;

Kuota Wisata untuk Perairan Konservasi

Ekonomi Yoga 13 Apr 2024 Kompas
Kuota Wisata untuk
Perairan Konservasi

Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP akan memberlakukan pembatasan pada kegiatan pariwisata alam perairan di kawasan konservasi nasional, untuk menjaga kelestarian dan keberlanjutan sumber daya ekosistem di dalam kawasan konservasi. Namun, penerapannya dinilai perlu mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi. Salah satu kawasan konservasi prioritas yang direncanakan akan menerapkan pembatasan atau sistem kuota adalah kawasan konservasi Pulau Gili Matra di NTB yang merupakan konservasi perairan nasional. Penerapan kuota bertujuan untuk menghindari wisatawan berlebih yang mengakibatkan tekanan terhadap sumber daya alam sebagai nilai jual pariwisata.

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University Luky Adrianto berpendapat, penetapan sebuah kawasan sebagai kawasan konservasi berimplikasi pada tujuan pengelolaan kawasan tersebut, yaitu konservasi ekosistem dan keanekaragaman hayati di dalamnya. Karena itu, pembatasan jumlah wisatawan atau kegiatan wisata di kawasan konservasi merupakan salah satu instrumen untuk menjaga ekosistem, sumber daya hayati, dan keberlanjutan kawasan konservasi.

Meski demikian, penetapan kuota wisata dalam kawasan konservasi perlu mempertimbangkan daya dukung sosial dan ekologis (sosial-ekologis) dalam satu kesatuan kawasan, meliputi faktor ekologis, sosial ekonomi, dan manajemen sebagai parameter untuk menentukan kuota wisata. ”Secara ekonomi, pembatasan kuota wisata di kawasan konservasi dapat diukur dengan pemberlakuan wisata premium sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dan sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Luky, Jumat (12/4). (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :