;
Tags

Pariwisata

( 747 )

Menandingi Singapura?

KT3 23 Mar 2024 Kompas

Berita tentang konser eksklusif Taylor Swift di Singapura pada awal bulan ini didominasi pernyataan kontroversial pejabat tinggi dari negara tetangganya. Aspek finansial dari konser dinilai lebih penting ketimbang yang lain-lain. Sementara, beda politikus dan pengusaha semakin kabur. Seorang menteri kabinet RI berambisi bikin konser tandingan. Menteri yang lain mencari peluang menumpang keunggulan Singapura dalam bentuk kerja sama. Sebagian pihak meragukan kemampuan Jakarta menjadi tuan rumah untuk konser sekelas Taylor Swift. Kalaupun Jakarta mampu, apakah perlu? Sudah berpuluh tahun dan dalam berbagai bidang Singapura supergesit dalam kompetisi transaksi global.

Walau unggul dalam sejumlah bidang, Singapura ditakdirkan hidup dalam keterbatasan. Sumber daya alam dan sumber daya manusia di sana sangat terbatas. Uniknya, Singapura berhasil membalik keterbatasan itu menjadi pemicu kerja secara cerdas. Demi bertahan hidup, Singapura sangat bergantung pada tambahan berbagai sumber daya dari luar. Untuk mendapat tambahan sumber daya unggul, sejumlah persyaratan harus dipenuhi. Pertama, dibutuhkan jaringan transportasi-komunikasi-finansial canggih dan andal agar sumber daya dari luar negeri bisa masuk dalam jumlah besar dan berkelanjutan. Kedua, Singapura harus memikat calon mitra kerja dari luar dengan imbalan besar bagi mitra asingnya.

Tak perlu kaget atau kecewa jika pentas Taylor Swift untuk Asia Tenggara berhari-hari hanya di Singapura. Daripada bikin konser tandingan, mengapa tidak bersemangat membina universitas dengan kualitas tandingan? Siapa tahu Indonesia berhasil naik ke urutan setara atau mendekati Singapura dalam peringkat global universitas dan anak presiden tak perlu jauh-jauh berkuliah di sana? Mengapa Pemerintah RI tidak terpacu membenahi layanan kesehatan di negeri sendiri sehingga para menteri yang sakit bisa merasa nyaman dirawat di dalam negeri? Tenaga kerja Indonesia berbondong-bondong sebagai PRT di Singapura. Mengapa pejabat tinggi negara tidak bertekad memperbaiki kondisi kerja di Tanah Air sendiri? Apakah konser tandingan dinilai lebih penting daripada semua hal itu. (Yoga) 

Harmoni Alam di Perdesaan Melbourne

KT3 23 Mar 2024 Kompas

Kawasan Mornington Peninsula, perdesaan di selatan kota Melbourne, Australia, dihidupi oleh satu semangat yang sama, yaitu kesadaran bergerak bersama harmoni alam. Ekonomi mereka pun tumbuh. Selain dari hasil bumi untuk warga lokal, pesona alam yang dijaga lestari menarik pelancong dari berbagai penjuru dunia. Mornington Peninsula dicapai satu jam perjalanan dengan mobil dari pusat kota Melbourne, melewati jalan berliku di antara hutan-hutan semak dan pinggir pantai. Perjalanannya seperti dari Jakarta ke Puncak, tetapi tanpa kemacetan padahal di akhir pekan, Sabtu (2/3) lalu.

Di balik semak-semak itu, sejumlah usaha pertanian bersemi. Mulai dari peternakan lebah, produsen minuman anggur, pembuatan minyak zaitun, hingga pertanian stroberi kompak mengusung semangat kesadaran alam. Pesona ”hijau” di pantai selatan Australia itu ternyata juga menggiurkan dari sisi bisnis pariwisata. ”Peternakan lebah kami, dari awal sampai sekarang, dikelola berdasarkan prinsip kelestarian alam,” kata John Winkles, pemilik peternakan lebah, Pure Peninsula Honey, di Mornington Peninsula. Dengan modal dua ratu lebah liar, sekarang Winkles memiliki usaha rumahan dengan 30 jenis produk madu manuka serta turunannya berupa permen, lilin lebah, dan ragam kosmetik berbahan dasar madu. Jenis madu andalannya adalah manuka yang ia jual Rp 650.000 dalam gelas kaca ukuran 250 gram.

