;
Tags

Pariwisata

( 747 )

TURIS MANCANEGARA : LAMPU HIJAU VOA KEPRI

HR1 25 Apr 2024 Bisnis Indonesia

Asa Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk membebaskan visa on arrival atau VoA bagi sejumlah wisatawan dari negara tertentu tampaknya bakal memperoleh restu dari pemerintah pusat. Kondisi itu diyakini bakal memompa tingkat kunjungan turis asing di wilayah ini. Hal ini sesuai dengan pernyataan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad yang mengeklaim bahwa problem VoA yang menghambat pemulihan pariwisata wisata provinsi ini mulai menunjukkan titik terang dan akan segera selesai. “Kita sudah dapat dukungan dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia [HAM] melalui Dirjen Imigrasi, tinggal dari Kementerian Keuangan. Karena ini terkait Penerimaan Negara Bukan Pajak [PNPB],” katanya di Batam, Rabu (24/4). Dia menjelaskan bahwa jika nantinya persoalan VoA sudah rampung, maka pariwisata di Indonesia, khususnya Kepri akan bisa menerima lagi kunjungan wisatawan mancanegara dari 169 negara. Dengan demikian, imbuhnya, Kepri akan menerima dampak positifnya, dengan meningkatnya kembali kunjungan wisatawan asing ke Kepri. Salah satu yang bisa dilakukan, imbuhynya, yakni melalui golf yang merupakan olahraga multifungsi dan juga andalan mendongkrak sektor pariwisata wilayah ini. Para pebisnis wisata diminta untuk membuat banyak event dan kegiatan sehingga baik itu pariwisata dan sektor golf sendiri dapat berkembang bersama-sama.

Sementara itu, Batam juga akan menjadi lokasi penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) 2024 yang berlangsung pada 14—17 Mei 2024. Munas ini diharapkan akan menghasilkan rekomendasi terkait pemulihan sektor pariwisata, khususnya di Batam. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam Ardiwinata mengatakan bahwa pihaknya akan menyukseskan Munas Asita 2024. Tak hanya munas, agenda lainnya yakni Business to Business Forum pada 15—18 Mei 2024. Selain itu, ada juga Asita Tourism Expo 2024 dan Business to Consumer Event yang juga bakal digelar. Ketua Asita Kepri Eva Betti mengungkapkan bahwa pihaknya akan berupaya sebaik mungkin dalam menggelar Munas Asita 2024. Pada perkembangan lain, jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Bintan, Provinsi Kepri terus mengalami peningkatan. Sepanjang 2023, sebanyak 588.000 wisatawan berkunjung ke Bintan. Peningkatan tersebut turut mengakselerasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bintan. Bupati Bintan Roby Kurniawan mengatakan bahwa sektor pariwisata jadi modal penting dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan itu berdampak positif terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bintan yang mencapai Rp126,13 miliar sepanjang tahun lalu. “2022 sumbangan PAD nya Rp66,76 miliar dan 2021 sebesar Rp 19,83 miliar,” katanya. Roby menambahkan, salah satu tempat kunjungan wisman maupun wisatawan domestik di Kabupaten Bintan adalah Kawasan Wisata Lagoi, Kawasan Pantai Trikora dan sejumlah lokasi wisatawan lainnya. Secara keseluruhan, Batam menyumbang 77,8% jumlah kunjungan wisman ke Kepri. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam Ardiwinata mengatakan bahwa pariwisata masih menjadi andalan di Batam untuk mendorong peningkatan ekonomi. Ardi menjelaskan bahwa sesuai data BPS Batam, jumlah wisman yang berkunjung ke Batam selama bulan Februari 2024 tercatat sebanyak 112.687 kunjungan. Pada Februari 2024, BPS Kperi mencatat bahwa kunjungan wisman ke wilayah ini sebanyak 144.802 kunjungan atau naik 49,2% secara bulanan (month-to-month/MtM) lantaran kunjungan wisman pada Januari 2024 hanya mencapai 97.054 kunjunganJika dibandingkan secara tahunan, kunjungan wisman ke Kepri telah melonjak 56,79% pada Februari 2024.

