Pariwisata
( 749 )Pilu dan Tawa di Balik ”Wisata Macet”
Daya Tarik kawasan wisata Puncak di Kabupaten Bogor hingga
Kabupaten Cianjur, Jabar, tak pernah memudar. Wisatawan berbondong-bondong
mengunjungi kawasan itu meski harus merasakan kemacetan dan tertahan karena
aturan sistem satu arah. Di balik derita ”wisata kemacetan” di kawasan Puncak,
ternyata membawa berkah bagi sejumlah warga setempat. Fania Oktaviani (27) menimang
anaknya laki-lakinya yang gelisah dan menangis dan menyerahkannya kepada sang
suami, Yudi (31). ”Kami sudah terjebak di sini sejak pukul 14.00. Sekarang
sudah hampir pukul 22.00. Anak dari tadi siang sudah rewel karena one way
enggak selesai-selesai,” ujar Yudi, warga Depok, Sabtu (13/4) malam. Yudi sudah
mengingatkan istrinya agar tidak ke kawasan Puncak karena macet. Namun, Fania
tetap ingin ke Puncak karena sudah janji dengan kakak, keponakan, dan ibunya. Sebuah
vila telanjur disewa untuk menghabiskan waktu libur di akhir pekan.
Cornelis Galuh (34) dan adiknya, Vincent (31), warga Jakarta,
tak bisa menutupi wajah letih karena tertahan sekitar delapan jam di sisi ruas
Jalan Tol Jagorawi. ”Ini sudah di luar wajar. Biasanya paling lama tiga jam, belum
lagi jalan ke atas pasti kejebak macet lagi,” kata Galuh kesal. ”Keluarga dari
Bandung sudah tiba di vila (Sabtu) sore. Kami masih di sini sampai malam,” kata
Vincent yang kapok berwisata ke Puncak di saat musim libur. Kekesalan serupa
juga dirasakan warga Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, salah satunya Risa
(32). Ia dan keluarga berniat bersilaturahmi ke rumah kerabat di Cianjur. Namun,
karena lalu lintas padat, Risa memilih di rumah saja.
Di balik kemacetan hingga tertahannya kendaraan karena sistem
satu arah, ternyata mendatangkan berkah dan sumber rezeki bagi para pedagang
kecil. Trisno (45) selama tiga hari terakhir, dagangan aneka makanan dan minuman
di warung miliknya yang berukuran 2 x 3 meter, laris manis. Pengunjung silih berganti
datang berbelanja. Pada hari biasa, omzet dagangan Trisno paling banyak Rp
150.000 per hari. Namun, melonjaknya kunjungan wisatawan di Puncak membuat
omzetnya bisa mencapai Rp 250.000 hingga Rp 300.000 per hari. ”Ada rezeki dari
macet ini. Jarang-jarang dapat segini, malam biasa sepi yang beli. Ini ada saja
yang datang beli. Bisa sampai lebih dari Rp 250.000,” ujarnya sambil tertawa.
Kemacetan di jalan akses menuju Puncak tak terelakkan akibat
kepadatan kendaraan. Kepolisian memberlakukan sistem satu arah pada Minggu (14/3)
pukul 11.00 untuk mengalirkan arus kendaraan dari Puncak menuju Gadog atau
Jakarta. Rekayasa lalu lintas masih dilakukan hingga Selasa (16/4). Berdasarkan
data TMC Polres Bogor pada Minggu pukul 13.00, ada 28.866 kendaraan yang
melintasi Puncak menuju Gadog atau Jakarta. Sementara dari arah Gadog menuju
Puncak mencapai 30.539 kendaraan. Total kendaraan yang melintas di jalur Puncak
itu sebanyak 59.405 kendaraan. Sepeda motor mendominasi, yakni 44.782
kendaraan. Total mobil mencapai 13.723 kendaraan. Sisanya bus dan truk sebanyak
900 kendaraan. (Yoga)
Dari Nasi Bungkus hingga Snorkeling Laris Manis di Gili Trawangan
Saat libur Lebaran dan awal musim ramai wisatawan
mancanegara, kunjungan ke Gili Trawangan di Desa Gili Indah, Lombok Utara, NTB,
menggeliat. Semua kecipratan rezeki. Nasi bungkus, sepeda, dan paket snorkeling
laris manis. ”Lauknya ada ikan dan ayam. Satu bungkus Rp 10.000 saja,” kata
Maemunah (65) saat seorang pembeli menanyakan nasi bungkus yang dijualnya pada
Sabtu (13/4). Sebagian besar pembelinya memilih duduk di area lapang di bawah
rindang cemara laut. Kelezatan nasi hangat dengan lauk ikan tongkol atau ayam,
sedikit mi goreng, dan potongan kacangan panjang berlipat dengan suguhan di
depan mata mereka. Pasir putih nan lembut berpadu dengan ombak tenang, air laut
sebening kaca menyambung dengan laut biru yang lebih gelap di tengah dan berakhir
di deretan perbukitan di Lombok daratan.