Manuka adalah jenis tanaman semak-semak yang banyak tumbuh di Negara Bagian Victoria, Australia. Beragam madu olahan yang dia sediakan berbahan organik, seperti madu jahe, madu lemon, dan madu kayu manis. Pengunjung bisa mencicipi beragam madu itu sebelum memutuskan membeli. Selain wisata pertanian, kawasan Mornington Peninsula ibarat oasis untuk melepas penat warga Melbourne. Di tengah alam yang hijau, beberapa tempat menyediakan aktivitas melepas ketegangan. Green Olive at Red Hill, misalnya, adalah sebuah pertanian anggur, lemon, dan zaitun di kawasan perbukitan di sana yang memadukan wisata kebun dan restoran.

Ada pula Leo Estate. Restoran bintang empat itu memadukan wisata pertanian, pembuatan minuman anggur, dan karya seni. Berdiri di punggung perbukitan di tepi pantai, Leo Estate memiliki taman seni rupa seluas 330 hektar yang berisikan 60 karya seni seniman terkemuka dunia. Satu paket makan malam di sana dibanderol 165 dollar Australia (Rp 1,7 juta) per orang. Dengan berbagai keunikannya, para petani dan pengelola wisata Mornington Peninsula konsisten bergerak bersama harmoni alam. Mereka membuktikan, menjaga alam pun bisa menggerakkan ekonomi. (Yoga) 

Garap Potensi Cuan PON

KT3 20 Mar 2024 Kompas

Pekan Olahraga Nasional atau PON Aceh-Sumut 2024 berpotensi memberi dampak ekonomi besar. Hal ini selayaknya dimanfaatkan oleh daerah penyelenggara yang menjadi tuan rumah. Dampak langsung dapat dirasakan oleh pengusaha perhotelan, restoran, serta UMKM. Puluhan ribu tamu diperkirakan datang ke Aceh dan Sumut selama perhelatan PON pada 8-20 September mendatang. ”PON akan memberikan dampak ekonomi besar bagi perekonomian Sumut, terutama untuk industri hotel dan restoran. Kami bersiap menyambut tamu ajang tersebut,” ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Sumut Denny S Wardhana, Selasa (19/3).

PON dijadwalkan berlang sung 8 September hingga 20 September 2024.Total 80 arena pertandingan tengah dipersiapkan di kedua daerah. Sebanyak 42 arena berlokasi di 10 kabupaten/kota di Aceh, sedang 38 arena berada di 9 kabupaten/kota di Sumut. Denny mengatakan, jumlah kamar hotel dan restoran di Sumut lebih dari cukup untuk menyambut 15.000 atlet dan pelatih peserta PON 2024. Di Medan saja, ada lebih dari 5.000 kamar hotel berbintang. ”Didukung hotel di daerah penyelenggara lain, antara lain, Kabupaten Karo, Simalungun, dan Toba, akomodasi di Sumut diyakini tidak akan kewalahan untuk memenuhi kebutuhan kamar para tamu,” ujarnya. Tingkat keterisian hotel diprediksi sudah tinggi sebelum PON dan tetap tinggi sesudah ajang tersebut.

Restoran-restoran juga akan mendapatkan dampak ekonomi. ”PON kali bisa mempercepat kebangkitan ekonomi Sumut yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19, terutama di sektor perhotelan dan restoran,” katanya. Dampak ekonomi PON dipercaya bisa berlangsung panjang jika bisa disikapi dengan cermat dan tepat.  Kalangan UMKM juga akan merasakan dampak langsung PON edisi ke-21 ini. Lagi pula, Sumut dikenal sebagai gudangnya produk UMKM, mulai dari berbagai macam kuliner hasil kreasi hingga kain-kain tradisional. Menurut pengusaha UMKM, Trisna Pardede, ajang olahraga adalah tempat promosi dan penjualan produk UMKM yang sangat efektif.

