Pariwisata
( 749 )Libur Panjang Beri Cuan ke Pariwisata
PENANAMAN MODAL : INVESTOR RESOR & PERHOTELAN BIDIK PULAU DEWATA
Investasi resor dan perhotelan sebagai penunjang pariwisata Bali masih menjadi pemikat utama para pemilik modal baik asing maupun dalam negeri. Namun demikian, langkah pengendalian perlu dilakukan guna menekan laju alih fungsi lahan. Laju investasi di Provinsi Bali memang telah kembali bergeliat setelah sektor pariwisata pulih dengan masuknya wisatawan mancanegara dan nusantara. Kondisi ini memberikan efek positif bagi perekonomian wilayah ini yang mulai tumbuh, dan bahkan mampu menembus level 5,71% pada tahun lalu.Pulihnya sektor pariwisata juga memacu investasi di sektor akomodasi penunjang pariwisata seperti pembangunan hotel, vila hingga pusat perbelanjaan baru di sejumlah destinasi. Kencangnya laju investasi akomodasi ini tersebut tergambar dari penyaluran pembiayaan yang dikucurkan perbankan. Pasalnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa penyaluran kredit di wilayah ini pada 2023 mencapai Rp92,26 triliun atau tumbuh 6,27% secara tahunan (year-on-year/YoY), yang salah satunya didorong oleh tumbuhnya pembiayaan di sektor investasi.
Kepala OJK Provinsi Bali Kristrianti Puji Rahayu menjelaskan bahwa pertumbuhan penyaluran kredit secara tahunan ini selaras dengan meningkatnya aktivitas pariwisata serta sektor pendukung pariwisata di Bali. Dari pantauan Bisnis, sepanjang tahun lalu setidaknya lebih dari lima hotel berbintang baru yang muncul, yang salah satunya dibangun oleh salah satu konglomerat nasional. Bahkan pada 2022, Smitch Travel Research memperkirakan akan ada tambahahan kamar hotel baru sebanyak 7.522 kamar pada periode 2022—2023.Senada, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Bali G.A Diah Utari menjelaskan bahwa dari sisi pengeluaran produk domestik regional bruto (PDRB), berlanjutnya pertumbuhan ekonomi wilayah ini bersumber dari terjaganya investasi didorong oleh peningkatan investasi bangunan untuk fasilitas penunjang pariwisata seperti hotel, vila, hingga restoran. KPw BI Bali mencatat bahwa investasi memberikan porsi hingga 29,28% terhadap ekonomi Bali. Hanya saja, investasi akomodasi bagaikan buah simalakama bagi Provinsi Bali.
Di satu sisi investasi akomodasi merupakan prospek yang paling menjanjikan. Akan tetapi hal tersebut terlihat kontraproduktif terhadap upaya Bali menahan laju alih fungsi lahan yang masif sebagai dampak dari pembangunan akomodasi.Bahkan, kondisi tersebut juga diakui oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali juga telah berupaya melakukan diversifi kasi motor perekonomian melalui transformasi ekonomi Bali yang mendorong peranan tumbuhnya sektor primer seperti pertanian, perikanan hingga sektor sekunder seperti industri kecil dan menengah. Dalam upaya diversifi kasi ekonomi, Pemprov Bali berupaya memperkuat sektor primer dan sekunder dengan melakukan modernisasi pertanian, kelautan dan perikanan; penguatan industri pengolahan; penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM); serta pengembangan ekonomi kreatif.
Namun demikian, masifnya investasi fasilitas pariwisata di Bali juga tidak lepas dari kebijakan pemerintah pusat yang menjadikan kawasan Bali selatan atau kawasan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita) sebagai pusat kegiatan nasional sekaligus sebagai kawasan strategis nasional. Kebijakan ini dipandang turut memantik kencangnya laju investasi akomodasi di selatan Bali. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengungkapkan bahwa pembangunan akomodasi di Bali perlu dikendalikan, jika tidak memungkinkan untuk di moratorium lantaran investasinya memang masih terbuka.