INDUSTRI TAMASYA : DANA WISATA LEBIH TEPAT DARI APBN

HR1 24 Apr 2024 Bisnis Indonesia

Pemerintah disarankan mengalokasikan dana dari anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN, daripada mengutip kepada wisatawan melalui iuran dalam tiket pesawat udara. Pemerhati pariwisata Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Chusmeru menyampaikan bahwa dana APBN lebih tepat untuk kepentingan konservasi budaya dan lingkungan atau peningkatan SDM di sektor pariwisata.“Pemerintah perlu juga memikul tanggung jawab atau paling tidak sebagai bentuk tanggung jawab sosial pemerintah dengan mengalokasikan anggaran konservasi budaya, lingkungan, dan peningkatan SDM dalam APBN,” katanya kepada Bisnis, Selasa (23/4).Chusmeru menyebutkan persoalan konservasi budaya hingga peningkatan SDM di sektor pariwisata merupakan tanggung jawab dari pemerintah, bukan wisatawan. Selain itu, dia mengkhawatirkan rencana pemerintah memungut iuran pariwisata melalui tiket pesawat bisa membuat industri pariwisata menjadi lesu.

Chusmeru turut menilai pungutan tersebut tidak tepat, tidak rasional, dan tidak proporsional. Alasannya, masalah harga tiket pesawat kerap menjadi persoalan dalam industri pariwisata.Dia menyebutkan terdapat kelompok wisatawan yang selama ini terbebani oleh harga tiket pesawat. Oleh karena itu, dia mengungkap rencana mengutip iuran itu juga tidak proporsional lantaran tidak semua penumpang pesawat melakukan perjalanan wisata. Dana juga dapat diperoleh dari calon wisatawan saat mengurus visa untuk kepentingan perjalanan wisata. Jadi, rencana tersebut tidak disamaratakan kepada semua penumpang pesawat.Sementara itu, Deputi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Odo R. M. Manuhutu menyampaikan masih menyusun Peraturan Presiden (Perpres) tentang Dana Pariwisata Berkelanjutan.

Sebaliknya, juru bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati mengonfi rmasi bahwa rencana pemungutan iuran pariwisata dari tiket pesawat dikoordinasikan oleh Kemenko Marves. Dia menuturkan pembahasan pemungutan iuran ini dilakukan secara lintas kementerian. Namun, Adita enggan memaparkan secara detail saat ditanyakan rencana pemungutan itu telah dikoordinasikan ke Kemenhub. Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk. Irfan Setiaputra berpendapat rencana iuran itu bisa berdampak langsung kepada penumpang. Alasannya, kebijakan tersebut akan berimbas pada kenaikan harga tiket pesawat. Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf Anggara Hayun Anujuprana telah menyampaikan dokumen rancangan Perpres Dana Pariwisata Berkelanjutan tengah dalam tahap harmonisasi lintas kementerian/lembaga.

Salah satu sumber dana pariwisata berkelanjutan ini berasal dari iuran pariwisata. Hayun menuturkan, iuran tersebut merupakan pengenaan tambahan biaya sebesar nominal atau persentase tertentu di atas biaya visa/terhadap kunjungan warga negara asing yang datang ke Indonesia.Besaran iuran pariwisata akan ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia berdasarkan rekomendasi menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan dan pariwisata.

INDONESIA TOURISM FUND : SANDIAGA LANJUTKAN IURAN PARIWISATA

HR1 23 Apr 2024 Bisnis Indonesia

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tetap melanjutkan rencana pemungutan iuran pariwisata melalui tiket pesawat udara, baik domestik maupun internasional, yang potensinya mencapai 78,3 juta penumpang pada 2023. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan rencana pemerintah memungut iuran pariwisata itu tidak akan membebani penumpang angkutan udara, kendati masuk dalam tiket pesawat. “Jangan khawatir, tidak akan membebani masyarakat dengan harga tiket yang lebih mahal lagi,” katanya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Jakarta, Senin (22/4). Sejauh ini, Menparekraf menyebutkan rencana pemungutan iuran tersebut masih dalam tahap kajian. Menurutnya, pemerintah juga tengah mengkaji beberapa opsi untuk mengumpulkan Dana Pariwisata Berkelanjutan atau Indonesia Tourism Fund. Namun, Sandiaga meminta semua pihak untuk menunggu keputusan final pemerintah. Terkait dengan rapat yang membahas Dana Pariwisata Berkelanjutan, Menparekraf menyatakan bahwa memang ada rapat yang membahas soal dana pariwisata berkelanjutan.