Jika sarapan lebih pagi, di sisi timur terlihat jelas Gunung
Rinjani, favorit para pendaki dalam dan luar negeri. Sebagian yang berlibur ke
Gili juga ada yang baru turun dari Rinjani. ”Kemarin saya dapat Rp 1 juta dari
hasil jualan nasi bungkus dan minuman. Alhamdulillah, meningkat dari
sebelumnya, Rp 600.000 sampai Rp 700.000 per hari,” kata Maemunah, yang selama
bulan Ramadhan libur berjualan. ”Minat sepeda banyak sekali, terutama wisatawan
lokal. Ada juga wisatawan mancanegara. Mereka menyewa sehari, ada juga dua
hari,” kata Najamudin (46), yang menyewakan sepeda per hari Rp 50.000. Menurut
Najamudin, seminggu terakhir rata-rata tempat penyewaan sepeda laris manis.
Hampir semua unit sepeda mereka habis disewa. ”Saya punya
tujuh unit, tinggal satu unit lagi. Padahal, ini masih pagi,” kata Najamudin. Ia
menambahkan, kondisi di Gili memang sudah semakin membaik dalam dua tahun terakhir.
Sebelumnya, Gili ikut terdampak pandemi Covid-19. Selain dari Pelabuhan Bangsal,
wisatawan yang datang ke Gili juga bisa menggunakan kapal cepat dari sejumlah
titik di Bali. Mereka biasanya menginap beberapa hari hingga lebih dari satu
minggu. ”Rata-rata satu kapal cepat datang membawa 100 penumpang. Kalau
ditotal, bisa lebih dari 1.500 wisatawan sehari. Jumlah wisatawan lokal dalam seminggu
terakhir sekitar 500 orang per hari,” kata Najamudin.
Kondisi itu berdampak pada berbagai sektor usaha jasa pariwisata
terkait. Tidak hanya akomodasi, tetapi juga aktivitas perairan yang juga jadi daya tarik Gili,
seperti snorkeling dan menyelam. ”Seluruh kamar kami penuh. Open trip
snorkeling juga ramai,” kata Wahab (28), pegawai Gili Gili Hotel sekaligus penyedia
paket snorkeling. Selain di area pantai dengan menyewa peralatan, tersedia juga
layanan open trip snorkeling ke sejumlah tempat di kawasan Gili. Setiap orang
dikenai tarif Rp 150.000, sudah termasuk peralatan dan pemandu, juga ke
beberapa titik snorkeling favorit di kawasan Gili. Beberapa di antaranya area
patung bawah laut dan titik penyu. Pada Sabtu siang terlihat para peserta open
trip snorkeling begitu antusias, baik wisatawan dalam negeri maupun
mancanegara. (Yoga)
Kuota Wisata untuk Perairan Konservasi
Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP akan memberlakukan
pembatasan pada kegiatan pariwisata alam perairan di kawasan konservasi
nasional, untuk menjaga kelestarian dan keberlanjutan sumber daya ekosistem di
dalam kawasan konservasi. Namun, penerapannya dinilai perlu mempertimbangkan
dampak sosial dan ekonomi. Salah satu kawasan konservasi prioritas yang
direncanakan akan menerapkan pembatasan atau sistem kuota adalah kawasan
konservasi Pulau Gili Matra di NTB yang merupakan konservasi perairan nasional.