Langkah ini, imbuhnya, perlu upaya tersebut perlu sinergi antara pemerintah dan pihak asosiasi hotel di Pulau Dewata. Tjok Ace, sapaan akrabnya, menyebut bahwa saat ini jumlah kamar hotel di Bali sekitar 150.000 kamar. Akan tetapi, tidak semua hotel berada di bawah PHRI.
Tjok Ace memandang bahwa kurang terkendalinya pembangunan akomodasi di Bali tidak lepas dari dampak implementasi perizinan berbasis one single submission (OSS) yang masih memiliki kelemahan yang belum mencantumkan secara detail soal ketentuan arsitektur khas Bali.
Pantai-pantai yang Mengubah Gunungkidul
Hingga setahun lalu, Digo (20) masih buram menatap masa
depannya setelah lulus SMK. Pemuda di pelosok Gunungkidul, DI Yogyakarta, itu
bahkan telah bersiap merantau ke kota besar untuk mencari pekerjaan. Namun,
kehadiran sebuah sanggraloka mengubah jalan hidupnya. ”Alhamdulillah, saya
tidak perlu jauh-jauh mencari kerja. Bekerja dekat dengan rumah jelas lebih
enak,” ujar warga Desa Balong, Kecamatan Girisubo, Gunungkidul, saat ditemui di
tempat kerjanya, Rabu (24/1). Digo bekerja sebagai koordinator public area di
Jungwok Blue Ocean, sanggraloka tepi laut yang beroperasi sejak Mei 2023 di
Desa Jepitu, Girisubo yang bertetangga dengan desa tempat tinggal Digo.
Dengan gaji Rp 2,05 juta, sesuai upah minimum kabupaten, Digo
bisa menghidupi dirinya yang masih lajang, juga membantu perekonomian
orangtuanya yang bekerja sebagai petani di wilayah ujung timur Gunungkidul
tersebut. Digo hanyalah satu dari ribuan warga yang menikmati dampak langsung
dari pesatnya pertumbuhan sanggraloka, hotel, dan vila di Gunungkidul 10 tahun
terakhir, seiring kian populernya kabupaten itu di mata wisatawan, terutama
perihal kemolekan pantai-pantainya. Gunungkidul kini menjadi primadona
pariwisata di DIY. Pintu-pintu ekonomi baru pun terbuka lebar bagi warga di
daerah yang sebelumnya lekat dengan imaji kemiskinan, kekeringan, dan
keterpencilan tersebut.
Selain diserap industri akomodasi dan amenitas pariwisata,
seperti Digo, banyak warga yang mendulang rezeki wisata dari usaha sendiri
seperti Bahono Putro (56), warga Desa Jepitu, yang berjualan baju di Pantai
Jungwok lima tahun terakhir. ”Tadinya saya sopir travel. Coba-coba jualan baju pantai
karena melihat banyak wisatawan. Ternyata penghasilannya lumayan,” ujarnya. Bahono
bisa mengantongi omzet Rp1juta-Rp 1,5 juta setiap akhir pekan. Pada musim
liburan, seperti Lebaran, omzetnya melambung hingga Rp 5 juta per hari.
”Penghasilan bersih saya sekarang setidaknya Rp 3 juta sebulan. Waktu jadi
sopir travel, bawa pulang separuh jumlah itu saja susah,” katanya. Selain Girisubo,
rezeki pariwisata juga dirasakan wilayah lain yang berbatasan dengan laut. Di
Kecamatan Tepus, hotel, vila, rumah makan, hingga kios suvenir dan oleh-oleh dengan
mudah ditemui. Hal itu, terlihat di sepanjang Pantai Indrayanti hingga Pantai
Sundak Timur di Desa Tepus, salah satu yang menikmati booming pariwisata pantai
Gunungkidul sejak awal. (Yoga)
KUNJUNGAN WISMAN 2024 : TARGET TAK MUDAH PARIWISATA
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dipandang perlu melakukan sejumlah strategi promosi dan penebaran insentif kepada pelaku industri untuk mencapai target kunjungan wisatawan asing pada 2024.