Menurutnya, Dana Pariwisata Berkelanjutan bertujuan menjadi promosi di dalam negeri untuk mendukung keberlangsungan kegiatan yang berskala nasional dan internasional. Sandiaga juga berjanji pelaporan iuran pariwisata bakal dilakukan secara transparan. “Karena sekarang era yang penuh dengan keharusan untuk transparansi dan fully disclosure, dan akan kelola dengan transparan. Kami wajibkan melakukan laporan dan kami pastikan tidak akan membebani penumpang karena tarif tiket,” ujarnya. Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf Anggara Hayun Anujuprana menambahkan rancangan Peraturan Presiden (Per­pres) Indonesia Tourism Fund kini masuk tahap harmonisasi lintas kementerian/lembaga. Selain iuran pariwisata, imbuhnya, pengumpulan dana pariwisata akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), hasil investasi, dan atau sumber dana lainnya yang sah. Sumber lain yang dimaksud adalah hibah, dana perwalian, tanggung jawab sosial dan lingkungan, hasil kerja sama dengan pihak lain, dan/atau sumber dana lainnya yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) Irfan Setiaputra berpendapat pungutan iuran pariwisata melalui tiket pesawat makin membebani penumpang. Iuran pariwisata sebagai salah satu sumber Dana Pariwisata Berkelanjutan diungkapkan kali pertama oleh pemerhati penerbangan sekaligus Ketua Umum Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia Alvin Lie dalam platform X (dulunya Twitter). Dia membagikan surat undangan rapat koordinasi pembahasan rancangan Perpres Dana Pariwisata Berkelanjutan dengan agenda pengenaan iuran pariwisata melalui tiket penerbangan. Berdasarkan survei Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia, hanya 12,1% penumpang pesawat yang tujuannya murni untuk berwisata atau liburan. Survei diikuti oleh 7.414 responden dengan metode stratified random sampling. Dia mengkhawatirkan penarikan iuran pariwisata akan membuat penumpang menduga bahwa iuran tersebut akan masuk ke maskapai.

BISNIS PENERBANGAN : IURAN PARIWISATA ‘SALAH ALAMAT’

HR1 22 Apr 2024 Bisnis Indonesia

Rencana pemerintah untuk memungut iuran pariwisata melalui tiket pesawat dinilai salah alamat. Dampak negatifnya adalah iuran itu akan memukul industri aviasi yang baru pulih dari pandemi Covid-19. Pengamat penerbangan, Alvin Lie, menyampaikan, ketimbang diselipkan pada harga tiket pesawat, seharusnya pemerintah menambahkan iuran itu pada tarif hotel atau pada saat wisatawan mengajukan visa on arrival (VOA). “Rencana pemerintah memungut iuran untuk pariwisata diselipkan ke harga tiket sangat tidak etis dan sangat tidak patut,” kata Alvin kepada Bisnis, Minggu (21/4). Berdasarkan survei yang dilakukan Alvin bersama tim pada awal Januari 2024, hanya 12,1% penumpang pesawat yang tujuannya murni untuk berwisata atau liburan. Survei diikuti oleh 7.414 responden dengan metode stratifi ed random sampling. 