Penerapan kuota bertujuan untuk menghindari wisatawan berlebih yang
mengakibatkan tekanan terhadap sumber daya alam sebagai nilai jual pariwisata.
Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University
Luky Adrianto berpendapat, penetapan sebuah kawasan sebagai kawasan konservasi
berimplikasi pada tujuan pengelolaan kawasan tersebut, yaitu konservasi ekosistem
dan keanekaragaman hayati di dalamnya. Karena itu, pembatasan jumlah wisatawan
atau kegiatan wisata di kawasan konservasi merupakan salah satu instrumen untuk
menjaga ekosistem, sumber daya hayati, dan keberlanjutan kawasan konservasi.
Meski demikian, penetapan kuota wisata dalam kawasan konservasi
perlu mempertimbangkan daya dukung sosial dan ekologis (sosial-ekologis) dalam satu
kesatuan kawasan, meliputi faktor ekologis, sosial ekonomi, dan manajemen
sebagai parameter untuk menentukan kuota wisata. ”Secara ekonomi, pembatasan
kuota wisata di kawasan konservasi dapat diukur dengan pemberlakuan wisata
premium sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
lokal dan sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Luky, Jumat (12/4).
(Yoga)
Luis Hay Penjaga ”Burung Surga” Papua
Kerusakan hutan mengancam ruang hidup burung cenderawasih di
Tanah Papua. Melalui ekowisata di Pulau Misool, Raja Ampat, yang dikelolanya sejak
tujuh tahun lalu, Luis Hay (39) menjaga kelestarian ”burung surga” itu dari
kepunahan. Rabu (27/3) subuh, bersama sejumlah pengunjung, Luis menyusuri
perairan di sisi barat Kampung Kapatcol, Misool Barat, Raja Ampat, Papua Barat
Daya, menuju kawasan ekowisata yang menjadi habitat berbagai jenis burung, salah
satunya cenderawasih. Ia harus berangkat pagi-pagi buta. Sebab, biasanya burung
cenderawasih bermain di kawasan ekowisata itu pukul 06.00-09.00 WIT. ”Kita
harus tiba di lokasi sebelum cenderawasih datang. Kalau cuaca bagus,
cenderawasih akan keluar dan jelas terlihat,” ujarnya.
Setengah jam berlayar, Luis tiba di dermaga kayu di pintu
masuk kawasan ekowisata. Dari kejauhan terlihat dua gubuk bertiang kayu dan
beratap daun-daun kering. ”Kita tunggu di gubuk ini. Semoga sebentar lagi
langit cerah. Kalau tetap hujan cenderawasih jarang keluar. Masih ada waktu menunggu
hujan berhenti,” ucapnya. Ketika hujan reda, kicau burung dengan suara beragam
mulai terdengar. Luis yang semula berdiri segera berjongkok. Para wisatawan pun
mengikutinya. Dari berbagai kicauan itu, ia bisa mengidentifikasi jenis-jenis burung
yang datang, seperti cenderawasih, kakatua, mambruk, nuri, dan maleo. Tak
berselang lama, mata Luis berhasil menemukan posisi burung cenderawasih.
Tangannya menunjuk pohon setinggi sekitar 25 meter. Sembari mengikuti
cenderawasih itu, beberapa wisatawan membidikkan kamera untuk memotret.
