintah Provinsi Jateng, Bank Jateng, harian Kompas, dan Yayasan Borobudur
Marathon. Tahun ini adalah tahun kedua Nur ikut berlari dalam Borobudur Fun
Run.
Nur mengaku senang karena bisa kembali mencicipi sebagian rute yang dilalui para pelari Borobudur Marathon. Setelah mengikuti acara itu tahun lalu, Nur akhirnya menyadari betapa nikmatnya berlari di kampungnya. Badan jadi lebih segar, mata pun bisa ikut dimanjakan dengan indahnya pemandangan alam yang ada. Menurut Nur, Borobudur Marathon tidak hanya menjadi hiburan bagi warga setempat, tetapi juga sumber pendapatan. Banyak tetangganya yang mengaku diuntungkan dengan adanya lomba yang diikuti ribuan orang tersebut, terutama dari segi perekonomian. Setiap tahun, Nur selalu mendengar cerita tentang masih adanya pelari yang tidak kebagian kamar karena penginapan ataupun hotel di kawasan itu penuh saat lomba berlangsung. Kondisi itu lantas menginspirasi Nur untuk ikut mendirikan penginapan Setelah mengumpulkan pundi-pundi rupiah dari hasil berjualan makanan, Nur pelan-pelan mewujudkan mimpinya itu. ”Semoga saat Borobudur Marathon tahun depan, penginapannya sudah jadi biar para pelari bisa menginap di Borobudur saja. Saya kasihan, katanya ada pelari yang jauh-jauh menginap di Yogyakarta karena di Borobudur sudah tidak ada kamar kosong,” tutur Nur. (Yoga)
Liburan Menyenangkan Tanpa Menguras Tabungan
Hari raya Natal dan akhir tahun selalu dinanti sebagai momen
liburan bersama keluarga dan orang terkasih. Agar liburan menyenangkan tanpa
menguras tabungan, ada baiknya warga mempersiapkannya dengan matang. Menyambut
momen liburan akhir tahun, Beni (38) bersama istri dan dua anaknya yang masih
duduk di bangku SD berlibur ke Surabaya, Jatim, untuk melewatkan tahun baru bersama
keluarga besar sang istri. Rencananya, Beni dan keluarga akan naik pesawat,
dimana ia membutuhkan empat tiket pesawat pergi-pulang Jakarta-Surabaya dengan
biaya tidak sedikit. Agar maksud tercapai, ia sudah menyisihkan sebagian
gajinya sebagai karyawan swasta untuk membeli tiket sejak Oktober. ”Penginnya,
ya, pas liburan pakai uang yang sudah ada saja. Jangan malah menghabiskan
tabungan. Itulah gunanya menyisihkan beberapa waktu sebelumnya,” ujar Beni yang
dihubungi pada Sabtu (2/12/2023).
Ria (37). Pada liburan akhir tahun ini, akan menggunakan
uang THR yang akan diberikan kantornya pada Desember karena Ria seorang
Kristiani. Uang THR itu akan ia gunakan untuk bepergian ke Yogyakarta bersama
suami dan putrinya selama sembilan hari. Menurut rencana, dia menumpang kereta
untuk pergi dan pulang dan menginap di rumah keluarga besarnya sehingga bisa
mengurangi beban biaya akomodasi penginapan. Chief Executive Officer and
Principal Consultant Zap Finance Prita Hapsari Ghozie mengatakan, setelah
bekerja selama setahun penuh dan anak-anak juga sudah bekerja keras di
sekolahnya, liburan bersama akan kembali mendekatkan semua anggota keluarga.
