Pariwisata
( 747 )Keringat Para Puan Rintis Wisata di Pulau Kecil
Di Batam, kaum perempuan menjadi pelopor yang merintis wisata
di pulau kecil. Suhana (41) memandu tiga wisatawan berjalan mengelilingi
Kampung Melayu di Pulau Ngenang. Rumah-rumah warga tertata apik. Halamannya
ditanami rumput jepang dan berbagai jenis bunga. Di pinggir kampung, hutan bakau
dijaga agar tetap rindang untuk melindungi rumah warga dari hantaman ombak. ”Pemerintah
banyak kasih bantuan sejak wisata di Ngenang berkembang. Pelabuhan dipercantik,
jalan kampong dicor, juga dibikinkan saluran air,” kata Suhana, Kamis (14/12). Pulau
Ngenang berada di Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kepri. Wisatawan bisa pergi ke
Ngenang dengan menyewa perahu mesin, 15 menit dari Pelabuhan Telaga Punggur di
Batam. Suhana adalah Ketua Perajin Tenun di Pulau Ngenang, dengan 18 perajin.
Mereka awalnya diajari menenun oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda)
Kota Batam pada 2018. ”Pertama kali belajar, saya heran banget benang kusut, kok,
bisa jadi kain cantik. Dari pertama kali lihat, saya langsung jatuh cinta,”
ujarnya. Seperti umumnya perempuan Melayudi pulau-pulau kecil Nusantara, Suhana
juga nelayan pesisir. Saat air surut, ia turun kelaut untuk memancing dan mencari
siput. Setelah menenun, ia lebih banyak menghabiskan waktu di Rumah Tenun yang dibangun
Pemkot Batam pada 2022. Disini tersedia lima alat tenun bukan mesin (ATBM) yang
bisa digunakan para perajin. Kain tenun dijual Rp 400.000 hingga Rp 750.000 per
meter, tergantung kerumitan motif. Motif tenun banyak terinspirasi dari alam
pesisir, seperti burung layang-layang, ikan marlin, daun sirih, dan bunga setu.
Setiap perajin rata-rata bisa mengantongi pendapatan Rp 2 juta per bulan.
Antusiasme perempuan Ngenang menjadi perajin tenun menular
ke warga lainnya. Selain kelompok perajin tenun, di pulau itu dibentuk juga kelompok
perajin batik dan perajin rajut. Salah satu perajin batik, Suminah (65),
menuturkan, saat ini ada 10 orang yang bergiat di Rumah Batik Ngenang. Batik
karya para perempuan Ngenang dijual Rp 160.000 per 2 meter untuk batik cap dan Rp
500.000 per 2 meter untuk batik tulis. Tak jauh dari Rumah Batik terdapat juga
Rumah Rajut. Di situ, para perempuan Ngenang biasa berkumpul untuk membuat
berbagai macam cendera mata dari benang wol. Gantungan kunci dijual Rp 10.000, sedangkan
tas kecil dibanderol Rp 100.000. Perajin rajut di Ngenang ada belasan orang.
Mereka memasarkan karya dengan memajang di kios-kios sepanjang jalan yang
dilalui wisatawan. Setiap kali ada rombongan turis datang, mereka bisa
mengantongi pendapatan sekitar Rp 500.000. Arus wisatawan ke Ngenang menumbuhkan
kesadaran warga untuk bersama-sama membangun wisata kampung. Suami Apsah, Abdul
Gani (63), bahkan rela menghibahkan tanahnya untuk dijadikan tempat bagi
perajin menenun. ”Saya berikan tanah itu demi kemajuan kampung. Harapannya,
kalau wisata di kampung semakin ramai, ekonomi warga juga akan lebih terangkat,”
kata Abdul. Apsah menambahkan, warga Ngenang selalu antusias mengikuti pelatihan
terkait wisata yang diselenggarakan pemerintah ataupun swasta. ”Kami juga minta
diajari Bahasa Inggris sama mahasiswa yang lagi KKN di sini. Biar kami bisa
bercakap-cakap sama turis-turis yang datang,” ujar Apsah. (Yoga)
Menhub Minta Beri Perhatian Khusus untuk Perjalanan Wisata
RI Ikut Berebut Wisatawan
Pascapandemi banyak negara berusaha untuk membenahi ekonominya.
Pariwisata menjadi cara paling cepat untuk membangun kembali ekonomi. Pemerintah
Indonesia berencana memberikan bebas visa kepada warga negara di 20 negara yang
berpotensi mendorong wisata berkualitas, terutama wisatawan dari negara dengan pendapat
per kapita yang tinggi. Meski pengusaha mendukung wacana ini, sejumlah pihak
mengingatkan rencana ini jangan sampai menciptakan masalah baru. Pemerintah
tengah mengkaji regulasi bebas visa bagi 20 negara yang dianggap berkontribusi
menyumbang pariwisata berkualitas di Republik Indonesia (RI). Pariwisata
berkualitas yang dimaksud adalah wisatawan asing yang tinggal lebih lama dan
membelanjakan uang lebih banyak. Pariwisata jenis ini akan berdampak bagi
ekonomi di daerah tujuan wisata (Kompas.id, 19/12). Kebijakan yang bersifat
selektif ini sangat baik bagi penerimaan negara dan juga para pelaku wisata. Pemasukan
devisa dalam jumlah besar diharapkan karena yang datang wisatawan berkualitas.
Di sisi lain, pelaku usaha wisata lebih merasa nyaman dengan
kehadiran mereka. Beberapa kasus belakangan, yang diakibatkan perilaku wisatawan
asing yang tidak tertib, membuat para pelaku bisnis wisata trauma. Apabila
kelak wisatawan yang datang benar-benar berkualitas, mereka bisa melayani
dengan perasaan aman. Akan tetapi, Indonesia juga bersaing dengan negara lain. Mereka
juga memperbaiki layanan bagi para wisatawan, baik dari urusan imigrasi maupun
layanan wisata, contohnya, Jepang sudah lama membuka diri dengan mempermudah
layanan imigrasi untuk sejumlah negara dan mereka juga membangun pariwisata
halal karena mengincar pasar negara-negara berpenduduk Muslim, karena pasar ini
sangat besar. Di Eropa, penerbangan dan juga tempat-tempat wisata dipenuhi
pengunjung sejak beberapa bulan lalu. Karena itu, rencana pemberian bebas visa
harus ditindaklanjuti dengan layanan pariwisata yang prima, mulai dari penerimaan
di bandara yang kadang dikeluhkan hingga penginapan dan juga layanan lainnya. Tanpa
persiapan yang memadai, kita sangat boleh jadi bakal kalah dalam mendapatkan
wisatawan asing. (Yoga)
Animo Wisata Meningkat
Animo masyarakat untuk liburan akhir tahun semakin
meningkat. Selain pelesiran ke sejumlah daerah di Tanah Air, mereka juga berwisata
ke luar negeri. AB Sadewa, Corporate Secretary and Investor Relations PT Panorama
Sentrawisata Tbk, Selasa (19/12) mengatakan, permintaan paket wisata tahun ini
tumbuh positif. Bahkan, ia menilai geliat pemesanan paket itu hampir sama dengan
masa sebelum pandemi Covid-19 tahun 2019. Selama musim liburan akhir tahun
2023, menurut dia, permintaan wisata meningkat 20-30 % dibanding periode yang
sama tahun lalu. Namun, masyarakat kini lebih banyak memanfaatkan masa liburan
ke luar negeri. ”Trennya memang lebih tinggi permintaan untuk ke luar negeri
ketimbang wisatawan mancanegara datang ke Indonesia,” ujarnya.
Jepang menjadi salah satu destinasi favorit. Harga paket wisata
ke Jepang dibanderol mulai dari Rp 1,6 juta per orang per hari hingga sekitar
Rp 28 juta per orang selama 10 hari. Destinasi favorit lainnya adalah Korsel.
Tak sedikit pula pelancong berlibur ke tujuan wisata baru, seperti Afrika
Selatan dan Alaska di AS. Sebaliknya, wisatawan mancanegara, khususnya dari Eropa,
justru tak banyak yang melakukan perjalanan ke IndoneSia saat akhir tahun.
Mereka cenderung memilih merayakan Natal di negara asalnya. Wisatawan
mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia lebih banyak berasal dari
India dan Afrika Selatan. Mereka umumnya berlibur ke Bali dan Lombok.
Iko Putera, Chief Executive Officer of Transport Traveloka, mengatakan,
pada semester I tahunini pesanan akomodasi ke Jepang dan Singapura via Traveloka
meningkat dua kali lipat, sedangkan pesanan tiket per-jalanan tiga kali lipat.
”Di luar Asia, ada juga (pesanan ke) Australia, negara-negara Eropa, hingga AS,”
ka-tanya. PR Senior Manager Tiket.com Sandra Darmosumarto mengatakan, pembelian
tiket pesawat, akomodasi, dan kegiatan wisata meningkat 10 % dari periode Natal
dan Tahun Baru sebelumnya. Pemesanan hotel paling banyak untuk perjalanan luar
negeri tercatat di Malaysia dan Thailand. ”Kami yakin minat berlibur akan
mencapai tingkat yang lebih tinggi, baik domestik maupun internasional,” kata
Sandra. (Yoga)
PARIWISATA, Bebas Visa 20 Negara, Pengawasan Perlu Ditingkatkan
Pemerintah berencana memberikan bebas visa pada 20 negara
yang berpotensi mendorong pariwisata berkualitas, terutama untuk wisatawan dari
negara dengan pendapatan per kapita yang tinggi. Meski pengusaha mendukung
wacana ini, ada peringatan agar rencana kebijakan ini jangan sampai menciptakan
masalah baru. Kebijakan bebas visa sedang terus dikaji terhadap 20 negara yang
dianggap dapat berkontribusi pada pariwisata berkualitas di Indonesia. Pariwisata
berkualitas yang dimaksud adalah wisatawan asing yang tinggal lebih lama dan
membelanjakan uang lebih banyak. Pariwisata jenis ini akan berdampak bagi
ekonomi lokal di daerah tujuan wisata. ”Kami dorong agar bebas visa kunjungan
ini bisa jadi topik yang segera diputuskan. Presiden memberi waktu akhir tahun
sampai awal tahun depan. Rapat di kementerian dan lembaga terus berlangsung,”
ujar Menparekraf Sandiaga Uno dalam konferensi pers mingguan, di Jakarta, Senin
(18/12) sore.
Negara-negara yang dibidik menyumbang wisata berkualitas
adalah Australia, Selandia Baru, India, China, Korsel, Jepang, Rusia, Taiwan, Italia,
Spanyol, Inggris, Jerman, Perancis, dan Belanda. Lainnya merupakan negara yang
dianggap berkontribusi pada investasi serta ekonomi Indonesia, yakni Qatar, Uni
Emirat Arab, Arab Saudi, serta negara Timur Tengah yang diusulkan menerima
bebas visa kunjungan. Negara-negara itu masuk dalam daftar 20 negara prioritas,
selain negara-negara di kawasan ASEAN. Sandiaga menambahkan, Presiden
menekankan pergerakan wisatawan mancanegara ini bisa berdampak positif bagi masyarakat
Indonesia, baik untuk investasi maupun ilmu pengetahuan. Menurut kajian, ke-20
negara itu akan memberikan pemasukan yang besar sekaligus penyumbang wisatawan
terbanyak. Negara-negara ini dipilih berdasarkan sejumlah pertimbangan, di
antaranya aspek pendapatan per kapita, durasi
tinggal (length of stay), rata-rata pengeluaran selama mengunjungi destinasi di
Indonesia, serta jumlah wisatawan yang akan bepergian ke luar negeri. (Yoga)
Yogyakarta Banjir Berkah Wisatawan di Pengujung Tahun
Tak diragukan lagi bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
masih menjadi provinsi tujuan utama wisatawan nusantara (wisnus) di Indonesia. Hal
itu terlihat setiap momen liburan datang, termasuk jelang Natal dan Tahun Baru
seperti saat ini. Salah satu indikasinya, reservasi hotel yang hampir penuh. ”Hingga
hari ini, reservasi hotel-hotel di DIY untuk periode 23 Desember 2023 hingga 1
Januari 2024 sudah 80 %,” ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia
(PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono, Senin (18/12). Berdasarkan Statistik Wisatawan
Nusantara yang dirilis BPS, sepanjang tahun 2022, DIY dikunjungi 25,7 juta wisnus.
Ini menempatkan DIY di peringkat ketujuh nasional setelah Jatim, Jabar, Jateng,
DKI Jakarta, Banten, dan Sulsel. DIY juga menempati urutan tertinggi persentase
kunjungan wisnus dengan maksud utama rekreasi atau berlibur, yakni 53,09 %,
mengungguli Bali yang menempati peringkat kedua dengan 51,59 persen wisnus yang
berkunjung dengan maksud utama berekreasi.
Sebanyak 57,47 % wisnus di DIY mengincar jenis kegiatan
wisata kuliner, disusul wisata kota / perdesaan (26,05), dengan rerata lama
perjalanan wisnus di DIY adalah 3,42 malam dengan rata-rata pengeluaran Rp 2
juta. Jika menggunakan hitungan kasar, uang yang berputar dari pengeluaran
wisnus di DIY pada 2022 mencapai Rp 51,4 triliun, 10 kali lipat APBD DIY tahun 2023.
Angka itu menunjukkan betapa pariwisata sungguh menjadi salah satu motor penggerak
ekonomi DIY. ”Tahun lalu okupansi hotel pada liburan Natal dan Tahun Baru
mencapai 75-80 %. Tahun ini okupansi kami prediksi bisa sampai 90 %,” kata
Deddy. Menurut Kasi Pengendalian Operasional Lalu Lintas Dishub DIY Lazuardi,
pada periode 22 Desember 2023 hingga 3 Januari 2024, pergerakan orang memasuki
DIY diperkirakan 9,6 juta orang. Dari jumlah itu, 800.000 orang adalah
wisatawan. (Yoga)
Karpet Merah bagi Pelancong Asing
Industri pariwisata berangsur pulih ke kondisi sebelum
pandemi Covid-19, berkat meningkatnya jumlah kedatangan wisatawan mancanegara
di seluruh dunia setelah sejumlah negara mencabut pembatasan dan membuka diri.
China yang terkenal dengan pembatasan superketat menjadi negara terakhir yang
membuka pintu kembali pada turis asing, Maret 2023. China sadar perekonomiannya
melemah karena pariwisata anjlok selama pandemi. China lantas menggenjot jumlah
pelancong asing dengan menawarkan berbagai kemudahan, antara lain, kemudahan pengurusan
visa, penurunan biaya visa, pemberlakuan visa elektronik (e-visa), digitalisasi
proses sebelum bepergian, dan pemberian bebas visa pada negara-negara tertentu.
Laporan Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO) pada November 2023 menyebutkan,
situasi pariwisata internasional akhir 2023 mendekati kondisi sebelum pandemi.
Data terbaru menunjukkan 975 juta wisatawan mancanegara (wisman) bepergian pada
Januari- September 2023, meningkat 38 % dibandingkan periode yang sama pada
2022. Berbagai destinasi wisata dunia rata-rata menerima 22 % wisman lebih
banyak pada triwulan III-2023 dibanding tahun sebelumnya.
Banyaknya wisman yang datang meningkatkan penerimaan
pariwisata internasional, mencapai 1,4 triliun USD pada akhir 2023. Pada 2019, penerimaannya
sekitar 1,5 triliun USD. Dari seluruh negara di dunia, negara-negara di Timur Tengah
tahun ini menjadi satu-satunya kawasan yang melampaui tingkat kedatangan wisman
2019. Kunci keberhasilannya adalah fasilitasi visa, pengembangan destinasi
baru, investasi pada proyek-proyek baru terkait pariwisata, dan penyelenggaraan
acara-acara besar. Eropa yang menjadi tujuan wisata terbesar di dunia (56 %
total wisman dunia) pulih berkat wisman yang kebanyakan dari AS. Begitu pula Afsel.
Hanya Asia dan Pasifik yang tertahan di 62 % dari tingkat sebelum pandemi,
karena lambat membuka diri kembali untuk perjalanan internasional. Salah satu
contohnya China. Thailand memberlakukan bebas visa, spesifik bagi wisman dari
China, Kazakhstan, India, dan Taiwan, yang berlaku sementara, pada 25 September
2023-29 Februari 2024. Mereka mendapat masa tinggal 30 hari. Alasan Thailand
memilihChina sebagai target utama karena lebih dari 10 tahun wisman China
mendominasi wisatawan ke Thailand. Jumlahnya hampir 11 juta pada 2019 dan
menyumbang 27,6 % seluruh kedatangan wisman sebelum pandemi. Thailand menyadari
industri pariwisata adalah satu-satunya mesin ekonomi yang tersisa untuk
menghasilkan pendapatan dengan cepat.
Memperpanjang masa tinggal juga dapat memacu pengeluaran
pariwisata. Malaysia, misalnya, memperpanjang masa tinggal bagi warga Hong Kong
menjadi 90 hari dari semula 30 hari. Sementara Vietnam merevisi masa tinggal bebas
visa menjadi 45 hari dari semula 15 hari untuk negara-negara tertentu. Korsel
juga menyederhanakan prosedur masuk dan memberi izin tinggal hingga 30 hari
untuk mendongkrak pariwisata dan belanja dalam negeri. Jepang mengambil langkah
”lebih berani” dengan rencana mengizinkan pengusaha asing tinggal di Jepang
selama 2 tahun meski belum ada tempat usaha atau belum menanamkan investasi apa
pun. Situs Nikkei, 30 Oktober 2023, menyebutkan, kebijakan ini untuk membantu
mereka memulai bisnisnya dengan meringankan persyaratan tempat tinggal. Langkah
ini sekaligus mendorong perekonomian Jepang dengan menyuntikkan talenta
internasional. (Yoga)
Konektivitas Maritim Perkuat Jalur Rempah
Pariwisata untuk Kesejahteraan Rakyat
Pemerintah akan menekankan kebijakan pariwisata
berkelanjutan pada 2024. Masyarakat setempat diharapkan tetap dilibatkan untuk mewujudkannya.