Pakar Strategi Pariwisata Indonesia Taufan Rahmadi menilai kunjungan wisatawan mancanegara yang dipatok Kemenparekraf pada tahun ini cukup berat. Kedatangan pelancong asing pada tahun ini ditargetkan menyentuh 14,3 juta kunjungan. Bidikan tersebut meningkat sekitar 22,54% dibandingkan dengan realisasi tahun lalu di level 11,67 juta kunjungan.
Selain itu, eksekutif perlu memberikan insentif kepada maskapai penerbangan luar negeri yang banyak membawa wisman, hingga pembenahan pada sejumlah destinasi wisata terkait kenyamanan dan keamanan turis. “[Pemerintah juga harus membenahi] sumber daya manusia, infrastruktur ke destinasi wisata, dan tiket pesawat murah,” kata Taufan kepada Bisnis, Jumat (2/2). Di samping itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Industri Pariwisata (Gipi) Hariyadi B. Sukamdani menilai, wacana pemerintah membentuk Indonesia Tourism Fund atau dana abadi pariwisata tidak cukup maksimal untuk mempromosikan sektor parekraf dalam negeri.
Menurut informasi yang diterima Hariyadi dari kementerian tersebut salah satu dana abadi pariwisata akan diambil dari dana Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Artinya, anggaran tersebut terbatas hanya untuk event bertema lingkungan. Sumber lainnya yakni dari dana BUMN.
GIPI menilai pemerintah perlu menganggarkan dana Rp6 triliun untuk promosi kegiatan Parekraf.
Sepanjang tahun lalu, sebagian besar wisman masuk ke Indonesia melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali dengan proporsi sebesar 44,94% dan rata-rata lama tinggal wisman di Indonesia hingga 8,5 malam. Pada tahun ini, Kemenparekraf masih menargetkan Bali sebagai destinasi unggulan dengan cakupan hingga 50% dari target wisman yang ditetapkan pemerintah.
Turis yang berkunjung ke Bali sebelumnya diwajibkan membayar biaya retribusi wisata senilai Rp150.000 atau setara dengan US$10. Pemberlakuan retribusi Wisata ini merupakan inisiatif baru oleh pemerintah provinsi untuk membantu melestarikan alam dan budaya Bali melalui pelestarian, revitalisasi, dan konservasi.
Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menargetkan sebanyak 406.470 wisatawan mancanegara (wisman) asal Amerika Serikat (AS) berkunjung ke Indonesia di 2024. Target tersebut meningkat 226% dari target 2023 yang tercatat sebesar 124.700 kunjungan.
Pergerakan Ekonomi KEN 2023 Capai Rp 12,38 T
WAJAH BARU PARIWISATA TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS
Setelah lebih dari dua tahun ditutup akibat pandemi Covid- 19,
Taman Nasional Way Kambas di Kabupaten Lampung Timur, Lampung, kembali dibuka
untuk umum. Pariwisata TNWK kali ini mengedepankan kesejahteraan satwa, pemberdayaan
masyarakat, dan keberlanjutan. Adila Zakia (10) mengelus belalai gajah dengan
lembut di area Pusat Latihan Gajah, TNWK, Kamis (18/1/). Ia lantas memandikan
seekor gajah jinak dengan selang air, didampingi sang pawang. Adila yang datang
jauh-jauh dari Riau mengaku senang bisaberkunjung ke TNWK dan melihat
gajah-gajah jinak di sana. Sang ayah, Sunu Istiqomah Danu (47), mengatakan,
keluarganya sengaja berwisata ke TNWK untuk melihat gajah-gajah jinak yang
dipelihara di taman nasional tersebut.