Survei tersebut dilakukan di lima bandara besar di Indonesia, yakni Bandara Internasional Kualanamu, Bandara Internasional Soekarno Hatta, Bandara Internasional Juanda, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Melihat hasil survei tersebut, Alvin berpendapat penarikan iuran melalui tiket pesawat tidak layak. Apalagi sejak 2019, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tak kunjung mengubah harga tiket pesawat. Alih-alih mengubah harga tiket pesawat, pemerintah justru mengerek naik pajak pertambahan nilai (PPN) dari 10% menjadi 11% dan menaikkan passenger service charge (PSC) atau biaya pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U) pada 2022.

Rencana pemerintah untuk memungut iuran pariwisata melalui tiket pesawat pertama kali terungkap dalam unggahan akun X miliknya, @alvinlie21. Rencana penarikan iuran tersebut tertuang dalam undangan rapat koordinasi pembahasan rancangan Peraturan Presiden (Perpres) Dana Pariwisata Berkelanjutan, yang dijadwalkan bakal digelar pada Rabu (24/4). Pemerintah tengah membentuk Indonesia tourism fundatau dana abadi pariwisata. Rancangan peraturan presiden (Perpres) tengah disusun untuk membentuk lembaga dan tata kelola dana abadi pariwisata. Alokasi dana pariwisata mencapai Rp2 triliun. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno pernah menyebut sumber pendanaan tourism fund tidak akan membebankan pelaku usaha pariwisata dalam negeri. Penimbunan dana abadi berasal dari pendapatan pemerintah dari tarif visa dan devisa pariwisata yang mencapai US$25 miliar per tahun. 

Sebelumnya, PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports memperkirakan pergerakan penumpang pesawat akan mencapai 169 juta penumpang pada 2024, angka gabungan dari pegerakan di bandara-bandara yang dioperasikan Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II. Direktur Operasi PT Angkasa Pura I Wahyudi mengatakan AP I menargetkan dapat mencatatkan pergerakan penumpang sebanyak 78 juta orang pada 2024, naik 12% dari pencapaian 2023.Secara terperinci, Wahyudi mengatakan bandara I Gusti Ngurah Rai Bali akan menjadi penyumbang pergerakan penumpang terbesar pada bandara-bandara yang dikelola AP I dengan proyeksi 21,46 juta orang. Menyusul di belakangnya adalah Bandara Juanda Surabaya dengan 14,01 juta pergerakan penumpang, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebanyak 10,52 juta penumpang. Sementara itu, VP of Corporate Communications PT Angkasa Pura II Cin Asmoro menargetkan jumlah penumpang 91,08 juta orang pada 20 bandara yang dikelolanya, tumbuh 13% dari realisasi 2023.

KKP Atur Kuota Wisata di Kawasan Konservasi

KT1 18 Apr 2024 Investor Daily
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan mengatur sistem kuota untuk aktivitas pariwisata alam perairan didalam  Kawasan Konservasi Nasional. Hal ini dimaksudkan untuk tetap menjaga kelestarian dan keberlanjutan sumber daya ekosistem didalam kawasan konservasi. Salah satu kawasan konservasi  prioritas untuk penerapan sistem kuota adalah Kawasan Konservasi Pulau Gili Matra, Lombok Utara, NTB, yang akan diterapkan pada kegiatan wisata  selam dan snorkeling. Sesuai hasil penghitungan daya dukung, jumlah kuota karcis masuk untuk kegiatan Pariwisata Alam Perairan di Kawasan Konservasi Gili Matra  tidak melebihi 421 karcis per hari. Pembagian kuota nantinya mempertimbangkan musim dan cuaca atau gelombang ekstrem. "Tujuannya dari pengaturan sistem kuota ini dimaksudkan untuk menekan  tingginya aktivitas pemanfaatan  agar tidak memberikan dampak buruk kepada ekosistem pesisir," ujar Kepala Balai Kawasan Konsevarsi Perairan Nasional Kupang Imam Fauzi. (Yetede)

Hiu Paus Teluk Saleh di Sumbawa Diminati Wisatawan

KT3 16 Apr 2024 Kompas

Potensi wisata bahari NTB tak akan pernah habis dijelajahi. Salah satu yang tengah naik daun adalah wisata whale shark atau hiu paus di kawasan Teluk Saleh, Desa Labuan Jambu, Sumbawa. Wisata hiu paus (Rhincodon typus) di Teluk Saleh dibuka sejak 2018, bersamaan dengan acara Sail Moyo Tambora. Menurut Munawir Gazali (34), pemilik operator wisata Tukang Holiday, wisata hiu paus di Teluk Saleh semakin menggeliat dalam dua tahun terakhir. ”Pascapandemi Covid-19, open trip ke sana semakin ramai,” kata Munawir, di Mataram, Senin (15/4). Selain paket sehari ke hiu paus, ada juga yang memanfaatkan one trip Lombok-Komodo.