Liburan perlu direncanakan agar keluarga bisa menikmati
liburan dengan hemat, tetapi tetap menyenangkan. Pertama yang harus dilakukan
adalah cermat memilih tanggal keberangkatan. Jika keluarga masih memiliki anak usia prasekolah, disarankan mengambil masa
liburan sebelum atau sesudah musim puncak liburan. Kedua, manfaatkan pameran
perjalanan atau travel fair untuk membeli paket liburan dengan harga promo. Ketiga,
bandingkan harga dari sedikitnya tiga penyedia jasa perjalanan sebelum memutuskan
bepergian. Keempat, bepergian dengan grup atau open trip. Diskon tambahan
kadang diberikan jika konsumen memiliki rombongan untuk bepergian. Kelima menggunakan
kupon atau poin yang bisa ditebus. (Yoga)
DESA BUDAYA, Berburu Paus Bukan Cuma Urusan Sejengkal Perut
Bagi orang Lamalera, tradisi berburu paus, lumba-lumba, dan
pari manta bukan urusan sejengkal perut semata. Tradisi ratusan tahun di
selatan Pulau Lembata, NTT, itu menjadi landasan hidup yang mewujud dalam
beragam ekspresi budaya. Alunan syair lie yang dinyanyikan Kristoforus Plea
Hariona (66) di Desa Lamalera A, Kecamatan Wulandoni, Lembata, Senin (20/11)
malam memecah keheningan, sang lamafa atau juru tikam ikan paus tersebut
melantunkan syair berbahasa Lamalera dalam festival budaya ”Tani Tenane Fule
Penete”. Lie merupakan nyanyian selama proses melaut yang dipercaya bisa
mendatangkan pertolongan. Syairnya beragam, beberapa di antaranya ditujukan
untuk meminta angin saat berlayar dan kemudahan mendapatkan ikan.
”Sayangnya, banyak generasi muda mulai lupa. Padahal, ini budaya
dari nenek moyang yang harus terus dilestarikan,” ujarnya. Orang Lamalera
memburu paus, lumba-lumba, dan pari manta tidak sekadar untuk kebutuhan
keluarga. Setelah ikan-ikan besar itu ditangkap, dagingnya dibagikan kepada warga
setempat, termasuk fakir miskin, janda, dan orang sakit. Dalam festival budaya
itu, warga Lamamanu membawakan tutu koda meminta hujan untuk memulai musim tanam.
Sebab, kemarau masih melanda meskipun sudah di pengujung tahun. Selain tradisi
lisan dan tarian, tradisi berburu paus di Lamalera juga mewujud dalam obyek
kebudayaan lainnya, yaitu pengetahuan tradisional menenun yang disebut tani tenane.
Gambar peledang, paus, dan pari manta menjadi motif umum tenun Lamalera.
Setiap Sabtu pagi, ibu-ibu dari Lamalera naik bus menuju
Pasar Barter Wulandoni yang berjarak 9 km. Di sana mereka bertemu orang-orang
dari gunung untuk menukarkan hasil laut dengan komoditas pertanian, seperti
jagung, singkong, keladi, dan sayur-mayur. Tiga tahun terakhir, Alexander
menjadi daya desa di Lamalera A. Ia bertugas menggerakkan warga mengoptimalkan
potensi desa untuk mendukung program pemajuan kebudayaan desa dari Dirjen
Kebudayaan Kemendikbudristek. “Tradisi berburu paus ibarat akar bagi budaya
Lamalera yang mewariskan nilai-nilai luhur, seperti gotong royong, kerja keras,
dan peduli terhadap sesama. ”Jadi, ini bukan cuma urusan perut. Kalau tradisi
berburu paus yang sudah berjalan ratusan tahun dilarang, budaya-budaya Lamalera
pun akan hilang,” katanya. (Yoga)
Masa Depan Kami Terbentang di Desa
Pariwisata di Desa Kemiren berdetak kencang. Anak-anak muda
setempat mulai berpikir, tak perlu jauh-jauh bertarung hidup di kota. Lebih
baik hidup tenang di desa, memelihara akar budaya dan memanfaatkan semua
kebaikan alam yang ada, lantas mengemasnya dalam paket-paket wisata. Malam
telah menembus pagi. Seribu-dua ribu orang yang sejak semalam begadang
mengikuti pertunjukan barong sepuh di pelataran Anjungan Wisata Osing, Desa
Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jatim, merangsek mendekati panggung.