Ia penasaran mendengar kabar TNWK buka dengan konsep baru.
”Kami kebetulan sedang pulang kampung ke Lampung. Kami ke sini karena ingin
mengenalkan anak-anak dengan alam,” kata Sunu. Sunu dan keluarganya membeli
beberapa paket wisata di TNWK, seperti memandikan gajah seharga Rp 150.000 per orang
dan paket berfoto dengan gajah Rp 20.000 per orang. Selain itu, wisatawan juga
membayar tiket masuk ke dalam TNWK Rp 5.000 per orang. Sunu senang bisa
mengajak anaknya berwisata ke TNWK. Meski begitu, ia merasa fasilitas yang
disediakan di TNWK masih terbatas, antara lain, tempat bersantai untuk
wisatawan masih terbatas. Ia berharap, pengelola TNWK bisa meningkatkan sarana
dan prasarana agar wisatawan lebih nyaman.
Selain itu, pengalaman yang ditawarkan dalam konsep baru wisata
alam TNWK juga dinilai masih terbatas. Pengelola perlu menyiapkan pengalaman
yang lebih seru untuk wisatawan. Annisa Putri (23), wisatawan asal Lampung
mengatakan ”Sekarang sudah enggak kayak dulu, kita bisa lihat gajah main sirkus
dan atraksi. Sekarang hanya bisa berfoto dengan gajah atau memandikan gajah,”
ucapnya.Ia sebenarnya berharap bisa menaiki gajah jinak yang ada di TNWK.
Namun, ternyata hal itu sudah tidak diperbolehkan karena dianggap tidak
memperhatikan kesejahteraan satwa.
Rudi Hartono (35) warga Desa Labuhan Ratu IX, yang juga
pelaku usaha jasa wisata, mengatakan, dengan konsep baru tersebut, tarif wisata
di TNWK menjadi lebih mahal. Ia mengaku kesulitan menawarkan paket wisata
kepada para agen travel. ”Kalau dulu paket wisata TNWK bisa saya jual Rp 90.000
per orang, sudah termasuk kendaraan, tour guide, makan dan minum, serta paket
wisata berkeliling satu hari di TNWK dan desa penyangga. Kalau sekarang, kita
tawarkan di harga Rp 150.000-Rp 190.000 per orang, tapi belum deal semua, masih
banyak yang pikir-pikir,” kata Rudi. Sukatmoko, Humas TNWK mengatakan, konsep baru
wisata alam di TNWK dilakukan dengan mengintegrasikan wisata desa yang dikelola
oleh masyarakat. Desa-desa penyangga yang ada di sekitar TNWK dilibatkan untuk
menyediakan sarana dan prasarana penunjang pariwisata di TNWK. (Yoga)
Kunjungan Wisman China Ditargetkan Tembus 1 Juta
PRINGGASELA DALAM SENAMPAN KEKAYAAN PANGAN LOKAL
Keriuhan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga atau PKK
memecah ketenangan sore di Kampung Gubuk Lauq, Pringgasela Selatan, di Kecamatan
Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, NTB. Rumah ibu Kades Siti Wijayanti
kedatangan para kader PKK desa. Sore itu mereka bergotong royong membuat jajan
pasar. Beraneka ragam bahan pangan disediakan untuk membuat cerorot, jagung
urap, klepon ubi, orog-orog, bantal, dan jajanan lawas lain khas Pringgasela
Selatan. Keseluruhanjajananitu disuguhkan untuk menyambut para tamu yang datang
ke Pringgasela Selatan dalam acara Festival Dongdala pada Desember 2023.
Dongdala berarti pelangi. Dikaruniai tanah yang subur dan air jernih yang
melimpah, Pringgasela Selatan, termasuk Kecamatan Pringgasela, mandiri di
bidang pangan.