Saat Kejuaraan Dunia Perahu Motor Formula 1 (F1H2O) di Kabupaten Toba, Februari lalu, misalnya, Trisna banyak menjual kopi arabika khas Sumut. PON 2024 juga diperkirakan bisa mengungkit perekonomian Aceh yang terkungkung oleh efek konflik berkepanjangan di masa lalu. Dosen Ilmu Ekonomi dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Rustam Effendi, Selasa (12/3), mengatakan, PON jangan hanya dipandang sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai peluang ekonomi. Semakin ramai tamu yang datang ke Aceh, salah satunya melalui PON, semakin besar dampak ekonomi yang bisa dirasakan Aceh. ”Saya memperkirakan, selama PON, uang miliaran rupiah akan beredar di Aceh. Ini peluang besar yang harus ditangkap oleh para pelaku usaha,” katanya. (Yoga) 

INDUSTRI PARIWISATA : Urat Nadi Udara Lombok—Makassar

HR1 19 Mar 2024 Bisnis Indonesia

Kehadiran rute penerbangan Lombok—Makassar diyakini bakal meningkatkan industri pariwisata di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan. Rencananya, rute tersebut bakal dilayani oleh maskapai Lion Air dengan menggunakan pesawat Boeing 737-900ER dengan kapasitas 215 kursi mulai 27 Maret 2023. Hal itu diungkapkan oleh General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (Bandara Lombok) Minggus E.T. Gandeguai. Lion Air, imbuhnya, bakal melayani rute tersebut dengan frekuensi penerbangan tiga kali dalam sepekan, yakni pada hari Rabu, Jumat, dan Minggu. Untuk penerbangan perdana, Lion Air dengan nomor penerbangan JT 840 akan berangkat dari Lombok pukul 14.45 WITA, dan dijadwalkan tiba di Makassar pukul 15.55 WITA. Dari Makassar, pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 841 akan lepas landas pukul 12.35 WITA, dan mendarat di Lombok pukul 13.50 WITA. Minggus berharap bahwa kehadiran rute penerbangan ini akan makin meningkatkan jumlah wisatawan yang selanjutnya dapat memberikan dorongan bagi ekonomi lokal dan sektor pariwisata, baik di Lombok maupun Makassar. Lombok, imbuhnya, adalah salah satu destinasi wisata favorit Indonesia yang setiap tahunnya menjadi tuan rumah ajang balap MotoGP.

Perputaran Uang Wisata Halal Berpotensi Naik 25 %

KT1 18 Mar 2024 Investor Daily

Perputaran uang dari pariwisata halal Indonesia berpotensi meningkat 25 % tahun ini. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang membaik pasca pandemi Covid-19. Menparekraf Sandiaga Uno menerangkan, Indonesia merupakan destinasi wisata halal yang sangat diminati dunia. Apalagi Indonesia telah berhasil mendapatkan predikat Top Muslim Friendly Destination of The Year 2023 dalam Mastercard Crescent Rating Global Muslim Travel Index (GMTI) di tahun 2023.

“Ini meningkat luar biasa, signifikan. Kami memetakan ada potensi peningktan sampai 25 % tahun ini. Sejalan dengan berakhirnya Covid di tahun 2023 lalu. Peningkatan ini kita pantau ada pada konsumsi rumah tangga yang bertumbuh dengan sehat,” kata dia, Minggu (17/3). (Yetede)

"Swift-nomics”

KT3 13 Mar 2024 Kompas

Berkaitan dengan konser enam hari penyanyi pop AS, Taylor Swift, di Singapura. Wartawan The Sydney Morning Herald mengangkat isu itu dengan PM Singapura Lee Hsien Loong saat jumpa pers bersama PM Australia Anthony Albanese di Melbourne. PM Lee menjelaskan bahwa pemerintahannya melakukan kesepakatan bisnis dengan manajemen Swift. Singapura mengharapkan bisa mendapatkan konser eksklusif di Asia Tenggara dan bersedia membayar kompensasi untuk itu. Penentuan mau atau tidaknya Swift memberikan ”konser eksklusif” selama enam kali di Singapura berada sepenuhnya pada pihak artis. Kalau kemudian Swift memutuskan itu, bukan berarti Singapura berniat merugikan negara ASEAN lain dengan tak bisa menggelar konser dari artis yang paling banyak pengikutnya itu. Sebab, pendekatan ini bisa juga diterapkan negara lain.

Singapura memang menangguk untung dari penyelenggaraan konser berkelas dunia itu. Hampir semua pencinta Swift dari seluruh penjuru dunia datang ke Singapura untuk menyaksikan penampilan bintang idola mereka. Ada yang menyatakan bahwa nilai ekonomi yang didapatkan Singapura ratusan kali lebih besar dari investasi yang ditanamkan. Baik Coldplay, Taylor Swift, maupun artis-artis yang lain menjadi fenomena ekonomi yang luar biasa. Tidak keliru juga kalau dikatakan Swift-nomics karena penampilan seorang artis bisa memberikan manfaat ekonomi yang luar biasa kepada sebuah negara. Singapura bisa melakukan ini karena mereka memiliki visi ekonomi yang panjang dan ekosistem yang mendukung. Pertama, pemerintah yang berorientasi pasar dan memahami pasar.