Sejak 2017, Luis mengembangkan kawasan ekowisata di hutan
yang berdekatan dengan kebun miliknya. Maraknya perburuan cenderawasih menjadi alasan
yang mendorongnya mengelola ekowisata tersebut. Kepala Kampung Kapatcol itu menjaga
kawasan hutan dari perburuan satwa, dibantu beberapa warga. ”Kalau cenderawasih
terus-terusan diburu dan hutannya ikut dirusak, lama-lama akan punah. Suatu
saat, generasi masa depan Papua mungkin cuma bisa mendengar tentang cenderawasih
tanpa bisa melihatnya hidup di alam bebas,” katanya. Menurut Luis, melalui
ekowisata, hutan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Sebab, tanpa menebang pohon dan menangkap satwa-satwa liar
yang hidup di sana, warga tetap bisa mendapatkan manfaat ekonomi dari kegiatan
wisata. Selain pelancong lokal, kawasan ekowisata itu telah dikunjungi
wisatawan banyak negara, seperti Korsel, Australia, Perancis, India, Jerman, AS
dan Swedia. Pengunjung dikenai biaya transportasi perahu motor Rp 200.000-Rp
300.000. ”Ekowisata itu menjadi salah satu cara menyelamatkan lingkungan. Sejumlah
pengunjung dari luar negeri datang hanya untuk melihat cenderawasih di hutan.
Kalau cenderawasih ditangkap lalu dijual, di masa depan kami tidak akan mendapatkan
apa-apa lagi,” ujarnya. (Yoga)
Mengobati Kerinduan Mudik, Berwisata Keliling Jakarta
Saat libur Lebaran, ribuan pengunjung menyerbu sejumlah obyek
pariwisata di Jakarta. Pengelola tempat wisata berlomba menyajikan acara dan
atraksi menarik. Tasirin (40) menyaksikan acara di anjungan Provinsi Bali di
Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jaktim, Kamis (11/4). Warga Bekasi ini mengajak
keluarga dan tetangganya untuk berlibur bersama. Tasirin juga melihat beberapa
anjungan lain, salah satunya anjungan DIY tempat kelahirannya. Melihat anjungan
DIY, seakan menjadi obat rindu bagi Tasirin yang tidak bisa mudik. Menurut
Tasirin, kunjungan kali ini menghadirkan nostalgia saat berkunjung ke TMII pada
1993.
Dulu, untuk berkeliling ke anjungan, pengunjung harus jalan
kaki, sekarang sudah ada kendaraan listrik. Wakil Presiden Komunikasi Marketing
TMII Erika Silviana berujar, nostalgia merupakan hal yang otentik yang tak dimiliki
tempat wisata yang lain. ”Nostalgia inilah yang ingin kami perkuat untuk
menarik minat para wisatawan,” kata Erika. Bedanya, atraksi dan kekayaan
teknologi sudah disematkan ketika TMII direvitalisasi pada 2023. Untuk itu, program
libur Lebaran, 8 April-15 April 2024, TMII mengusung tema Jelajah Seru Lebaran
di Festival Pulang Kampung.
Harapannya, setiap pengunjung bisa merasakan nostalgia pulang
kampung. Misalnya, di anjungan Sumut, pengunjung akan disambut dengan bahasa,
pakaian, dan makanan khas Sumut. ”Semua itu agar pengunjung merasakan suasana
kampung halaman,” kata Erika. Di hari biasa, tingkat kunjungan 10.000 orang per
hari, di masa libur Lebaran, hingga tengah hari, jumlah kunjungan menyentuh
20.000 dan bahkan lebih. Pengelola TMII menargetkan pengunjung selama liburan
sebanyak 157.000 orang. Pada malam hari, pengunjung lebih banyak karena ingin
menyaksikan air mancur menari (dancing fountain) di anjungan Tirta Cerita, yang
merupakan nomor lima terbaik di dunia dan terbesar se-Asia Tenggara.
