TURIS MANCANEGARA : LAMPU HIJAU VOA KEPRI
Asa Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk membebaskan visa on arrival atau VoA bagi sejumlah wisatawan dari negara tertentu tampaknya bakal memperoleh restu dari pemerintah pusat. Kondisi itu diyakini bakal memompa tingkat kunjungan turis asing di wilayah ini.
Hal ini sesuai dengan pernyataan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad yang mengeklaim bahwa problem VoA yang menghambat pemulihan pariwisata wisata provinsi ini mulai menunjukkan titik terang dan akan segera selesai. “Kita sudah dapat dukungan dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia [HAM] melalui Dirjen Imigrasi, tinggal dari Kementerian Keuangan. Karena ini terkait Penerimaan Negara Bukan Pajak [PNPB],” katanya di Batam, Rabu (24/4). Dia menjelaskan bahwa jika nantinya persoalan VoA sudah rampung, maka pariwisata di Indonesia, khususnya Kepri akan bisa menerima lagi kunjungan wisatawan mancanegara dari 169 negara. Dengan demikian, imbuhnya, Kepri akan menerima dampak positifnya, dengan meningkatnya kembali kunjungan wisatawan asing ke Kepri.
Salah satu yang bisa dilakukan, imbuhynya, yakni melalui golf yang merupakan olahraga multifungsi dan juga andalan mendongkrak sektor pariwisata wilayah ini. Para pebisnis wisata diminta untuk membuat banyak event dan kegiatan sehingga baik itu pariwisata dan sektor golf sendiri dapat berkembang bersama-sama.
Sementara itu, Batam juga akan menjadi lokasi penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) 2024 yang berlangsung pada 14—17 Mei 2024. Munas ini diharapkan akan menghasilkan rekomendasi terkait pemulihan sektor pariwisata, khususnya di Batam. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam Ardiwinata mengatakan bahwa pihaknya akan menyukseskan Munas Asita 2024.
Tak hanya munas, agenda lainnya yakni Business to Business Forum pada 15—18 Mei 2024. Selain itu, ada juga Asita Tourism Expo 2024 dan Business to Consumer Event yang juga bakal digelar. Ketua Asita Kepri Eva Betti mengungkapkan bahwa pihaknya akan berupaya sebaik mungkin dalam menggelar Munas Asita 2024.
Pada perkembangan lain, jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Bintan, Provinsi Kepri terus mengalami peningkatan. Sepanjang 2023, sebanyak 588.000 wisatawan berkunjung ke Bintan. Peningkatan tersebut turut mengakselerasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bintan. Bupati Bintan Roby Kurniawan mengatakan bahwa sektor pariwisata jadi modal penting dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan itu berdampak positif terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bintan yang mencapai Rp126,13 miliar sepanjang tahun lalu. “2022 sumbangan PAD nya Rp66,76 miliar dan 2021 sebesar Rp 19,83 miliar,” katanya. Roby menambahkan, salah satu tempat kunjungan wisman maupun wisatawan domestik di Kabupaten Bintan adalah Kawasan Wisata Lagoi, Kawasan Pantai Trikora dan sejumlah lokasi wisatawan lainnya.
Secara keseluruhan, Batam menyumbang 77,8% jumlah kunjungan wisman ke Kepri. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam Ardiwinata mengatakan bahwa pariwisata masih menjadi andalan di Batam untuk mendorong peningkatan ekonomi.
Ardi menjelaskan bahwa sesuai data BPS Batam, jumlah wisman yang berkunjung ke Batam selama bulan Februari 2024 tercatat sebanyak 112.687 kunjungan.
Pada Februari 2024, BPS Kperi mencatat bahwa kunjungan wisman ke wilayah ini sebanyak 144.802 kunjungan atau naik 49,2% secara bulanan (month-to-month/MtM) lantaran kunjungan wisman pada Januari 2024 hanya mencapai 97.054 kunjunganJika dibandingkan secara tahunan, kunjungan wisman ke Kepri telah melonjak 56,79% pada Februari 2024.
Tags :
#PariwisataPostingan Terkait
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023