Pemerintah tak berpikir ekonomi jangka pendek, tetapi berjangka panjang. Pemerintah Singapura mau turun tangan untuk berbicara dengan manajemen artis.. Kompensasi untuk menghadirkan artis besar tak memikirkan keuntungan (return) secara langsung. Yang jauh lebih diperhatikan pemerintah adalah dampak ekonomi yang didapatkan untuk jangka panjang. Dengan konser yang dikunjungi jutaan fans mancanegara, ekonomi Singapura akan bertumbuh. Kalaupun ada dampak langsung yang bisa dirasakan adalah pajak barang dan jasa (goods and services tax/GST) dari berbagai transaksi yang kemudian terjadi. Kepuasan dari para fans menyaksikan konser menambah kredibilitas dan popularitas Singapura.

Miliaran pembicaraan di media sosial merupakan promosi yang nilainya tak terkira, priceless. Para penonton tak pernah kapok datang ke Singapura karena mereka tak perlu kebingungan untuk datang dan pulang dari tempat konser karena fasilitas transportasi yang bagus. Mereka tak harus kelaparan dan kehausan sebab di mana-mana bisa mudah didapatkan tempat makan dan minum. Fasilitas sanitasi seluruh kota keadaannya prima. Dan, keamanan sangat terjamin karena nyaris tidak ada pencuri dan pencopet. Perlu cara pandang berbeda jika ingin menyaingi Singapura. Indonesia Incorporated yang didengung-dengungkan masih tahap wacana, sementara Singapore Incorporated setiap saat dijalankan (Yoga)

Ekraf Jadi Sumber Pertumbuhan Baru

KT3 13 Mar 2024 Kompas

Gegap gempita dan gemerlap konser Taylor Swift selama enam hari di Singapura, 2-9 Maret 2024, baru saja lewat. Sekarang, pemerintah, penyelenggara, semua pemangku kepentingan terkait, dan berbagai elemen yang kecipratan manfaat barangkali sedang menghitung jumlah cuan yang masuk. Dari perspektif ekonomi kreatif (ekraf), sukses kolaborasi berbagai pihak dan aspek dalam perhelatan itu menjadi bukti dahsyatnya kekuatan ekraf. Dalam penerimaan pariwisata saja, Singapura diperkirakan meraup 260 juta USD hingga 375 juta USD atau Rp 4 triliun hingga Rp 5,8 triliun. Event itu juga bisa menjadi benchmark bagaimana seharusnya menggarap ekonomi kreatif. Ini tidak sebatas pada konser musik, tetapi untuk semua cabang ekraf.

Untuk Indonesia, Titik tolak yang barangkali bisa menjadi konsensus bersama sekaligus klise adalah ekraf Indonesia punya potensi besar, tetapi perkembangannya belum optimal. Berbagai kajian menyimpulkan, peran ekraf vital sebagai sumber pendapatan, penyerapan tenaga kerja, dan efek pengganda luas dalam perekonomian suatu negara. Petikan wawancara Kompas dengan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, di Jakarta, Rabu (6/3) mengungkapkan, ”Swiftonomics” kini banyak dikaji akademisi dan analis. Salah satu ekonom menyampaikan, dari setiap konser (Taylor Swift) TS di Singapura, 70 % penonton berasal dari luar Singapura. Dana yang dihabiskan mulai dari 350 juta USD hingga 500 juta USD. Konon kabarnya, rahasia ”dapur” mereka, (pemerintah) mendukung 15 juta USD atau Rp 235,8 miliar (kurs Rp 15.723 per USD). Maka, nominal ini sudah kembali dengan cepat berkali-kali lipat.