Wahana dilengkapi musik aransemen khas daerah dan dimeriahkan
dengan pertunjukan pesawat nirawak. Serbuan pengunjung juga terlihat di Taman
Margasatwa Ragunan, Jaksel. Bahkan, di hari pertama periode Lebaran, jumlah
kunjungan mencapai 75.000 orang. Wahyudi Bambang dari Humas Taman Margasatwa Ragunan
mengatakan, program libur Lebaran berlangsung pada 11 April-21 April, dengan target
kunjungan wisatawan 800.000 orang. Target itu mengacu pada pencapaian tingkat
kunjungan tahun lalu yang menyentuh 756.000. ”Kemungkinan puncak kunjungan terjjadi
akhir pekan,” kata Wahyudi. (Yoga)
MOMEN LIBUR LEBARAN 2024 : DIGITALISASI PARIWISATA TERUS DITINGKATKAN
Libur Lebaran 2024 segera tiba. Sejumlah pengelola objek wisata bersiap menyambut pelancong yang akan berlibur bersama keluarga, dengan memberikan peningkatan kenyamanan dan keamanan melalui digitalisasi dan teknologi. Sejumlah pengelola wisata yang meningkatkan layanannya terkait digitalisasi itu antara lain seperti PT Pembangunan Jaya Ancol, Jakarta. Head of Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol, Ariyadi Eko Nugroho menyatakan bahwa saat ini pihaknya tengah mengembangkan revenue safeguarding yaitu peningkatan layanan di pintu gerbang. Ancol memperluas saluran pembayaran seperti meningkatkan cashless yang bertujuan untuk mengurangi risiko fraud dan meningkatkan kecepatan layanan, serta penjualan tiket secara online. Pada Lebaran 2024, Ariyadi menuturkan bahwa pihaknya memang masih membuka kembali penjualan tiket secara tunai di semua loket atau pintu gerbang. Namun, dirinya tetap menyarankan pengunjung untuk bisa membeli tiket secara online sebelum kedatangan, agar memudahkan proses saat memasuki pintu gerbang Ancol. Smart CCTV telah dilengkapi dengan alarm untuk mengawasi pengunjung di beberapa titik. Di area pantai misalnya, ada beberapa lokasi yang diberi garis pembatas untuk keselamatan. Apabila ada pengunjung yang terpantau CCTV melewati garis pembatas tersebut, alarm otomatis berbunyi dan petugas akan segera menghampiri untuk mengamankan area.
Beberapa CCTV juga sudah dilengkapi dengan face recognitionatau pemindai wajah. Salah satu fungsi alat ini, petugas bisa langsung mengenali pengunjung yang masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Dihubungi terpisah, Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan (TMR) Wahyudi Bambang menerangkan implementasi digitalisasi di Ragunan dimulai dengan sistem ticketing. Selain itu, pengelola Ragunan juga akan menghadirkan perpustakaan digital dengan memberikan barcode yang bisa dipindai di sejumlah kandang satwa. Dengan demikian, pengunjung bisa mendapatkan literasi mengenai satwa secara digital. Saat ini pengadaan barcode di kandang dilakukan secara bertahap.
Disamping itu, pengelola Ragunan juga memanfaatkan digitalisasi untuk menghitung jumlah pengunjung. Hal ini penting untuk menghindari kepadatan di area wisata hingga jalan raya.
Sementara itu, dia menyampaikan bahwa Ragunan akan menyiapkan sejumlah atraksi pada momentum libur Lebaran tahun ini. Informasi atraksi ini akan diumumkan melalui media sosial agar pengunjung tidak melewatkannya.
Sementara itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor parekraf dalam mempersiapkan momentum lebaran 2024.
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf Martini Mohamad mengatakan bimtek bertajuk Green Creative itu untuk membekali pelaku usaha agar tidak saja memiliki pengetahuan terkait lingkungan tetapi menyiapkan suatu produk pelayanan yang ramah lingkungan dan ramah kepada wisatawan.
Berlibur di Kampung Wisata Yogyakarta
Joko Nugroho (60) antusias menjelaskan arsitektur rumah
joglonya di Kelurahan Purbayan, Kotagede, Yogyakarta. ”Rumah ini dibangun tahun
1840. Sebagian besar bagiannya masih asli seperti dulu,” ujarnya, Senin (1/4). Rumah
Joko terletak di Kampung Alun-alun. Nama itu tersemat dari sejarah kampung yang
dulunya merupakan kawasan alun-alun atau lapangan terbuka Keraton Kerajaan
Mataram Islam. Cikal bakal Kesultanan Yogyakarta tersebut berdiri di Kotagede
pada tahun 1586. Saat pusat kerajaan dipindahkan Sultan Agung pada 1613 ke
daerah Kerta di Plered (kini Kabupaten Bantul), Alun-alun Kotagede menjadi
permukiman. Saat ini terdapat sembilan rumah yang masih dipertahankan kelestariannya
di Kampung Alun-alun, termasuk rumah Joko.