Warga tak pernah risau dengan harga cabai yang mahal di
kota-kota besar atau kekeringan seperti daerah lain. Sejauh mata memandang,
hijau sawah, jernihnya air, dan rimbunnya kebun mendominasi pemandangan.
Berdasar data BPS, produksi padi setahun di Pringgasela, termasuk Desa
Pringgasela Selatan 14.000 ton. Ubi kayu 1.700 ton. Jagung 200 ton. Di
perempatan tugu, tengah desa Pringgasela Selatan, setiap pagi hingga sore
banyak berjajar penjual makanan tradisional. Ada jajanan pasar, buah-buahan
lokal, hingga makanan khas kampung tersebut. Dalam kios-kios itu buah local mendominasi.
Ada Manggis, pisang, nanas, alpukat, rambutan, hingga durian. Karena diambil
dari kebun sendiri, harganya sangat terjangkau. Durian lokal, bisa didapatkan
dengan harga Rp 25.000 per buah. ”Bahkan, ada yang harganya hanya 5.000 per
buah,” kata Sri Hartini, warga Gubuk Lauq, Pringgasela Selatan.
Pringgasela Selatan identic dengan makanan tradisional. Kedai
LHC yang jadi favorit warga untuk berbelanja makanan, menjual berkeranjang-keranjang
jajanan tradisional. Harganya pun ramah di kantong, mulai Rp 1.000 per makanan.
Pada pagi hari, jajanan penuh mengisi etalase, menjelang siang mulai berkurang,
dan ludes terjual di sore hari. Begitu seterusnya siklus jual beli makanan
tradisional di kedai itu. Barry Perdana Putra, pemilik Aranka guest house,
selalu memperkenalkan kuliner lokal kepada tamunya dari mancanegara. Mereka
dijamu dengan lumpia, singkong goreng, pisang goreng, serta suguhan teh serai, wedang
jahe, teh bunga telang, hingga pinacolada yang dibuat dari pangan lokal
Pringgasela. ”Semua yang terhidang di sini diambil dari sini juga,” katanya.Mia
Lee (30), tamu asal Australia, terkagum-kagum dengan apa yang dilihatnya. Ini
pertama kali ia datang ke Lombok dan mencicip teh serai dengan kudapan singkong
goreng serta lumpia. ”Saya rasa petualangan di kaki Rinjani mulai dari gorengan
ini,” katanya. (Yoga)
Kini, Siapa Saja Bisa ke Stasiun Luar Angkasa
Sebanyak empat astronot, tiga di antaranya berasal dari
Turki, Swedia, dan Italia, meluncur ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS)
dari pangkalan Kennedy Space Center Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA)
di Cape Canaveral, Florida, AS, Kamis (18/1) sore waktu setempat. Mereka melesat
dengan penerbangan komersial Axiom Space, menggunakan pesawat luar angkasa SpaceX,
Crew Dragon, milik Elon Musk. Empat astronot itu berlatar belakang pilot
militer. Mereka akan berada di luar angkasa selama 14 hari untuk melakukan 30
eksperimen dengan fokus pada dampak penerbangan luar angkasa terhadap kesehatan
dan penyakit manusia. Perjalanan antariksa mereka merupakan misi penerbangan komersial
kolaboratif untuk ketiga kalinya antara Axiom Space, NASA, dan SpaceX selama
dua tahun terakhir.
Yang berbeda kali ini, penumpangnya bukan orang kaya raya,
seperti pada penerbangan sebelumnya. Tiga dari empat astronot kali ini dibiayai
pemerintah masing-masing dengan harga tiket 55 juta USD atau Rp 860 miliar. Pesawat
Crew Dragon yang membawa empat astronot tersebut akan menempuh perjalanan 36
jam dan diperkirakan tiba di stasiun luar angkasa Sabtu (20/1). Crew Dragon
akan berlabuh di pos terdepan yang mengorbit 400 km di atas Bumi. Saat ini,
stasiun luar angkasa internasional dihuni oleh tujuh awak tetap. Mereka terdiri
dari dua warga AS dari NASA, satu astronot dari Jepang, satu astronot dari Denmark,
dan tiga kosmonot Rusia. Axiom Space yang berbasis di Houston, AS, menjalankan bisnis
komersial mengirimkan astronot ke orbit Bumi dengan disponsori pemerintah asing
atau perusahaan swasta.