”Untuk paket sehari ke hiu paus, peminatnya banyak lokal dan domestik atau dari luar NTB. Terutama komunitas selam bebas (free dive). Sementara paket yang langsung ke Komodo didominasi turis mancanegara,” kata Munawir. Paket perjalanan Lombok-Komodo, awalnya dibuka dua tahun lalu. Kala itu, tamunya 150 orang per minggu. Kini, jumlahnya mencapai dua kali lipat, 90 % di antaranya wisatawan mancanegara. Untuk kunjungan sehari ke area hiu paus, sedikitnya 30 orang per bulan. ”Pada musim ramai kunjungan wisatawan seperti Mei-Agustus, peminatnya (wisata hiu paus) semakin meningkat. Bahkan, kami sampai tolak amu karena penuh. Kami alihkan ke teman operator wisata lain agar tamunya tidak kecewa,” kata Mulyadi(36) dari Best Komodo Island, operator wisata di Gili Trawangan.

Munawir menambahkan, untuk paket sehari ke hiu paus saja, ia mematok tariff Rp 500.000 per orang, sudah termasuk kapal, alat snorkeling, sarapan, dan dokumentasi. Sementara tarif untuk paket perjalanan Lombok-Komodo yang berlangsung empat hari tiga malam mulai dari Rp 3 juta per orang. Jika mengikuti paket perjalanan Lombok-Komodo, wisatawan berangkat dari Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur. Lalu, mereka dibawa menuju Teluk Saleh. Sementara kunjungan sehari harus menyeberang dulu dari Lombok menggunakan kapal. Setelah itu, baru melanjutkan perjalanan sekitar empat jam menuju Labuan Jambu. (Yoga) 

LIBUR IDULFITRI : TUAI BERKAH EKONOMI LEBARAN

HR1 16 Apr 2024 Bisnis Indonesia

Sejumlah daerah meraup berkah melimpah seiring dengan adanya momentum libur panjang pada perayaan Idulfitri kali ini. Tumpah ruah turis menjadi pemandangan yang lazim pada beberapa lokasi wisata. Pantai Segara Sari Manggar di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, misalnya yang mampu mencatatkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) selama libur Lebaran 2024.Bahkan, spot wisata unggulan ini mampu mencatatkan total PAD hingga Rp594 juta dalam kurun waktu 4 hari.Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Balikpapan Ratih Kusuma mengungkapkan bahwa capaian tersebut mengalami lonjakan yang cukup signifi kan. Dia menjelaskan bahwa hingga Sabtu (13/4), Pantai Manggar menjadi destinasi favorit bagi para wisatawan selama libur Lebaran 2024. Bahkan, imbuhnya, hingga Minggu (14/4) siang, telah ada 32.000 orang pengunjung di pantai tersebut, sehingga nilai PAD tersebut masih berpotensi untuk terus bertambah. Ratih meyakini bahwa tingkat kunjungan wisatawan hingga Senin (15/4) juga masih akan terus bertambah. Namun, dia menilai adanya ketidakpastian terkait dengan ketentuan kerja dari kementerian terkait bakal memengaruhi kunjungan wisatawan. 