Keunikan arsitektur dan tata ruang kampung itu menjadi daya
tarik Kampung Wisata Purbayan. Wisatawan dapat menikmati tur keliling kampung
dengan pemandu wisata. Sejumlah situs peninggalan Kerajaan Mataram Islam pun lokasinya
berdekatan dengan Purbayan, terutama Masjid Gedhe Mataram dan Kompleks Makam
Raja-raja Mataram. Purbayan juga memiliki kekayaan budaya tak benda yang menambah
pesonanya. Salah satunya adalah keterampilan kerajinan perak yang melegenda di
Kotagede. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Purbayan, Nurcahyo Nugroho,
menambahkan, Purbayan meraih peringkat kedua kategori Desa Wisata Berkembang
dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2023. Purbayan juga menjadi salah
satu dari 75 desa wisata terbaik dalam ajang tahunan Kemenparekraf.
Di Kecamatan Kotagede, terdapat pula Kampung Wisata
Rejowinangun, yang memiliki lima kluster wisata, yakni edukasi agro, herbal, kerajinan,
budaya, dan kuliner. Ketua Pokdarwis Rejowinangun Dadik Rahmanto menjelaskan,
kluster agro mengajak wisatawan mempelajari berbagai tanaman hias, sayur, dan
buah yang dibudidayakan warga. Kluster herbal mengusung jamu tradisional dan
kluster kuliner menyajikan jajanan pasar Yogyakarta. Adapun kluster kerajinan
menyuguhkan aktivitas pembuatan belangkon, wayang kulit, dan rajutan. Terakhir,
kluster budaya menawarkan pertunjukan tarian tradisional, wayang, dan gamelan. Dadik
menambahkan, pihaknya juga bekerja sama membuat paket wisata gabungan dengan
Gembira Loka Zoo, kebun binatang di kelurahan tersebut. ”Wisatawan bisa
menikmati sejumlah kluster wisata di Rejowinangun, kemudian mengunjungi Gembira
Loka,” ucapnya. (Yoga)
Ambisi Arab Saudi Menggenjot Pariwisata
Seolah penawar duka untuk komunitas penggemar Dragon Ball di
dunia atas wafatnya Akira Toriyama, sebuah berita di situs resmi Dragon Ball
pada Jumat (22/3) mengumumkan, taman hiburan bertema Dragon Ball akan menjadi
megaproyek perusahaan investasi raksasa yang berbasis di Arab Saudi, Qiddiya
Investment Co. Kabar yang diiringi teaser video taman hiburan Dragon Ball,
langsung menjadi hype di berbagai kanal media sosial. Taman hiburan tematis ini
akan dibangun di kompleks kota Qiddiya, 45 km dari pusat kota Riyadh. Di taman
hiburan tematik ini, pengunjung akan diajak bertualang bersama puluhan karakter
dalam seri Dragon Ball, termasuk Son Goku, untuk menjelajahi sejumlah lokasi
ikonik, seperti Kame House, Capsule Corporation, dan Planet Beerus. Lebih dari
30 atraksi telah direncanakan, termasuk roller coaster skala besar di dalam patung
Shenron, karakter naga dalam serial Dragon Ball, setinggi 70 meter. Taman ini
juga akan dilengkapi dengan hotel dan restoran.