Ini sebuah langkah kemampuan yang harus kita miliki, kombinasi kemampuan menghadirkan venue berskala internasional, menghadirkan kebijakan yang kondusif, dan dana pendamping yang tersedia. Maka, kita harus mengembangkan infrastruktur, mempermudah perizinan penyelenggaraan event. Kita harus kolaborasi dengan stakeholders. Pemerintah harus hadir, harus bisa mendampingi. Misalnya, nanti Indonesia mendapat kesempatan menghadirkan the next TS, kita harus mampu menyediakan bukan hanya konser, hotel, produk-produk kuliner, dan suvenir. Namun, kita juga harus cari produk-produk yang bisa dijual dan unggul dari Indonesia sebagai adidaya seni dan budaya, ekonomi hijau. Kita harus mengambil peran yang lebih kuat lagi ke depannya. (Yoga)

Kreativitas Warga Metro Menghidupi Cagar Budaya

KT1 08 Mar 2024 Kompas (H)

Di tangan anak-anak muda, tempat-tempat bersejarah di Kota Metro, Lampung, difungsikan menjadi ruang kreatif. Bangunan cagar budaya menjadi ikon baru kota itu. Semangat merawat sejarah lahir dari rasa cinta warga pada kotanya. Suasana di Rumah Asisten Wedana, salah satu bangunan cagar budaya di Kota Metro, Provinsi Lampung ramai pengunjung, Sabtu (24/2) siang. Sejumlah orang bersantai menikmati suguhan makanan dan minuman yang dijual di Wedana Space. Ruang publik yang berada dalam bangunan cagar budaya itu lahir dari kreativitas anak-anak muda. Salah satunya Reyza Pribadi Lukita (25), pemuda yang membantu merealisasikan Rumah Asisten Wedana menjadi ruang kreatif. Luki, lulusan jurusan arsitektur ITB   itu mencurahkan ide secara sukarela membuat desain interior Rumah Asisten Wedana, berkonsultasi dengan Tim Ahli Cagar Budaya Kota Metro.

”Saya tidak boleh sembarangan karena ini adalah bangunan cagar budaya. Jangan sampai desain yang dibuat mengubah bentuk asli atau merusak struktur bangunannya,” kata Luki. Ruang utama bangunan bersejarah itu dijadikan tempat untuk menyambut pengunjung. Di tempat itu terdapat beberapa kursi kayu dan meja yang ditata saling berhadapan. Beberapa foto sejarah transmigrasi di Kota Metro terpasang di dinding. Di tempat itu terdapat sembilan gerai UMKM yang menjual berbagai produk, mulai dari makanan, minuman, hingga suvenir. Ada juga ruang belajar untuk komunitas. Ruang gerak diatur agar pengunjung nyaman berkeliling dan bisa mampir ke semua gerai. Sebagai warga Kota Metro, Luki terpanggil untuk berkontribusi merawat dan melestarikan bangunan cagar budaya. Kini, ia bersama dua rekannya, yakni M Riananda Pratama (27) dan Prasedo Fajar Utomo (25), menjadi pengelola Rumah Asisten Wedana.

Rumah Asisten Wedana hanyalah satu dari tujuh bangunan atau benda bersejarah yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Metro. Mayoritas merupakan bangunan peninggalan kolonial Belanda. Rumah Asisten Wedana merupakan rumah tinggal sekaligus pusat pemerintahan resmi Asisten Kawedanan Metro (setingkat camat). Tempat itu didirikan sebagai bagian dari pembangunan pusat kota oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1935. Bangunan cagar budaya lain di Kota Metro adalah Rumah Dokter atau Dokterswoning yang dibangun pada 1939. Kala itu, bangunan tersebut difungsikan sebagai tempat tinggal bagi dokter-dokter Belanda yang bertugas di Metro. Sekarang, bangunan cagar budaya itu difungsikan menjadi Rumah Informasi Sejarah Kota Metro yang ramai dikunjungi anak-anak sekolah. Bangunan lain yang menjadi cagar budaya adalah Klinik Santa Maria (1938), Health Center (1958), dan Menara Masjid Taqwa Kota Metro (1967). (Yetede)

Ekonomi Kreatif Akan Difasilitasi

KT3 07 Mar 2024 Kompas

Masa depan ekonomi Indonesia terletak, antara lain, pada ekonomi kreatif. Modal dasar dan potensinya besar, juga tantangan-tantangannya. Kolaborasi semua pemangku kepentingan guna memperkuat ekosistem menjadi prasyaratnya. Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan, potensi perkembangan ekonomi kreatif (ekraf) di Indonesia begitu besar. Kreativitas dan inovasi menjadi modal utama para pelaku ekraf dalam negeri. ”Orang Indonesia itu (sebagai) pelaku ekraf dikenal dunia dengan kemampuan berkreasi dan inovasi. Jadi, itu sudah menjadi core Indonesia. Ini yang harus jadi keunggulan yang kita lebih pertimbangkan di masa depan,” ujarnya dalam wawancara eksklusif bersama Kompas, Rabu (6/3) di Jakarta. Ia mengatakan, industri manufaktur dan hilirisasi tambang memang penting.