Dia menjelaskan bahwa selama libur Lebaran 2024 terdapat tiga posko pengamanan di Pantai Segara Sari Manggar yang melibatkan tim terpadu dari TNI, Polri, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Ratih meyakini bahwa tingkat kunjungan wisatawan hingga Senin (15/4) juga masih akan terus bertambah. Namun, dia menilai adanya ketidakpastian terkait dengan ketentuan kerja dari kementerian terkait bakal memengaruhi kunjungan wisatawan. Dia menjelaskan bahwa selama libur Lebaran 2024 terdapat tiga posko pengamanan di Pantai Segara Sari Manggar yang melibatkan tim terpadu dari TNI, Polri, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). 

Salah satu guide di Sembalun, Abdul Halik mengungkapkan bahwa kuota ke Rinjani sudah penuh hingga 2 pekan ke depan, sehingga calon pendaki yang mencari tiket secara mendadak akan kesulitan untuk mendapatkannya. “Informasinya tiket sudah habis,” kata Halik kepada Bisnis, Senin (15/4). Sementara itu, antrean panjang sempat terjadi di Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat.Wisatawawan sudah mulai membeludak memadati sepanjang Pantai Barat—Timur Pangandaran sejak Sabtu (13/4). Antrean panjang sudah mengular menuju pintu masuk pembelian tiket.Hingga Minggu (14/4), tidak kurang dari 35.000 wisatawan masih memadati bibir pantai Kawasan Pantai Timur dan Barat Pangandaran. “Untuk libur Lebaran tahun ini pengunjung wanawisata Curug Ciputrawangi mengalami kenaikan dari hari-hari biasa, kurang lebih 90%,” kata Pengelola Objek Wisata Curug Ciputrawangi Ihwan Supriatna, Minggu (14/4).

Lebaran di Jakarta, Yuk Nikmati Pesona Pulau Pari

KT3 15 Apr 2024 Kompas

Pulau Pari di Kepulauan Seribu menjadi destinasi wisata favorit warga Jabodetabek selama libur Lebaran. Pesona keindahan pantai pasir putih, hutan bakau, hingga biota laut memikat wisatawan untuk datang ke pulau di utara Jakarta itu. Setelah berlayar dua jam dari Pelabuhan Muara Angke, Jakarta, wisatawan tiba di Pulau Pari, Minggu (14/4). Panas matahari yang terik tak menghalangi kegembiraan para turis lokal itu. Pemandu wisata segera menyambut dan membawa wisatawan ke homestay milik warga setempat, lalu mereka meluncur ke Pantai Pasir Perawan. Mereka tersihir pesona pantai pasir putih yang bersih dengan pemandangan bahari dan embusan angin yang menyejukkan. Anak-anak pun hanyut bermain pasir di tepi pantai itu.

Ahmad Hanafiah (65), wisatawan asal Bogor, Jabar, menikmati pesona Pulau Pari bersama keluarga besarnya, yakni istri, anak-anak, dan cucu-cucunya. ”Pulau Pari ini cukup bagus dan harganya sangat terjangkau,” kata Ahmad. Liburan ke Pulau Pari memang sangat bersahabat bagi keluarga besar. Paket perjalanan Rp 350.000 per orang untuk liburan selama dua hari satu malam. Meskipun jumlah mereka 11 orang, harga itu masih bersahabat. Mereka mendapat paket pelesiran mengitari sejumlah destinasi wisata di Pulau Pari, mulai dari bermain di Pantai Pasir Perawan, Bukit Matahari, hingga Tanjung Rengge. Mereka juga bisa menikmati pengalaman selam permukaan (snorkeling) hingga olahraga air seperti banana boat. Harga tersebut sudah termasuk penginapan di homestay, makan tiga kali sehari, serta barbeku di pinggir pantai.