Perpaduan nama besar Dragon Ball dengan kredibilitas Qiddiya
Investment Co, yang punya portofolio megaproyek dengan nilai 7 triliun USD atau
Rp 100.000 triliun, tentu menjadi daya Tarik para investor global.Qiddiya Investment
Company adalah perusahaan investor yang didirikan pada tahun 2018 dan
sepenuhnya dimiliki Dana Investasi Publik (PIF) Kerajaan Arab Saudi. Sejumlah
”gigaproyek” yang menjadi portofolio perusahaan adalah Red Sea Global, Kota
Wisata Qiddiya, dan Otoritas Pengembangan Gerbang Diriyah yang bertujuan untuk
meningkatkan status kerajaan sebagai tujuan wisata terkemuka. Gigaproyek dari
PIF tak sekadar memperkuat posisi Arab Saudi sebagai destinasi wisata global
yang menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung dari seluruh dunia. Pemerintah
Arab Saudi memang punya rencana ambisius untuk mendorong kembali perekonomian melalui
sektor wisata, dengan target kunjungan lebih dari 150 juta wisatawan mulai 2030.
Sektor pariwisata terbukti memberikan kontribusi yang
signifikan terhadap perekonomian negara dengan wisatawan domestik dan internasional
menghabiskan lebih dari 250 miliar riyal (66,6 miliar USD) pada tahun 2023.
Pengeluaran ini mewakili 4 % PDB dan 7 % PDB nonminyak. Besarnya nilai ekonomi
tersebut mencerminkan peran penting pariwisata dalam mendiversifikasi
perekonomian Arab Saudi yang dalam beberapa dekade lalu bertumpu pada sektor
minyak bumi. Dilansir dari AP, sektor pariwisata di Kerajaan Arab Saudi mengalami
lompatan kualitatif yang signifikan dengan total wisatawan, baik domestik
maupun internasional, 106,2 juta orang pada tahun 2023. Menteri Pariwisata Arab
Saudi Ahmed Al Khateeb mengatakan bahwa sektor pariwisata adalah pilar utama
dalam transformasi ekonomi negara berdasarkan Visi 2030, untuk menciptakan
lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan warga Arab Saudi. Visi tersebut
membuat dalam beberapa tahun ke depan, pengembangan ekosistem pariwisata terus
berjalan sejalan dengan strategi pariwisata nasional dengan mengembangkan
destinasi wisata yang beragam. (Yoga)
Jumlah Kunjungan Wisman Meningkat 11,67 %
STRATEGI PELAKU USAHA : KEJAR BERKAH LIBUR LEBARAN
Momentum Lebaran tahun 2024 menawarkan potensi pada sektor jasa pariwisata, sejalan dengan ekspektasi peningkatan kunjungan wisatawan nusantara. Kalangan pengusaha pun berancang-ancang mengejar berkah pada libur Idulfi tri kali ini. Mendekati musim libur Idulfi tri, sektor pariwisata bersiap untuk memaksimalkan layanan. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk., misalnya berupaya mengantisipasi lonjakan pengunjung. Hal ini bertolak pada kondisi tahun lalu kala perusahaan menarik 78.000 pengunjung. Direktur Operasional Pembangunan Jaya Ancol Eddy Prastiyo menjelaskan Ancol membuat skema operasional khusus selama pekan Lebaran mulai 11—13 April 2024. Dari segi keamanan, Ancol akan bekerja sama dengan pihak kepolisian.”Rencananya mereka (pihak kepolisian) akan standby sekitar 200—250 orang untuk menjaga lingkungan sekaligus memberikan pelayanan ke masyarakat di sini,” kata Eddy dalam acara Ancol Press Conference Rayakan Kemenangan Penuh Keajaibanpada Kamis (28/3).Ancol juga menyediakan skema untuk mengantisipasi antrean mengular saat pengujung hendak memasuki atau keluar dari gerbang Ancol. Eddy mengatakan, Ancol akan menyiapkan sistem parkir terpusat yang akan berlaku mulai hari kedua hingga hari keempat Lebaran. Senada, Holding BUMN Pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney bakal memanfaatkan potensi lonjakan penumpang selama momentum mudik 2024. Berdasarkan proyeksi dari InJourney Airport, pada bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II, diperkirakan puncak arus mudik pada 5 April dan puncak arus balik pada 14 April 2024. Pada