Namun, hilirisasi sektor ekraf pun perlu dilakukan. Sebab, efek pengganda dari produksi barang dan jasa ekraf dapat berkontribusi pada neraca ekraf untuk mendongkrak perekonomian nasional.  Meski demikian, ia mengakui masih ada hambatan-hambatan yang dihadapi para pelaku ekraf di lapangan, diantaranya isu pembiayaan dan perubahan teknologi yang dinamis. Oleh sebab itu, pemerintah harus mendampingi, bukannya meninggalkan. ”Ekosistem harus kuat dan berkelanjutan,” katanya. Salah satu caranya, menurut Sandiaga, investasi penuh pada SDM. Kolaborasi lintas sektor dan kebijakan publik yang mendukung juga mutlak dilakukan. Selain itu, pemerintah berkomitmen mendukung dari sisi pembiayaan.

Skemanya, antara lain, public private partnership atau kemitraan pemerintah dan swasta. Sumber dananya berasal dari dana pariwisata Indonesia (Indonesia Tourism Fund). Ada pula skema lain, termasuk untuk UMKM, yang tertuang dalam PP No 24 Tahun 2022 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif. Kebijakan ini mengatur mengenai pembiayaan, pemasaran produk berbasis kekayaan intelektual, infrastruktur, dan insentif untuk pelaku ekraf. PP ini juga mengamanatkan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat dalam pengembangan ekraf dengan memfasilitasinya agar ekosistem ekraf dapat berjalan dengan baik. (Yoga)

Pembatasan Wisman ala Thailand Dinilai Positif

KT3 04 Mar 2024 Kompas

Pemerintah Thailand memperketat kebijakan bagi warga negara asing yang akan masuk ke negara itu. Upaya ini dinilai sebagai langkah positif untuk menyeleksi wisatawan sekaligus mencegah perdagangan manusia (human trafficking). Indonesia bisa meniru langkah ini untuk mendorong pariwisata berkualitas. KBRI Bangkok, Thailand, menerbitkan imbauan bagi WNI yang melakukan kunjungan bebas visa ke Thailand. WNI perlu menunjukkan bukti kemampuan finansial untuk menjamin biaya selama berada di ”Negeri Gajah Putih”. Mengutip laman media sosial KBRI Bangkok, sejumlah ketentuan harus dipenuhi. Pertama, WNI harus memiliki paspor yang masa berlakunya paling sedikit enam bulan. Kedua, memiliki bukti tiket kepulangan, serta bukti pemesanan akomodasi dan bukti finansial selama di Thailand.

Besarannya tak ditentukan, tetapi diimbau membawa minimal 15.000 baht atau Rp 6,6 juta dengan kurs Rp 438,5 per baht. Ketum Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia Azril Azhari berpendapat, langkah ini merupakan cara Thailand untuk menyeleksi wisatawan yang berkunjung dan bisa diikuti Indonesia. ”Bukan pembatasan, tetapi mereka menyeleksi orang-orang yang betul-betul bawa uang, (wisatawan) berkualitas untuk datang ke Thailand. (Dengan demikian) ini tak menimbulkan masalah sosial, mengakibatkan masalah hukum, atau kriminalitas,” ujarnya saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu (2/3). Hal serupa disampaikan Ketum Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Pauline Suharno.

”Jadi, lebih terseleksi, terkurasi karena membawa uang cash (sekitar) Rp 6,5 juta sebenarnya upaya imigrasi Thailand untuk profiling,” katanya. Sebelum penerapan kebijakan ini, banyak WNI menjadi tenaga kerja Ilegal, terutama di Kamboja dan negara-negara lain, dengan berkedok wisatawan. Selama ini mereka mencari celah melewati negara-negara tetangga perbatasan, di antaranya Thailand, untuk masuk ke Kamboja dan Myanmar.Data KBRI Bangkok menunjukkan, pergerakan WNI ke Thailand meningkat. Sekitar 762.000 kunjungan tercatat dari Indonesia ke Thailand pada 2023, meningkat dua kali lipat dibandingkan kunjungan pada 2022 yang sebesar 355.000 kunjungan. (Yoga)