Wisata di Pulau Pari, kata Ahmad, sangat memesona, harga terjangkau, dan dekat dari Jakarta. Meski demikian, dia berharap pengelola wisata di Pulau Pari meningkatkan kebersihan. Wisatawan yang cukup ramai menjadi berkah Lebaran bagi warga lokal di Pulau Pari. Hampir semua penginapan milik warga di pulau seluas 42 hektar itu penuh selama musim libur Lebaran karena sudah dipesan wisatawan. Harga rata-rata paket trip (wisata) di Kepulauan Seribu Rp 350.000 per orang. Ada juga paket Rp 1 juta per orang. Bedanya, paket yang lebih murah menggunakan kapal kayu dari Pelabuhan Muara Angke dan yang lebih mahal menaiki kapal cepat dari Pelabuhan Marina Ancol. ”Harganya sama saja dengan hari-hari biasa. Kami tidak aji mumpung mentang-menang lagi libur Lebaran,” kata Reyhan, pengusaha lokal yang menyulap rumahnya menjadi homestay. (Yoga)

Pilu dan Tawa di Balik ”Wisata Macet”

KT3 15 Apr 2024 Kompas

Daya Tarik kawasan wisata Puncak di Kabupaten Bogor hingga Kabupaten Cianjur, Jabar, tak pernah memudar. Wisatawan berbondong-bondong mengunjungi kawasan itu meski harus merasakan kemacetan dan tertahan karena aturan sistem satu arah. Di balik derita ”wisata kemacetan” di kawasan Puncak, ternyata membawa berkah bagi sejumlah warga setempat. Fania Oktaviani (27) menimang anaknya laki-lakinya yang gelisah dan menangis dan menyerahkannya kepada sang suami, Yudi (31). ”Kami sudah terjebak di sini sejak pukul 14.00. Sekarang sudah hampir pukul 22.00. Anak dari tadi siang sudah rewel karena one way enggak selesai-selesai,” ujar Yudi, warga Depok, Sabtu (13/4) malam. Yudi sudah mengingatkan istrinya agar tidak ke kawasan Puncak karena macet. Namun, Fania tetap ingin ke Puncak karena sudah janji dengan kakak, keponakan, dan ibunya. Sebuah vila telanjur disewa untuk menghabiskan waktu libur di akhir pekan.

Cornelis Galuh (34) dan adiknya, Vincent (31), warga Jakarta, tak bisa menutupi wajah letih karena tertahan sekitar delapan jam di sisi ruas Jalan Tol Jagorawi. ”Ini sudah di luar wajar. Biasanya paling lama tiga jam, belum lagi jalan ke atas pasti kejebak macet lagi,” kata Galuh kesal. ”Keluarga dari Bandung sudah tiba di vila (Sabtu) sore. Kami masih di sini sampai malam,” kata Vincent yang kapok berwisata ke Puncak di saat musim libur. Kekesalan serupa juga dirasakan warga Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, salah satunya Risa (32). Ia dan keluarga berniat bersilaturahmi ke rumah kerabat di Cianjur. Namun, karena lalu lintas padat, Risa memilih di rumah saja.

Di balik kemacetan hingga tertahannya kendaraan karena sistem satu arah, ternyata mendatangkan berkah dan sumber rezeki bagi para pedagang kecil. Trisno (45) selama tiga hari terakhir, dagangan aneka makanan dan minuman di warung miliknya yang berukuran 2 x 3 meter, laris manis. Pengunjung silih berganti datang berbelanja. Pada hari biasa, omzet dagangan Trisno paling banyak Rp 150.000 per hari. Namun, melonjaknya kunjungan wisatawan di Puncak membuat omzetnya bisa mencapai Rp 250.000 hingga Rp 300.000 per hari. ”Ada rezeki dari macet ini. Jarang-jarang dapat segini, malam biasa sepi yang beli. Ini ada saja yang datang beli. Bisa sampai lebih dari Rp 250.000,” ujarnya sambil tertawa.

Kemacetan di jalan akses menuju Puncak tak terelakkan akibat kepadatan kendaraan. Kepolisian memberlakukan sistem satu arah pada Minggu (14/3) pukul 11.00 untuk mengalirkan arus kendaraan dari Puncak menuju Gadog atau Jakarta. Rekayasa lalu lintas masih dilakukan hingga Selasa (16/4). Berdasarkan data TMC Polres Bogor pada Minggu pukul 13.00, ada 28.866 kendaraan yang melintasi Puncak menuju Gadog atau Jakarta. Sementara dari arah Gadog menuju Puncak mencapai 30.539 kendaraan. Total kendaraan yang melintas di jalur Puncak itu sebanyak 59.405 kendaraan. Sepeda motor mendominasi, yakni 44.782 kendaraan. Total mobil mencapai 13.723 kendaraan. Sisanya bus dan truk sebanyak 900 kendaraan. (Yoga)

Dari Nasi Bungkus hingga Snorkeling Laris Manis di Gili Trawangan

KT3 15 Apr 2024 Kompas

Saat libur Lebaran dan awal musim ramai wisatawan mancanegara, kunjungan ke Gili Trawangan di Desa Gili Indah, Lombok Utara, NTB, menggeliat. Semua kecipratan rezeki. Nasi bungkus, sepeda, dan paket snorkeling laris manis. ”Lauknya ada ikan dan ayam. Satu bungkus Rp 10.000 saja,” kata Maemunah (65) saat seorang pembeli menanyakan nasi bungkus yang dijualnya pada Sabtu (13/4). Sebagian besar pembelinya memilih duduk di area lapang di bawah rindang cemara laut. Kelezatan nasi hangat dengan lauk ikan tongkol atau ayam, sedikit mi goreng, dan potongan kacangan panjang berlipat dengan suguhan di depan mata mereka. Pasir putih nan lembut berpadu dengan ombak tenang, air laut sebening kaca menyambung dengan laut biru yang lebih gelap di tengah dan berakhir di deretan perbukitan di Lombok daratan.

Jika sarapan lebih pagi, di sisi timur terlihat jelas Gunung Rinjani, favorit para pendaki dalam dan luar negeri. Sebagian yang berlibur ke Gili juga ada yang baru turun dari Rinjani. ”Kemarin saya dapat Rp 1 juta dari hasil jualan nasi bungkus dan minuman. Alhamdulillah, meningkat dari sebelumnya, Rp 600.000 sampai Rp 700.000 per hari,” kata Maemunah, yang selama bulan Ramadhan libur berjualan. ”Minat sepeda banyak sekali, terutama wisatawan lokal. Ada juga wisatawan mancanegara. Mereka menyewa sehari, ada juga dua hari,” kata Najamudin (46), yang menyewakan sepeda per hari Rp 50.000. Menurut Najamudin, seminggu terakhir rata-rata tempat penyewaan sepeda laris manis.

Hampir semua unit sepeda mereka habis disewa. ”Saya punya tujuh unit, tinggal satu unit lagi. Padahal, ini masih pagi,” kata Najamudin. Ia menambahkan, kondisi di Gili memang sudah semakin membaik dalam dua tahun terakhir. Sebelumnya, Gili ikut terdampak pandemi Covid-19. Selain dari Pelabuhan Bangsal, wisatawan yang datang ke Gili juga bisa menggunakan kapal cepat dari sejumlah titik di Bali. Mereka biasanya menginap beberapa hari hingga lebih dari satu minggu. ”Rata-rata satu kapal cepat datang membawa 100 penumpang. Kalau ditotal, bisa lebih dari 1.500 wisatawan sehari. Jumlah wisatawan lokal dalam seminggu terakhir sekitar 500 orang per hari,” kata Najamudin.

Kondisi itu berdampak pada berbagai sektor usaha jasa pariwisata terkait. Tidak hanya akomodasi, tetapi juga aktivitas    perairan yang juga jadi daya tarik Gili, seperti snorkeling dan menyelam. ”Seluruh kamar kami penuh. Open trip snorkeling juga ramai,” kata Wahab (28), pegawai Gili Gili Hotel sekaligus penyedia paket snorkeling. Selain di area pantai dengan menyewa peralatan, tersedia juga layanan open trip snorkeling ke sejumlah tempat di kawasan Gili. Setiap orang dikenai tarif Rp 150.000, sudah termasuk peralatan dan pemandu, juga ke beberapa titik snorkeling favorit di kawasan Gili. Beberapa di antaranya area patung bawah laut dan titik penyu. Pada Sabtu siang terlihat para peserta open trip snorkeling begitu antusias, baik wisatawan dalam negeri maupun mancanegara. (Yoga)