Lebaran 2024, sebanyak 7,9 juta penumpang diperkirakan berangkat melalui 58.000 penerbangan di 35 bandara InJourney Airports. Jumlah penumpang diprediksi meningkat 10%, sementara jumlah penerbangan naik 7%. Adapun, unit usaha perhotelan yang dikelola InJourney Hospitality atau PT Hotel Indonesia Natour (HIN) yang diprediksi mengalami peak season pada 10—11 April 2024. Kemudian, tingkat okupansi InJourney Hospitality diperkirakan mencapai 61,2% atau meningkat 8% dibandingkan dengan 2023. Melalui unit usaha retail, PT Sarinah diperkirakan menikmati puncak penjualan pada 26 Maret hingga 5 April 2024. Pada Midnight Sale, diberikan program diskon 50% dan program buy one get one untuk brand tertentu. Dari sisi destinasi, InJourney Destination Management atau PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (TWC) yang mengelola sejumlah tempat rekreasi pariwisata memperkirakan musim puncak terjadi pada 11—15 April, yang merupakan puncak libur Lebaran 2024. Sementara itu, InJourney Tourism Development Corporations atau ITDC memperkirakan peak seasonpada 11—14 April 2024. ITDC tak ketinggalan mempersiapkan berbagai destinasi pariwisata.
Berbagai program diselenggarakan seperti promo dan juga Ramadan Festive di The Nusa Dua & The Mandalika. ITDC, The Mandalika diperkirakan menarik 60.000 pengunjung selama 12 hari libur Lebaran 2024. “Persiapan ini penting untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan jumlah pemudik terutama yang menggunakan transportasi udara dan juga pengunjung di sejumlah destinasi pariwisata di InJourney Group,” kata Direktur Pemasaran dan Program Pariwisata InJourney, Maya Watono, dalam keterangan resmi Jumat (29/3).
Sejalan dengan upaya pelaku usaha, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno meminta seluruh pemangku kepentingan dan pelaku usaha terkait untuk meningkatkan perhatian, utamanya pada lokasi—lokasi yang menjadi daya tarik wisata di tiap destinasi. “Kemenparekraf akan mengeluarkan surat himbauan menyambut Hari Raya Idul Fitri Tahun 2024 kepada seluruh pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata di Indonesia untuk memastikan kesiapan destinasi dan lokasi Daya Tarik Wisata (DTW) agar dapat memberikan pelayanan yang prima,” kata Menparekraf Sandiaga dalam agendaThe Weekly Brief With Sandi Uno pada Senin (18/3). Dihubungi terpisah, Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira, mengatakan, pertumbuhan sektor pariwisata diprediksi akan tumbuh 10%—11,3% secara tahunan pada momen Lebaran tahun ini. Kenaikan tersebut salah satunya didorong dari besarnya permintaan jasa akomodasi dan penyediaan makan minum serta jasa transportasi. Adapun, untuk memastikan tercapainya target pergerakan wisnus sebanyak 35% dari target 1,2 miliar tahun ini, setidaknya ada beberapa tahap yang harus dilakukan. Pertama, memastikan arus mudik Lebaran lancar dengan berbagai rekayasa lalu lintas.
Kedua, meningkatkan promosi pariwisata unggulan di daerah tujuan mudik. Khususnya untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan di daerah-daerah tujuan mudik. Ketiga, memastikan stabilitas jaringan internet dan layanan perbankan selama momen Lebaran. Keempat, mendorong agar swasta dapat tepat waktu dalam menyalurkan THR.
Selain dari sisi target pergerakan wisnus, para pelaku usaha wisata disarankan untuk mulai melakukan sejumlah persiapan dalam menyambut momen libur Lebaran. Mulai dari tingkat okupansi, hingga manajemen kerumunan di tempat wisata yang bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman dari para pelancong.
Pilihan Editor
-
Instruksi Pusat Untuk Rencana Penambangan
21 Feb 2022 -
Separuh Investor Tak Wajib Bayar Bea Meterai
22 Feb 2022 -
Menakar Prospek Usaha Sang Sultan Andara
22 Feb 2022