Menparekraf / Kepala Baparekraf Sandiaga Uno mengemukakan kebijakan pariwisata
berkelanjutan dalam diskusi Tiket.com, Rabu (13/12). Diskusi bertema ”Tourism
Industry Roadmap in 2024-2029”. Seperti dikutip Kompas.id dan harian Kompas, konsep
ini bertumpu pada pilar pengelolaan berkelanjutan, keberlanjutan sosial ekonomi
keberlanjutan budaya, serta keberlanjutan lingkungan. Selain tidak berfokus
pada kuantitas, kualitas pariwisata yang menargetkan durasi kunjungan wisatawan
yang lebih lama patut diperhatikan. Kebijakan pariwisata berkelanjutan ini
telah dibuat pedomannya oleh Sandiaga sejak 2021. Kebijakan dituangkan melalui
Permenparekraf RI No 9 Tahun 2021 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata
Berkelanjutan.
Peraturan tersebut mengacu pada UU No 10 Tahun 2009 tentang
Kepariwisataan, yang menyebutkan, pembangunan kepariwisataan diwujudkan melalui
pelaksanaan rencana pembangunan kepariwisataan dengan memperhatikan
keanekaragaman, keunikan, dan kekhasan budaya dan alam, serta kebutuhan manusia
untuk berwisata. Dalam peraturan, pariwisata berkelanjutan didefinisikan sebagai
pariwisata yang memperhitungkan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan, saat
ini dan masa depan. Selain itu, pariwisata berkelanjutan memenuhi kebutuhan
pengunjung, industri, lingkungan, dan masyarakat setempat. Pariwisata berkelanjutan
juga dapat diaplikasikan ke semua bentuk aktivitas wisata di semua jenis
destinasi wisata, termasuk wisata massal dan berbagai jenis kegiatan wisata
lainnya. Kita berharap, selain mewujudkan pariwisata yang memperhatikan
keberlanjutan lingkungan dan berdampak pada ekonomi negara, tak kalah penting
peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. (Yoga)
Wisata Berkelanjutan Jadi Prioritas 2024
Kemenparekraf akan menekankan pada model wisata
berkelanjutan di 2024 untuk memulihkan industri pariwisata Tanah Air. Konsep
ini bertumpu pada pilar pengelolaan berkelanjutan, keberlanjutan sosial
ekonomi, keberlanjutan budaya, serta keberlanjutan lingkungan. Selain tidak
berfokus pada kuantitas, kualitas pariwisata yang menargetkan durasi kunjungan
wisatawan yang lebih lama patut diperhatikan. ”Ke depan, pengalaman (berwisata)
berdasarkan pada perjalanan. Tak hanya rombongan melihat-lihat, tetapi juga belajar
bersama. Sustainable operations sekaligus berwisata menjaga lingkungan,” ujar
Menparekraf / Kepala Baparekraf Sandiaga S Uno dalam Tourism Industry Roadmap
in 2024-2029 yang diselenggarakan Tiket.com secara daring, Rabu (13/12).
Direktur Industri, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif pada Bappenas
Wahyu Wijayanto menambahkan, setidaknya ada lima tren pariwisata di 2024 yang
bakal banyak diminati wisatawan. Pertama,tren culture immersion yang menekankan
kegiatan liburan yang berbeda dengan tempat tinggal wisatawan. Kedua, wellness
tourism dengan destinasi yang kental menawarkan budaya lokal dan alam untuk
memperdalam perjalanan spiritual. ”Ketiga work from destination yang menyasar
para pekerja dengan fleksibilitas tinggi agar dapat bekerja dari lokasi wisata.
Keempat dan kelima masing-masing adalah off grid travel yang menekankan kesejahteraan
wisatawan tanpa memikirkan pekerjaannya dan sport tourism yang mulai populer
tahun ini dan diprediksi berlanjut pada tahun depan,” papar Wahyu. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Sesat Pikir Ganti Rugi Korupsi
31 Jan 2022 -
Bahaya Pencucian Uang dari NFT
30 Jan 2022 -
Awasi Distribusi Pupuk
31 Jan 2022