Mereka tidak sabar menyaksikan momen puncak pertunjukan: orang-orang kesurupan
”roh macan”. Seiring makin kencangnya tetabuhan gamelan, otot-otot tangan dan
wajah anak muda itu menegang. Sedetik kemudian, ia bergerak liar dan hendak
melompat. Jika tidak dipegangi, ia akan menerkam dan konon menggigit penonton. Semakin
liar gerakan mereka yang kesurupan, semakin senang penonton. ”Ini yang ditunggu
semua orang, momen orang kesurupan macan,” ujar Adi, sopir mobil sewaan yang
mengaku tidak pernah bosan menonton barong sejak ia kecil.
Pertunjukan barong sepuh yang dimainkan kelompok Tresno
Budaya semalam suntuk sejak Sabtu (18/11/2023) malam pukul 20.00-an hingga Minggu
pagi pukul 06.00-an menutup Festival Kemiren ”Raksa Rumyat Bentur” yang berlangsung
sejak 17 November 2023. Panitia yang terdiri atas anak-anak muda Kemiren, yang bergabung
dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kencana, bisa bernapas lega. ”Semua
berjalan lancar dan denes,” ujar Edi Saputro (26), pentolan anak muda di Pokdarwis
Kencana. Denes yang dia maksud berarti sempurna. Untuk memperbesar pasar
wisata, Pokdarwis Kencana membuat paket-paket wisata yang bertumpu pada tradisi
Kemiren. Bagaimanapun budaya merupakan kekuatan dasar Desa Kemiren. ”Jadi,
wisata mesti mengikuti budaya, bukan sebaliknya,” kata Edi. Selain itu, wisata
harus dikerjakan bersama-sama warga sesuai filosofi lung-lungan atau gotong
royong orang Kemiren, serta melibatkan lembaga adat, ujar Ketua Lembaga Adat
Desa Kemiren Suhaimi. (Yoga)
Festival Budaya Buka Peluang Ekonomi Petani Kopi Gayo
Festival Panen Kopi Gayo 2023 dibuka pada Sabtu (25/11) di
Desa Paya Tumpi Baru, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, Aceh. Pelestarian seni
budaya hingga peningkatan ekonomi dan kohesi sosial warga menjadi target dalam
ajang ini. Selain acara kesenian, para tamu juga dilibatkan dalam sejumlah
kegiatan terkait tanaman kopi di area perkebunan di kawasan desa tersebut.
Mereka diajak menanam sejumlah bibit pohon kopi dengan terlebih dulu melakukan
ritual membaca doa ni kupi. Mereka juga diajak memanen biji kopi dan melihat
cara mengolah buah kopi secara tradisional hingga menjadi biji kopi siap
panggang (roasting) berupa green bean. Biji kopi hasil roasting dihaluskan lalu
diseduh dan disajikan.
Ketua Kelompok Kerja Ke tahanan Budaya Direktorat Pengembangan
dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbudristek Syukur Asih Suprojo, menyatakan,
ajang budaya tak harus selalu dilihat dari sisi pertunjukan seni budaya saja.
Isu budaya bisa dibahas secara luas, mulai dari kearifan lokal, ketahanan
pangan, hingga perubahan iklim. Keberadaan kopi dan festival budaya juga bisa
dimanfaatkan masyarakat untuk membangun jejaring dengan pihak luar, baik kalangan
industri maupun kalangan importir. Dengan begitu, masyarakat juga mendapatkan manfaat,
terutama secara ekonomi. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Awasi Distribusi Pupuk
31 Jan 2022 -
Waspada Robot Trading Berbasis MLM dan Ponzi
31 Jan 2022 -
BUMN Garap Ekosistem Kopi
31 Jan 2022 -
Pusat Data Kecerdasan Buatan Diluncurkan
04 Jan 2022