Misi Axiom dirancang untuk menawarkan penerbangan ke ISS kepada
siapa pun yang mampu membeli tiket. Dua misi Axiom sebelumnya diterbangkan pada
2022 dan 2023, membawa penumpang campuran antara pebisnis kaya dan astronot
yang dibiayai pemerintahnya. Penerbangan kali ini menjadi misi Axiom pertama
yang semua tiket kursinya dibeli pemerintah atau NASA. Harian The New York Times,
Kamis (18/1), menyebut penerbangan ini merupakan bagian dari era baru di mana negara-negara
tak lagi harus membuat roket dan pesawat ruang angkasa sendiri untuk
menjalankan program penerbangan luar angkasa berawak. Kini, mereka cukup
membeli tiket dari perusahaan penerbangan luar angkasa komersial, hampir sama
seperti membeli tiket pesawat biasa. (Yoga)
INDUSTRI PARIWISATA : Meredam Kisruh Pajak Hiburan
Aturan mengenai tarif pajak untuk jasa hiburan khusus sebesar 40%—75% yang sebelumnya dikeluhkan oleh sejumlah pelaku usaha akhirnya dibahas dalam rapat Presiden Joko Widodo bersama para menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/1). Pemerintah pun bergerak cepat agar ribut-ribut ihwal kebijakan penaikan pajak hiburan tersebut tidak berkembang menjadi isu yang kian meresahkan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, pemerintah daerah bisa memberlakukan pajak yang lebih rendah dari 40% atau pun 70%, sesuai dengan ketentuan masing-masing daerah. Penetapan besaran pajak untuk jasa hiburan khusus itu juga bisa disesuaikan dengan insentif yang diberikan terkait dengan sektor yang nantinya akan diperinci. Menurut Airlangga, instruksi itu disampaikan oleh Presiden Jokowi kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam rapat internal soal pajak hiburan. “Mudah mudahan masalah ini bisa selesai. Surat edaran bersama Menkeu dan Mendagri akan lebih menjelaskan hal ini karena di dalam UU sifatnya diskresi sehingga tentu kita tidak ingin ada moral hazard maka dipayungi aturan. Dan, segera , sosialisasi segera juga,” kata Airlangga di kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (19/1).
Dia menjelaskan bahwa tarif pajak hiburan bisa diterapkan lebih rendah karena ketentuan dalam sejumlah pasal Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (UU HKPD) memberi ruang untuk pengurangan tersebut. Pemerintah melihat sektor pariwisata baru pulih sehingga disiapkan insentif PPh badan untuk sektor pariwisata secara keseluruhan atau lebih kepada seluruh sektornya dan dipertimbangkan untuk dikaji. Sebagaimana diketahui, Asosiasi Pengusaha Indonesia sebelumnya mengungkapkan bahwa pengenaan pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) yaitu diskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandi uap/spa sebesar 40%—75% per 5 Januari 2024 memberatkan dunia usaha. Itu sebabnya, Apindo menyarankan kepada pemerintah daerah untuk menunda pemberlakuan pajak hiburan khusus tersebut.
Pilihan Editor
-
Orang Kaya Singapura Akan Dikenai Pajak
19 Feb 2022 -
Membabat Para Penentang
19 Feb 2022 -
Euforia Bank Digital Mendongkrak Kekayaan Taipan
21 Feb 2022 -
Tiga Bisnis yang Dibutuhkan Dimasa Depan
02 Feb 2022









